Anda di halaman 1dari 8

Lembar Penggalian Informasi Desa A. Data Demografi Dasar 1.

Profil Desa Nama Desa Kecamatan Provinsi Luas Daerah Penduduk laki-laki

Keniten Kedungbanteng Jawa Tengah 186,4 Ha 1.963 Jiwa Kabupaten Kode Pos Jumlah penduduk Penduduk perempuan Pendidikan (dalam Prosentase atau unit rinci) Banyumas 53152 3.872 jiwa 1.909 jiwa

Tidak sekolah SMP/sederajat Kejar Paket A Kejar Paket C Diploma I/II S 1 / D IV JENIS Tidak Bekerja Pegawai Desa Atau Kelurahan Petani Sekolah Guru Buruh Bangunan Nelayan Pekerja Tangga

1.259 433 8 11 JUMLAH /PROSENTASE

SD/sederajat SMU/sederajat Kejar Paket B Kejar Paket D Diploma III Pendidikan khusus Mata Pencarian JENIS Pedagang Wiraswasta

1.669 283 6 JUMLAH /PROSENTASE 155 6

866 57 Rumah 26

Wiraswasta Kecil Pengasuh Anak Buruh Pabrik Pegawai Negeri Peternak Pensiunan Buruh Tani Lainnya 134 151 32 446 1491

Pegawai Swasta Supir Tukang Ojek Buruh migran/ TKI

Deskripsi Wilayah: Desa Keniten berada di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Kecamatan Kedungbanteng terdiri dari empat belas desa, yaitu, Kedungbanteng, Kebocoran, Karangsalam Kidul, Beji, Karangnangka, Keniten, Dawuhan Wetan, Dawuhan Kulon, Baseh, Kalisalak,

Windujaya, Kalikesur, Kutaliman, Melung. Jumlah Rukun Tetangga (RT) sebagai unit terkecil dalam pembagian wilayah administrasi pemerintahan di Desa Keniten ada sebanyak 21 unit, sedangkan jumlah RW (Rukun Warga) mencapai 6 unit. Berdasarkan monografi Tahun 2011, luas wilayah Desa Keniten mencapai 186.4 Ha. Adapun batas wilayahnya, di sebelah utara adalah Desa Kalikesur, di sebelah timur adalah Desa Karangnangka, di sebelah selatan adalah Desa Kedungbanteng, dan di sebelah barat adalah Desa Daweuhan Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Untuk mencapai Desa Keniten cukup mudah karena jalan sudah beraspal dan ada angkutan perdesaan dari Karanglewas menuju ke Keniten. Posisi geografis Desa Keniten memang cukup strategis karena hanya berjarak 3km dari ibukota kecamatan dan jarak dari pusat pemerintahan daerah Kabupaten Banyumas yang ada di Purwokerto sekitar 11km. Jumlah penduduk Desa Keniten tahun 2011 mencapai 3.872 jiwa; dengan rincian laki-laki 1.963 jiwa dan perempuan 1.909 jiwa, sedangkan jumlah kepala keluarga mencapai 1.019. Adapun banyaknya penduduk yang masuk kategori anak-anak jumlahnya mencapai 1.316 jiwa dengan rincian seperti terlihat pada tabel 1. Tabel 1 Jumlah Pendudukan Kategori Anak berdasarkan Komposisi Usia No. 1. 2. 3. 4. Kelompok Usia Jumlah Persentase 0-4 tahun 351 jiwa 26.67 5-9 tahun 329 jiwa 25 10-14 tahun 362 jiwa 27.51 15-19 tahun 274 jiwa 20.82 Total 1.316 jiwa 100,00 Sumber: Data monografi Desa Keniten Tahun 2011 (diolah)

Dilihat dari segi pendidikan, penduduk Desa Keniten tergolong masih rendah. Paling banyak hanya lulusan sekolah dasar (45.49%), dan yang belum atau tidak tamat sekolah dasar (34.32%) seperti terlihat dalam tabel 2. Tabel 2 Jumlah Penduduk Desa Keniten menurut Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase 1. Belum/Tidak tamat SD 1.259 34.32 2. Sekolah Dasar 1.669 45.49 3. SMP/SLTP 433 11.80 4. SMA/SLTA 283 7.71 5. Diploma I/II 8 0.22 6. Akademi / D III 6 0.16 7. Perguruan Tinggi / S1 D IV 11 0.30 Total 3.669 100,00 Sumber: Data monografi Desa Keniten Tahun 2011 (diolah) Dari segi pekerjaan, penduduk Desa Keniten cukup beragam. Jumlah warga yang menjadi petani sendiri mencapai 866 orang, buruh tani 446, pengusaha 6, buruh industri 134, buruh bangunan ada 57, pedagang ada 155, jasa angkutan 26 orang, Pegawai Negeri Sipil 151 orang, pensiunan 32, serta lain-lain 1491. 2. Kemudahan (aksesibilitas Desa)

Deskripsi Masyarakat dengan mudah dapat menjangkau jalau utama (Kabupaten/provinsi/jalan aspal yang cukup untuk kendaraan umum) dengan mudah

Status
Ya

Keterangan pusat kota via karanglewas, jalan sudah layak, karena pada tahun 2012 ada perbaikan jalan, jika via Beji banyak jalan berlubang. bisa digunakan untuk warga ke pasar kedungbanteng atau pasar karang lewas, namun desa ini tidak dilewati mode transportasi bus.

Tidak Untuk akses jalan aspal jika ke

Ada moda transportasi yang dapat digunakan untuk mobilitas warga, seperti bus, angkot

Ya

Tidak Ada angkutan perdesaan yang

Ada moda transportasi alternatif yang dapat digunakan oleh masyarakat,seperti becak atau ojek

Ya

Tidak Selain angkutan perdesaan ada

juga ojek sebagai transportasi alternatif untuk mobilitas warga, karena kontur desa keniten di daerah yang lumayan tinggi jadi tidak ada becak. ke stasiun ataupun terminal bus, warga harus menggunakan angkutan umum sebanyak 2 kali, yaitu naik angkutan perdesaan ke karanglewas, apabila ke stasiun naikk angkot, atau ke terminal naik bus di karanglewas. sekarang lebih mengandalkan kendaraan pribadi daripada transportasi umum. Di desa tidak ada kantor pos pembantu, hanya saja jarak dari kantor pos terdekat yang ada di ibukota kecamatan hanya sekitar 2-3km.

Dapat menjangkau stasiun kereta, terminal bus atau tempat transportasi untuk hubungan ke luar kota secara mudah

Ya

Tidak Untuk

Masyarakat lebih mengandalkan transportasi pribadi (seperti motor pribadi dan mobil) akibat kesulitan transportasi umum Dapat mudah dijangkau dengan moda pengiriman barang, seperti Pos dan kurir

Ya

Tidak Kebanyakan warga desa keniten

Ya

Tidak

B. Pemetaan Industri Kreatif Jenis Industri Kreatif Jenis Periklanan Arsitektur Pasar barang seni Kerajinan Fesyen (fashion) Status
Ada

Jumlah 1 5 -

Tidak
Tidak

Ada Ada

Tidak
Tidak

Ada Ada

Tidak

Video, film dan Fotografi Musik Seni pertunjukan Penerbitan dan percetakan Televisi dan Radio Riset dan pengembangan Layanan komputer dan Piranti Lunak Permainan interaktif Desain

Ada Ada

Tidak Tidak
Tidak Tidak

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada

1 -

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

C. Peta Satuan Industri Nama Industri Status kepemilikan Ilusi Perseorangan Alamat Nama pemilik Keniten RT 02 RW 04 Daryanto

Bidang industri Kerajinan kreatif

Omset yang Rata-rata sekitar 15 kodi atau 300 dikelola (dalam pasang sepatu dan sandal dalam bulan) sebulan. Target pasar yang disasar adalah nasional, dan juga produk yang dihasilkan untuk segala umur.

Rincian produk Sandal dan sepatu yang Target pasar yang dihasilkan berbahan dasar dari bandol(karet ban)

DESKRIPSI MODEL DAN MEKANISME PEMBUATAN PRODUK Sandal dan sepatu bandol adalah sandal dan sepatu yang berbahan dasar dari bandol. Di kalangan banyumas produk ini sudah sangat terkenal, namun yang unik dari sandal dan sepatu bandol milik Pak Daryanto adalah model yang dihasilkan tidak monoton seperti model sandal bandol pada umumnya. Pembuatan sandal dan sepatu ini pertama kali adalah pemotongan bandol lebih tipis dan kecil yang nantinya digunakan untuk alas, setelahh itu baru dipotong sesuai ukuran kaki dengan mengukurnya menggunakan ukuran kaki yang sudah ada(di sini beliau menggunakan model kayu). Setelah itu pada lapisan atas sandal dicap menggunakan cap pola dengan cara menempelkannya dan dipanggang menggunakan oven kira-kira 5-10 menit, lalu dilepas dan didinginkan. Langkah berikutnya adalah merekatkan alas bagian bawah dengan alas bagian atas menggunakan lem perekat, umumnya sandal bandol menggunakan paku. Setelah itu baru diberi tali sandal. MODEL PELIBATAN TENAGA KERJA LOKAL Model pelibatan tenaga kerja di sini menggunakan sistem karyawan. DESKRIPSI PASAR YANG DISASAR Sasaran pasar yang disasar menurut Pak Daryanto adalah nasional,tapi saat ini model distribusi dari produksi pak Daryanto barang dipasarkan melalui tengkulak sehingga Pak Daryanto belum memilik pasar sendiri untuk memasarkan produknya. STATUS KEPEMILIKAN MODAL Modal dari produksi sandal dan sepatu ILUSI ini adalah dari Bapak Daryanto pribadi, beliau mengaku enggan apabila kekurangan modal untuk mengambil kredit dari bank, tetapi menurut beliau saat ini ingin mencari investor atau istilah yang sering disebut beliau adalah ayah angkat. PENERIMAAN WARGA ATAS KEBERADAAN INDUSTRI
Ada

Tidak

Menurut warga, adanya industri rumahan milik bapak Daryanto cukup membantu warga sekitar yang sedang menganggur karena industri ini mampu menyerap tenaga kerja yang lumayan. PELIBATAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PEMBUATAN PRODUK Pelibatan tenaga kerja yang terkait dalam proses produksi sepatu dan sandal di sini yaitu mulai dari tahap pemotongan bandol, dalam proses ini butuh sedikit teknik dan keahlian sehingga Pak Daryanto lebih sering melakukannya sendiri. Pada proses pencetakan pola/gambar yang akan digambarkan pada

sandal, dalam proses ini Pak Daryanto menyewa orang lain yang ahli dalam menggambar dan mencetak pola. BESARAN NILAI EKONOMI USAHA Pada saat pasaran sedang ramai Pak Daryanto mengaku menghasilkan 3 kodi atau 60 pasang sandal dalam sehari, jika dirupiahkan senilai kurang lebih Rp. 900.000,-. INOVASI YANG DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK
Ada

Tidak

Inovasi yang dilakukan oleh Pak Daryanto adalah pada bagian model gambar sandal dan sepatunya, sehingga terlihat lebih menarik dibanding dengan produsen sandal dan sepatu bandol yang umum di Banyumas teruatama di daerah Kebanaran (Pasir Wetan). Tetapi ada satu hal yang membuat gusar Pak Daryanto yaitu ketika karyanya laku dipasaran maka akan ada yang meniru, dan kekuatan modal berbicara di sini. Pak Daryanto ingin nantinya ada hak paten yang melekat pada hasil produksinya. STRATEGI PEMASARAN
Ada

Tidak

Saat ini produk yang dihasilkan oleh Pak Daryanto dipasarkan melalui tengkulak sehingga belum mempunyai pasar sendiri. Kalaupun di luar tengkulak hanya dijual untuk warga sekitar atau pesanan dari keluarga jauh. PEMAKETAN PRODUK
Ada

Tidak

Model pemaketan produk dari sandal dan sepatu ini yaitu dengan paket kodi (berisi 20 pasang) yang dikumpulkan ke tengkulak. IDENTITAS LOKAL YANG MELEKAT PADA PRODUK
Ada

Tidak

Identitas dan kekhasan yang ada pada sandal dan sepatu adalah bahanya yaitu bandol itu sendiri karena menurut Pak Daryanto di daerah lain tidak ada yang menggunakan bandol sebagai bahan dasarnya. JARINGAN KERJA PRODUKSI
Ada

Tidak

Ada paguyuban untuk pengrajin sandal dan sepatu bandol di Kebanaran (Pasir Wetan), di paguyuban ini lah ada kesepekatan tentang harga hasil produksi model baru yang nanti akan dijual. Sebagai contoh sepatu khusus pesanan dari Bupati Banyumas terpilih untuk para staf dan camat yang dilabeli dengan merk Bawor tetapi untuk dijual ke masyarakat umum Pak Daryanto belum berani karena belum adanya kesepakatan dari paguyuban.

D. PEMANFAATAN TIK Memiliki akses internet


Ada

Tidak Tidak

Di rumah tidak ada akses internet namun di daerah keniten sebenarnya ada jaringan internet baik kabel maupun seluler -

Memiliki website

Ada

Memiliki akses sinyal komunikasi seluler Memiliki komputer

Ada

Tidak

Pak Daryanto mempunyai ponsel digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Ada, karena jarang dipakai jadi rusak.

yang

Ada

Tidak

Deskripsi situasi keberadaan Fasilitas TIK secara umum Pak Daryanto memiliki seperangkat komputer tetapi sudah rusak karena biasanya dipakai oleh anaknya yang sekarang sudah merantau. Di Desa keniten sendiri akses untuk internet sebenarnya cukup mudah karena jaringan kabel dan juga seluler ada di sini, dan juga banyak warga yang memilik komputer ataupun laptop. Pemanfaatan komputer untuk desain Pemanfaatan komputer untuk pemaketan Pemanfaatan alat komunikasi sosial media untuk pemasaran Pemanfaatan website untuk pemasaran dan pengenalan produk Pemanfaatan jaringan kerja website untuk membangun
Ada Ada Ada

Tidak

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Ada

Ada

Pemanfaatan kamera untuk pengemasan produk Pemanfaatan video untuk pemasaran

Ada Ada

Deskripsi Pemanfaatan TIK untuk Proses Produksi dan pemasaran Pada saat proses menggambar pola/gambar yang nantinya ada apada sanddal, Pak Daryanto menyewa tukang gambar yang ada di pasir wetan, alat yang digunakan untuk menggambar adalah komputer (belum survey langsung ke tukang gambarnya pakai perangkat lunak apa), untuk selanjutnya dicetak di kertas lalu dicetak ke cetakan sandal. E. Networking Deskripsi Memiliki pemasaran jaringan kerja

Status
Ada

Rincian khusus

Tidak

Pak daryanto tergabung dalam paguyuban produsen dan pengreajin sandal bandol yang berpusat di kebanaran (Pasir Wetan) Di paguyubannya Pak daryanto apabila kekurangan tenaga kerja sering mengambil dari tenaga kerja yang ada di kebanaran. Pak Daryanto beberapa kali mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah kabupaten banyumas di sidoarjo, bahkan paguyuban mendapat bantuan mesin dari pemerintah tetapi sampai sekarang mesin itu tertahan di balai desa pasir wetan. Belum ada jaringan kerja di luar negeri, karena hasil produksi sandal bandol sasaran pasaran masih lokal.

Memiliki jaringan pertukaran sumber daya

kerja

Ada

Tidak

Memiliki jaringan kerja dengan pemerintah

Ada

Tidak

Memiliki jaringan kerja di luar negeri

Ada

Tidak

Memiliki kemampuan mencukupi untuk membangun jaringan kerja F. Harapan Dukungan Jenis Dukungan Penguatan kapasitas pemaketan

Ada

Tidak

Kemampuan untuk membangun jaringan kerja tentu ada, apalagi sekarang Pak Daryanto memang sudah ikut dalam paguyuban.

Status
Ada

Rincian khusus

Tidak

Pak Daryanto berharapa bisa melakukan pemaketan sendiri agar bisa dipasarkan secara luas tanpa melalui tengkulak yang model pengambilannya adalah perkodi Pak Daryanto berharap bisa memperoleh pelatihan dalam hal pemasaran, karena selama ini pelatihannya yang beliau ikuti belum pernah yang menyangkut dengan hal pemasaran. Pak Daryanto berharap apabila nantinya sudah bisa mengoperasikan komputer, beliau bisa menggambar pola sendiri untuk model sandalnya sehingga ongkos produksinya bisa ditekan karena tidak perlu membayar orang lain untuk mengerjakannya Pak Daryanto juga ingin belajar bagaimana mempergunakan alat dokumentasi seperti kamera, untuk menampilkan hasil produksinya. Setelah diceritakan mengenai apa itu website, Pak Daryanto tertarik untuk memiliki website karena website diibaratkan warung yang ada di dunia maya. Apabila memiliki website nantinya Pak Daryanto juga ingin belajar mengelolanya sendiri sehingga tidak perlu menggunakan jasa orang lain.

Penguatan kapasitas pemasaran

Ada

Tidak

Penguatan kapasitas pemakaian komputer Penguatan kapasitas penggunaan komputer untuk pemasaran dan produksi

Ada

Tidak Tidak

Ada

Penguatan kapasitas untuk pemanfaatan sosial media Penguatan kapasitas pemanfaatan alat dokumentasi Dukungan pemilikan website

Ada

Tidak Tidak

Ada

Ada

Tidak

Penguatan kapasitas pemanfaatan website untuk media pemasaran

Ada

Tidak

Pak Daryanto menyadari betul bahwa di era sekarang pemanfaatan alat-alat TIK akan sangat membantu proses pemasaran hasil produksinya namun belum ada orang yang mau mengajari beliau bagamana cara menggunakannya, bahkan dari pemerintah pun hanya pelatihan soal pembuatan saja bukan pada proses pemasarannya apalagi menggunakan alat bantu TIK.