Anda di halaman 1dari 5

SIMULASI PENYIMPANAN DATA PADA HARDDISK Ahmad Azhari (552 01 10 089) Edi Rahman (552 01 10 049) Hernandar Karim

(552 01 10 010) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Palu

Abstract A hard disk drive (HDD) is a data storage device used for storing and retrieving digital information using rapidly rotating discs (platters) coated with magnetic material. A hard disk usually has a drive with rotating platter. A high capacity hard disk usually has a few platter with 3,5 inches diameter and it capable to storing data in its both side. In the same chamber there are a spindle motor that rotate the platter with speed between 4500 to 15000 Rotation per Minute (RPM). To storing data in hard disk, it did magnetically in disk surface by read/write head. Its affected by Seek Time, Rotational Latency and Transfer Rate of Hard Disk itself. Keyword : Hard Disk Drive (HDD)

Abstrak Hard disk drive (HDD) adalah sebuah media penyimpanan data yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil informasi digital menggunakan piringan (platter) yang dilapisi bahan magnetik dengan putaran yang sangat cepat. Dalam sebuah hard disk umumnya ada sebuah drive dengan piringan (disk) yang berputar. Sebuah hard disk berkapasitas tinggi umumnya memiliki beberapa disk berdiameter 3,5 inchi dan mampu menyimpan data pada kedua sisinya. Dalam ruangan yang sama terdapat motor yang memutar piringan dengan kecepataan antara 4500 sampai 15000 rotation per minute (RPM). Untuk penyimpanan data pada hard disk dilakukan secara magnetis di permukaan disk oleh read/ write head. Hal tersebut dipengaruhi oleh Seek Time, Rational Latency, dan Transfer Rate dari hard disk itu sendiri. Kata Kunci : Hard Disk Drive (HDD)

1.

Pendahuluan Hard disk drive (HDD) adalah sebuah media penyimpanan data yang digunakan untuk

menyimpan dan mengambil informasi digital menggunakan piringan (platter) yang dilapisi bahan magnetik dengan putaran yang sangat cepat. Sebuah HDD tetap menyimpan data walaupun telah dimatikan. Hard disk drive (HDD) menggunakan sebuah perangkat perekam yang dinamakan "head" untuk menulis dan membaca data dari setiap permukaan platter. Drive memposisikan sebuah head pada sebuah lengan yang dapat bergerak, dengan jarak mikroskopis di atas permukaan platter pada tiap sisinya. Jadi untuk hard drive yang memiliki lima platter akan memiliki sepuluh buah head yang bergantung pada sepuluh buah lengan motorik. Elemen lainnya di dalam head membaca data yang direkam dengan merasakan medan magnet pada setiap bit magnetis yang disebutkan saat melewati elemen yang dibaca.

Gambar 1. Moving head disk mechanism Sumber : Operating System Concept, James L. Peterson, and Abraham Silberschatz. Hal 244. Drive merekam data pada sebuah lingkaran konsentris yang disebut "track", dan membagi setiap track menjadi segmen yang dikenal sebagai "sector". Anda dapat membayangkan bahwa track dapat diartikan sebagai sebuah rak buku dimana tiap segmennya diartikan sebagai buku-buku di dalamnya. Bila sistem operasi membutuhkan sebuah file yang berlokasi pada track dan sector tertentu, maka ia akan mengirimkan permintaan tersebut kepada hard drive untuk mendapatkan data tersebut berdasarkan alamat tertentu itu.

2.

Proses Penyimpanan Data Penyimpanan data dilakukan secara magnetis di permukaan disk (ada dua permukaan

setiap disk) oleh read/ write head. Setiap permukaan disk secara logically dibagi atas ratusan track dalam silinder.
Head bergerak menuju track Input Track Data disimpan/ diambil

Selesai

Platter bergerak pada track

Ya

Tidak

Sector

Gambar 2. Konsep penyimpanan data pada harddisk

Penyimpanan data di dalam media penyimpanan menggunakan teknik pengalamatan (addressing). Di hard disk ada 2 teknik pengalamatan, yaitu (1) Cylinder Method/ CM, dan (2) Sector Method/ SM. Pada teknik CM, pengalamatan dilakukan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan, dan nomor record. Untuk teknik SM, pengalamatan dilakukan berdasarkan nomor sektor, nomor track, dan nomor permukaan. Waktu akses pada hard disk dihitung berdasarkan : a. Seek time : Waktu yang digunakan tangkai arm (yang menggerakkan read-write head) ke posisi silinder yang tepat. b. c. Head switching (penempatan posisi head) ke track dan permukaan disk yang tepat. Rotational Latency : Berputarnya piringan disk agar data yang diperlukan berada di bawah (dibaca) headnya. d. Transfer Rate (Transfer Time) : Waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer data dari disk ke memori utama dan sebaliknya melalui read-write head.

2.1

Seek Time Seek Time Seek time adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh lengan penggerak

(actuator arm) untuk menggerakan head baca/tulis dari track ke track lain. Nilai yang di ambil adalah nilai rata-ratanya yang dikenal dengan average seek time. Pergerakan head dapat hanya berupa pergerakan dari suatu track ke track sebelahnya atau mungkin gerakan dari track terluar menuju track terdalam. Seek time dinyatakan dalam satuan milisecond (ms). Untuk menghitung Seek Time dapat digunakan rumus sebagai berikut :

= +
S : Seek Time Sc : waktu penyalaan awal (intial startup time) d : waktu yang bergerak antar track i : jarak yang ditempuh (dalam ukuran ruang antar track)

2.2

Rotational Latency Rotational Latency adalah waktu tunggu dari perputaran disk untuk meletakkan sektor

yang diinginkan dibawah R/W head. Hal itu tergantung dari kecepatan putaran disk (spindle motor) dan diukur dalam Revolution per Menit (RPM).

(( )/)

3.

Penutup Untuk proses penyimpanan data pada hard disk dipengaruhi oleh Seek Time, Rotational

Latency dan Transfer rate dari hard disk itu sendiri. Jadi, semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, maka semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya.

Daftar Pustaka

- http://en.wikipedia.org/wiki/Hard_disk_drive - http://confusedoftur.wordpress.com/ - http://ntong-fikry.blogspot.com/2012/10/seek-time-rotational-latency-acces-time.html - http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/HARDISK.doc - http://aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/5.-berkas-dan-akses.doc