P. 1
Reaksi-oksidasi-1.ppt

Reaksi-oksidasi-1.ppt

|Views: 160|Likes:
Dipublikasikan oleh Hap Ping
a
a

More info:

Published by: Hap Ping on May 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

Kelompok 3

Anggota kelompok : 1. Dian Utami 2. Fifta Hikmasari 3. Mayla Damayanti 4. Nefida Anggista F. 5. Novia Eka Anggraeni 6. Raras Laila Yustinov 7. Sarada Mega Devi 8. Tri Jayanti Widia A.

Reaksi oksidasi - reduksi
1. OKSIDASI •Reaksi pelepasan elektron •Pelepasan elektron •Peningkatan muatan positip •Peningkatan bilok (bilangan oksidasi) Contoh :

Al 3+ + 3e Al Reaksi oksidasi Alumunium :
Al
O2 + 4e 4 Al + 3 O2
Al 3+ + 3e 2O2) x4 (oksidasi) ) x 3 (reduksi) 2Al2O3

4Al3+ + 6O2-

REAKSI OKSIDASI REDUKSI
2. REAKSI REDUKSI
 Reaksi penangkapan elektron  Penambahan muatan negatif  Penurunan bilangan oksidasi Contoh :

o2

O2- + 2e

Reaksi oksidasi selalu disertai reduksi dan disebut reaksi redoks Reaksi oksidasi atau reduksi saja secara terpisah disebut

reaksi setengah (Half reaction)

tetapi zat Tersebut mengalami reaksi reduksi (penurunan bilok) Ciri-ciri oksidator:  Memiliki bilok tinggi  Dalam bentuk molekul maupun ion mudah mengikat elek tron  Dalam sistim periodik unsur ada di sebelah kanan Contoh : KMNO4 Mn bervalensi +7 K2Cr2O7 KClO3 Cr bervalensi +6 Cl bervalensi +5 .OKSIDATOR DAN REDUKTOR OKSIDATOR : Zat yang mengoksidasi zat lain.

tetapi zat itu sendiri mengalami oksidasi (pening katan bilok) Ciri-ciri reduktor :  Memiliki bilok rendah  Dalam bentuk molekul maupun ion mudah melepaskan elektron  Dalam sistim periodik unsur. terletak di golongan : I. II.VI dan VII .OKSIDATOR DAN REDUKTOR Reduktor : zat yang mudah mereduksi zat lain. III.

OKSIDATOR DAN REDUKTOR Tabel Oksidator oksidator Elektron yg ditangkap MnO4 MnO4- Setelah reaksi Kondisi reaksi Mn2+ MnO2 NO2 SO2 2O2Cl2Cr3+ Pb2+ Larutan asam Netral atau basa Asam pekat Asam pekat 5 3 1 2 4 2 6 2 NO 3 SO42O2 ClOCrO72PbO2 Larutan asam .

OKSIDATOR DAN REDUKTOR Tabel Reduktor Reduktor Elektron yang dilepas 2 2 6 1 2 2 2 2 Setelah reaksi NO3 S SO2 Fe3+ Sn4+ Cu2+ 2ClOI2 Kondisi reaksi NO2 S2SO32Fe2+ Sn2+ Cu Cl2 2I- Dg oksidator kuat Larutan asam Larutan basa .

BILANGAN OKSIDASI Syarat reaksi redoks : harus ada perubahan bilok BILANGAN OKSIDASI : Banyaknya muatan listrik dari unsur-unsur dalam suatu persenyawaan Peraturan-peraturan bilok : • • • • Bilangan oksidasi satu unsur bebas = 0 Bilangan oksidasi satu atom hidrogen = + 1 Bilangan oksidasi satu atom oksigen = -2 Bilangan oksidasi logam. Logam alkali selalu +1 dan alkali tanah selalu +2 • Jumlah bilok semua unsur dalam senyawa = 0 . selalu positip.

BILANGAN OKSIDASI Contoh : 1. SO2 Bilangan oksidasi SO2 = 0 Bilangan oksidasi 2 atom O = -4 Bilangan oksidasi S = +4 Bilangan oksidasi K2Cr2O7 = 0 2. K2Cr2O7 Bilangan oksidasi 2 atom K = +2 Bilangan oksidasi 7 atom O = -14 Bilangan oksidasi 1 atom Cr = +6 .

1. Cari perubahan bilok unsur-unsur b. Kalikan masing-masing reaksi dengan bilangan tertentu untuk menyamakan elektron yang dilepas dan yang ditangkap . Tulis reaksi oksidasi dan reduksi secara terpisah c. REAKSI SEDERHANA K + Cl2 Kcl Langkah-langkah : a.PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS Pengertian : Banyaknya elektron yang dilepaskan oleh reduktor harus sama dengan banyaknya elektron yang ditangkap oleh ok Sidator.

PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS d. Jumlahkan kedua reaksi tersebut Penyelesaian contoh : K+ + 1e ) x2 K Cl2 + 2e 2Cl- ) x1 + 2K Cl2 + 2e 2K + Cl2 2K + 2e 2 Cl- + 2K + 2 Cl2 KCl .

REAKSI DI LINGKUNGAN ASAM Syarat : harus diketahui perubahan biloknya. yang kekurangan hidrogen tambahkan ion H+.PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS 2. Sempurnakan masing masing reaksi Kalikan masing-masing reaksi dengan bilangan tertentu untuk menyamakan jumlah elektron yang dilepas dan yang ditangkap . ditambah H2O. Contoh : Cu + HNO3 Cu NO3? Cu2+ (oksidasi) NO (reduksi) LANGKAH-LANGKAH :    Tulis masing-masing reaksi oksidasi dan reduksi secara terpisah. lengkapi dengan perubahan elektron Pihak yang kekurangan oksigen.

PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS  Jumlahkan kedua reaksi tersebut  Tulis hasil reaksi lengkap sesuai dengan zat yang bereaksi PENYELESAIAN CONTOH : Cu Cu2+ + 2e NO3.+ 3e + 4H+ )x3 NO + 2H2O ) x 2 + .+ 3e NO Cu Cu2+ + 2e NO3.

+ 8H+ 3Cu2+ + 2NO + 4H2O 3Cu2+ + 2NO + 4H2O + 6NO3- 3Cu + 8HNO3 3Cu (NO3)2 + 2NO + 2H2O .+ 8H+ 3Cu + 8NO3.+ 6e + 8H+ 2NO + 4H2O 3Cu + 2NO3.PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS 3Cu 3Cu2+ + 6e 2NO3.

lengkapi dengan perubahan elektron •Pihak yang kekurangan oksigen. yang kekurangan hidrogen tambahkan ion H2O. REAKSI DI LINGKUNGAN BASA Langkah –langkah : •Tulis masing-masing reaksi oksidasi dan reduksi secara terpisah. ditambah OH-. Sempurnakan masing masing reaksi •Kalikan masing-masing reaksi dengan bilangan tertentu untuk menyamakan jumlah elektron yang dilepas dan yang ditangkap .PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS 3.

PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS • Jumlahkan kedua reaksi tersebut • Tulis hasil reaksi lengkap sesuai dengan zat-zat yang bereaksi ? Contoh : NaCrO2 + Br2 + NaOH Diketahui : CrO2Br2 CrO42Br- Penyelesaian : CrO2Br2 + 2e CrO42.+ 3e 2Br - .

+ 8OH 3Br2 + 6e 2 CrO42.+ 3e + 2H2O ) x 2 2Br .) x3 + 2CrO2.+ 4OH Br2 + 2e CrO42.PENYETARAAN PERSAMAAN REDOKS CrO2.+ 4H2O + 6Br+ 4Na+ 6Na+ + 2 CrO2.+ 3Br2 + 8OH+ 2Na+ + 8 Na+ 2NaCrO2 + 3Br2 + 8NaOH 2Na2CrO4 + 4H2O + 6NaBr .+ 6e + 4H2O 6Br + 2CrO42.

terutama H dan O di ruas kiri dan kanan. • Setarakan jumlah atom-atom.MENYEMPURNAKAN PERSAMAAN REDOKS (MENGISI KOEFISIEN REAKSI) Langkah-langkah : • Tentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilok. • Bilangan tersebut sebagai koefisien sementara. Sertakan perubahan elektronnya. • Kalikan dengan bilangan tertentu untuk menyamakan jumlah elektron yang dilepas dan yang ditangkap. .

MENYEMPURNAKAN PERSAMAAN REDOKS (MENGISI KOEFISIEN REAKSI) Cu + HNO3 Cu(NO3)2 + NO + H2O Penyelesaian : Cu Cu2+ + 2e ) x3 N5+ + 3e N2+ ) x2 + 3Cu + 2HNO3 3Cu + 8HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + H2O 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O .

Misal pada H2C2O4. Tetapi bilangan oksidasi C dalam zat organik kebanyakan kurang dari 4. Bilok C adalah +3 . Bilangan oksidasi C pada CO2 adalah : +4.MENYEMPURNAKAN PERSAMAAN REDOKS (MENGISI KOEFISIEN REAKSI) LATIHAN SOAL : Isilah koefisien reaksi pada reaksi di bawah ini : KMnO4 + H2SO4 + FeSO4 KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 K2SO4 + MnSO4 + Fe2(SO4)3 + H2O K2SO4 + MnSO4 + CO2 + H2O Catatan : pada reaksi pembakaran zat organik menghasilkan CO2 dan H2O.

.

1-Butyl-2-ethyl-cyclobutane .

9-Butyl-6-ethyl-6-methyl-tetradecane 6-Butyl-9-ethyl-tetradecane .

. polisakarida dan lain-lain. Atom C dapat membentuk ikatan tunggal (ikatan jenuh). 2. Atom C memiliki 4 elektronvalensi (Gol IV A) sehingga dapat membentuk 4 ikatan kovalen. 3. Atom C dapat membentuk rantai karbon lurus maupun bercabang. Senyawa karbon yang paling sederhana adalah metana dan yang sangat kompleks diantaranya molekul DNA yang terdiri atas jutaan atom. senyawa protein. Kekhasan atom karbon: 1.Senyawa Hidrokarbon = Senyawa karbon yang terdiri atas unsur karbon dan hidrogen. rangkap 2 (gol alkena) dan rangkap 3 (gol alkuna). Atom C dapat membentuk rantai C terbuka (alifatik) maupun rantai tertutup (siklik). 4.

it can be decomposed easily. The reaction happens among the molecules by easy-stages. Its molecules can’t make isomeric structure. 5. 4. 3. It is stable when heated. Its molecules can make isomeric structure. The boiling point and the melting point are low. . 5. The boiling point and the melting point are high.The difference between organic and inorganic compounds Organic compound 1. 2. The reaction happens among the ions swiftly. 3. Inorganic compound 1. Its solvent is commonly organic compound. 4. Its solvent is commonly water. If heated. 2.

.

Rantai C lurus dan bercabang .

C3H8 ditulis C H3  C H2  C H3 Nama Metana Etana Propana .jumlah atomC Rumus Struktur 1 CH4 2 C2H6 ditulis CH3  CH3 3.

Alifatik (Rantai terbuka) Alisiklik (Rantai Tertutup) CH2 − CH2 ‌ | | CH2 − CH2 H Aromatik (Benzena & Turunannya) H C C H C C C H C H H .

SENYAWA TURUNAN BENZENA OH CH3 NH2 OCH3 phenol H C CH2 toluene O C CH3 aniline O C H anisole O C OH styrene acetophenone benzaldehyde benzoic acid .

TURUNAN BENZENA CH3 OH NH2 H C CH2 O C CH3 O C H O C OH styrene acetophenone benzaldehyde benzoic acid .

.MENGGOLONGKAN SENYAWA HIDROKARBON Senyawa hidrokarbon digolongkan berdasarkan ada atau tidaknya ikatan rangkap ( ganda ).

.

rangkap 2 (gol alkena) dan rangkap 3 (gol alkuna).C .C-C | | | | | b. Atom C dapat membentuk ikatan tunggal (ikatan jenuh). Senyawa jenuh  jika semua ikatan C nya tunggal Contoh : | | | | | -C-C.C H2C = CH – CH2– CH3 C  C – C – C C – C  C –C – C C . Senyawa tidak jenuh  Jika terdapat ikatan rangkap dua atau tiga.C.C.C atau -C  C . a. C= C .1.

Jumlah Atom C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rumus Molekul CH4 C 2H 6 C 3H 8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 C11H24 C12H26 Nama Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana Oktana Nonana Dekana Undekana Duodekana 13 14 C13H28 C14H30 Tridekana Tetradekana .

C2H6 .HOMOLOG = Deretan senyawa yang mengalami penambahan jumlah atom secara teratur Cont: CH4 . C4H8 dst . C3H6 . C3H8 dst C2H4 .

Contoh : . Atom C sekunder ialah atom C yang mengikat 2 atom C lain. Atom C primer ialah atom C yang mengikat 1 atom C lain.JENIS ATOM C DALAM SENYAWA HIDROKARBON Terdapat 4 jenis atom C ( karbon ) dalam senyawa hidrokarbon. Contoh : 2. • 1.

Contoh : . Contoh : 4.3. Atom C kuarterner ialah atom C yang mengikat 4 atom C lain. Atom C tersier ialah atom C yang mengikat 3 atom C lain.

tertier. 2. . sekunder. dan kuarterner nya 4. 1.Latihan : Tentukan jumlah atom C primer. 5. 3.

MENGGOLONGKAN SENYAWA HIDROKARBON Senyawa hidrokarbon digolongkan berdasarkan ada atau tidaknya ikatan rangkap ( ganda ). .

jumlah atomC Rumus Struktur Nama 1 CH4 Metana 2 C2H6 ditulis CH3  CH3 Etana . Semua senyawa alkana memiliki rumus umum : CnH2n+2 di mana n adalah jumlah atom karbon.Alkana Alkana ialah senyawa hidrokarbon yang seluruh ikatannya tunggal ( jenuh ).

C3H8 ditulis C H 3  C H2  C H3 Propana .

jumlah atom C Rumus Struktur Nama RUMUS LENGKAP 1 CH4 ditulis CH4 Metana 2 C2H6 ditulis CH3  CH3 Etana 3 C3H8 ditulis CH3  CH2  CH3 Propana .

5. huruf kecil semua ) CONTOH: 3–metilheksana . Menentukan rantai C induk. yaitu dimulai dari ujung yang paling dekat dengan cabang diberi nomor 1. Penulisan nama : posisi cabang – nama cabang – nama induk ( tanpa spasi. Menetukan penomoran pada atom C dari rantai Induk. Penulisan nama cabang dimulai dengan urutan alphabet.TATA NAMA ALKANA 1. 4. yaitu deretan atom C yang terpanjang. Atom C diluar rantai induk sebagai cabang (sebagai gugus alkil CnH2n+1). 2. 3.

5. 6. 2. CH3 C2H5 C3H7 C4H9 C5H11 C6H13 Metil Etil Propil Butil Pentil/ amil Heksil . 4.GUGUS ALKIL sebagai cabang dengan rumus CnH2n+1 SUKU KE RUMUS KIMIA NAMA ALKIL 1. 3.

maka jumlah cabang yang sama dinyatakan dengan : 2 = di 6 = heksa 3 = tri 7 = hepta 4 = tetra 8 = okta 5 = penta 9 = nona 2. Jika terdapat 2 cabang atau lebih yang sama.3-dimetilheksana .• Contoh penentuan posisi yang salah : 6.

Contoh lain : 2.2-dimetilheksana 4-etil-2-metilheptana bukan 2-metil-4-etilheptana .

Beri nama senyawa Hidrokarbon jenuh berikut : .A.

5-(1.3.8-trimethyl-nonane .8-trimethyl-nonane 5-(2.3-Dimethyl-butyl)-6-ethyl-2.3.2-Dimethyl-propyl)-2.

Cl F Br Cl 2-Bromo-7-chloro-6-chloromethyl-3-fluoro-4-isopropyl-nonane Cl Br Cl Br 3-Bromo-4-(2-bromo-propyl)-7-chloro-6-chloromethyl-2.4-dimethyl-nonane .

Cl Br Cl Br 2-Bromo-4-(1-bromo-2-methyl-propyl)-7-chloro-6-chloromethyl-4-methyl-n ona-2.7-diene .

4.6-Dimethyl-non-2-en-7-yne 4-(1.2-Dimethyl-propyl)-2-methyl-oct-2-en-6-yne .

5-(1.2-Dimethyl-propyl)-4-methyl-oct-5-en-2-yne .

Cl 1-sec-Butyl-3-chloro-5-isobutyl-cyclohexane .

Cl Cl 1-sec-Butyl-3-chloro-5-(2-chloro-propyl)-cyclohexane .

Cl 3-sec-Butyl-5-chloro-1-(2-methyl-propenyl)-cyclohexene .

Cl 1 HO 2 Br 3 2-(1-Bromo-propyl)-6-chloro-4-(2-methyl-propenyl)-cyclohex-3-enol .

Rangka Struktur Isomer Posisi Gugus fungsi Geometri Ruang Optis .

syarat : a. Isomer rantai = isomer yang disebabkan kerangka karbon yang berbeda. 4. Isomer Fungsi = isomer yang disebabkan perbedaan gugus fungsi. 2. . Isomer posisi = isomer yang disebabkan perbedaan letak dari gugus fungsi pada rantai induk. Isomer Geometri = isomer yang disebabkan perbedaan letak atom(gugus atom) yang sama dalam ruang. Pada atom C berikatan rangkap mengikat 2 atom/gugus atom yang berbeda. Rantai induknya memiliki atom C yang berikatan rangkap (-C=C-) b. 3.1.

syarat : a. . 4.Stereoisomer = Senyawa berlainan yang memiliki struktur sama. 5. Isomer optik = isomer yang disebabkan perbedaan dalam memutar cahaya terpolarisasi. Isomer Geometri = Isomer yang disebabkan perbedaan letak atom/gugus atom yang sama disekitar atom C yang berikatan rangkap. Pada atom C berikatan rangkap mengikat 2 atom/gugus atom yang berbeda. tetapi berbeda dalam hal penataan atom-atom dalam ruangan. Rantai induknya memiliki atom C yang berikatan rangkap (-C=C-) b.

2-dikloroetena Cis-1.d. 48oC .Cl Cl C C Cl H H C C Cl H H Trans-1.2-dikloroetena t.d. 60oC t.

5°C) isobutana (2-metil propana) t.d = -0.KEISOMERAN ISOMER = Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama Contoh : Senyawa dengan rumus C4H10 CH3 CH2 CH2 CH3 CH CH3 CH3 n-butana (t.d = -10°C CH3 .

d = 36.9°C neopentana (2.d = 27.9°C CH3 C CH3 CH3 .KEISOMERAN ISOMER = Contoh : Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama Senyawa dengan rumus C5H12 CH3 CH CH3 CH2 CH3 CH3 CH2 CH2 CH3 CH2 CH3 pentana (t.1°C) isopentana (2-metil butana) t.d = 27.2-dimetil propana) t.

• Isomer Alkana
Contoh : • C4H10 2 isomer

CH3

CH2

CH2

butana

CH3

CH3
CH3

CH2
CH CH3 CH3

CH2
CH2

pentana

CH2

CH3

CH3

CH CH3

CH3
2-metil propana

CH3

2-metil butana

• C5H12 • C6H14
• C7H16 • C8H18

3 isomer 5 isomer 9 isomer 18 isomer

CH3

C CH3

CH3
2,2-dimetil propana

CH3

CH2

CH2

CH2

CH2

CH2

CH3 H3C CH2

CH3 C CH3 3,3-Dimethyl-pentane CH2 CH3

CH3

CH CH3

CH2

Heptane CH2 CH2

CH3

2-Methyl-hexane CH3 CH2 CH CH3 3-Methyl-hexane CH3 H3C C CH3 2,2-Dimethyl-pentane CH3 H3C CH CH3 2,3-Dimethyl-pentane CH CH2 CH3 H3C CH CH3 CH2 CH2 CH3 H3C CH CH3 2,4-Dimethyl-pentane CH3 C CH3 CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 CH3 CH2 CH CH2 CH3 3-Ethyl-pentane CH3 CH CH3 CH2 CH3

2,2,3-Trimethyl-butane

ALKENA Rumus Umum : Cn H2n Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Contoh : C2H4 : Etena C3H6 : Propena C4H8 : Butena C5H10 : Pentena

2. maka pada nama diberi akhiran diena atau triena. Contoh: C4H8 memiliki 3 isomer struktur H2C = CH – CH2– CH3 1-butena H3C . 4.CH = CH– CH3 2-butena H2C = C – CH3 2-metilpropena I CH3 . Rantai utama harus terpanjang dan mengandung ikatan rangkap.Tata Nama Alkena: 1. Rantai utama diberi nama dengan akhiran ena. Penomoran pada rantai C induk dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap. Jika pada alkena terdapat dua atau tiga ikatan rangkap. 3.

Jika dalam satu molekul terdapat lebih dari satu gugus fungsi. COOH>COOC>COX>CONR2>CN>COH>COOH>>SH>N R2 > C=C > C≡C . Gugus fungsi yang prioritasnya lebih tinggi digunakan sebagai induk. Berikut ini urutan prioritas gugus fungsi senyawa organik. sementara yang lainnya dianggap sebagai cabang (substituen). maka dalam penamaannya perlu memperhatikan deret prioritas gugus fungsi.

Beri nama senyawa Hidrokarbon tak jenuh berikut : .B.

posisi cabang atau karena perbedaan kerangka atom C Senyawa dengan rumus C4H8 CH2 CH CH2 CH2 1-butena CH3 CH 3 CH3 CH 2-butena CH CH3 C CH3 2-metil-1-propena .• Isomer Pada Alkena Isomer struktur Isomer geometri Isomer struktur Contoh : => Perbedaan pada posisi ikatan rangkap.

• Isomer Pada Alkena Isomer struktur Isomer geometri • C4H8 • C5H10 3 isomer 5 isomer 13 isomer • C6H12 .

Isomer Geometrik (cis / trans) Bagaimana isomer geometrik muncul Isomer isomer ini muncul saat anda melakukan rotasi rotasi tertentu dalam molekul. Apa yang dimaksud dengan stereoisomer (Isomer Ruang)? Dalam stereoisomer.Isomer Pada Alkena Isomer pada alkena bisa terjadi karena perbedaan rantai karbonnya (Isomer rantai / kerangka) atau perbedaan letak ikatan rangkapnya (Isomer posisi) dan isomer geometri. Stereoisomer meliputi isomer geometri dan isomer optik. atom yang menghasilkan isomer berada pada posisi yang sama namun memiliki pengaturan keruangan yang berbeda. .

• Isomer Pada Alkena Isomer geometri Isomer struktur Isomer geometri A C B Cis (Z) Contoh : => Perbedaan pada penempatan A atom/gugus atom di sekitar ikatan rangkap A B C C A C B 2-butena B Trans (E) 2 isomer H3C C H Cis-2-butena (Z) CH3 C H H3C C H trans-2-butena (E) H C CH3 .

Syarat: punya ikatan rangkap C=C yang masing-masing mengikat dua atom atau gugus atom yang berbeda H3C H Cl H3C C C Cl Cl C C H ADA ISOMER GEOMETRI Cl TIDAK ADA ISOMER GEOMETRI .

2-dikloroetena Cis-1.2-dikloroetena t. 48oC .d. 60oC t.d.Cl Cl C C Cl H H C C Cl H H Trans-1.

.

ISOMER GEOMETRIK
[ ISOMER CIS-TRANS]
• Isomer ini khusus terjadi pada senyawa alkena yang memiliki struktur : o Δ C1 = C2 Δ ♥ C1 = mengikat gugus yang berbeda C2 = mengikat gugus yang berbeda gugus yang dikiri harus sama dengan gugus yang ada dikanan.

4.butena b. 2.heksena e. 4.bila gugus yang sama sepihak : bentuk cis bila gugus yang sama berseberangan : bentuk trans • Selidiki apakah senyawa berikut memiliki isomer cis-trans ? a. 3.pentena d. 2.3 dimetil 1. 2-metil 2-butena c.pentena .dimetil 2.

ISOMER OPTIS • Terjadi pada senyawa karbon yang memiliki atom C asemetris ( atom C kiral ) • Atom C kiral adalah atom C yang mengikat 4 atom/gugus atom yang berbeda ▄ Atom C kiral I ♦ ― C ―Δ I ♥ • Jumlah konfigurasi isomer optis dinyatakan : 2n ( n = jumlah atom C kiral ) .

Anda bisa mendapatkan molekul yang kedua hanya dengan memutar ikatan tunggal dari karbon. . Sehinga kedua molekul diatas bukanlah isomer. Jika anda menggambar struktur formulanya. anda akan menyadari bahwa kedua molekul berikut ini merupakan molekul yang sama.2-dikloroetan. Gambar berikut memperlihatkan dua konfigurasi yang mungkin dari 1.. Kedua model ini mewakili molekul yang sama.

Isomer ini dikenal dengan nama isomer trans. seperti pada 1. Sedangkan yang satu lagi. Struktur formula dari kedua molekul diatas menghasilkan 2 buah isomer. (trans :dari bahasa latin yang berarti bersebrangan).2-dikloroeten? Kedua molekul diatas tidaklah sama. kedua atom berada pada sisi yang sama dari ikatan rangkap. Dikenal sebagai isomer cis . (cis : dari bahasa latin berarti "pada sisi ini"). . Ikatan rangkap tidak dapat diputar.Bagaimana dengan karbon-karbon ikatan rangkap. kedua klorin berada dalam posisi yang berlawanan pada ikatan rangkap. Yang pertama.

Anda mungkin menggambar but-2-ene sebagai: CH3CH=CHCH3 .Contoh yang lain bisa anda dapati pada but-2-ene.

Dalam contoh diatas. Anda hanya memutar keseluruhan molekul saja. Anda tidak akan mendapatkan isomer geometrik jika pada daerah yang sama terdapat atom yang sama. kita masih berada pada molekul yang sama. kedua atom merah muda di daerah tangan kiri.Walaupun kelompok tangan kanan kita putar. .

.Jadi harus ada dua atom yang berbeda pada daerah tangan kiri dan daerah tangan kanan. Seperti pada gambar berikut ini: Kita juga bisa membuatnya lebih berbeda lagi dan tetap menghasilkan isomer geometrik. Disini atom biru dan hijau bisa berada bersebrangan ataupun bersebelahan.

namun penamaan dengan kata-kata cis dan trans menjadi tidak berarti.Atau anda dapat membuat dari atom yang berbeda beda.Anda masih mendapatkan isomer geometrik. Bentuk E seperti bentuk trans dengan gugus atiom yang Mr besar saling bersebelahan . Bentuk Z Konvensi Chan-Ingold-prelog: Bentuk E Bentuk Z seperti bentuk cis dengan gugus atom yag Mr besar saling bersama.

. German. • Bila kedua gugus yang lebih berprioritas terletak berseberangan dari ikatan rangkap. dinyatakan memiliki konfigurasi E (E = entgegen. “bersama”). maka senyawa tersebut diberi labeli atau dinyatakan memiliki konfigurasi Z (Z = zusammen.• Bila kedua gugus yang lebih tinggi prioritasnya berada pada sisi yang sama dari ikatan rangkap. berseberangan”). German.

Monokromator Sampel 0o Cahaya polikromatik Cahaya Monokromatik 180o .

posisi cabang atau karena perbedaan kerangka atom C Contoh : Senyawa dengan rumus C4H6 CH C 1-butuna CH2 CH3 CH3 C C CH3 2-butuna • C4H6 • C5H8 2 isomer 3 isomer .• Isomer Alkuna Isomer struktur Isomer struktur => Perbedaan pada posisi ikatan rangkap.

.

.

.

Alkana (CnH2n+2) 2.SENYAWA HIDROKARBON Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H Terdiri dari : 1. Alkuna (CnH2n-2) . Alkena (CnH2n) 3.

ALKANA • Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana) • Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung) • Sukar bereaksi • C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas • C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair • > C18 : pada t dan p normal adalah padat • Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C • Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah • Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar • BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C • Sumber utama gas alam dan petrolium .

ALKANA Struktur ALKANA : CnH2n+2 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana) sikloheksana .

ALKANA PEMBUATAN ALKANA : • Hidrogenasi senyawa Alkena • Reduksi Alkil Halida • Reduksi metal dan asam PENGGUNAAN ALKANA : • Metana : zat bakar.cat.semir. dan carbon black (tinta. Heptana : sebagai pelarut pada sintesis . Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases) • Pentana.ban) • Propana. sintesis. Heksana. Butana.

405 18 . lilin dan vaselin Bahan yang tidak mudah menguap.305 13 . bumi . aspal dan kokas dari m.180 180 .230 5 -10 11 .25 Minyak gas berat Bahan bakar pemanas Sisa destilasi : Minyak mudah menguap. minyak pelumas.12 Bensin Minyak tanah Bahan bakar mobil Bahan bakar memasak 230 .17 Minyak gas ringan Bahan bakar diesel 305 .ALKANA Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah TD (oC) < 30 Jumlah C 1-4 Nama Fraksi gas Penggunaan Bahab bakar gas 30 .

tapi lebih reaktif STRUKTUR ALKENA : CnH2n CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena) .ALKENA • Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua • Alkena = olefin (pembentuk minyak) • Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2-butena • Sifat sama dengan Alkana.

ALKENA ETENA == ETILENA == CH2=CH2 • Sifat-sifat : gas tak berwarna. dapat dibakar. etanol) PEMBUATAN ALKENA : • Dehidrohalogenasi alkil halida • Dehidrasi alkohol • Dehalogenasi dihalida • Reduksi alkuna . bau yang khas. minyak bumi. eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %) • Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking” • Pembuatan : pengawahidratan etanaol PENGGUNAAN ETENA : • Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2) • Untuk memasakkan buah-buahan • Sintesis zat lain (gas alam.

ALKUNA • Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga • Sifat-sifatnya menyerupai alkena. tetapi lebih reaktif Struktur ALKUNA : CnH2n-2 CH=CH (etuna/asetilen) .

ALKUNA
ETUNA = ASETILEN => CH=CH • Pembuatan : CaC2 + H2O ------ C2H2 + Ca(OH)2 • Sifat-sifat : • Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak • Suatu gas, tak berwarna, baunya khas • Penggunaan etuna : • Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+- 3000oC), dipakai untuk mengelas besi dan baja • Untuk penerangan • Untuk sintesis senyawa lain

ALKUNA
PEMBUATAN ALKUNA • Dehidrohalogenasi alkil halida • Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer

SENYAWA AROMATIK
• Senyawa alifatis : turunan metana • Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril) • Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawa-senyawa organik yang mempunyai bau (aroma) yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (damar benzoin, cumarin, asam sinamat dll)

SENYAWA AROMATIK BENZEN =C6H6 • Senyawa aromatis yang paling sederhana • Berasal dari batu bara dan minyak bumi • Sifat fisika : cairan. fenol. anhidrida asam maleat. mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi) Pengunaan Benzen : • Dahulu sebagai bahan bakar motor • Pelarut untuk banyak zat • Sintesis : stirena. dsb . detergen. td. anilin. 80oC. isopropil benzen. larut dalam kebanyakan pelarut organik. tak berwarna. insektisida. tak larut dalam air. nilon.

iodo dan polikloro lebih berat dari pada air. • Senyawa-senyawa bromo. • Tidak larut dalam air. Cl. .ALKIL HALIDA • Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br. sekunder. tapi larut dalam pelarut organik tertentu. tersier • Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik Sifat fisika Alkil Halida : • Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama. I) • Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer.

ALKIL HALIDA Struktur Alkil Halida : R-X (X=Br. Cl. I) CH3-CH2-CH2-CH2-Cl Primer (CH3)2CH-Br sekunder (CH3)3C-Br tersier Cl CH2-Cl CH2=CH2- Benzil khlorida khlorida Vinil .

insektisida. TD rendah 77oC.ALKIL HALIDA PEMBUATAN ALKIL HALIDA : • Dari alkohol • Halogenasi • Adisi hidrogen halida dari alkena • Adisi halogen dari alkena dan alkuna PENGGUNAAN ALKIL HALIDA : • Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak. disimpan dalam botol coklat. alat pemadam kebakaran (Pyrene. diisi sampai penuh). • Freon (Freon 12 = CCl2F2. . • Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak. obat bius (dibubuhi etanol. uapnya berat. Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es. alat “air conditioner”. sebagai propellant (penyebar) kosmetik. dsb.

ALKOHOL • Alkohol : tersusun dari unsur C.H • R R • Berat jenis alkohol > BJ alkena • Alkohol rantai pendek (metanol.6oC) • Umumnya membentuk ikatan hidrogen O .H--------------------O . sekunder dan tersier Sifat fisika alkohol : • TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC. etena = -88. dan O • Struktur alkohol : R-OH primer. etanol) larut dalam air (=polar) . H.

metilamina.Struktur Alkohol : R . sebagai pengawet. dll • Etanol : minuman beralkohol.OH R-CH2-OH (R)2CH-OH Primer sekunder PEMBUATAN ALKOHOL : • Oksi mercurasi – demercurasi • Hidroborasi – oksidasi • Sintesis Grignard • Hidrolisis alkil halida (R)3C-OH tersier PENGGUNAAN ALKOHOL : • Metanol : pelarut. dan sintesis eter. koloroform. dll .metilsalisilat. antifreeze radiator mobil. larutan 70 % sebagai antiseptik. sintesis formaldehid.metilklorida.

FENOL • Fenol : mengandung gugus benzen dan hidroksi • Mempunyai sifat asam • Mudah dioksidasi struktur OH • Mempunyai sifat antiseptik • Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis .

n-pentil eter 100 C.ETER • Eter : isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril) • Eter : mengandung unsur C. H. • Mudah terbakar • Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < o TD alkohol (metil. • Eter rantai C pendek medah larut dalam air. n-heptana o o 98 C. dan O Sifat fisika eter : • Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C. . eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik. heksil alkohol 157 C).

ETER Struktur eter : R – O – R CH3-CH2-O-CH2-CH3 (dietil eter) CH3-CH2-O-C6H5 (fenil etil eter) PEMBUATAN ETER : • Sintesis Williamson • Alkoksi mercurasi – demercurasi PENGGUNAAN ETER : • Dietil eter : sbg obat bius umum. . dsb. pelarut dari minyak. • Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.

• Mudah larut dalam air • Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat. • Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air. berbau ikan. • Tak berwarna. berbau amoniak. dibanding air lebih basa. . • Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM. Sifat fisika Amina : • Suku-suku rendah berbentuk gas.AMINA • Senyawa organik bersifat basa lemah.

sekunder. (R)2NH. (R)3N =primer.AMINA Struktur amina : R-NH2. tersier CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 (CH3)2NH (CH3)3N Primer sekunder tersier Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril : • Amina aromatis • Amina alifatis • Amina siklis • Amina campuran .

dll. pencepat vulkanisasi. . • Trimetil amina : suatu penarik serangga. absorben gas alam. membuat sabun.AMINA PEMBUATAN AMINA : • Reduksi senyawa nitro • Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina PENGGUNAAN AMINA : • Sebagai katalisator • Dimetil amina : pelarut.

hanya berbeda dalam derajatnya. . TD aldehid > senyawa non polar • Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang • Akrolein == propanal == CH2=CH-CHO : cairan. • Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa. baunya tajam. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). • Merupakan senyawa polar. • Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya).ALDEHID • Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. sangat reaktif.

• Penggunaan : sebagai desinfektans. O Struktur Aldehid : R – CHO O CH3-CH2-C H H • • • • PEMBUATAN ALDEHID : Oksidasi dari alkohol primer Oksidasi dari metilbenzen Reduksi dari asam klorida Propionaldehid Benzaldehid . baunya tajam. membuat damar buatan. tak berwarna.ALDEHID FORMALDEHID = METANAL = H-CHO • Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar. mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik). larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin.

PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O • Sifat : cairan tak berwarna. sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata . mudah menguap. tak berwarna • Penggunaan : sebagai hipnotik.KETON • Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil. dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. • Penggunaan : sebagai pelarut ASETOFENON = METIL FENIL KETON • Sifat : berhablur. • Sifat-sifat sama dengan aldehid. pelarut yang baik.

KETON Struktur : (R)2-C=O O O CH3-CH2-C CH3 Etil metil keton Asetofenon CH3 PEMBUATAN KETON • Oksidasi dari alkohol sekunder • Asilasi Friedel-Craft • Reaksi asam klorida dengan organologam .

dan benzen • TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama. alkohol.ASAM KARBOKSILAT • Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril (ArCOOH) • Kelarutan sama dengan alkohol • Asam dengan jumlah C 1 – 4 : larut dalam air • Asam dengan jumlah C = 5 : sukar larut dalam air • Asam dengan jumlah C > 6 : tidak larut dalam air • Larut dalam pelarut organik seperti eter. .

ASAM KARBOKSILAT Struktur Asam Karboksilat : R – COOH dan Ar – COOH • CH3-CH2-CH2-CH2-COOH Valelat COOH CH3-COOH (asam asetat) Asam benzoat ASAM FORMAT = HCOOH • Sifat fisika : cairan. . • Penggunaan : untuk koagulasi lateks. industri tekstil. dan fungisida. berbau tajam. merusak kulit. penyamakkan kulit. tak berwarna. larut dalam H2O dengan sempurna.

garam. plastik. zat warna.ASAM KARBOKSILAT ASAM ASETAT = CH3-COOH o o • Sifat : cair. TL 17 C. larut dalam H2O dengan sempurna • Penggunaan : sintesis anhidrat asam asetat. TD 118 C. ester. bahan farmasi. selulosa dan sebagai penambah makanan. PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT • Oksidasi alkohol primer • Oksidasi alkil benzen • Carbonasi Reagen Grignard • Hidrolisin nitril . serat buatan. zat wangi.

dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH2 atau amoniak. dimana 1 H diganti dengan asil. tak berwarna. bereaksi kira-kira netral. • Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair. • Struktur Amida : R – CONH2 .AMIDA • Amida adalah turunan asam karboksilat. suku-suku yang rendah larut dalam air.

sebagai pelarut. • Untuk sintesis nilon.AMIDA PEMBUATAN AMIDA : • Reaksi asam karboksilat dengan amoniak • Garam amoniumamida dipanaskan • Reaksi anhidrid asam dengan amponiak PENGGUNAAN AMIDA : • Formamida berbentuk cair. ds. . • Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair.

kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam. • Struktut ester : R – COOR . dimana gugus H pada – OH diganti dengan gugus R. • Sifat fisika : berbentuk cair atau padat.ESTER • Ester adalah turunan asam karboksilat. sedikit larut dalm H2O. tak berwarna.

• Sebagai zat wangi dan sari wangi. butil asetat (pelarut dalam industri cat).ESTER PEMBUATAN ESTER : • Reaksi alkohol dan asam karboksilat • Reaksi asam klorida atau anhidrida PENGGUNAAN ESTER : • Sebagai pelarut. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->