Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PENELITIAN PENGELOLAAN DISTRIBUSI AIR UNTUK IRIGASI DAN PEMAHAMAN PARTISIPATIF KONDISI PEDESAAN (Studi Kasus Daerah

Irigasi TINALUN)

I.

PENDAHULUAN Daerah Irigasi Tinalun yang mempunyai daerah oncoran (DO) 1025 ha, terletak di kecamatan Pringapus meliputi enam desa : Ds. Klepu, Ds. Pringapus, Ds. Pringsari, Ds. Wonorejo, Ds. Wonoyoso dan Ds. Candirejo, mengambil air untuk keperluan irigasi dari Kali Klampok. Daerah irigasi yang mempunyai luas lahan potensial 994 ha ini sekarang termasuk dalam pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang Subdin Pengairan. Kondisi ketersediaan air untuk irigasi pada daerah irigasi Tinalun ini sangat kurang namun kemampuan daerah irigasi ini cukup baik. Di Ds Wonorejo, Ds. Wonoyoso dan Ds. Candirejo pertanian adalah usaha utama. Petani di desa ini menanam padi pada musim tanam pertama dan kedua langsung disusul tanaman palawija jenis jagung dan kacang tanah atau kedelai yang ditanam secara tumpang sari atau kadang-kadang menanam tembakau dan sebagian ada yang menanam tebu. Sedangka di Ds. Klepu, Ds. Pringsari dan Ds. Pringapus pertanian merupakan usaha sambilan dan petani di desa ini hanya menanam padi pada musim pertama dan kedua kemudian bero. Pengelolaan distribusi air irigasi yang optimal diharapkan dapat meningkatkan kemampuan hasil tanam di daerah irigasi Tinalun ini yang didukung dengan pemahaman partisipatif kondisi pedesaan yang tepat.

II.

TUJUAN PENELITIAN Menemukan pengaturan pengelolaan distribusi air irigasi yang efisien dan optimal untuk daerah irigasi Tinalun yang dimungkinkan untuk didukung secara partisipatif oleh masyarakat sendiri sehingga petani (Perkumpulan Petani Pemakai Air P3A) siap untuk menerima pengelolaan distribusi air irigasi secara mandiri.

III. RUANG LINGKUP DAN OBJEK PENELITIAN Ruang lingkup yang dibahas dalam proposal penelitian ini adalah : a. Menghitung jumlah ketersediaan air untuk mengairi daerah irigasi Tinalun b. Pengaturan pembagian air agar lebih efisien untuk pemakaian dalam hal-hal lain seperti home industri, rumah tangga, dan lain-lain. c. Pemahaman partisipatif kondisi pedesaan. d. Mengukur Sumber Daya Manusia untuk mengelola daerah irigasi Tinalun IV. PERUMUSAN MASALAH a. Ketersediaan air yang jauh dari mencukupi untuk daerah irigasi dengan luas lahan sekitar 994 ha dengan kreatifitas petani yang berkehendak meningkatkan kemampuan pertanian di daerahnya. b. Pengaturan dan pengelolaan distribusi air irigasi yang jauh dari efisien (efisiensi distribusi air irigasi sekitar 50%) karena penggunaan air untuk hal-hal lain misalnya home industri, industri Kanigara, rumah tangga, dan lain-lain. c. Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan, meliputi aspek sosial budaya, ekonomi dan dampak lingkungan, yang belum optimal. V. LATAR BELAKANG TEORITIS / POSTULAT a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi. Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Irigasi berfungsi mendukung produktivitas usaha tani guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat, khususunya petani yang diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi. Partisipasi masyarakat petani dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi diwujudkan mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan kegiatan dalam pembangunan, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi. Hak guna pakai air untuk irigasi diberikan kepada masyarakat petani melalui perkumpulan petani pemakai air dan bagi pertanian rakyat yang berada di dalam sistem irigasi yang sudah ada diperoleh tanpa izin. Dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi pada setiap daerah irigasi dilaksanakan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan dengan melibatkan peran masyarakat.

b. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. Hak guna air adalah hak untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakan air untuk berbagai keperluan. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya air. c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap kegiatan pembangunan dan atau pemanfaatan lahan pada sumber air. Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada pada sumber sumber air.

VI. HIPOTESIS Ketersediaan air yang cukup untuk mengairi daerah irigasi dan didukung oleh Sumber Daya Manusia (Petani) yang berkualitas akan menghasilkan output dan outcome yang optimal.

VII. PROSEDUR PENELITIAN Prosedur penelitian yang cocok dalam penelitian ini adalah menggunakan model komputer yang bernama CROWPAD, tentunya sebelum menggunakan model ini terlebih dulu sudah mempersiapkan data-data yang akan diolah. Data-data tersebut diantaranya data klimatologi dan curah hujan, data kelembaban udara, pola tanam dan data tanaman, dan data tanah. VIII. POKOK POKOK MASALAH a. Kondisi ketersediaan air untuk daerah irigasi Tinalun. b. Pemanfaatan air oleh Petani Pemakai Air

IX. TAHAP TAHAP PELAKSANAAN a. Inventarisasi Data Inventarisasi data yang perlu untuk mendukung dalam penelitian ini selain data topografi dan skema jaringan irigasi juga meliputi data-data yang berhubungan dengan ketersediaan air untuk irigasi dan data kebutuhan air untuk irigasi. Data ketersediaan air untuk irigasi berupa data debit air Kali Klampok yang dapat ditemukan dari data debit intake dan limpasan Bendung Tinalun dari tahun 1989 - 2001 b. Kunjungan ke lokasi dan questioner Kunjungan ke lokasi dilakukan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sibdin Pengairan untuk inventarisasi data dan juga ke Kantor Pengairan Ranting Ungaran. c. Analisa data dan simulasi kebutuhan air irigasi Analisa data diantaranya adalah : Analisa data iklim Data iklim diperlukan untuk menghitung evapotranspirasi potensial dalam komputer model Crowpat antara lain : temperature (dalam C); kelembaban udara (dalam % atau mbar); radiasi matahari (dalam jam atau %) dan kecepatan angin pada ketinggian 2 m (dalam km/hari atau m/det). Hasil Pengolahan data iklim :

Analisa data curah hujan Untuk memperkirakan jumlah hujan bagi kebutuhan air tanaman, suatu analisa statistik dilakukan untuk mendapatkan beberapa macam variasi data curah hujan. Masing-masing data hujan mempunyai probabilitas kegagalan sebesar 20%, 50%, 80% atau yang lebih dikenal dengan tahun basah, tahun normal dan tahun kering. Data tersebut diolah dengan menggunakan metode plotting position.

Hasil pengolahan data curah hujan stasiun penakar hujan Sta. Klepu dapat dituliskan dalam tabel berikut ini :

Analisa data debit Untuk memperkirakan ketersediaan air bagi irigasi yaitu debit total yang ada di sepanjang Kali Klampok, maka dilakukan suatu analisa statistik untuk mendapatkan debit andalan pada bermacam-macam kemungkinan. Masing masing data debit mempunyai probabilitas kegagalan sebesar 20%, 50%, 80% atau yang lebih dikenal dengan tahun basah, tahun normal dan tahun kering. Data tersebut diolah dengan menggunakan metode plotting position seperti halnya pada data curah hujan. Hasil pengolahan data debit pada Bendung Tinalun dapat dituliskan dalam tabel berikut ini :

Analisa data questioner Data questioner yang didapatkan dari lapangan terdapat dalam lampiran 5 meliputi Bagan Susunan Organisasi Forum Koordinasi P3A Darma Tirta DI. Tinalun dengan 6 Badan Pengurus masing-masing P3A, isian formulir yang telah disediakan dalam metode Pendekatan Partisipatif Kondisi Pedesaan (PPKP) dan questioner tambahan untuk mengetahui dampak dan implikasi dari penerapan metode ini. Isian Formulir yang telah disediakan dalam metode PPKP disajikan secara tabulasi untuk ke-enam P3A yang ada sehingga mempermudah dalam analisanya.

Simulasi Kebutuhan air irigasi dengan menggunakan CROPWAD (Komputer Model) Crowpad merupakan suatu program komputer under DOS (Program dipakai melalui perintah DOS) untuk menghitung evapotranspirasi Penman Modifikasi dan kebutuhan air untuk tanaman. Selanjutnya dapat juga menghitung kebutuhan air

irigasi, jadwal pemberian air irigasi untuk macam-macam kondisi pengelolaan dan suplai air untuk seluruh daerah irigasi dengan bermacam-macam pola tertentu. Untuk perhitungan tersebut, dibutuhkan data-data klimatologi dan data-data lainnya misalnya data tanaman dan data pola tanam.

X.

ESTIMASI BIAYA
No 1 2 Uraian Kertas Tinta : Hitam Warna 3 4 Foto Copy Referensi Seminar Proposal : Foto Copy Draft Proposal Konsumsi Jilid Proposal buah dus buah 4 4 2 3.000 8.000 3.000 12.000 32.000 6.000 buah buah Ls Ls 1 3 25.000 75.000 100.000 25.000 75.000 100.000 Satuan rim Volume 3 Harga Satuan 30.000 Jumlah Rp 90.000

Pengambilan Data Foto Copy Ls Ls 20.000 20.000

Data Curah Hujan 7 Sidang Proposal : Foto Copy Draft Laporan Peminjaman In Focus Konsumsi 8 Penjilidan : Foto Copy Laporan Pembatas Halaman Jilid 10 Lain - lain JUMLAH

tahun

15

50.000

750.000

buah buah dus

4 1 4

10.000 50.000 10.000

40.000 50.000 40.000

buah lembar buah ls ls

4 50 4

15.000 300 12.000 100.000

60.000 15.000 48.000 100.000 1.463.000

XI. DAFTAR PUSTAKA 1. Departemen Pekerjaan Umum, 2006, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi, Jakarta 2. Departemen Pekerjaan Umum, 2008, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, Jakarta 3. Departemen Pekerjaan Umum, 2004, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Jakarta 4. Dirgutiswa, 1997, Irigasi dan Bangunan Air, Gunadarma, Jakarta 5. Soeamarmo, C.D., 1995, Hidrologi Teknik, Edisi ke-2, Erlangga, Jakarta 6. Vergara, B.S, 1990, Bercocok Tanam Padi, Proyek Prasarana Fisik Bappenas, Jakarta 7. Sub-Direktorat Perencanaan Teknik Direktorat Irigasi I Dirjen Pengairan DPU, 1985, Pedoman Kebutuhan Air untuk Tanaman Padi dan Tanaman Lain PSA 010, Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta 8. Sub-Direktorat Perencanaan Teknik Direktorat Irigasi I Dirjen Pengairan DPU, 1986, Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan bagian Jaringan Irigasi (KP-01), Edisi Bahasa Indonesia, Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, CV. Galang Persada, Bandung