P. 1
1. Inventarisasi Serangga Pada Pertanaman Kakao Di Desa Karueng_ Kecamatan Enrekang_ Kabupaten Enrekang

1. Inventarisasi Serangga Pada Pertanaman Kakao Di Desa Karueng_ Kecamatan Enrekang_ Kabupaten Enrekang

|Views: 216|Likes:
Dipublikasikan oleh Goes Zamizar

More info:

Published by: Goes Zamizar on May 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

Jurnal Agrisistem, Desember 2012, Vol. 8 No.

2

ISSN 1858-4330

INVENTARISASI SERANGGA PADA PERTANAMAN KAKAO DI DESA KARUENG, KECAMATAN ENREKANG, KABUPATEN ENREKANG
INVENTARISATION OF INSECT IN THE COCOA (Theobroma cacao) PLANTATION AT KARUENG VILLAGE, DISTRICT OF ENREKANG, ENREKANG REGENCY Hermin Harmoko dan Syatrawati * Politeknik Pertanian Negeri Pangkep * chatesyatra@yahoo.com

ABSTRAK Salah satu penyebab menurunnya produktivitas kakao adalah serangan dari hama dan penyakit tanaman. Keberadaan musuh alami sangat penting sebagai agens pengendali hayati di perkebunan kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan serangga pada pertanaman kakao di Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kab. Enrekang Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2012 dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Sampel serangga di lapangan ditangkap dengan menggunakan jaring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 ordo serangga, dengan jumlah yang berturut-turut adalah Ordo Orthoptera, Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, Hemiptera, Homoptera, Odonata. Persentase serangga tertinggi ditemukan pada pagi hari (92 ekor) dan sore hari (69 ekor). Peran serangga yang ditemukan terdiri atas hama, predator, parasitoid, vektor dan pollinator, dengan indeks dominansi tertinggi adalah belalang yaitu 0.096 dan terendah adalah kutu pemburu dan tawon yaitu masingmasing 0.00003. Kata kunci: Inventarisasi, serangga, kakao, ordo, dominansi

ABSTRACT One reason of the decreasing cacao production was due to the attack of pest and plant disease organism. Some of natural enemies is very important as biological control agens on kakao estate This research aimed to inventarisation the insect associated with cacao plantations and the fuctions of the insects on cacao plants, at Karueng Village, District of Enrekang, Enrekang Regency. Samples were collected on June 2012 and insect identification was conducted at Pest and Disease of Plant Laboratory, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Field sample collections were arranged by diagonal techniques that the block samples were chosen randomly. Samples were collected with sweep net technique. The result of research show that there are 7 ordo insect (Ordo Orthoptera, Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, Hemiptera, Homoptera, Odonata). The highest Persentase of insect founded in the morning was 92 insect and in the afternoon was 69 insect. There are many kinds of role for example, predator, parasitoid, vector dan pollinator, with the hight dominancy index on grasshopper was 0.096 and the lower dominancy index on bug-hunter and bumblebee were 0.00003. Keywords: Inventarisation, insect, cocoa, ordo, dominancy

57

Pengambilan sampel dilakukan secara diagonal pada lahan yang berukuran 500 meter persegi dengan cara penangkapan serangga dengan menggunakan jaring dengan 10 kali ayunan setiap penangkapan. Beberapa jenis di antaranya justru merupakan serangga berguna. Kabupaten Enrekang. Dengan melihat banyaknya peran dari serangga yang ada di pertanaman kakao sehingga perlu diketahui peran dan fungsi masing-masing serangga termasuk serangga hama dan serangga berguna.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). akan tetapi tidak semua jenis serangga berstatus hama. Keberadaan serangga parasit di perkebunan dapat membantu menekan populasi hama serangga.000 ton. sumbangannya terhadap PDRB. misalnya penyerbuk dan musuh alami (parasit dan predator). Pengamatan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Terdapat berbagai jenis serangga pada pertanaman kakao. kesempatan kerja. Desember 2012. 8 No. Kecamatan Enrekang. dengan suhu rata-rata sekitar 30–32°C. Sedangkan identifikasi serangga dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. 2000). Salah satu penyebab menurunnya produktivitas kakao adalah serangan dari organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berakibat pada menurunnya kualitas biji kakao. BAHAN DAN METODE Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di pertanaman kakao di Desa Karueng. Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan serangga pada pertanaman kakao. 2002). Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah populasi serangga pada tanaman kakao. Luas pertanaman kakao di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencapai ±290. Vol. 2 ISSN 1858-4330 PENDAHULUAN Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan penting di Sulawesi Selatan.Jurnal Agrisistem. Sedangkan perbandingan peran masingmasing ordo serangga dihitung secara proporsional serta indeks dominansinya untuk mengetahui serangga yang paling domi- . Diharapkan penelitian ini sebagai acuan dalam pengambilan keputusan pengendalian hama secara terpadu. Sampel yang digunakan adalah serangga yang tertangkap dalam jaring untuk serangga terbang.8 T). Serangga yang didapatkan dari jaring dimasukan kedalam gelas aqua berisi alkohol 70%. dan penggerak roda perekonomian terhadap sektor-sektor lain (Herman. Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Penangkapan dilakukan selama 7 hari berturut-turut setiap pagi dan sore hari. Namun laju produktivitas hektar-1 tahun-1 semakin menurun seperti ditemukan di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 58 keberadaan serangga pada pertanaman kakao di Desa Karueng. Kabupaten Enrekang dengan Keadaan topografi Desa Karueng 75% termasuk dalam kategori berbukit sampai bergunung dengan ketinggian 700–1. Kecamatan Enrekang. suatu jumlah yang cukup besar (Manwan. perolehan devisa. pemasukan devisa ±$ 200 juta (Rp 1. Peningkatan luas area perkebunan kakao diharapkan diikuti dengan peningkatan produksi kakao. Penelitian lapangan dilakukan pada Juni 2012. Serangga juga dapat berperan sebagai kontrol biologi (predator bagi serangga lain) yang mampu menekan populasi hama perkebunan. Komoditas ini memainkan peranan besar terhadap tatanan perekonomian baik regional maupun nasional. Inventarisasi dan identifikasi serangga dilakukan berdasarkan ciri-cirinya dan dikelompokkan berdasarkan ordo.000 hektar dengan produksi sekitar 250. Organisme pengganggu tanaman yang sangat berperan menyebabkan penurunan hasil produktivitas perkebunan kakao adalah serangga yang tergolong hama.

sedangkan tawon adalah termasuk ordo hymenoptera. 8 No. Hymenoptera. Enrekang. Jenis serangga dan indeks dominansi pada pertanaman kakao di Desa Karueng. predator). Kab.0001 0. Belalang termasuk ordo Orthoptera dimana ordo tersebut mempunyai ciri-ciri bersayap lurus dan sejajar. 2012 59 . musuh alami (parasitoid.Jurnal Agrisistem.003 0. Hasil menunjukkan bahwa beberapa jenis serangga yang ditemukan pada pertanaman kakao di Desa Karueng. Diptera.00003 Jenis serangga Belalang Belalang sembah Kumbang kumbang Kepik lembing Kepik perisai Semut Lalat kijang Lalay punting Charops sp. 2 ISSN 1858-4330 nan. Coleoptera. Sedangkan kutu pemburu termasuk ordo homoptera dimana ordo tersebut mempunyai ciri-ciri bersayap sama.0009 0. 2012 Ordo Orthoptera Orthoptera Coleoptera Coleoptera Hemiptera Hemiptera Hymenoptera Diptera Diptera Hymenoptera Hemiptera Homoptera Hymenoptera Odonata Hymenoptera Homoptera Hymenoptera Peranan Hama Predator Hama Predator Hama Predator Predator Hama Predator Parasitoid Hama Hama Parasitoid Predator Parasitoid Predator Pollinator Jumlah Serangga yang ditemukan Pagi Sore 29 21 2 3 17 4 3 6 6 0 12 0 3 12 3 6 1 3 9 0 2 4 0 6 0 3 2 0 2 0 1 0 0 1 92 69 161 ekor Indeks dominasi 0.003 0.00003. Enrekang. Tonggeret Wereng hijau Netella producta Capung Heteropelma sp.0003 0. Se- dangkan indeks dominansi adalah tertinggi pada serangga hama (belalang) yaitu 0.005 0. indeks dominansi (C) dari Simpon (Southwood.0001 0. Kutu pemburu Tawon Jumlah Total Sumber: Data primer setelah diolah. Kecamatan Enrekang.003 0. Desember 2012.0006 0. Odonata dengan berbagai peran masing-masing seperti hama.00003 0. Kec. Tabel 1.096 0. dan pollinator. Dimana pada tabel tersebut memperlihatkan ditemukannya 7 ordo serangga yaitu Ordo Orthoptera. Vol. 1978).001 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian terhadap keberadaan serangga pada pertanaman kakao dapat dilihat pada Tabel 1.096 dan terendah adalah kutu pemburu dan tawon yaitu masing-masing hanya 0.009 0.001 0.001 0. dan serangga tersebut ada yang berperan sebagai hama dan sebagai predator.017 0. Hemiptera. dimana ciri-ciri serangga tersebut adalah mempunyai 2 pasang sayap tipis seperti selaput dan serangga tersebut yang berperan sebagai pollinator. Homoptera. Kabupaten Enrekang. serangga tersebut yang berperan sebagai predator.

Hal ini diperjelas oleh Tarumingkeng (2001) yang menyatakan bahwa keragaman bentukbentuk hayati dan banyaknya jenis makhluk hidup atau keanekaragaman hayati (biodiversitas) dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Vol. yang terdiri atas 7 ordo dan jumlah serangga yang tertangkap pada pagi hari (92 ekor) lebih banyak dibandingkan dengan pada sore hari (69 ekor). dimana serangga akan lebih aktif pada waktu cuaca cerah (Price et al. dan rambutan sehingga keragaman tumbuhan tinggi sehingga kemungkinan serangga yang tertangkap bukan hanya serangga yang khusus hidup pada tanaman kakao. tempat kawin dan faktor lingkungan lainnya tidak mencukupi. Intensitas kunjungan serangga menurun ketika suhu lingkungan ratarata rendah dan turun hujan. Kunjungan serangga meningkat ketika tanaman kakao mulai berbunga. Tingginya jumlah serangga yang tertangkap pada pagi hari disebabkan karena cuaca masih cerah dan serangga aktif mencari makan dipagi hari. Keberadaan serangga terhadap tanaman kakao sangat dipengaruhi oleh lingkungan pertanaman. (1999). Keberadaan serangga-serangga tersebut sangat diperlukan dalam sebuah pertanaman sebagai komponen ekosistem. Hal ini mungkin disebabkan karena kondisi lingkungan yang mendukung bagi belalang untuk berkembang. apabila sayap serangga basah maka serangga tidak dapat terbang dengan mudah. Hilangnya serangga fitofagus dapat menyebabkan terputusnya rantai makanan dalam sebuah komunitas. Hal itu didukung oleh faktor cuaca yang cerah. karena dapat mengendalikan keberadaan fitofagus. Banyaknya Ordo Orthoptera yang tertangkap kemungkinan disebabkan oleh rimbunnya rerumputan yang menutupi lahan pertanaman. (2011) dan Mulder et al. kapuk. 1980). Hal ini ditegaskan oleh Haddad et al. sebaliknya keragaman dan banyaknya makhluk hidup juga menentukan keadaan lingkungan.. 2 ISSN 1858-4330 Pembahasan Keberadaan serangga khususnya belalang yang menjadi hama pada tanaman kakao adalah serangga yang paling dominan dengan jumlah individu terbesar. tempat berlindung. Pedigo (1991) menyatakan bahwa parasitoid merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga keseimbangan populasi alami di suatu ekosistem. 8 No. Menurut Untung (1993) kelimpahan serangga akan berkurang ketika sumber makanan. Karena kondisi lahan tidak pernah di- . serangga-serangga akan bersembunyi dari 60 air hujan. cuaca sangat berpengaruh terhadap diversitas serangga.Jurnal Agrisistem. bahwa tingginya variasi atau diversitas tumbuhan mempengaruhi keanekaragaman jenis serangga dan populasi serangga. mangga. 2011). terutama serangga predator dan parasit. Termasuk cuaca dan ketersediaan sumber makanan bagi belalang. Kondisi pertanaman kakao yang monokultur namun tanaman pelindung yang digunakan berbagai jenis tanaman budidaya seperti nangka. Rata-rata serangga yang tertangkap selama seminggu adalah sekitar 161 ekor.. Angin yang bertiup kencang juga dapat menerbangkan sehingga jumlahnya berkurang. Pada saat cuaca hujan. Menurut Adler (Pradana et al. Desember 2012. sehingga mengakibatkan lebih mudah dimangsa oleh predator. hal ini disebabkan karena sumber makanan di lingkungan lebih banyak tersedia. yang merupakan makanan utama dari beberapa Ordo Orthoptera. seperti halnya juga suhu (Hartley dan Jones. 2003). sehingga organisme yang berada di tingkat trofi lebih tinggi akan terkena dampaknya. Rendahnya jumlah serangga yang tertangkap pada sore hari diakibatkan oleh cuaca hujan dan angin yang bertiup cukup kencang saat pengambilan sampel. kelapa. Predator dan parasitoid mempunyai peranan yang penting.

. S. The status control measure and its constrain.096 dan terendah adalah kutu pemburu dan tawon yaitu masing-masing 0. 2 ISSN 1858-4330 lakukan penyemprotan herbisida sehingga rumput tumbuh dengan subur. New York. S. dengan indeks dominansi tertinggi adalah belalang yaitu 0. Entomology and Pest Management.00003. K. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. An Introduction to the Study Of Insects. Norman.M.G. J. I.. 8 No. Kanisius. Yogyakarta. cocoa conf. Watiniasih. Musuh Alami. Inventaritation of Insects in the Cocoa plantation (Theobroma cacao) of Plant Protection Laboratory Bedulu. 2011. Gianyar Regency. Hemiptera.L. Hama dan Penyakit Kakao. Vol. Homoptera. Blahbatuh District. Desember 2012. C. torat Perlindungan Perkebunan. Coleoptera. Manwan. Lilies. Cocoa pod borer in South Sulawesi. and cocoa dinner Makassar.Jurnal Agrisistem. 2000. Herman. F. Paper presented at the third intern. KESIMPULAN Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 7 ordo serangga. S. parasitoid. 1982. Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. dengan jumlah yang berturut-turut adalah Ordo Orthoptera. L. Untung. Peran serangga yang ditemukan terdiri atas hama.. 1993. Warta Puslit Koka. Peranan dan prospek pengembangan komoditas kakao dalam perekonomian regional Sulsel. IPM-SECP/PHT-PR. Bagian Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat Sulawesi Selatan. Publishing Company. 2003. 1991. Musuh Alami. Suartini. Dinas Perkebunan Sul-Sel. Gajah Mada University Press. Odonata. Persentase serangga tertinggi ditemukan pada pagi hari yaitu sekitar 92 ekor dan sore hari sekitar 69 ekor. Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat Direk- 61 . 2002. Achmad. Yogyakarta. Hymenoptera. Pedigo. Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan. 16 (1): 21– 23. Departemen Pertanian.. M.. 2002. Sri. Charles. N. J. Macmillan. Subyanto. D. Bali Jurnal Biologi XIV (1): 19–24. A.A.T. Sixth edition.P. Kunci Determinasi Serangga. DAFTAR PUSTAKA Borror. 1991. The Ohio State University. Pradana I. October 24–25.. predator. Diptera. Departemen Pertanian Jakarta. vektor dan pollinator.P. 2002.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->