Anda di halaman 1dari 3

SATUAN PENYULUHAN

Pokok bahasan Sub pokok bahasan : Kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi : a. Jenis-jenis kebiasan buruk b. Akibat-akibat kebiasaan buruk Sasaran Waktu Tempat : Kelas III dan IV : 30 Menit : SDN 1 Malalayang

Tujuan umum penyuluhan : Setelah diberikan penyuluhan siswa kelas III dan IV SDN I Malalayang, siswa dapat memahami tentang kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi. Tujuan khusus penyuluhan : 1. Setelah diberikan penyuluhan siswa kelas III dan VI SDN I Malalayang dapat menyebutkan kembali jenis-jenis kebiasaan buruk tanpa melihat alat peraga. 2. Setelah diberikan penyuluhan siswa kelas III dan VI SDN I Malalayang dapat menyebutkan kembali akibat-akibat kebiasaan buruk tanpa melihat alat peraga.

Materi Penyuluhan : 1. Jenis-jenis kebiasaan buruk: a. Kebiasaan mengisap jempol Mengisap jempol adalah salah satu kebiasaan buruk karena dapat menyebabkan rahang menjadi maju kearah anterior, yang pada akhirnya membutuhkan perawatan orthodontic. Sebagaian besar anak akan menghentikan kebiasaan ini dengan sendirinya pada usia antara 2 hingga 4 tahun, walaupun demikian lebih mudah untuk menghentikan setiap kebiasaan ketika masih awal mengerjakan. b. Bruxism Bruxism atau kerot/tooth grinding adalah mengatupkan rahang atas dan rahang bawah yang diserai dengan grinding(mengunyahkan)gigi-gigi atas dengan gigi-gigi bawah. Bruxism adalah kebiasaan bawah sadar(sering tidak disadari)walaupun ada juga yang melakukannya ketika tidak tidur. Bruxism dapat dilakukan dengan tekanan keras sehingga menimbulkan suara yang keras, tapi dapat juga tanpa suara yang berarti. Beberpa penyebab dari bruxism antara lain: herediter dan kondisi stress. c. Kebiasaan minum susu dalam botol Kebiasaan minum susu memakai botol dan dibawa tidur sering dilakukan oleh anak usia sangat muda (1-3 tahun)yang dapat menyebabkan karies dini yang dinamakan Nursing Bottle Syndrome, Baby Bottle Syndrome, Nursing Caries, Night Bottle Syndrome dan sebutan lainnya. d. Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras

Perubahan-perubahan pada gingiva dan abrasi gigi dapat terjadi jika menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu keras pada arah vertical dan horizontal. Efek tersebut menjadi lebih nyata bila disertai penggunaan pasta gigi dengan bahan abrasif yang berlebihan. 2. Akibat-akibat kebiasaan buruk a. Gigi tonggos Serangkaian keadaan terjadi akibat dilakukan kebiasaan mengisap jempol ini,antara lain palatum tinggi, perkembangan rahang kearah lateral terganggu, gigi-gigi anterior rahang atas protrusif, dan dapat disertai gigitan terbuka di anterior. b. Mahkota gigi menjadi pendek Gangguan bentuk gigi karena bruxism menyebabkan mahkota gigi menjadi pendek dan hilang nilai estetiknya, gigi menjadi sensitif, email menipis akibat aktivitas grinding sehingga dentin menjadi terbuka. Keadaan ini dikarenakan jika bruxism dilakukan dengan tekanan kerot yang keras sehingga terjadi keausan gigi yang parah dan berlangsung dalam waktu cepat. c. Gigi rusak (karies dini) Keadaan ini karena susu formula biasanya ditambah dengan sukrosa. Sukrosa maupun laktosa merupakan karbohidrat yang dapat difermentasi oleh bakteri mulut menjadi asam, apalagi pada waktu tidur dimana aliran saliva berkurang sehingga susu menumpuk menggenangi gigi. karies yang terjadi pada usia dini memperlihatkan pola yang khas, mula-mula yang terkena adalah 4 gigi insisif atas, meluas ke gigi-gigi molar dan kaninus sulung,sedangkan gigi-gigi insisif rahang bawah yang terakhir kena karies karena cenderung terlindungi oleh lidah. Akan tetapi, jika karies sudah kena semua gigi sulung, maka keadaan ini dinamakan karies rampan. d. Gusi menjadi turun (resesi gusi) Trauma penyikatan gigi yang kronis mengakibatkan resesi gusi dan terbukanya akar gigi karena tekanan penyikatan gigi yang terlalu keras. Kegiatan Penyuluhan : No Uraian 1. Pembukaan Kegiatan Penyuluhan Presensi, salam dan pembukaan Apersepsi, Penyuluh mengajukan pertanyaan mengenai materi yang akan di sampaikan untuk mengetahui pengetahuan awal sasaran - Penyuluh menyampaikan materi penyuluhan tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan pencegahan penyakit gigi dan mulut - Penyuluh mendemonstrasikan Tekhnik menyikat gigi yang Kegiatan sasaran Absensi, mendengar dan menjawab salam Menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh penyuluh Mendengarkan materi yang dijelaskan oleh penyuluh Memperhatikan dan dapat memperagakan kembali di depan teman-teman cara Waktu

5 Menit

2.

Penanaman materi

18 Menit

baik dan benar Penyuluh mengadakan Tanya jawab dengan sasaran tentang materi penyuluhan yang telah disampaikan Penyuluh menyimpulkan materi serta memberikan saran dan motivasi kepada sasaran untuk selalu memelihara kesehatan gigi :

3.

Evaluasi

menyikat gigi yang baik danm benar Sasaran mendengarkan pertanyaan yang di sampaikan oleh penyuluh sasaran menjawab pertanyaan dari penyuluh Sasaran mendengarkan apa yang di sampaikan penyuluh

4 Menit

4.

Penutup

3 Menit

Metode dan Media Metode Media

: Ceramah, Demonstrasi, dan Tanya jawab. : Poster dan papan tulis :

Sumber Materi / Kepustakaan

1. Megananda Hiranya Putri, drg. M.Kes, Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, EGC, Bandung, 2009. 2. R. Tomasowa, Penuntun Pembuatan Alat Peraga Pendidikan Kesehatan Gigi. Evaluasi :

1. Sebutkan jenis-jenis kebiasaan buruk! 2. Sebutkan akibat-akibat kebiasaan buruk!