P. 1
Perawatan Mesin (Materi 4)

Perawatan Mesin (Materi 4)

|Views: 52|Likes:
Dipublikasikan oleh Nobz Alfarisi
Mechanical Engineering Maintenance Part 4
Mechanical Engineering Maintenance Part 4

More info:

Published by: Nobz Alfarisi on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

PREVENTIVE DAN CORRECTIVE MAINTENANCE

WHAT IS MAINTENANCE?
Maintenance

Planned maintenance
Preventive maintenance Corrective maintenance

Unplanned maintenance

Emergency maintenance

Running maintenance

Shutdown maintenance Overhaul

•Cleaning •Inspection •Small repair

Minor

Major

Preventive Maintenance:
Perawatan yang ditujukan utk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin/peralatan

Perawatan yang ditujukan utk memperbaiki suatu mesin/peralatan agar mencapai standard yg dipersyaratkan

Corrective Maintenance:

PRENVENTIVE MAINTENANCE
• Perawatan dengan Pengamatan secara sistematik disertai analaisis ekonomik untuk menjamin berfungsinya peralatan • Tujuannya untuk mencapai tingkatan perawatan terhadap semua peralatan produksi agar diperoleh kualitas produk yang optimal pada biaya yang efisien.

PERLUNYA PREVENTIVE MAINTENANCE
Preventive Maintenance meliputi enam fungsi:
• • • • • • Inspeksi Pelumasan Penggantian komponen Pembersihan Penyetelan Testing

Program preventive maintenance, BERMANFAAT :
• • • • • • • • Break down (turun mesin) lebih sedikit Emergencies lebih sedikit Rencana kerja lebih efisien Over time berkurang Umur equipment lebih panjang Manpower dapat dimanfaatkan secara tepat Meningkatkan produksi, menekan down time Menekan biaya maintenance.

Hasil Preventive Maintenance, perlu dikembangkan:
• Paket pencatatan data maintenance yang baik • Pengertian yg saling menunjang antara bagian produksi dengan Maintenance. • Program perawatan dan inspeksi yang baik • Sistem administrasi perawatan yang baik

Keuntungan Preventive
Maintenance (PM)
• PM bersifat antisipatif, shg bagian produksi dan maintenace dapat melakukan perkiraan dan penjadwalan operasi yg lbh baik/terarah • PM dapat meminimalkan waktu berhentinya mesin (Down time) • PM dapat meningkatkan mutu pengendalian suku cadang. • PM dapat mengurangi tingkat kegiatan bersifat darurat.

CORRECTIVE MAINTENANCE (CM)
• Tidak hanya memperbaiki, tetapi juga mempelajari sebab-2 terjadinya kerusakan serta cara mengatasinya dg cepat & tepat • Laporan terinci tentang kerusakan sangat penting untuk dianalisis, agar dapat penyelesaian yang tepat. shg mampu mencegah terulangnya kerusakan serupa. • CM, mengurangi jumlah kerusakan dan waktu terhentunya mesin (Down time)

Terkait CM, Tindakan yg dapat dipakai sebagai Alternative:
• Merubah proses produksi • Mengganti desain/konstruksi/material yang rusak dengan komponen sejenis yg lebih baik desainnya. • Penggantian menyeluruh • Memperbaiki prosedur PM (misal: jadwal pelumasan) • Mempertimbangkan/mengganti prosedure produksi • Merubah/mengurangi beban pada unit tertentu.

ALIRAN INFORMASI DALAM CORRECTIVE MAINTENANCE

ORGANISASI BAGIAN MAINTENANCE

ORGANISASI BAGIAN MAINTENANCE

Kepala Bag. Maintenance

• Mengorganisasikan seluruh personil dan pekerjaan pada bagian perawatan • Bertanggung jawab thd semua kegiatan Perawatan thd semua fasilitas (baik produksi & pendukungnya). • Bersama-sama ahli dan bag. Perencanaan membuat perencanaan menyeluruh (seperti: jadwal, anggaran, suku cadang, uraian pekerjaan untuk setiap jenis pekerjaan perawatan, dll.)

Bag. Perencanaan

• Membuat rencana perawatan menyeluruh terhadap semua fasilitas perusahaan. • Perencanaan meliputi: perawatan untuk pencegahan, harian/rutin, perbaikan ringan, dan berat. • Merencanakan semua bahan dan suku cadang perawatan, anggaran, dan bersama Tim ahli merencanakan perbaikan sistem perawatan.

Tim Ahli
• Menjabarkan semua rencana yang telah dibuat. • Membuat format uraian pekerjaan perawatan untuk masing-masing jenis peralatan. • Memberikan Bimbingan kepada semua teknsi • Memeriksa hasil kerja para teknisi. • Mendiskusikan masalah yang ditemui selama pelaksanaan perawatan

Bag. Perawatan Umum

• Mengkordinasi dan melakukan perawatan semua fasilitas yang tidak terkait langsung dengan proses produksi (perkantoran, bangunan, dll.) • Merencanakan perawatan seluruh fasilitas pendukung pabrik (membuat uraian tugas, menyediakan peralatan dan bahan perawatan, dll) • Memonetor pelaksanaan perawatan • Bersama bagian perawatan Bengkel membagi tugas dan tanggung jawab.

Bag. Perawatan Bengkel

• Mengkordinasi dan melakukan perawatan semua fasilitas yang terkait langsung dengan proses produksi (kompresor, mesin produksi, mesin las, dll.) • Merencanakan perawatan seluruh fasilitas produksi (membuat uraian tugas, menyediakan peralatan, bahan perawatan, dll), • Perawatan meliputi rutin, pencegahan, darurat. • Memonetor pelaksanaan perawatan

Teknisi Perawatan Umum

• Pelaksana perawatan yang berhadapan langsung dengan pekerjaan (diperlukan keterampilan khusus yang memadai). • Melakukan perawatan dan perbaikan seluruh fasilitas yang tidak terkait dengan proses produksi

Teknisi Perawatan Bengkel

• Pelaksana perawatan yang berhadapan langsung dengan pekerjaan (diperlukan keterampilan khusus yang memadai). • Melakukan perawatan dan perbaikan seluruh fasilitas yang terkait dengan proses produksi (mesin produksi, pompa, kompresor, dll.)

Telp. R: (0341) 719151, Hp. 0818535771 Telp/Fax. (0341) 564570 E-mail: fianmz@yahoo.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->