P. 1
Skripsi SOSIOLOGI

Skripsi SOSIOLOGI

|Views: 695|Likes:
Dipublikasikan oleh De_Malix_5446
PERGESERAN BUDAYA LOKAL PADA PERAYAAN PERNIKAHAN
(Studi pada Nyambai Muli – Mekhanai ke Resepsi di Ranau)
PERGESERAN BUDAYA LOKAL PADA PERAYAAN PERNIKAHAN
(Studi pada Nyambai Muli – Mekhanai ke Resepsi di Ranau)

More info:

Published by: De_Malix_5446 on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

PERGESERAN BUDAYA LOKAL PADA PERAYAAN PERNIKAHAN

(Studi pada Nyambai Muli – Mekhanai ke Resepsi di Ranau)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu

Sarjana Sosiologi

Oleh:

Ruly Manende

07720015

Pembimbing:

Napsiah S.Sos, M.Si

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2011

MOTTO

“Masa muda adalah musim bunga dari hidup, maka

gunakanlah masa mudamu untuk berkarier dan berkarya”

PERSEMBAHAN

Karya sederhana ini kupersembahkan untuk:

Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan dan hidayahNya sehingga
menunjukkan jalan terbaik, memberikan nikmat kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Ayahanda (Teguh Alamsyah) dan Ibunda (Islamiah, A.ma) tercinta yang selalu
menyayangiku, memberikan semangat, dan do’a. Pengorbanan kalian yang tak
berujung adalah sumber kebahagian dalam menjalani hidup.

Kakakku (Rolio Rolando) dan Adik-adikku tercinta (Resa Rendyka dan Ray Rivandy)
yang selalu memberi keceriaan selama ini.

Sahabat-sahabat dan teman-teman yang telah memberikan semangat, motivasi dan
bantuan selama ini.

Almamaterku, Nusa, Bangsa, Negara dan Agama.

KATA PENGANTAR

َ ْ ِ َ ْ ا ِب ر ِ ِ ُ ْ َ ْ َا
.

َ ْ ِ َ ْ ُ ْ اَو ِء َ ِ ْ َْ ا ِفَ ْ َأ َ َ ُمَ اَو ُةَ اَو
.

ِ ِ َا َ َ َو

َ ْ َا ِ ِﺏ َ ْﺹَأَو

َ ْ ِ
.

ُ َ ْ ُ َرَو ُ ُ ْ َ اَ َ ُﻡ نَاُ َ ْ َاَو ُ َ َ ْیِ َ َ ُ َ ْﺡَو ُ ا ِا َ َ ِاَ ْنَاُ َ ْ َا
.

ْ َﺏ ﻡَا

Puji syukur kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan

hidayah-Nya kepada penulis dalam mengarungi proses pembelajaran akademik di

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam

Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Shalawat serta salam semoga selalu

tercurahkan kepada junjungan sekalian alam Nabi Muhammad SAW yang telah

membawa kita dari alam jahiliyah menuju alam yang penuh hidayah dan penuh

dengan ilmu pengetahuan. Karena rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi yang berjudul “Pergeseran Budaya Lokal

Pada Perayaan Pernikahan (Studi Pada Nyambai Muli-Mekhanai ke Resepsi di

Ranau)“. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna

memperoleh gelar sarjana Sosiologi pada Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu

Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa terselesaikannya penyusunan Skripsi ini

tentunya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak, untuk itu sudah

sewajarnya penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Dudung Abdurrahman, M.Hum selaku Dekan Fakultas

Ilmu Sosial dan Humaniora.

2. Bapak Dadi nurhaedi, S,Ag. M.Si selaku Ketua Prodi sosiologi Fakultas

Ilmu Sosial dan humaniora.

3. Ibu Sulistiyaningsih, S.Sos., M.Si, selaku PA SosiologI ’07 Fakultas Ilmu

Sosial dan Homaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

4. Ibu Napsiah S.Sos, M.Si selaku Dosen pembimbing Skripsi yang dengan

sabar memberikan bimbingan dan arahan demi kesempurnaan skripsi ini.

5. Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Ilmu Sosial dan humaniora.

6. Ayahanda tercinta, Ibunda tercinta yang sangat kusayangi dan kakakku

(Rolio Rolando), adik-adikku (Resa Rendyka dan Ray Rivandy) terima

kasih atas do’a, semangat, pengorbanan serta kasih sayangnya.

7. Ibu Salamah (Sesepuh Marga Ranau), Bapak Bahusi (Tokoh Adat Marga

Ranau), Bapak Anas Winardi (Tokoh Masyarakat Ranau), Bapak

Syafrudin Fi’i (Tokoh Adat Marga Ranau), Bapak Milwanto (Tokoh

Masyarakat Ranau), Bapak Bustan (Tokoh Masyarakat Ranau), Bapak

Saylendra (Tokoh Masyarakat Ranau), Bapak Bahori (Tokoh Masyarakat

Ranau) saya ucapkan terima kasih atas semua informasi yang diberikan

dalam pelaksanaan penelitian ini.

8. Segenap teman-teman, pemuda-pemudi Kecamatan Buay Pematang Ribu

Ranau Tengah, khususnya Desa Sukabumi. Terima kasih atas segala

bantuan kalian semua baik berupa materi maupun sumbangan pikiran

untuk penelitian skripsi ini.

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

SURAT PENGESAHAN SKRIPSI

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI

HALAMAN MOTTO

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .............................................................................. 3

C. Tujuan dan Manfaaat penelitian ......................................................... 3

D. Telaah Pustaka ................................................................................... 5

E. Landasan Teori ................................................................................... 7

F. Metode Penelitian ............................................................................... 10

G. Sistematika Pembahasan .................................................................... 14

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Letak Geografis Daerah Penelitian ………………………………....... 16

B. Sejarah Asal Penduduk Marga Ranau ………………………………… 18

C. Penduduk dan Mata Pencaharian

………………………………... 25

D. Kehidupan Sosial Budaya …………………………………………… 26

E. Keagamaan ………………………………………………………….... 30

F. Bahasa ……………………………………………………………….. 31

BAB III PROSESI PERAYAAN PERNIKAHAN

A. Nyambai Muli-Mekhanai ….……………………………………… 33

B. Tujuan Pelaksanaan Perayaan ..…………………………………… 34

C. Waktu dan Tempat ...………………………………………………. 35

D. Kegiatan Perayaan .………………………………………………... 36

1. Konsep Acara Nyambai Sebelum Adanya Pergeseran .................... 36

2. Pergeseran Nyambai Muli-Mekhanai padaTahun 1990-2000an .... 39

3. Pergeseran Nyambai menjadi Resepsi2005-Sekarang …............... 40

BAB IV BERGESERNYA MALAM PERAYAAN PERNIKAHAN

NYAMBAI MULI-MEKHANAI MENJADI RESEPSI

A. Masyarakat yang Terlibat Dalam menjalankan Perayaan pernikahan .. 44

1. Tokoh Adat..................................................................................... 44

2. Ulama ............................................................................................. 45

3. Bapak-bapak dan Ibu-ibu pihak keluarga besar ............................... 45

4. Masyarakat Umum ......................................................................... 46

5. Para Pemuda dan Pemudi................................................................ 46

B. Bentuk Pergeseran Budaya Nyambai muli-Mekhanai Menjadi Resepsi.. 46

1. Prosesi Acara ................................................................................. 49

2. Pakaian .......................................................................................... 50

3. Tempat Pelaksanaan....................................................................... 50

4. Undangan....................................................................................... 51

C. Faktor Penyebab Pergeseran................................................................... 51

1. Pengaruh Globalisasi...................................................................... 52

2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ........................... 54

3. Tingkat Pendidikan ........................................................................ 56

4. Masuknya Budaya Luar ................................................................. 56

D. Respon Masyarakat Terhadap Pergeseran.............................................. 59

E. Dampak Pergeseran Bagi Masyarakat.................................................... 63

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................ 67

B. Saran-Saran............................................................................................ 68

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 70

LAMPIRAN-LAMPIRAN

PERGESERAN PERAYAAN PERNIKAHAN NYAMBAI MULI-

MEKHANAI MENJADI RESEPSI

Oleh :

RULY MANENDE

07720015

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran budaya yang terjadi

pada perayaan pernikahan Nyambai Muli-Mekhanai menjadi Resepsi. Pelaksanaan

penelitian ini diharapkan dapat diketahui bagaimana proses pergeseran yang

terjadi serta faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya pergeseran pada

perayaan pernikahan Nyambai Muli-Mekhanai.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu

menggambarkan apa adanya yang terjadi di lapangan yang didasarkan pada fakta

yang ada. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori daur-ulang (cyclical

theory) yang dikemukan oleh Stewart dan Glynn sebagai alat untuk menganalisis.

Masyarakat Ranau digunakan sebagai objek kajian. Demi hasil yang objektif,

teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara,

dokumentasi, dan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif.

Adanya pergeseran yang terjadi pada upacara perayaan pernikahan

Nyambai Muli-Mekhanai yang terjadi di era globalisasi dapat dilihat dari respon

masyarakat yang hanya merespon dengan sikap biasa saja. Sebagian besar hanya

sekedar memberikan apresiasi dengan alasan yang rasional yaitu sebagai gaya

hidup (life style). Akan tetapi sebagian kecil merespon dengan tindakan yang

rasional yaitu tetap mempertahankan ciri khas dan kekhasanahan budaya yang

terdapat dalam upacara perayaan pernikahan Nyambai-Muli Mekhanai.

Kata kunci : Nyambai Muli-Mekhanai, Resepsi, Life Style, Globalisasi.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pernikahan merupakan hal yang sakral di dalam masyarakat, karena

dengan pernikahan maka akan terbentuklah sebuah keluarga. Sebagi rasa

syukur dan bahagia biasanya di dalam masyarakat tidak saja dilakukan ijab

kabul sebagai tanda resminya hubungan dua manusia yang bukan muhrimnya

namun dapat bersatu, tetapi juga disimbolkan dengan adanya perayaan

pernikahan. Setiap masyarakat mempunyai tata cara sendiri untuk merayakan

pernikahan, mulai dari masyarakat yang tradisonal sampai pada masyarakat

yang modern. Selain itu dengan adanya perayaan pernikahan juga

menunjukkan status sosial ekonomi seseorang. hal ini dapat terlihat pada

besar-kecilnya, atau modern tradionalnya acara itu di gelar.

Di masyarakat Ranau juga terdapat perayaan pernikahan. Acara

pernikahan ini disebut dalam masyarakat lokal adalah malam Nyambai Muli –

Mekhanai (pesta muda-mudi), malam dimana bertemunya muda-mudi yang

berusaha menghibur kedua mempelai dengan cara melempar selendang yang

di iringi musik (tape), bagi yang mendapatkan selendang maka mereka akan

disidang dan mendapatkan hukuman berupa melantunkan sebuah lagu tanpa

diiringi oleh musik, teka-teki atau acara lain yang berdasarkan kesepakatan

bersama dalam menetukan jenis “hukuman” yang bersifat menghibur. Pada

perayaan ini juga para muda-mudi menggunakan pakaian adat, dimana

perempuan menggunakan kebaya dan laki-laki menggunakan kain tajung

1

(sarung yang dipakai sebatas lutut), mereka memberikan hiburan sebagai

tanda bahwa rasa gembira juga mereka rasakan dalam acara pernikahan itu.

Malam pesta muda-mudi (nyambai muli – mekhanai) ini dilakukan dengan

duduk lesehan, dimana posisi perempuan berhadapan-hadapan dengan laki-

laki. biasanya makan-makanan kecil disediakan, namun untuk tidak

menganggu maka makan-makanan kecil tersebut diadakan sebelum acara

dimulai. Karena acara ini bersifat hiburan, maka hiburan bagi masyarakat

ranau adalah remaja, tanpa melibatkan orang tua didalamnya.1

Pada malam perayaan ini merupakan hal yang sangat dinanti oleh para

muda dan mudi, karena pada malam inilah mereka bisa saling berkomunikasi

satu sama lain dengan cara yang unik yaitu bersurat-suratan (perang pena),2

dimana hal tersebut dimulai dari para laki-laki yang kemudian melalui

pengantar (pos) yang telah ditunjuk oleh panitia memberikan surat kecilnya

untuk ditujukan kepada perempuan yang ia sukai, maka si perempuan pun

membalas surat tersebut sehingga mereka telah memulai komunikasi satu

sama lainnya. Tidak menutup kemungkinan dari surat kecil tersebut para

muda dan mudi yang akhirnya menjalin hubungan (berpacaran).

Tradisi seperti diuraikan di atas nampaknya mulai bergeser hal ini

diindikasikan, dalam beberapa tahun belakangan ini ( 2005 - sekarang) tidak

lagi dijumpai acara malam pesta muda-mudi (nyambai muli-mekhanai).

1

Lihat buku yang ditulis oleh Hilman Hadikusuma dan kawan-kawan, yang berjudul

Adat Istiadat Daerah Lampung. Dalam buku ini di sebutkan beberapa macam proses tata cara

pernikahan mulai dari tahap sebelum pernikahan sampai pada proses pelaksanaannya.

2

Pesan yang ditulis melalui secarik kertas kemudian di antarkan oleh pengantar (orang

yang telah ditentukan sebagai pengantar dalam acara tersebut) pada orang yang disenangi, maka

terjadilah suatu proses interaksi sosial antara pemuda dan pemudi.

2

Keluarga yang akan melangsungkan pernikahan merayakannya dengan cara

resepsi yang sudah dimodifikasi sehingga tidak lagi menunjukkan cara-cara

lama. Hal ini terlihat bahwa resepsi dilakukan pada malam atau siang hari,

dan diikuti oleh semua anggota masyarakat, seperti Ibu-ibu, Bapak-bapak,

remaja, bahkan masyarakat diluar kampung. Undangan yang dibuat sudah

menggunakan undangan secara tertulis berupa undangan resmi, demikian juga

tempat duduk juga sudah menggunakan kursi dan tenda-tenda, sehingga

hidangan juga bersifat prasmanan. Dengan resepsi seperti ini telah

menunjukkan adanya pergeseran dalam perayaan pernikahan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->