Anda di halaman 1dari 8

ACARA VIII PEMUAIAN ZAT PADAT

A.PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1.Tujuan Praktikum : a.Memahami adanya pemuaian pada zat padat apabila temperaturnya dinaikan. b.Menentukan besarnya pemuaian pada zat padat yang berlainan jenisnya dengan ukuran sama jiks temperatunya dinaikan. 2.Waktu Praktikum 3.Tempat Praktikum : Selasa,11 Desember 2012 : Laboraturium Fisika Dasar ,Lantai II ,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam , Universitas Mataram.

B.LANDASAN TEORI Jika temperatur benda padat dinaikan maka benda padat tersebut memuai. Bisa diamati oleh sebuah batang panjang yang panjangnya L pada temperatur T. Jika temperatur berubah dangan ,perubahan panjang L sebanding dengan perubahan suhu dan panjang mula-mula. L = .L. . Dengan adalah koefisien muai linier. Besaran ini

merupakan rasio fraksi perubahan panjang terhadap perubahan temperatur = (Tipler,1998:369). Koefisien muai panjang biasannya dihitung berdasarkan persamaan empiris antara rapat masa dan suhu pada tekanan konstan. Jika metode ini tidak memungkinnkan digunakan metode optic yang melibatkan factor interferensi cahaya. Koefisien muai panjang tidak bebas pengaruh perubahan dari tekanan teta[I perubahan jelas terlihat akibat perubahan suhu. (zemansky,1999:387).

114

Perubahan dalam zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu dimensi ) pemuaian panjang luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk 3 dimensi). Untuk zat biasanya ditambahi nilai konstan dan nilai volumenya= 1/273 . (grafith, 2001:298).

Ketika sebuah bahan mengalami pemanasan, volumenya selalu meningkat dan setiap dimensi meningkat bersamaan. Pada tingkat mikroskopis kita dapat menentukan sebuah ketepatan hubungan antara hubungan panjang pada objek dengan perubahan suhu, penambahan pada ukuran dapat dipahami pada istilah peningkatan energy kinetic akibat setiap molekul bertubrukan sangat kuat dengan molekul disebelahnya. Molekul- molekul berhasil mendorong satu sama lain sampai terpisah dan mengembangkan bahan.(Joseph. 1978:322).

C.ALAT DAN BAHAN 1.Alat-alat praktikum a.Penjepit logam b.Skala penunjuk perubahan panjang c.Termometer d.ketel uap dengan pipa karet penyambung e.Logam besi f.Logam tembaga g.kompor pemanas 2.Bahan-bahan praktikum a.air

115

D.PROSEDUR PERCOBAAN 1.Diambil sebatang pipa logam besi dan pasang pada batang logam pada alat penjepit. 2.Diatur sekrup pada penjepit logam sehingga jarum pada alat menunjukan angka nol. 3.Dipanaskan ketel uap. 4.Diamati perubahan jarum penunjuk dan perubahan temperatur. 5.Dilakukan percobaan diatas dengan logam tembaga dan lihat perbedaanya.

E.DATA PEGAMATAN Jenis logam Besi Tembaga L0 600 mm 600 mm L 600,15 mm 600,75 mm L 0,15 mm 0,75 mm T0 T T

250C 750C 500C 5 10-6 250C 750C 500C 2,5 10-5

F.ANALISIS DATA

1.Untuk logam besi L = .L.

= = = 5 10-6

S = (

)2 +(

)2+(

)2

116

S = 5 10-6 ( S = 5 10-6 ( S = 5 10-6 ( S = 5 10-6 (

)2 +( ) 2 +( ) +(

)2+( )2 )2+( )2 )+( ) )

S = 5 10-6 . 0,1673 S = 8.365 10-7

S
8.365 10-7

= = 5 10-6

2.Untuk logam tembaga L = .L.

= = = 2,5 10-5

S = (

)2 +(

)2+(

)2

S = 2,5 10-6 ( S = 2,5 10-6 ( S = 2,5 10-6 (

)2 +( ) 2 +(

)2+( )2 )2+( ) +(
117

)2 )

)+(

S = 2,5 10-6 ( S = 2,5 10-6 . 0,03477 S = 8.6925 10-7

S
8.6925 10-7

= = 2,5 10-6

Perbandingan muai panjang dengan rumus turunan 1.Untuk logam besi

S = (

)2+(

)2

)2

S = (

)2+(

)2

)2

S = ( S = (

)2+( )2+(

)2 )2

( ( )2

)2

S = (

) +(

S = ( S =

S
5,0689.
118

= = 5 10-6

2.Untuk logam tembaga

S = (

)2+(

)2

)2

S = (

)2+(

)2

)2

S = ( S = (

)2+( )2+(

)2 )2

( ( )2

)2

S = (

) +(

S = ( S =

S
8,7.

= = 2,5 10-6

G.PEMBAHASAN Pada praktikum ini tentang pemuaian zat padat dengan menggunakan dua jenis logam yang berbeda yaitu logam besi dan tembaga. Dengan meningkatkan temperatur dari logam dan pertambahan panjang dari logam pada suhu tertentu,maka dapat diperoleh koefisien muai panjang dari logam tersebut. Antara besi dan tenbaga terdapat perbedaan pertambahan panjang saat dipanaskan , ini dikarnakan perbedaan kalor jenis dari kedua logam tersebut yaitu kalor jenis besi lebih besar dari kalor jenis tembaga ini berarti pertambahan panjang logam tembaga lebih besar dari pada besi dengan temperatur yang
119

sama. Untuk menghitung besarnya koefisien muai panjang menggunakan turunan rumus dari pertambahan muai panjang yaitu L = .L. H.KESIMPULAN Pemuaian terjadi akibat adanya kenaikan temperatur pada benda tersebut , pemanasan menggakibatkan peningkatan energy kinetic akibat setiap molekul bertubrukan sangat kuat dengan molekul disebelahnya. Molekul- molekul berhasil mendorong satu sama lain sampai terpisah dan mengembangkan bahan Besarnya pemuaian pada zat padat tergantung pada dua hal yaitu kalor jenis benda tersebut dan kalor yang diterima benda tersebut. Sama halnya dengan dua benda ini yaitu besi dan tembaga diperoleh muai panjang yang berbeda. menjadi =

120

DAFTAR PUSTAKA

Grafith.2001. University physics. New jersy : addition.

Joseph, W. Kone. 1998. Physics. Jakarta. : erlangga. Trippler, A Paul. 1998. Fisika untuk sciens dan teknik jilid I. Jakarta: erlangga. Zears, zeamansky.1999. fisika untuk universitas jilid I . Jakarta : erlangga.

121