Anda di halaman 1dari 10

PT.

Miranila Abadi
PROPOSAL METODE KERJA
PENGUKURAN SUHU BETON (THERMOCOUPLE) UNTUK PENGECORAN MASS CONCRETE ADHI KARYA TELKOM LANDMARK

www.ultra-chem.com

JAKARTA 2013

DAFTAR ISI
I. II. PENDAHULUAN PENETAPAN TITIK PENGAMATAN & METODE KERJA 3 3 5 6 8

III. PERALATAN IV. LOKASI TITIK THERMOCOUPLE V. GRAFIK PEMBACAAN SUHU

I. PENDAHULUAN Struktur dengan volume beton yang besar atau disebut juga dengan Mass Concrete adalah istilah pengecoran beton yang dilakukan secara terus-menerus pada suatu struktur ( biasanya pondasi ) dengan volume beton yang cukup besar ( umumnya diatas 1000 m ). Pada Mass Concrete akan menimbulkan beberapa masalah, diantaranya panas yang terdapat di dalam struktur beton tidak dapat dilepaskan dengan cepat, dan adanya perbedaan temperatur yang besar antara bagian tengah dan bagian permukaan struktur beton. Perbedaan temperatur selama proses curing tersebut dapat menimbulkan terjadinya retak di permukaan struktur beton. Untuk mengetahui karakteristik dari suhu beton, maka diperlukan suatu kontrol temperatur dari beton. Hal ini bermanfaat agar kita bisa mengetahui temperatur beton dibeberapa tempat dan dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk melepas insulator. Untuk itu maka dipasang Thermocouple di beberapa titik sebagai indikator suhu beton di lokasi tersebut. II. PENETAPAN TITIK PENGAMATAN & METODE KERJA Pengamatan dilakukan dalam 1 arah yaitu arah vertikal. Garis vertikal bertujuan mendapatkan gambaran bagaimana keadaan beton yang berbeda antara lapisan dasar, tengah dan permukaan beton. Secara vertikal, beton akan diamati pada 3 titik yaitu : Titik lapisan Atas berada pada 300 mm di bawah lapis permukaan beton. Titik lapisan Tengah berada diantara titik atas dan bawah. Titik lapisan Bawah berada pada 300 mm di atas permukaan lantai kerja. Pemilihan titik-titik tersebut karena dianggap ketiga titik tersebut akan menghasilkan suhu-suhu yang paling ekstrim. Lapisan Atas dipilih karena permukaan akan berhubungan langsung terhadap cuaca sehingga diasumsikan panas bisa lepas dari beton ke udara. Lapisan Tengah dipilih karena diasumsikan titik yang paling ekstrim dalam arti titik yang pelepasan suhunya paling sulit. Lapisan Bawah dipilih karena akan berhubungan langsung ke tanah melewati lantai kerja dan diasumsikan panas dari beton akan dilepaskan ke tanah. Secara horisontal, Mass concrete akan diamati pada titik- titik pengamatan dengan pembagian yang disesuaikan dengan lokasi dan luas area pengecoran.

Titik Sensor Thermocouple ( Probe )


Posisi titik sensor Thermocouple ( probe ) pada pipa dalam struktur mass concrete.

Test Pemanasan dengan Api


Pemanasan dengan menggunakan api merupakan salah satu prosedur pengetesan.

Socket Kabel Thermocouple


Ujung kabel diikat pada socket agar dapat dihubungkan dengan Thermometer, dan diproteksi dengan plastik penutup untuk menghindari air hujan.

Prosedur Test
Test pengecekan suhu, setelah proses pemanasan dilakukan pada titik sensor Thermocouple ( probe ).

III. PERALATAN Peralatan utama yang digunakan dalam pekerjaan Thermocouple ini adalah : Kabel kawat + sensor Thermocouple ( Probe ) Temperatur Indikator Sumber AC Alat bantu lainnya : Pipa PVC 1/2, tang, obeng, cutter, isolasi ban, spidol marker, meteran, dll.

Kabel Thermocouple

Temperatur Digital Indikator AC

Kabel Extension Thermocouples

IV. LOKASI TITIK THERMOCOUPLE A. Lokasi Titik Pengamatan Thermocouple Jumlah titik pengamatan Thermocouple secara horisontal dapat dilihat dari denah. Dalam 1 titik pengamatan terdiri dari 3 titik sensor yaitu titik sensor Atas, Tengah dan Bawah. Untuk memudahkan setiap titik diberi penamaan masing-masing, begitu juga untuk arah vertikal dinamai untuk titik sensor Atas , Tengah dan Bawah diberi tanda berturut-turut A, T dan B.

Titik Thermocouple Area

TC 6 TC 5

TC 7

TC 4

TC 8

TC 3

TC 2

TC 1

DETAIL LETAK THERMOCOUPLE

B. Detail Pemasangan Instalasi Titik Sensor Thermocouple Letak titik sensor Thermocouple pada bagian Atas, Tengah dan Bawah untuk semua lokasi titik pengamatan adalah sama kecuali untuk thickness yang berbeda.

Titik Thermocouple Area

DETAIL THERMOCOUPLE

V. GRAFIK PEMBACAAN SUHU

1. Pembacaan suhu mulai dilakukan setelah proses insulasi diselesaikan. 2. Insulasi yang biasa diberikan di permukaan beton berupa : Lapisan Plastik, Lapisan Sterofoam (min. 5 cm). Untuk stek kolom biasanya diberikan lapisan pasir (min. 30 cm).

3. Pembacaan dilakukan selama 7 hari per 2 jam dalam sehari. 4. Hasil pembacaaan dimasukkan kedalam form harian.

5. Suhu yang diharapkan terjadi selama proses curing adalah : Selisih suhu Tengah dengan Atas (T - A) dan selisih suhu Tengah dengan Bawah (T - B) tidak lebih dari 20C. Titik terpanas suhunya adalah titik Tengah.

6. Proses curing dinyatakan selesai apabila selisih suhu Atas dengan Udara luar (A U) kurang dari 20C. Pada saat itu insulator diperbolehkan untuk dilepas. 7. Data hasil bacaan seluruhnya dimasukkan kedalam program untuk dilihat grafik kenaikan dan penurunannya. 8. Hasil input data bacaan suhu selama proses curing dilaporkan dalam sebuah Laporan resmi, yang isinya terdiri dari : Metode kerja Thermocouple. Hasil pembacaan suhu berbentuk ketikan rapih dan juga lampiran asli dari lapangan. Grafik pembacaan suhu per tiang thermocouple dan juga gabungan seluruh tiang. Kesimpulan yang terjadi. Lampiran Checklist alat thermocouple pada saat install dilapangan. Lampiran Kalibrasi alat Thermometer.

9. Laporan resmi diberikan paling lambat 5 hari kerja setelah pembacaan suhu

dinyatakan selesai.

10