Anda di halaman 1dari 6

I. II. III. IV.

Judul Percobaan Hari / Percobaan Selesai Percobaan Tujuan

: Reaksi Reaksi Kimia : Senin, 31 Oktober 2011 pukul 13.00 WIB : Senin, 31 Oktober 2011 pukul 15.30 WIB : Mengamati perubahan yang terjadi pada suatu reaksi

V.

Tinjauan Pustaka :

VI.

Cara Kerja: A. Alat


Tabung reaksi Gelas kimia 100 mL Rak tabung reaksi Pembakar spiritus Pipa pengalir bersumbat Pipet tetes Gelas ukur 25 mL

B. Bahan HCl 0,05 M/0,5 M CH3COOH 0,05 M NaOH 0,05 M/0,5 M ZnSO4 0,1 M NH4OH 0,5 M BaCl2 0,1 M Ba(OH)2 0,2 M K2CrO4 0,2 M K2CrO7 0,1 M KI 0,05 M (NH4)2SO4 0,5 M H2SO4 pekat C12H22O11 CaCO3 serbuk Indikator universal

C. Alur Kerja

A. Percobaan 1 Tabung reaksi I - Dimasukkan 1 mL HCl 0,5 M - Ditetesi indikator universal Larutan berwarna merah (+++) Tabung reaksi II -Dimasukkan 1 mL CH3COOH 0,5 M -Ditetesi indikator universal Larutan berwarna merah (++) Tabung reaksi III -Dimasukkan 1 mL NaOH 0,05 M -Ditetesi indikator universal
Larutan berwarna ungu

Tabung reaksi IV -Dimasukkan 1 mL NaOH 0,05 M -Ditetesi indikator universal


Larutan berwarna ungu

-HCl dan NaOH dicampurkan Larutan berwarna Hijau

VII.

Hasil Pengamatan : A. Percobaan 1: - Sebelum HCl ditetesi dengan indikator universal warna HCl tidak berwarna, dan setelah ditetesi dengan indikator universal warna HCl berubah menjadi merah (+++). - Sebelum CH3COOH ditetesi dengan indikator universal warna CH3COOH tidak berwarna, dan setelah ditetesi dengan indikator warna CH3COOH berubah menjadi merah (++). - Sebelum NaOH ditetesi dengan indikator universal warna NaOH tidak berwarna, dan setelah ditetesi dengan indikator universal warna NaOH berubah menjadi ungu. - Setelah HCl dicampur dengan NaOH maka larutan berwarna hijau. - Setelah CH3COOH dicampur dengan NaOH maka larutan berwarna jingga kemerahan. B. Pada percobaan 2:

- Sebelum ZnSO4 ditetesi dengan NaOH warna ZnSO4 dan NaOH tidak berwarna dan tidak ada endapan, dan setelah ZnSO4 ditetesi dengan NaOH maka warna larutan berubah menjadi putih dan terdapat endapan putih berbentuk gelatin (+++). - Sebelum ZnSO4 ditetesi dengan NH4OH warna ZnSO4 dan NH4OH tidak berwarna, dan setelah ZnSO4 ditetesi dengan NH4OH maka warna larutan berubah menjadi putih dan terdapat endapan putih berbentuk gelatin (++)

C. Pada percobaan 3: -Sebelum reaksi berlangsung (NH4)2SO4 tdak berwarna dan CaCO3 berbentuk padatan/solid

VIII.

Analisis Data : Dari pengerjaan distilasi yang kami lakukan, ada dua hal yang dapat kami analisa, yaitu; 1. Pada tabung satu, terjadi reaksi antara aquades (hasil distilat) dengan larutan AgNO3 menghasilkan larutan AgNO3, dengan demikian larutan pada tabung satu tidak berwarna dan tidak terjadi pengendapan 2. Pada tabung dua, terjadi reaksi antara larutan NaCl dengan larutan AgNO3 menghasilkan endapan AgCl dan larutan NaNO3, atau dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut: NaCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + NaNO3 (aq) Dengan demikian, pada tabung dua terbentuk endapan AgCl dan larutan berwarna putih.

IX.

Pembahasan : Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin Proses distilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin (perhatikan Gambar 15.7), proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut. Distilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murninya. Senyawa senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing masing. Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. Pada keadaan itu cairan akan mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer disebut titik didih. Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan mempnyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada suhu kamar. Dengan demikian pengerjaan distilasi yang kita lakukan sesuai dengan tinjauan pustaka.

X.

Kesimpulan :

Dari percobaan yang telah kami lakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa: 1. Air mendidih pada suhu 98C, bukan 100C, dikarenakan adanya pengaruh tekanan udara di luar sistem. 2. Pada tabung 1 yang berisi larutan hasil distilasi tidak berwarna (jernih) dan tidak terbentuk endapan setelah ditetesi AgNO3 sebanyak 3 tetes pada larutan. 3. Pada tabung 2 yang berisi larutan sebelum distilasi mengalami perubahan warna menjadi putih dan terjadi endapan. Endapan tersebut berupa AgCl ?? 4. Dapat membuktikan reaksi: NaCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + NaNO3 (aq) XI. Jawaban Pertanyaan : Agar pendinginan uap hasil destilat terjadi pada ujung kondensor, sehingga kemurnian hasil distilat yang didapatkan optimal

XII.

Daftar Pustaka : http://wahyunijaris.blogspot.com/2011/05/laporan-praktikum-destilasi.html http://www.scribd.com/doc/7801112/Destilasi Tim Kimia Dasar. 2011. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar I. Surabaya: UNESA

Surabaya, 21 Oktober 2011 Mengetahui, Dosen / Asisten Pembimbing Praktikan,

LAMPIRAN