Anda di halaman 1dari 48

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM FALKUTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

Pembimbing: Dr. dr.Sahala Panggabean Sp.PD KGH

Presentan :

Kimi Meiliani 04 - 080

BACKGROUND
Hipertensi "Sillent Killer" bersifat asimtomatis. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung kronik Peningkatan risiko kejadian kardiovaskuler, serebrovaskuler dan renovaskuler. National High Blood Pressure Education Program yang dibentuk oleh Joint National Committee panduan tata laksana hipertensi bermakna secara statistik dan berpotensi secara klinis. Tujuan utama manajemen hipertensi mempertahankan tekanan darah pada kondisi optimal untuk mencegah komplikasi pada berbagai target organ sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg (Luckman Sorensen,1996) Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah. Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. Sebaliknya, penurunan volume darah akan menurunkan tekanan darah (Ronny et al, 2010)

JNC VI(Joint National Commitee on the prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure)
Category SBP (mm Hg) < 120 <130 130-139 140-159 160-179 180 And And Or Or Or Or DBP (mm Hg)

Optimal Normal High-normal Hypertension Stage 1 Stage 2 Stage 3

< 80 < 85 85-89 90-99 100-109 110

JNC VII (Joint National Commitee on the prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure)

Classifi cation of Hypertension

The Joint National Comitte on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, membagi Krisis Hipertensi menjadi 2 : Hipertensi Emergensi (kegawatan hipertensi) Hipertensi Urgensi (mendesak)

Penekanannya bukan pada tingginya tekanan darah tapi pada kerusakan target organ

EPIDEMIOLOGI
Di AMERIKA diperkirakan 30 % penduduk (50 jt jiwa) menderita tekanan darah tinggi (140/90 mmHg) Umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan bertambahnya umur. Resiko untuk menderita hipertensi pada populasi diatas 55 tahun yang tadinya normal adalah 90 %. Sampai dgn umur 55 tahun laki-laki lebih banyak menderita dibandingkan perempuan. Dari umur 55 s/d 74 tahun , lebih banyak

EPIDEMIOLOGI
Data NHANES 2005-2008 di Amerika Serikat menunjukkan dari semua penderita hipertensi, hanya 79,6% sadar telah menderita hipertensi; namun hanya 47,8% yang berusaha mencari terapi. Dan dari 70,9% pasien yang menjalani terapi, 52,2% tidak mencapai kontrol tekanan darah target. Pada populasi lansia (umur 60 tahun), prevalensi untuk hipertensi sebesar 65.4 %.

EPIDEMIOLOGI

Perkiraan jumlah penderita hipertensi di dunia dan perkembangannya

EPIDEMIOLOGI

Angka kejadian hipertensi pada orang dewasa berdasarkan umur dan jenis kelamin (Data NHANES 2005-2008)

Classification of hypertension according to aetiology


Primary (essential) hypertension Secondary hypertension Renal hypertension

Renoparenchymal hypertension; renovascular hypertension; post-kidney transplant hypertension

Endocrine hypertension Pheochromocytoma; primary hyperaldosteronism (Conns syndrome); deoxycorticosterone-producing tumours; adrenogenital syndrome; Cushing's syndrome; primary hyperrenism; acromegaly; hyperparathyroidism; endothelin-producing tumours; hypo- and hyperthyroidism Pregnancy-specific hypertension (Pre-) eclampsia; transient hypertension

Cardiovascular hypertension

Coarctation of the aorta; hyperkinetic heart syndrome; aortic valve insufficiency; sclerosis of the aorta; severe bradycardia; arteriovenous fistulae
Drug-/alimentation-induced hypertension Oral contraceptives; high-dose mineralcorticoids or glucocorticoids; erythropoietin; cyclosporine; alcohol licorice

Neurogenic hypertension Sleep apnoea syndrome; neurological disorders Stimpel. Arterial Hypertension, 1996; Walter de Gruyter Berlin, New York.

FAKTOR RESIKO

Organ Demage caused by Hypertension

PATOFISIOLOGI

Fig. 1 : Some of the factors involved in the control of blood pressure that affect the basic equation : blood pressure - cardiac output x peripheral resistance.

Blood Pressure Reduction of 2 mmHg Decreases the Risk of Cardiovascular Events by 710%

Meta-analysis of 61 prospective, observational studies 1 million adults 12.7 million person-years

2 mmHg decrease in mean SBP

7% reduction in risk of ischemic heart disease mortality 10% reduction in risk of stroke mortality

Lewington et al. Lancet 2002;360:190313

GEJALA KLINIS HIPERTENSI


Sakit pada bagian belakang kepala Leher terasa kaku Sulit tidur Rasa berat pada bagian tengkuk Mual muntah Mudah lelah dan marah Penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak, keadaan ini disebut ensefalopati hipertensi. Penglihatan kabur

Ada tiga tujuan evaluasi pasien dengan hipertensi : 1. Menilai gaya hidup dan identifikasi faktor-faktor resiko yang mungkin mempengaruhi. 2. Mencari penyebab tekanan darah tinggi. 3. Menentukan ada tidaknya kerusakkan organ target dan penyakit kadiovaskular.

Anamnesis mengenai keluhan pasien. Riwayat penyakit dahulu dan keluarga Penyakit komorbid: ginjal, kardio-serebro vaskuler Pemeriksaan fisik Tes laboratorium rutin

Pemeriksaan penunjang
Darah : Complete blood count Urinalysis EKG 12 lead lihat tanda- tanda iskemik Blood chemistry (potassium, sodium, creatinine, and fasting glucose) Lipid profile (total cholesterol and HDL cholesterol) Foto toraks

Segera

22

JNC VII pola makan DASH kaya dengan buah, sayur, dan produk susu redah lemak.
Natrium yang direkomendasikan < 2.4 g (100 mEq)/hari. Aktifitas fisik menurunkan tekanan darah (Olah raga 30 menit/hari beberapa hari per minggu) AHA (American Heart Association) merekomendasikan pada hipertensi asupan Natrium yang ideal adalah 1,5 gram sehari atau

DASH indicates Dietary Approaches to Stop Hypertension. *For overall cardiovascular risk reduction, stop smoking. The effects of implementing these modifications are dose- and time-dependent and could be greater for

1.
2.

3.
4. 5.

Diuretik ( Thiazid ) Penghambat adrenergik (alfa bolker, beta bloker, alfa-beta bloker labetalol). ACE inhibitor. Antagonis kalsium Vasodilator ( nitrogliserin, diazoxide dll) OBAT-OBAT INI DAPAT DIBERIKAN SENDIRI MAUPUN KOMBINASI

MANAGEMEN TERAPI

PRINSIP

Tek. Darah yg sangat tinggi harus segera diturunkan bila ditunda bisa memperburuk keadaan (target organ) tetapi Sampai sejauh mana tekanan darah diturunkan ?

Therapeutic Guideline (JNC 7; inaSH 2008)


Penanggulangan harus dilakukan di RS (ICU) dengan fasilitas pemantauan yang memadai Pengobatan parenteral diberikan secara bolus atau infus sesegera mungkin Tek. darah harus diturunkan dalam hitungan menit

sampai jam dengan langkah sbb :


5 s/d 120 menit pertama tek. darah rata-rata diturunkan 20-25% 2 s/d 6 jam kemudian, tek. darah diturunkan sampai 160/100 mmHg

lanjutan

lanjutan

Source: Physicians Desk Reference. 57th ed. Montvale, NJ: Thomson PDR; 2003. *In some patients treated once daily, the antihypertensive effect may diminish toward the end of the dosing interval (trough effect). BP should be measured just prior to dosing to determine if satisfactory BP control is obtained. Accordingly, an increase in dosage or frequency may need to be considered. These dosages may vary from those listed in the Physicians Desk Reference, 57th ed. Available now or soon to become available in generic preparations.

Risk Stratification
Risk Group A No risk factors
No target organ disease/clinical cardiovascular disease

Risk Group B At least one risk factor, not including diabetes


No target organ disease/clinical cardiovascular disease

Risk Group C Target organ disease /clinical cardiovascular disease


and/or diabetes. With or without other risk factors

Treatment Strategies and Risk Stratification


Blood Pressure Stages (mmHg) Risk Group A Group C Lifestyle
High-normal (130-139/85-89) Stage 1 (140-159/90-99) Stages 2 and 3 (160/ 100) modification

Risk Group B

Risk

Lifestyle modification Drug therapy Lifestyle modification Lifestyle modification Drug therapy (up to 6 months)** Lifestyle modification Drug therapy Drug therapy Lifestyle modification Lifestyle modification

Lifestyle modification (up to 12 months) Drug therapy Lifestyle modification

Or those with heart failure, renal insufficiency, or diabetes For those with multiple risk factors, clinicians should consider drugs as initial Therapy plus lifestyle modification

Pendekatan holistik penatalaksanaan hipertesi

JNC 7 (2003) merekomendasikan pilihan jenis obat antihipertensi berdasarkan ada tidaknya penyakit komorbid (Compelling Indications for Individual Drug Classes)

TERAPI KOMBINASI

Hypertensive Emergencies And Urgencies

Hypertensive Crisis

Hypertensive Urgency

Hypertensive Emergency

Markedly elevated BP Without severe symptoms or progressive target organ damage BP should be reduced within hours Oral agents

Markedly elevated BP With acute or progressing target organ damage BP should be reduced immediate Parenteral agents

Kaplan NM ,Hypertensive Crises in : Clinical hypertension 9th Ed, Lippincott Williams & Wilkins 2006:609-630

Treatment

Medication options Oral antihypertensives


1.

Chronic hypertensive Hypertensive urgency Hypertensive emergency

2.

IV antihypertensives

Pharmacology IV antihypertension
1.

Vasodilators

Sodium nitroprusside Nitroglycerin Nicardipine Fenoldapam Hydralazine Enalapril


Labetalol Esmolol Phentolamine

2.

Adrenergic inhibitors

Calcium Channel Blocker Mechanism


Ca++

Ca++ plus Calmodulin Myosin Kinase

Blocking effect of CCB

Ca++
Ca++ plus Calmodulin Myosin Kinase

Actin-Myosin Interaction Contraction

Ca++

Ca++

TERIMA KASIH