Anda di halaman 1dari 16

ISRAF DAN TABDZIR

Pengertian Tabzir Yang dimaksud dengan tabzir ialah menggunakan/ membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros. Alah menganggap orang tersebut sebagai temannya syetan. Allah berfirman.lihat al-Quran online di google Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Isra : 26-27)
http://hbis.wordpress.com/2007/12/11/isyraf-tabzir-ghibah-dan-fitnah/

Etika konsumsi dalam islam


Oleh admins123

Konsep konsumsi berlebih-lebihan, yang merupakan ciri khas masyarakat yang tidak mengenal Tuhan, dikutuk dalam Islam dan disebut dengan istilah israf (pemborosan) atau tabzir (menghambur-hamburkan uang/harta tanpa guna). Menurut islam, anugerah-anugerah Allah SWT itu milik semua manusia dan suasana yang menyebabkan sebagian diantara anugerah-anugerah itu berada di tangan orang-orang tertentu tidak berarti bahwa mereka dapat memanfaatkan anugerah-anugerah itu untuk mereka sendiri. Sedangkan orang lain tidak memiliki bagiannya sehingga banyak diantara anugerah-anugerah yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia itu masih berhak mereka miliki walaupun mereka tidak memperolehnya. Dalam Al-Quran Allah SWT mengutuk dan membatalkan argumen yang dikemukakan oleh orang kaya yang kikir karena ketidaksediaan mereka memberikan bagian atau miliknya ini, bila dikatakan kepada mereka, Belanjakanlah sebagian rizqi Allah SWT yang diberikan-Nya kepadamu, orang-orang kafir itu berkata, Apakah kami harus memberi makan orang-orang yang jika Allah menghendaki akan diberiNya makan? Sebenarnya kamu benar-benar tersesat. Selain itu, perbuatan untuk memanfaatkan atau mengkonsumsi barang-barang yang baik itu sendiri dianggap sebagai kebaikan dalam islam, karena kenikmatan yang dicipta Allah SWT untuk manusia adalah ketaatan kepada-Nya.
http://renunganislam.wordpress.com/2009/04/07/etika-konsumsi-dalam-islam/

Gaster (Lambung) Gaster (lambung) merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan mempunyai tiga fungsi : (a) menyimpan makanan-pada orang dewasa gaster mempunyai kapasitas sekitar 1500 ml; (b) mencampur makanan dengan getah lambung untuk membentuk chymus yang setengah cair; dan (c) mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorpsi yang efisien dapat berlangsung.3

Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai regio epigastrica an umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum dan ostium pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan curvatura minor; dan dua dinding, paries anterior dan paries posterior.3 Gaster relatif terfiksasi pada kedua ujungnya, tetapi di antara ujungujung tersebut gaster sangat mudah bergerak. Gaster cenderung terletak tinggi dan tranversum pada orang pendek dan gemuk (gaster steer-horn) dan memanjang vertikal pada orang yang tinggi dan kurus (gaster berbentuk huruf J). Bentuk gaster sangat berbeda-beda pada orang yang sama dan tergantung pada isi, posisi tubuh, dan fase pernapasan.3 Lapisan Gaster Lambung terdiri atas empat lapisan1,4 : Lapisan peritoneal luar yang merupakan lapisan serosa. Lapisan berotot yang terdiri atas tiga lapis, (a) serabut longitudinal, yang tidak dalam dan bersambung dengan otot usofagus, (b) serabut sirkuler yang paling tebal dan terletak di pilorus serta membentuk otot sfinkter; dan berada di bawah lapisan pertama, dan (c) serabut oblik yang terutama dijumpai pada fundus lambung dan berjalan dari orifisium kardiak, kemudian membelok ke bawah melalui kurvatura minor (lengkung kecil). Lapisan submukosa yang terdiri atas jaringan areolar berisi pembuluh darah dan saluran limfe. Lapisan mukosa yang terletak di sebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banyak kerutan atau rugue, yang hilang bila organ itu mengembang karena berisi makanan. Membran mukosa dilapisi epitelium silindris dan berisi banyak saluran limfe. Semua sel-sel itu mengeluarkan sekret mukus. Permukaan mukosa ini dilintasi saluransaluran kecil dari kelenjar-kelenjar lambung. Semua ini berjalan dari kelenjar lambung tubuler yang bercabang-cabang dan lubang-lubang salurannya dilapisi oleh epithelium silinder. Epithelium ini bersambung dengan permukaan mukosa dari lambung. Epithelium dari bagian kelejar yang mengeluarkan sekret berubah-ubah dan berbeda-beda di beberapa daerah lambung.1 Pendarahan dan Persarafan Gaster Arteriae berasal dari cabang truncus coeliacus.3 Arteria gastrica sinistra berasal dari truncus coeliacus. Arteria gastrica dextra bersal dari arteria hepatica communis. Arteria gastricae breves bersal dari arteriaa lienalis.

Arteria gastroomentalis sinistra berasal dari arteria splenica. Arteria gastroomentalis dextra berasal dari arteria gastroduodenalis.3 Venae mengalirkan dari ke dalam sirkulasi portal. Vena gastrica sinistra dan dextra bermuara langsung ke vena portae hepatis. Venae gastrica breves dan vena gastroomentalis sinistra bermuara ke dalam vena lienalis. Vena gastroomentalis dextra bermuara ke dalam vena mesenterica superior.3 Persarafan termasuk serabut-serabut simpatis yang berasal dari plexus coeliacus dan serabut-serabut parasimpatis dari nervus vagus dextra dan sinistra.3 Klinis Gaster : Maag Kalau sering muntah agak asam, suhu badan naik, muka pucat, nafsu makan kurang, kalau sedang kosong perut terasa sakit, pedih, dan sesak pada bagian atas, ulu hati sakit hingga kadang-kadang membuat kita terbangun di tengah malam, buang hajat tidak teratur, terkadang sembelit atau mencret, kita patut curiga tukak lambung sedang mendera kita. Istilah paling populer untuk penyakit ini adalah sakit maag.5

Obat analgetik anti-inflamasi, terutama aspirin. Kalau kita sering minum obatobatan yang gunanya untuk menghilangkan rasa sakit, di dalamnya termasuk obat sakit kepala, ini bisa mengiritasi lambung. Salah satu contohnya adalah aspirin. Obat ini dalam dosis rendah sudah dapat mengiritasi lambung. Nah, jadi mulai sekarang kalau mau minum obat penghilang rasa sakit (analgesik) harus sesudah makan atau dibarengi dengan obat mag. >co 800co K< kimia, banyak zat kimia yang kalau kita konsumsi dapat memacu terjadinya penyakit gastritis. Bahan-bahan ini dapat memacu terjadinya gastritis melalui berbagai mekanisme, bisa meningkatkan produksi asam lambung, mengganggu keseimbangan mukosa lambung, dan lain-lain. Salah satu contohnya adalah Lisol. Merokok. Kita pasti sudah tahu, merokok banyak merugikan tubuh. Sudah terbukti kalau orang yang merokok memang jadi lebih berisiko untuk terkena penyakit radang lambung ini. Alkohol. Yang satu ini tentu saja juga merugikan. Ketika kita terbiasa minumminuman beralkohol, selain merusak lambung, juga bisa merusak hati/lever.
Stres fisik. Ini bisa terjadi, misalnya, karena luka bakar, infeksi yang sampai masuk ke pembuluh darah/sepsis, adanya trauma, sedang dalam perawatan setelah pembedahan, adanya henti napas, gagal ginjal, dan kerusakan saraf. Semua keadaan di atas menimbulkan stres fisik yang cukup serius sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan iritasi pada lambung. Refluks usus lambung, yaitu membaliknya makanan yang sudah masuk usus kembali ke dalam lambung. Keadaan ini tentu saja akan mengganggu keseimbangan asam lambung sehingga lama-kelamaan bisa menjadi gastritis.

Endotoksin, yaitu racun-racun dalam tubuh kita. Zat racun ini ada yang mengganggu kerja lambung, mengubah keasaman enzim-enzim pada lambung, dan lain-lain. Nah, kondisi ini tentu saja dapat menyebabkan kerusakan dinding lambung, yang kita sebut dengan gastritis.

Berdasarkan penyebab tadi, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung. Obatnya, antasid, antihistamin, antikolinergik, demulcent (dapat mengurangi iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap kontak dengan iritan dari luar). Khusus untuk sakit lambung karena infeksi H. pylory pengobatannya menggunakan antibiotika. Kepada penderita dianjurkan pula untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.5 Pencegahannya adalah akan tepat waktu dengan porsi tepat, agar tidak mengganggu proses produksi asam lambung, tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menghindari makanan yang bersifat asam, seperti jeruk, dan menghindari obat-obatan yang memicu asam lambung, seperti, aspirin.7

Daftar Pustaka 1. Pearce, Evelyn C., 1989. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia 2. Anonymous, 2006. Diktat Anatomi II : Abdomen. Banjarbaru : Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran UNLAM 3. Snell, Richard S., 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC 4. Kahle, Werner, 1998. Atlas Berwarna dan Teks Anatomi Alat-alat Dalam. Jakarta ; Hipokrates. 5. Anonymous, 2008. Kunyit Menyembuhkan Sakit Maag. www.indomedia.com 6. Anonymous, 2006. Sakit pada Lambung, Bagaimana Terjadinya. www.kompas-cetak.com 7. Anonymous, 2006. Tukak Lambung. www.coneqtique.com http://ebyshe.wordpress.com/category/anatomi/

SISTEM PENCERNAAN

2.1 PENGERTIAN Sistem pencernaan adalah saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan dengan enzim dan zat cair yang terbentang dari mulut sampai anus.

2.2 FUNGSI DAN SUSUNAN SISTEM PENCERNAAN Fungsi dari sistem pencernaan adalah: Menerima nutrien (proses penyerapan) Menghancurkan nutrien ke dalam bentuk molekul-molekul yang ukuran cukup kecil untuk mencapai dan memasuki aliran darah (proses pencernaan) Memungkinkan molekul-molekul tadi untuk memasuki aliran darah (proses penyerapan) sehingga dapat dikirimkan ke seluruh jaringan. Fungsi sistem pencernaan secara keseluruhan: Menerima makanan (mulut) Memecah makanan menjadi zat-zat gizi (mulut, tenggorokan, kerongkongan & lambung) Menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah (usus) Membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh Susunan Sistem Pencernaan Mulutfaringesofaguslambungusus halususus besarrektumanus Tambahan sistem pencernaan: pankreas, hati dan kandung empedu 2.3 ORGAN-ORGAN SISTEM PENCERNAAN 2.3.1 MULUT Mulut adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian: 1.Bagian Luar atau vestibula : ruang diantara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi. a.Bibir, terdiri atas 2 lipatan daging yang membentuk gerbang mulut. Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam ditutupi oleh selaput lendir atau mukosa. Otot orbikularis oris menutupi bibir. Levator anguli oris mengangkat, depresor anguli oris menekan ujung mulut. Tempat bibir atas dan bawah bertemu membentuk sudut mulut. b.Pipi, membentuk sisi berdaging pada wajah dan menyambung dengan bibir mulai pada lipatan nasolabial berjalan dari sisi hidung ke sudut mulut. Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papila, otot yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator. c.Gigi. setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi. Lengkung bagian atas lebih besar dari agian bawah sehingga gigi atas secara normal akan menutup (overlap) gigi bawah. Ada 2 macam: 1.Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak umur 6-7 bulan. Lengkap pada umur 2,5 tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), dan 8 buah gigi geraham (molare). 2.Gigi tetap atau gigi permanen, tumbuh pada umur 6-18 tahun . Jumlahnya 32 buah.terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insisiws),4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi graham ( molare ) dan 12 buah gigi geraham (premolare). Fungsi gigi : Gigi seri : memotong makanan Gigi taring : memutuskan makanan yang keras dan liat Gigi geraham : menguyah makanan yang sudah dipotong-potong Komponen gigi : 1. mahkota : bagian gigi yang terlihat. 2. mahkota dan akar bertemu pada leher yang diselubungi gingiva (gusi). 3. membran peridontal : jaringan ikat yang melapisi kantong alveola dan melekat pada sementum di akar. 4. rongga pulpa : dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar, berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apikal. 5. dentin : menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Dentin pada

bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum. Email terdiri dari 97% zat anorganik (terutama kalsium fosfat) dan merupakan zat terkeras dalam tubuh. Zat ini berfungsi untuk melindungi, tetapi dapat tererosi oleh enzim dan asam yang diproduksi bakteri mulut dan mengakibatkan karies gigi. Florida dalam air minum atau yang sengaja dikenakan pada gigi dapat memperkuat email. d.Lidah Terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh seraput lendir, kerja otot lidah ini dapat digerakan keseluruh arah. Lidah dibagi tiga bagian : 1.Radiks Lingua = pangkal lidah pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan nafas pada waktu menelan makanan, supaya makanan jangan masuk kejalan nafas. 2.Dorsum Lingua = punggung lidah pada punggung lidah terdapat puting pengecap atau ujung saraf pengecap. 3.Apeks Lingua = ujung lidah a. Frenulum Lingua : selaput lendir terdapat pada bagian bawah kira-kira ditengah-tengah jika lidah digerakan keatas nampak selaput lendir. b. Flika Sublingua : ada disebelah kiri dan kanan frenium lingua dan terdapat lipatan selaput lendir. Pada pertengahan flika sublingua ini terdapat saluran glandula parotis, sub maksilaris dan glandula sublingualis. Otot-otot lidah: a.Otot Ekstrinsik: berawal pada tulang dan jaringan diluar lidah dan berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan. b.Otot Intrinsik : memiliki serabut yang menghadap ke berbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain dan berfungsi dalam memberikan mobilitas pada lidah c.Papila : elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah. Papila menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar. Papila fungiformis dan papila sirkumvalata memiliki kuncup-kuncup pengecap Sekresi berair dari kelenjar Von Ebner, terletak di otot lidah, bercampur dengan makanan pada pemukaan lidah dan membantu pengecapan rasa. Tipe sel yang dilidah adalah sel kelenjar Ebner. Substansi yang disekresi oleh sel ini adalah lipase lidah. Target sekresinya adalah trigliserida yang dicerna. Hasil sekresinya adalah asam lemak bebas dan gliserol. Fungsi lidah : a.Mengaduk makanan b.Membentuk suara c.Sebagai alat pengecap dan menelan d.Merasakan makanan 2.Bagian Dalam : tulang maksilaris, palatum, dan mandibularis. Palatum, terdiri atas 2 bagian : a.Palatum Durum atau keras : tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum. Fungsinya membantu bernafas dan mengunyah. b.Palatum Mole atau Lunak : terletak di belakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibosa dan selaput lendir. Fungsinya membantu dalam proses menelan. Gerakannya dikendalikan oleh ototnya sendiri. Selaput lendir mulut ditutupi oleh epitelium yang berlapis-lapis. Di bawahnya terletak kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lendir. Selaput ini sangat kaya akan pembuluh

darah dan juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris.

e.Saliva Kelenjar Saliva, terdiri dari 3 kelenjar : 1.Kelenjar Parotid : kelenjar sativa terbesar terletak agak kebawah dan di depan masingmasing telinga dan membuka melalui duktus parotid (stensen) menuju suatu elevasi kecil atau papila yang terletak berhadapan dengan gigi molar kedua pada kedua sisi. 2.Kelenjar Submaksilaris : terletak dibawah rongga mulut bagian belakang yang membuka melalui duktus Wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi frenulum lingua. 3.Kelenjar sublingualis : terletak dibawah selaput lendir dasar rongga mulut melalui duktus sublingua kecil. Sekresi saliva terdiri dari : 1. Sekresi serosa : 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion ( natrium, klorida bikarbonat dan kalium). 2. Sekresi mukus : mengandung glikoprotein (musin), ion dan air. Sekresi saliva isinya ptialin, air, garam-garam dan musin. Reaksi dari sekresi saliva berupa asam sedikit banyaknya 0,5-2 L dalam 24 jam. Fungsi dari saliva: 1.melarutkan makanan secara kimia 2.melembabkan dan melumasi makanan 3.membentuk antibodi 4.mengekskresikan zat buangan (asam urat dan urea) 5.menghasilkan enzim amilase (mengubah amilum menjadi maltosa) Di mulut dihasilkan enzim ptialin. Jenis pencernaan di mulut: 1.Pencernaan Mekanis: pengunyahan dengan gigi, pergerakan otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuk bolus yang bulat untuk ditelan. 2.Pencernaan Kimiawi: pemecahan zat pati oleh ptialin jadi maltosa. Mengunyah Di mulut terjadi proses mengunyah. Pada umumnya otot-otot pengunyah disarafi oleh cabang motorik dari saraf kranial ke 5 dan proses mengunyah dikontrol oleh nukleus di dalam otak belakang. Perangsangan formasi retikularis dekat dengan pusat otak belakang untuk pengecapan dapat menimbulkan pergerakan ritmik mengunyah secara kontinu. Perangsangan area hipotalamus, amigdala dan korteks cerebi dekat area sensoris untuk pengecapan dan penghidu dapat menimbulkan gerakan mengunyah. Kebanyakan proses mengunyah disebabkan oleh refleks mengunyah, yaitu: 1.Bolus makanan di dalam mulut menimbulkan refleks inhibisi otot pengunyah sehingga rahang bawah turun 2.Turunnya rahang bawah menimbulkan refleks regangan dari otot-otot rahang bawah yang menimbulkan kontraksi rebound 3.Secara otomatis rahang bawah terangkat untuk menutup gigi dan menekan bolus lagi terhadap dinding mulut yang menghambat otot rahang bawah sehingga turun dan kembali lagi pada saat lain dan terus berulang. Alasan mengunyah membantu proses pencernaan makanan, yaitu enzim-enzim pencernaan hanya berpengaruh pada permukaan partikel makanan, kecepatan pencernaan sangatlah bergantung kepada jumlah luas permukaan yang terkena sekret usus.

Di mulut ada rangsang yang di pengaruhi oleh saraf: 1. rangsang perifer : makanan, benda, sentuhan dan lain-lain. 2. rangsang sentral : pikiran, penglihatan, bau. Efek dari rangsangan: 1. parasimpatis : memperbanyak pengeluaran ludah. 2. simpatis : mengurangi pengeluaran ludah. Sekresi mulut Tugasnya: 1. mempergiat pencernaan zat tepung. 2. menolong mengatur pemasukan cairan-cairan kurangnya sekresi : mulut kering, haus. 3. merangsang nafsu makan dengan cara melarutkan bahan makanan sehingga kontak dengan bintik-bintik rasa. 4. makanan licin sehingga mudah ditelan. Faktor-faktor mekanis dalam pencernaan; 1. nafsu makan : keinginan secara psikis akan makan. 2. lapar : sakit di daerah epigastrium karena kontraksi lambung. 3. haus : reaksi karena kekurangan cairan tubuh, kelenjar kelenjar ludah memerlukan air, kurang, sekresi dan mulut menjadi kering. 4. mengunyah : memotong, menekan, menggilas, dan mencampur makanan dengan ludah sehingga menjadi campuran siap untuk ditelan. 5. menelan : 1. sengaja : dengan lidah makanan didorong kedalam faring 2.tak sengaja : reflex, dengan cara makanan di dorong kedalam esofagus. 2.3.2 Faring Faring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (esofagus) yang mempunyai bentuk sususnan saluran otot dilapisi dengan selaput lendir. Di dalam lengkung faring terdapat tonsil atau amandel yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Di sini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung di depan ruas tulang belakang. Tekak terdiri dari: 1.Superior (bagian yang sama tinggi dengan hidung): disebut nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang telinga. 2.Media (bagian yang sama tinggi dengan mulut): disebut orofaring yang berbatas ke depan sampai di akar lidah 3.Inferior (bagian yang sama tinggi dengan laring): disebut laringofaring yang menghubungkan orofaring dan laring. Pada faring, ke atas berhubungan dengan rongga hidung dan ke bawah berhubungan dengan rongga mulut. Laring (bawah) melanjutkan diri sebagai esofagus. Bentuk susunan faring yaitu saluran otot dilapisi oleh selaput lendir. Struktur faring yaitu terdiri dari 3 lapisan dinding: 1.lapisan mukosa: terletak paling dalam bersambung dengan lapisan dalam hidung, mulut dan saluran eustachius. Lapisan dalam bagian atas faring adalah epitelium dari saluran pernafasan dan bersambung dengan epitelium hidung. Bagian bawah faring yang bersambungan dengan mulut dilapisi dengan epitelium berlapis. 2.lapisan fibrosa : terletak antara lapisan mukosa dan lapisan berotot. 3.lapisan berotot: otot pada faring adalah otot konstriktor yang berkontraksi sewaktu makanan masuk ke faring dan mendorongnya kedalam esofagus. Menelan (deglutisi)

Dalam faring terjadi proses menelan (deglutisi), tahap menelan : 1. Tahap Volunter Lidah menekan palatum keras saat rahang menutup dan mengarahkan bolus ke arah orofaring. 2. Tahap Faring Atau Faringeal Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medula dan batang otak bagian bawah. Refleks yang terjadi adalah penutupan semua ubang kecuali esofagus sehingga makanan bisa masuk. a.Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut b.Otot palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran masuk sehingga makanan tidak masuk ke rongga nasal. c.Laring terelevasi, glotis tertutup dan epiglotis condong ke belakang menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak masuk ke saluran pernapasan. d.Sfingter esofagus atas pada mulut esofagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esofagus dan refleks relaksasi saat otot faring berkontraksi dan laring terelevasi. e.Gelombang peristaltik kontraksi yang bermula pada otot faring menggerakkan bolus ke dalam esofagus. 3. Tahap Esofagus Atau Esofageal Fase tidak sadar yang mempermudah jalannya makanan dari faring ke lambung. Pada tahap ini, berperan sfingter esofagus bawah yaitu suatu area sempit otot polos pada ujung bawah esofagus dalam kontraksi tonus yang konstan, berelaksasi setelah melakukan gelombang peristaltik dan makanan terdorong ke dalam lambung. Gerakan dari otot waktu menelan: 1.Menelan, laring ke atas untuk menutupnya 2.Menutupnya saluran lainnya kecuali esofagus 3.Menekan makanan ke bawah masuk esofagus 2.3.3 Esofagus Esofagus adalah saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung. Panjangnya 25 cm diameter 1 inc, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan esofagus : 1.Lapisan selaput lendir atau mukosa 2.Lapisan submukosa 3.Lapisan otot melingkar sirkuler 4.Lapisan otot memanjang longitudinal Fungsi esofagus adalah menggerakan makanan dari faring ke lambung melalui gerakan peristaltik. Mukosa esofagus memproduksi sejumlah besar mukus untuk melumasi dan melindungi esofagus. Jenis sfingter pada esofagus yaitu sfingter gastroesofageal. Sfingter gastroesofageal fungsinya untuk mencegah refluks isi lambung ke dalam esofagus. Sel yang ada di esofagus adalah sel mukosal. Substansi yang disekresi oleh sel mukosal adalah mukus. Target sekresi oleh sel mukosal adalah makanan yang dicerna. Hasil sekresi oleh sel mukosal adalah perlindungan lumen. Lapisan yang membentuk esofagus : 1.Jaringan ikat 2.Jaringan otot, dibagi dua yaitu 2/3 otot lurik dan 1/3 otot polos. Yang otot polos dibagi dua yaitu otot polos memanjang (untuk mendorong makanan) dan otot polos melingkar (untuk meremas makanan). 3. Jaringan Epitel

Faktor mekanis dalam pencernaan : a. jalannya makanan : 1. reflex untuk menelan dengan pertolongan cairan untuk sampai ke katup lambung. 2. dengan gerakan peristalik makanan dibawa ke sfingter kardia dan didorong ke lambung. b. stimulasi sensoris : sakit, panas, dingin Sekresi esofagus : - bersifat mukoid dan terutama berfungsi memberikan pelumasan untuk pergerakan makanan melalui eofagus. - badan utama esofagus dibatasi kelenjar mukosa simpleks tapi pada unjung gastrik lebih sempit dan permulaan esofagus terdapat banyak kelenjar mukosa komposita. - mukus yang di sekresi oleh kelenjar komposita pada esofagus atas mencegah ekskoroasi mukosa oleh makanan yang baru masuk dan kelenjar komposita dekat perbatasan esofagus lambung melindungi dinding esofagus dari pencernaan oleh getah lambung yang mengalami refluks ke esofagus bawah. 2.3.4 Lambung Lambung adalah organ berbentuk J 12 L, terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Semua bagian, kecuali sebagian kecil, terletak pada bagian kiri garis tengah. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung, fundus, badan organ, dan bagian pilorus. a.Fundus Ventrikuli, bagian yang menonjol ke sisi kiri atas osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas. b.Korpus Ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor. c.Antrum Pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pilorus. d.Kurvatura Minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus. e.Kurvatura Mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Liamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limfa. f.Osteum Kardiakum, merupakan tempat dimana esofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pda bagian ini terdapat orifisium pilorik. Susunan lapisan dari dalam ke luar, terdiri dari : 1.Lapisan selaput lendir, apabila lambung dikosongkan lapisan ini akan berlipat-lipat yang disebut rugae. 2.Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis) : 3.Lapisan otot miring (muskulus obliqus) 4.Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal) 5.Lapisan jaringan ikat/selosa (perutonium) Fungsi Lambung 1.Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltik lambung dan getah lambung. 2.Getah cerna lambung yang di hasilkan : a.Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton). b.Asam klorida (HCL), fungsinya mengasamkan makanan, sebagai anti septik dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin, merangsang keluarnya getah usus, dan mengatur membuka tutup kleps sfingter pilorus. c.Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu).

d.Lapisan lambung : jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung. Kelenjar kelenjar yang ada di lambung berada di dalam selaput lendir lambung. Sekresi : getah lambung. 1)Isinya : pepsin, HCl, musin, air, garam, intrinsik faktor. 2)Reaksi : asam yang keras, Ph 0,9 1,5. 3)Banyaknya : antara 1000-2600 cc dalam 24 jam. Perangsang. 1)Reflek : rangsang, perifer atau rangsang sentral. 2)Hormon (gastrin). Tugas sekresi 1)Menggiatkan pencernaan protein. 2)HCl mempersiapkan Ph optimal untuk enzim-enzim. 3)HCl menhancurkan (ionisasi0 kalsium dan zat besi, sehingga dapat di absorsi. 4)Membantu mencairkan makanan. Otot otot sfinkter : terdapat pada kardia dan pilorus (m. Sfinkter pilori) Tipe sel pada lambung 1.Parietal Substansi yang disekresi : HCl Target sekresi : pepsinogen, makanan yang dicerna. Hasil sekresi : pepsinogen diubah menjadi pepsin, ikatan-ikatan makanan lain dipecahkan. 2.Chief Substansi yang disekresi : pepsinogen Target sekresi : protein yang dicerna. Hasil sekresi : protein diubah menjadi asam amino. 3.Sel sel G (hanya di dalam antrum) Substansi yang disekresi : gastrin, kedalam aliran dalam. Target sekresi : sel sel chief dan parietal. Hasil sekresi : sel sel chief dan parietal mulai dan mempertahankan sekresi. Sekresi lambung Sekresi lambung diatur dalam tiga fase : 1.Sefalik, pada fase sefalik penglihatan, penciuman dan pikiran pikiran tentang makanan juga adanya makanan di mulut bekerja pada pusat batang otak, secara refleks meningkatkan stimulasi parasimpatik (vagal) tentang salivasi, sekresi pankreas, pelepasan empedu dan sekresi lambung oleh sel sel chief dan parietal. Meskipun sel sel G juga dipersarafi oleh serabut vagal, efek parasimpatik tersebut tidak penting dalam pengaturan sekresi gastrin manusia. Lambung juga menerima rangsangan simpatik pada fase sefalik, dalam berespons terhadap peristiwa peristiwa emosinal dan situasional. Jaras neural yang demikian memberikan mekanisme dimana emosi dapat mempengaruhi sekresi gastrointestinal. Rasa takut dan depresi tampaknya menguragi sekresi, sementara kemarahan dan permusuhan meningkatkan sekresi. 2.Gastrik, mengacu pada stimulasi sekresi lambung oleh adanya makanan (chyme) di dalam lambung. Peregangan dinding lambung oleh makanan merangsang reseptor peregang dalam dinding lambung. Zat kimia, terutama protein di dalam chyme merangsang kemoreseptor di dalam mukosa. Reseptor peregang dan kemoreseptor selanjutnya mengaktifkan neuron neuron dalam pleksus mientrika yang selanjutnya menstimulasi sekresi oleh sel sel chief dan parietal. Fase gastrik akhirnya dihentikan oleh suatu kombinasi kejadian kejadian tersebut. Reseptor - reseptor peregang dan kemoreseptor dalam dinding lambung menjadi sulit dirangsang dan GIP ( Glukose-dependent insulino-trophic peptide) menurunkan sekresi HCl dan motilitas lambung.

3.Intestinal, dimulai setelah chyme mencapai duodenum. Keasaman dari campuran ini merangsang sel sel mukosal duodenum untuk melepas sekretin ke dalam aliran darah, protein memicu pelepasan kolesistokinin (CCK) ke dalam aliran darah dari sel sel serupa, dan glukosa serta lemak merangsang sekresi GIP. GIP merangsang pelepasan insulin dari pulau pulau Langerhans dan menurukan motilitas dan sekresi lambung. Reseptor reseptor peregang di dalam duodenum memicu peristaltis, sehingga chyme di pecah pecah, tercampur dengan enzim enzim dan diencerkan, dan berjalam melewati lumen dinding usus halus yang mempunyai daya serap tinggi. Faktor faktor mekanis dalam pencernaan di lambung. a.Sfingter kardiak: 1)Mudah dibuka dari usofagus, susah dari lambung. 2)Jika makanan karena sesuatu kembali ke usofagus reflek mengembalikan ke dalam lambung lagi b.Penyimpanan di fundus dimana makanan telah dicampur dengan enzim enzim dari mulut. c.Gerakan dari dinding lambung 1)gelombang peristaltik dimulai dari ujung kardia ke pilorus. 2)Makanan diaduk, dipecahkan menjadi benda benda kecil dan dicampur dengan getah getah pencernaan. 3)Makanan yang cair dilambu ng dinamakan khime. d.Sfingter dari pilorus 1)Gelombang peristaltik yang kuat mendorong khime melalui spingter saraf saraf parasimpatis mengendorkan fsingter. 2)Makanan diaduk, dipecahkan menjadi benda-benda kecil dan dicampur dengan getah-getah pencernaan. e.Waktu kosongnya lambung 1)tergantung dari macamnya makanan : 1 4 jam. (a)Alkohol langsung diserap melalui selaput mukosa lambung : dapat melambat jika ada makanan lain untuk dicerna pada waktu yang sama (b)Cairan yang encer berlangsung lebih cepat daripada yang kental. (c)Protein dan lemak tinggal lebih lama. (d)Makanan (substansi) yang hipertonis tinggal di lambung sampai menjadi isotonis misalnya : supaya obat cepat berhasil diberikan dengan air (minum). 2)Lambat jika menelan udara, kabanyakan nterjadi pada bayi (baby) 3)Lambat jika usus halus penuh. Digesti dalam lambung. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. 1) Digesti protein. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan pH dibawah 5. enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Lambung janin memproduksi renin, enzim yang mengkoagulasi protein susu, dan menguraikannya untuk membentuk dadih (curd). 2) Lemak. Lipase lambung (disekresi sel chief) menghidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan gliserol, tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar pH yang rendah. 3)Karbohidrat. Amilase dalam saliva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada pH netral. Enzim ini terbawa bersama bolus yang tetap bekerja dalam lambung sampai asibitas lambung menembus bolus. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. Kendali pada pengosongan lambung 1.Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespons terhadap peregangan lambung, pelepasan gastrin, kekentalan himus, dan jenis makanan. Karbohidrat dapat masuk cepat,

protein lebih lambat dan lemak tetap dalam lambng selama 3 6 jam. 2.Pengosongan lambung dihambat moleh hormon duodenum yang juga memhambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrk dari duodenum. Faktor faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. 3.Sinyal umpan balik memungkunkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Muntah (emesis) : keluarnya isi lambung melalui sfingter kardii yang sedang kendor (istirahat), disebabkan oleh kontraksi terus menerus dari diafragma, otot otot perut dan gerakan peristaltik yang membalik ; sedangkan m. Sfingter pilorus menciut (kontraksi). Pusat muntah terdapat di medulla oblongata dan dapat dipengaruhi oleh : 1.Substansi dalam darah, misalnya : eter, aksdosis, kurangnya oksigen. 2.Stimulasi refleks karena : (a)iritasi keras pada mukosa jalan makanan (b)obstruksi (bendungan) pada saluran usus. (c)Sakit sekali atau emosi yang hebat (d)Gangguan dari kanalis semi sirkularis ( telinga bagian dalam) (e)Penglihatan, bau rasa. 2.3.5 Usus Halus Usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai kekatup ileosekal dengan diameter 2,5 cm dan panjang 3-5 m saat bekerja. Usus halus terletak didaerah umbilikus dan dikelilingi oleh usus besar. Usus halus dibagi menjadi : 1. Duodenum (usus 12 jari) : panjangnya m berbentuk seperti sepatu kuda dan kepalanya mengelilingi kepala pankreas. Pada duodenum bermuara 2 saluran yaitu pankreas dan kantung empedu sehingga terjedi proses pencernaan secara kimiawi. 2. Jejenum (usus kosong) : panjangnya 7 m. 3. Ileum (usus penyerapan) : panjangnya 1 m. Lapisan dinding usus : 1. Lapisan luar : membran serosa yaitu peritoneum yang membalut usus dengan erat. 2. Lapisan berotot : terdiri dari 2 lapis serabut, lapisan luar terdiri atas serabut longitudinal dan dibawahnya terdapat lapisan tebal terdiri dari serabut sirkuler. Diantara kedua lapisan serabut berotot ini terdapat pembuluh darah,pembuluh limfe dan plexus saraf. 3. Dinding submukosa : terdapat otot sirkuler dan lapisan yang terdalam yang merupakan perbatasannya. Dinding submukosa ini terdiri atas jaringan areolar dan berisi banyak pembuluh darah, saluran limfe, kelenjar dan plexus saraf yang disebut plexus meissner. Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi khime dari lambung. Gerakan pada usus halus: 1. gerakan segmental: gerakan yang memisahkan beberapa segmen usus 1 dari yang lain karena diikat oleh gerakan konstriksi serabut sirkuler 2. gerakan pendulum atau ayunan: menyebabkan isi usus bercampur Faktor-faktor yang mengubah gerakan usus: 1. bendungan pada usus mengakibatkan kontraksi yang kuat dan kolik yang hebat 2. kurangnya aliran darah mengakibatkan kontraksi yang kuat dan sakit 3. terlalu banyak empedu 4. makanan yang susah dicerna memperbanyak peristaltik atau selulosa 5. syaraf: parasimpatis (kraniosakral) stimulasi kontraksi saraf simpatik mengistirahatkan usus Enzim yang dihasilkan:

1. enterokinase: mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas 2. laktase: ubah laktosa menjadi glukosa 3. erepsin atau dipeptidase: ubah dipetptida atau pepton menjadi asam amino 4. maltase: ubah maltosa menjadi glukosa 5. disakarase: ubah disakarida menjadi monosakarida 6. peptidase: ubah polipeptida menjadi asam amino 7. sukrase: mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa 8. lipase: ubah trigliserida jadi gliserol dan asam lemak Kelenjar usus halus Nama Sifat Kedudukan Fungsi Krip Lieberkuhn

Kelenjar Brunner

Kelenjar soliter

Kelenjar Peyer Kelenjar tubuler sederhana

Kelenjar bertandan kecil Kelompok folikel atas nodul jaringan limfe Kelompok kelenjar soliter Diseluruh selaput lendir usus halus

Dilapisan sukrosa usus, terutama di duodenum Diseluruh selaput lendir mukosa usus halus Dipermukaan mukosa ileum Barangkali mengeluarkan getah usus, sukus enterikus Sekresi zat pelindung alkali untuk duodenum Perlindungan usus terhadap serangan bakteri Didalam ileum terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut vili atau jonjot usus yang berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan zat makanan akan lebih sempurna. Seleksi dari bahan-bahan yang di absorpsi di usus halus: 1. kedalam saluran darah: gula, garam, asam, asam amino dibawa melalui vena porta ke hati. 2. kedalam laktils (pembuluh limfe): lemak, dibawa ke pertemuan vena subklavia sinistra dengan vena jugularis interna sinistra, melalui duktus torasikus. Kosongnya usus halus: normalnya 4,5-9 jam sesudah makan a. tergantung dari gizi: gizi mudah dicerna jalannya lebih cepat, gizi berlemak lambat

b. tergantung pada saraf otonom. Sekresi usus halus: Chyme dalam duodenum tercampur dengan enzim pencernaan, substansi alkali, air, mukus dan empedu dari lambung, pankreas dan kantung empedu Sekretin, CCK dan enteropeptidase mengubah tripsinogen dalam pankreas menjadi tripsin Usu halus menyumbangkan mukus dan kelenjar brunner di dalam mukosa duodedal menyumbangkan lebih banyak bikarbonat dan air pada Chyme, dalam responnya terhadap asam, sekretin dan gastrin. Absorpsi usus halus: 1. karbohidrat Penguraian karbohidrat bermula di mulut dan berlanjut ke dalam duodenum dan terjadi pengubahan gula dalam usus halus Penghantaran yang aktif maupun yang pasif digunakan untuk menyerap gula melewati lumen intestinal ke dalam aliran darah 2. Protein Protein di pecah oleh HCl dan pepsin dalam lambung. Polipeptida di usus halus di pecah jadi fragmen peptida dan asam amino oleh tripsin, keotripsin dan karboksipeptidase. Asam amino di serap dalam darah oleh difusi aktif dan pasif 3. Lemak Enzim pankreatif memecah lemak menjadi rantai asam lemak dan monoglisarida yang berubahmenjadi globulus atau miseles. Asam lemak dan monosakrida dipindahkan melewati mukosa intestin dari sebuah misol secara pasif, dan menyisa empedu. Empedu yang tersisa dalam intestinal setelah absorpsi akan di serap lagi dalam ileum Sebagian besar lemak di serap pada saat chyme mencapai bagian tengah jejenum 4. Vitamin, Mineral dan Air Vitamin yang larut oleh lemak maupun air akan berdifusi melewati mukosa intestin dan sumukosa intestin ke dalam darah. Mineral dan elektrolit ( natrium dan besi) membutuhkan transport aktif dan yang lainnya berdifusi secara pasif Air diserap secara pasif melalui lambung, usus halus dan usus besar. Ketika larutan hipetonik memasuki duodenum osmosis terjadi dalam lumen. 2.3.6 Usus Besar Usus besar adalah kelanjutan dari usus halus. Usus besar dibagi menjadi : - Kolon asendens (kanan) - kolon transversum - kolon desendens (kiri) - kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum). Fungsi usus besar - mengatur kadar air - tempat terjadinya proses pembusukan - tempat pembentukan vitamin K Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar tedapat suatu penyempitan yang di sebut klep ileosekum yang berfungsi untuk menjaga makanan yang sudah masuk ke dalam usus besar tidak dapat balik ke usus halus. Pembentukan feses pada usus besar di bantu oleh bakteri Escherichia coli. Gerakan dinding usus besar : 1. gerakan dari Haustre

a. seluruh haustre berkontraksi dengan memudahkan absorpsi b. air dan garam di absorpsi c. absorpsi terjadi kebanyakan di kolon ascendes dan transversum 2. gerakan peristaltic a. makanan dibawa dari sekmen yang satu ke yang lain b. terjadi 2-3 kali sehari c. rangsang : makanan di lambung Defekasi : 1. feses biasanya disimpan di kolon dessendens dan sigmoid. 2. membesarnya rectum (mengedan) adalah rangsang untuk refleks defekasi. 3. otot-otot bekerja untuk defekasi: a. dengan banyaknya peristaltic serta banyaknya feses, peristaltic mendorong feses melalui muskulus sfingter ani internus yang sedang kendor. b. dengan feses sedikit, muskulus sfingter ani internus tidak membuka. Kontraksi dari otot di dindig perut dan otot-otot dasar pelvis perlu sebagai tenaga pendorong. c. sfingter di anus : bekerjanya secara sadar untuk menehan refleks tetap sadar, ini hilang jika penderita tdak sadar (sarafnya rusak disebut inkontinensia alvi). Rektum Panjangnya 10-13 cm. Bentuk susunannya: 1.sfingter ani internus dan sfingter ani eksternus (otot sadar) 2.adanya pleksus hemorrhoidalis (anyaman pembuluh darah) rektum dapat berkontraksi yang aktivitasnya dapat menimbulkan terjadinya defekasi, yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil pencernaan makanan melalui anus. 2.3.8 Anus anus terdiri dari 2 lapis otot yaitu otot polos dan otot lurik
http://enie28niez.blogspot.com/2009/01/sistem-pencernaan-2.html