Anda di halaman 1dari 9

REKONSILIASI BANK Yang dimaksud dengan rekonsiliasi adalah suatu cara yang digunakan untuk menyamakan dan menentukan

hal-hal yang tampak dalam laporan bank dengan saldo yang tampak dalam catatan pemegang giro (perusahaan atau rekening Koran dari bank) atau saldo menurut buku kas perusahaan. Tujuan dari dilakukan rekonsiliasi bank adalah untuk mengecek ketelitian pencatatan yang terdapat dalam rekening kas dan catatan bank,serta mengetahui penerimaan dan pengeluaran yang sudah terjadi di bank akan tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Dalam rekonsiliasi bank digunakan anggapan bahwa perusahaan selalu benar. Sebelum membuat rekonsiliasi bank perlu diketahui bahwa bahan rekonsiliasi adalah catatan dari bank dan perusahaan yangbersangkutan. Perbandingan antara kedua catatan tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan antara catatan bank dan catatan perusahaan. Cara perbandingan yang dilakukan adalah dengan

membandingkan saldo kredit catatan bank dengan saldo debet rekening kas dan sebaliknya. Pada saat membuat laporan rekonsiliasi empat kolom adalah membuat tabel dengan lima kolom pada kolom pertama diisi dengan keterangan yang bersisi jenis-jenis transaksi yang dilakukan, kolom kedua diisi dengan saldo per akhir bulan yang akan direkonsiliasi, kolom berikutnya berisi penerimaan, kolom selanjutnya diisi dengan pengeluaran dan kolom terakhir diisi dengan saldo pada akhir bulan terakhir. Hal-hal yang dapat menimbulkan perbedaan pencatatan antara bank dan perusahaan adalah : 1. Transaksi atau rekening yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan namun belum dicatat oleh bank misalnya adalah (Deposit In Transit)setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan namun belum diterima oleh bank pada bulan tersebut tapi baru diterima pada bulan berikutnya contohnya : pada tanggal 29 Juni 2010 perusahaan menyetor uang ke bank yang sudah dicatat dalam buku perusahaan, namun karena suatu hal setoran tersebut baru diterima dan dicatat oleh bank pada tanggal 1 Juli 2010 pada kasus ini maka bank harus menambah saldo pada bulan Juni 2010 dan mengurangi saldo penerimaan pada bulan Juli 2010. 2. Transaksi yang oleh bank sudah dicatat sebagai penerimaan akan tetapi belum dicatat oleh perusahaan misalnya adalah bungan yang diperhitungkan bank terhadapa simpanan (jasa giro/kredit memo) dan penagihan wesel yang oleh bank sudah dicatat sebagai penerimaan namun belum dicatat oleh perusahaan pada kasus ini maka bank

harus mengurangi saldo pada bulan dimana transaksi itu terjadi dan menambah saldo penerimaan dimana perusahaan mencatat saldo tersebut. 3. Elemen transaksi yang oleh perusahaan dicatat sebagai pengeluaran akan tetapi belum dicatat sebagai pengeluaran oleh bank contohnya adalah pada kasus dimana perusahaan sudah mengeluarkan cek yang telah dicatat sebagai pengeluaran pada bulan mei akan tetapi penerima cek baru mencairkannya pada bulan Juni. 4. Transaksi yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran akan tetapi karena suatu hal belum dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran misalnya adalah pada kasus cek kosong karena dana yang ada tidak mencukupi, bunga overdraft tetapi belum dicatat perusahaan, dan biaya jasa bank yang belum dicatat perusahaan 5. Selai juga ada perbedaan antara bank dan perusahaan yang timbul diakibatkan kesalahan yang timbul karena kesalahan dalam pencatatan perusahaan maupun dalam catatan bank Langkah penyusunan rekonsiliasi bank sendiri dapat dilakukan dengan : a. Memperbaiki saldo kas maupun saldo bank b. Hanya memperbaiki saldo penerimaan kas c. Hanya memperbaiki saldo laporan bank d. Rekonsiliasi bank sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu rekonsiliasi saldo akhir dan rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir, keduanya pun dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu: 1) Rekonsiliasi saldo akhir a) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukan saldo yang benar b) Laporan rekonsiliasi saldo bank terhadap saldo kas 2) Rekonsiliasi saldo awal,penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir a) Laporan rekonsiliasi 4 kolom b) Laporan rekonsiliasi 8 kolom untuk menunjukan mana yang benar antara saldo bank terhadap saldo kas

PENYEBAB TERJADINYA REKONSILIASI BANK 1. Deposit in transit Deposit in transit adalah penyetoran atau transfer dari perusahaan di bank yang karena sesuatu hal belum tercantum dalam rekening koran. Sedangkan oleh perusahaan, hal tersebut telah dicatat sebagaimana mestinya. 2. Outstanding check Outstanding check adalah penarikan cek oleh perusahaan untuk suatu pembayaran, tetapi hingga penyusunan rekening koran, belum dicairkan oleh pemegangnya. Penarikan tersebut belum dicatat oleh bank ke dalam rekening koran. a. Dalam rekening koran tercatat adanya penerimaan piutang perusahaan oleh bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan. b. Jasa giro (bunga) dan beban administrasi yang telah dicantumkan dalam rekening koran, tetapi belum dicatat oleh perusahaan. c. Adanya kesalahan teknis pencatatan oleh perusahaan atau bank, baik kesalahan dari segi angka maupun pencatatan rekening perkiraan. d. Cek tidak cukup dana (cek kosong) Cek tidak cukup dana (cek kosong) adalah cek yang diterima oleh perusahaan dari pihak lain dan langsung disetor ke bank, tetapi oleh bank ditolak karena pada saat kliring ternyata tidak cukup dana atau dananya tidak ada. Hal-hal tersebut harus disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya, baik yang terjadi di bank maupun di perusahaan. Berikut ini cara-cara yang harus dilakukan untuk kesesuaian faktor penyebab dengan keadaan. a. Untuk deposit in transit, direkonsiliasikan dengan menambahkan selisih kas pada saldo kas peusahaan. b. Untuk outstanding check, direkonsiliasikan dengan mengurangkan pada saldo rekening koran. c. Untuk penerimaan piutang oleh bank karena belum dicatat oleh perusahaan, direkonsiliasikan dengan menambahkan saldo kas perusahaan. d. Untuk jasa giro, direnkonsiliasikan dengan menambahkan pada saldo kas peusahaan. Sedangkan untuk biaya administrasi bank, direkonsiliasikan dengan mengurangkan pada saldo kas perusahaan.

e. Untuk kesalahan rekening koran yang disusun oleh bank dengan pencatatan kesalahan teknis perkiraan yang merugikan perusahaan, direkonsiliaskikan dengan mengambahkan saldo rekening koran. Untuk kesalahan pembukuan yang menguntungkan perusahaan direkonsiliasikan dengan mengurangkan rekening koran.

Bentuk Rekonsiliasi Bank Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda: 1. Rekonsiliasi saldo akhir. Rekonsiliasi ini mempunyai dua bentuk : a. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. Berikut adalah contoh: Penyusunan laporan rekonsiliasi saldo akhir disusun berdasarkan data yang diperoleh dari catatan PT XYZ pada tanggal 31 Desember 2005 sebagai berikut:

Data di atas jika disusun dalam laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar adalah sebagai berikut:

Dalam laporan rekonsiliasi ini dapat diperoleh hasil yang menunjukkan berapa saldo yang benar menurut kas maupun saldo yang benar menurut bank. Bentuk ini sering digunakan karena lebih berguna untuk tujuan intern perusahaan. b. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.

Pada rekonsiliasi ini hanya diketahui sebab-sebab perbedaan saldo kas dan saldo bank. Rekonsiliasi bentuk ini sering digunakan oleh akuntan dalam melakukan pemeriksaan kas.

Perlu diperhatikan bahwa rekonsiliasi bank tidak membetulkan rekening kas dan rekening-rekening lainnya. Ia hanya merupakan kertas kerja atau laporan yang dibuat oleh pemeriksa intern atas hasil prosedur rekonsiliasi. Oleh karena itu, saldo rekening-rekening setelah rekonsiliasi bank tersebut masih tetap menunjukkan saldo-saldo semula. Untuk membetulkan saldo-saldo buku perusahaan, kita harus menyusun jurnal penyesuaian dan mempostingnya ke rekening-rekening terkait. 2. Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir Rekonsiliasi ini biasanya dilakukan oleh akuntan pemeriksa (auditor) sebagai alat pengujian yang menyeluruh terhadap transaksi-transaksi kas. Dalam bentuk ini, selain saldo awal dan saldo akhir akan dapat diketahui perbedaan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara bank dengan catatan kas. Susunan kolom-kolomnya adalah saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir. Dalam mengerjakan rekonsiliasi bentuk ini diperlukan pengetahuan mengenai prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank, karena prosedur yang digunakan akan mempengaruhi jumlah-jumlah yang akan direkonsiliasikan. Rekonsiliasi ini mempunyai dua bentuk: 3. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom) Sebagai contoh adalah data yang diambil dari PT ABC:

Laporan rekonsiliasi yang disusun dari data di atas adalah sebagai berikut:

Setelah menyusun rekonsiliasi laporan bank, perlu dibuat jurnal untuk membetulkan catatan kas. Dari rekonsiliasi di atas yang dibuat koreksinya hanya elemen-elemen yang mempengaruhi saldo kas tanggal 31 Januari 2006. Jurnal koreksi yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2006 adalah sebagai berikut:

4. Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir (8 kolom) Prinsipnya sama dengan rekonsiliasi saldo akhir untuk menunjukkan saldo yang benar, hanya saja disusun rekonsiliasi untuk saldo bank tersendiri dan saldo kas tersendiri. Karena yang direkonsiliasikan ada 4 jumlah yaitu saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir maka rekonsiliasinya menjadi 8 kolom, masing-masing untuk bank dan kas. Berikut adalah contoh dari rekonsiliasi 8 kolom dengan menggunakan PT. ABC:

Rekonsiliasi 8 kolom di atas dapat juga dibuat laporannya dengan bentuk yang berbeda seperti yang nampak berikut.

Bentuk ini adalah untuk mencari saldo yang benar, sehingga merupakan rekonsiliasi 8 kolom. Perbedaannya adalah dalam cara penyajian, yaitu 4 kolom diatas, dan 4 kolom dibawah. Karena bentuknya yang seperti ini, walaupun prinsipnya adalah sama dengan rekonsiliasi 8 kolom, nampaknya seperti rekonsiliasi 4 kolom. Jika dibandingkan dengan rekonsiliasi saldo akhir maka rekonsiliasi 4 kolom adalah perluasan dari rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas, sedang rekonsiliasi 8 kolom merupakan perluasan dari rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. Oleh karena itu prosedur dalam membuat rekonsiliasi daldo akhir juga berlaku dalam rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, hanya saja lebih komplek.