Hasanudin Dwi Sabdo Putro, S,.Pd., M.Pd.

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

TKR - SMK NEGERI 1 KALIJAMBE
F/751-T/WKS1/3 0/09-09-2011

ULANGAN UMUM TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN

SOAL PAKET A

LEMBAR SOAL
MATA DIKLAT : Produktif Otomotif TKR
Hari/Tgl Waktu : 1 Maret 2012 : 07.00 – 09.00

Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Kelas / Tingkat : III (tiga)

Hasanudin Dwi Sabdo Putro, S,.Pd., M.Pd.
Blagungan RT-16 Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Kode Pos 57275 Instruktur Otomotif, Assessor Otomotif lisensi BNSP Phone : 081393 888 519 / 0271 207 3133 e-mail : hasanudin_dsp @yahoo.com

SELAMAT BEKERJA DAN SUKSES

PETUNJUK KHUSUS : I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e di lembar jawaban yang disediakan! 1. Hasil pengukuran gambar alat ukur MIKROMETER di bawahini adalah : a. 5,35 mm b. 5,85 mm c. 7,15 mm d. 7,65 mm e. 5,15 mm 2. Berdasarkan gambar alat ukur di bawah ini manakah pernyataan yang paling tepat : 1.

2. 3.

SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A

1/10

Ganti / perbaiki bagian-bagian yang mengalami kebocoran. Radiator cap tester dipompa hingga jarum pada pressure gauge menunjuk angka 1. Nomor 1 : Mikrometer utk mengukur diameter luar. Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan kerusakan pada relief valve/pressure valve dimana tekanan pegas relief valve di bawah standar.. Nomor 1 : Mikrometer untuk mengukur ketebalan/diameter Nomor 2 : Cylinder bore gauge untuk mengukur diameter silinder Nomor 3 : Vernier caliper utk mengukur diameter luar. M. 3. Untuk mengetahui kebocoran system pendingin diperlukan alat radiator cap tester. 5. B. 1-2-3-4-5 b. Jarum pada pressure gauge kembali dan berhenti pada angka 1 kg/cm2 b. Venturi Dari gambar di atas pasangan angka dan huruf berikut yang paling tepat adalah : A. D.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE a..7 kg/cm2 e. Jarum pada pressure gauge kembali dan berhenti pada angka 0. diameter dalam dan kedalaman Nomor 2 : Cylinder bore gauge untuk mengukur diameter silinder Nomor 3 : Vernier caliper untuk mengukur diameter silinder d. E. 3-1-5-2-4 e. diameter dalam dan kedalaman b. I. Jarum pada pressure gauge kembali dan berhenti pada angka 0. C. 1-3-5-2-4 c. Air bleeder Economizer jet Pelampung Main Nozzle1 Ruang pelampung Solenoid valve Primary Main Jet Slow jet Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) J. diameter dalam dan kedalaman Nomor 2 : Cylinder bore gauge untuk mengukur diameter silinder Nomor 3 : Mikrometer untuk mengukur ketebalan/diameter c.2 kg/cm2. Tekan pompa radiator cap taster sampai pada tekanan 1. Lepaskan tutup radiator 4. Jarum pada pressure gauge kembali dan berhenti pada angka 0.9 kg/cm2 c. Slow Port M. Kebocoran dapat diketahui dari bagian yang mengeluarkan air. H.Pd.8 kg/cm2 d. Idle Port L. Pasang radiator cap taster pada radiator 2. G.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 2/10 .Pd. Jarum pada pressure gauge kembali dan berhenti pada angka 0. 3-5-1-4-2 4. adalah : a. diameter dalam dan kedalaman 3. Periksa radiator. 3-1-5-4-2 d. Air bleeder N. F. Nomor 1 : Mikrometer untuk diameter silinder Nomor 2 : Cylinder bore gauge untuk mengukur diameter silinder ketebalan/diameter Nomor 3 : Vernier caliper utk mengukur diameter luar dan dalam dan kedalaman e.4 kg/cm2 5. Throttle Valve K. Nomor 1 : Vernier caliper utk mengukur diameter luar. Pada pemeriksaan tutup radiator. 1. TKR . S. Nomor 1 : Cylinder bore gauge untuk mengukur diameter silinder Nomor 2 : Mikrometer untuk mengukur ketebalan/diameter Nomor 3 : Vernier caliper utk mengukur diameter luar.2 kg/cm2 Urutan yang benar untuk melaksanakan pemeriksaan kebocoran Radiator adalah : a. hose dan paking dari kebocoran.

8-10 : mesin hidup. buang – hisap silinder 4 – hisap silinder 3 – buang silinder 2. 8 – 5 – 4 – 12 c. Pemeriksaan saringan bensin 11. buang – hisap silinder 1 – hisap silinder 2 – buang silinder 3. 11-14 : mesin panas 1-7 : mesin panas. Pada saat plunyer berada pada titik terbawah. dengan ukuran celah Exhaust 0.. M.20 mm 5. Sistem pengapian 14. TKR . Pemeriksaan kerja Karburator 6. pekerjaan yang dilakukan berdasarkan kondisi mesin yang benar adalah : a. 11-14 : mesin panas 1-7 : mesin hidup. 1 – 3 – 5 – 4 – 2 c. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle 7. b.30 mm dan Intake 0.1 pada TMA (lihat tanda pada pully – rotor distributor menghadap kabel busi no. bahan bakar mengalir melalui lubang masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur (delivery chamber) di atas plunyer. Berdasarkan gambar pada nomor 5. c. 8-10 : mesin panas. Pemeriksaan saat Pengapian 4. 4 pada TMA Urutan penyetelan katup yang benar sesuai dengan SOP adalah : a. 8 – 5 – 4 – 14 d. Ukur/stel katup. b. 7 – 8 – 9 – 10 e. 7 – 8 – 9 – 14 7. e.30 mm dan Intake 0.Pd. 2 – 4 – 5 – 3 – 1 b. Perhatikan gambar di bawah ini. 1) 2. d. a. Penyetelan katup mesin bensin konvensional FO : 1 – 3 – 4 – 2 1. e.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. 8 – 5 – 4 – 10 b. Pemeriksaan Dwell Angle 2. Pemeriksaan minyak pelumas mesin 8. Pemeriksaan sistem pendingin mesin 9. c. 2 – 1 – 4 – 5 – 3 e. 8-10 : mesin dingin. Berikut adalah pekerjaan tune up engine – bensin konvensional : 1. Pemeriksaan Celah Katup 5. b. Pemeriksaan Kompresi Berdasarkan SOP. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle 3. 11-14 : mesin hidup 1-7 : mesin dingin. 11-14 : mesin dingin 9. d. Panaskan mesin hingga temperatur kerja mesin 3. Ukur/stel celah katup . dengan ukuran celah Exhaust 0. Gerakan pluyer ke atas menyebabkan bahan bakar yang tertinggal dalam ruang penyaluran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunyer dan mengalir ke lubang masuk menuju ruang isap. Posisikan silinder no. Cam shaft (poros nok) Batang Pengatur (control rack) Besarnya putaran mesin Jumlah bahan-bakar Sleeve pengontrol plunyer 10 8. 11-14 : mesin dingin 1-7 : mesin hidup.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE A1-B4-C6-D15-E7-F2-G8-H5-I9-J11-K10-L12-M3-N13 A1-B4-C6-D15-E7-F2-G8-H5-I11-J9-K10-L12-M3-N13 A1-B4-C7-D15-E6-F2-G8-H5-I9-J11-K10-L12-M3-N13 A1-B2-C3-D4-E5-F6-G7-H8-I9-J10-K11-L12-M13-N14 A14-B13-C12-D11-E10-F9-G8-H7-I6-J5-K4-L3-M2-N1 6. Pemeriksaan tali kipas 10. 1-7 : mesin dingin. S. Pemeriksaan saringan udara 12. yang menentukan panjang langkah plunyer adalah : 1= Plunyer 2= Silinder (barrel) 3= Alur pengontrol 4= Lubang masuk elemen 5= Katup penyalur 6= Sleeve pengontrol plunyer 7= Pinion pengontrol plunyer 8= Plunger driving face 9= Batang pengatur (control rack) 10=Cam shaft a. 1 – 4 – 5 – 3 – 2 d. posisikan silinder no. Putar pully 1 x putaran/360 derajat.Pd. urutan mengalirnya bahan bakar ketika kecepatan idle adalah : a. 2 – 1 – 3 – 5 – 4 SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 3/10 . Pemeriksaan baterai 13. c. 8-10 : mesin panas. e.. 8-10 : mesin hidup. d.20 mm 4.

c. Berdasarkan gambar dibawah ini diketahui jumlah gear A = 16. berapa jumlah putaran outputnya? a. Permukaan pressure plate tidak rata c. Pegas diafragma lemah d.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. jumlah gear C = 16 dan jumlah gear D = 24. 1280 rpm c. kemungkinan kerusakan yang terjadi pada system transmisi adalah : SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 4/10 . b.Berdasarkan gambar berikut urut-urutan yang benar untuk : Blok silinder – Crank shaft – Conncting rod – Cam shaft – Cylinder head cover – Cylinder head – Oil pan – Valve – Piston. e... d. tetapi suara tersebut hilang saat pedal dilepaskan. Pada saat pedal kopling diinjak timbul suara abnormal (ngerik). Release bearing rusak 12. jumlah gear B = 20.Pd. Kampas kopling aus b. Pernyataan pemeriksaan kopling secara berurutan 1-2-3-4 yang paling tepat adalah pemeriksaan : a. 100 rpm 14. c. M.Pd. 128 rpm b. Jika putaran pada input shaft 2400 rpm. kemungkinan penyebabnya adalah : a. 1–2–3–4–5–6–7–8–9 1–2–5–6–8–9–7–3–4 5–6–8–9–3–4–1–2–7 5–6–8–9–1–2–7–4–3 5–6–8–9–1–2–7–3–4 11. d. adalah : a.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 10. e. TKR . S. 120 rpm d. b. Ketika kendaraan melaju tiba-tiba gigi transmisi kembali dengan sendirinya (nglepeh). 1 2 3 4 Release fork – diafragma spring secara visual – keausan pegas – kedalaman rivet Release fork – diafragma spring secara visual – kedalaman rivet – keausan pegas Release bearing – diafragma spring secara visual – kedalaman rivet – keausan pegas Release bearing – diafragma spring secara visual – keausan pegas – kedalaman rivet Release bearing – release fork– keausan pegas – kedalaman rivet 13. Pegas release fork rusak e. 1200 rpm e.

e. yang paling tepat adalah : SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 5/10 . Berikut adalah gambar trans axle dengan komponen-komponen 1 sampai 9. S.Pd. Bearing pada poros roda aus/rusak. c. Jenis poros penggerak roda belakang dimana ¾ beban kendaraan tidak ditumpu oleh poros (poros hanya menyangga ¼ beban). b.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. d. perbaikan : ganti oil seal level pinion e. Bearing pada level pinion aus/rusak. perbaikan : ganti bearing level pinnion c. b. e. Berikut yang BUKAN merupakan pemeriksaan unit final drive / garden sesuai dengan gambar di bawah ini adalah : a. Full Floating type Semi floating type Half folating type Three quarter floating type Total Floating type 18. a. perbaikan : stel kontak gigi pinion dan cronwheel b. Kontak gigi tidak baik/backlash antara gigi cronwheel dan pinion. d.. Gaya lateral (lateral force) baru akan bekerja pada poros/ axle bila kendaraan membelok. kemungkinan penyebab dan cara perbaikannya adalah adalah : a. d. Oil seal poros axle rusak. e. Preload drive pinnion Run out ring gear Run out differensial case assembly Perkaitan gigi antara roda gigi ring dan pinion penggerak Run out companion flange 16. Dibawah ini pasangan nomor komponen dengan kode huruf. c. Dari final drive/gardan keluar suara abnormal (mendesing/gemuruh). M. Poros penggerak roda belakang tersebut. perbaikan : ganti bearing axle d.Pd. Roda dipasangkan langsung pada poros roda. sesuai dengan gambar di bawah ini termasuk jenis : a. c.. perbaikan : ganti oil seal poros axle 17.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 15. Oil seal level pinion rusak. b. Hampir seluruh beban ditumpu oleh housing. Pada tipe ini hanya dipasangkan sebuah bantalan di antara axle housing dan wheel hub. Gerak bebas pedal kopling berlebihan Spring synchronizer lemah Synchronizer ring rusak/aus Plat kopling rusak Pressure plate pada kopling rusak TKR .

Berikut yang BUKAN merupakan jenis dan tipe rem adalah : a. Ban aus di bahu (shouldier) atau di tengah b. Pengukuran dan penyetelan diameter gambar di bawah ini. Berdasarkan gambar di bawah ini. A. F.. M. Kecepatan maksimum yang diizinkan 180 km/jam d. D. Diameter pelek 14 inchi e. A1 – B2 – C3 – D4 – E5 – F6 – G7 – H8 – I9 A1 – B3 – C5 – D7 – E9 – F2 – G4 – H6 – I8 A1 – B3 – C5 – D7 – E9 – F8 – G6 – H4 – I2 A9 – B7 – C5 – D3 – E1 – F2 – G4 – H6 – I8 A9 – B8 – C7 – D6 – E5 – F4 – G3 – H2 – I1 19. Jenis cakram tipe fix caliper e. Kode R menunjukkan Ban Radial b. dilakukan untuk : a. Jenis cakram tipe floating 22. b. kelonggaran berlebihan pada suspensi (shock arbsorber rusak) dan chamber tidak tepat. S. c. Jenis tromol tipe uni servo c. Kapasitas maksimum membawa beban 40 Ply Rating 20. Ban aus di bagian dalam atau bagian luar c. E. Keausan membentuk pola gelombang 21.. B. e. menyebabkan keausan ban : a. Jenis tromol tipe diafragma spring d.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. C. b. pernyataan berikut tipe sterring gear yang paling TIDAK TEPAT adalah : SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 6/10 . d. H. Kendaraan menikung dengan kecepatan terlalu tinggi. d.45 S 14 40R (1) (2) (3) (4) Ban mempunyai kode/penomoran sebagaimana ditunjukkan di atas. Lebar ban 6. c. Keausan spot (membentuk lekukan seperti mangkok pada bagian tread road) e. 6.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE Axle shaft Differential pinion carrier Pinion shaft Side gear – Right Bevel Ring gear Side gear – Left Bevel pinion Stud Differential cage a. e.Pd.Pd. Ban aus berbulu d. I. G. Di bawah ini yang BUKAN merupakan arti dari kode di atas adalah : a. break shoe pada jenis rem tromol sebagaimana Menentukan gerak bebas pedal rem Menentukan luasan permukaan pengereman Menentukan spesifikasi ukuran break shoe Menentukan celah antara break shoe dan tromol Menentukan kerja pegas penarik break shoe 23.45 inchi c. Jenis tromol tipe leading ang trailing b. TKR .

Steering knucle I. c. Stabilizer bar bengkok SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 7/10 .Hasanudin Dwi Sabdo Putro.. perlu di stel. Memeriksa dan menyetel wheel alignment roda depan (toe dan chamber) b. Roda gigi kemudi aus / longgar. TKR . yang paling tepat adalah : A.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 1 a. perbaikan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut. perbaiki/ganti. Ball joint aus c. Tekanan ban tidak sesuai dengan tekanan normal. c. Bantalan roda depan aus b. 25. Strut bar C. perbaiki atau ganti d. Upper arm F. Gerak bebas kemudi yang berlebihan kemungkinan disebabkan oleh kondisi sebagai berikut. d. 3-warm gear 3-cocok untuk kendaraan niaga (sedang) 2-cocok untuk kendaraan besar (muatan berat) 3 24. KECUALI : a. Menambahkan tekanan ban sesuai dengan tekanan normal. 3-warm gear 2-rack and pinion. A1 – B2 – C3 – D4 – E5 – F6 – G7 – H8 – I9 A1 – B3 – C5 – D7 – E9 – F2 – G4 – H6 – I8 A1 – B3 – C5 – D7 – E9 – F8 – G6 – H4 – I2 A9 – B7 – C5 – D3 – E1 – F2 – G4 – H6 – I8 A9 – B8 – C7 – D6 – E5 – F4 – G3 – H2 – I1 27. Coil spring G. Ball joint lengan suspensi bawah aus dan Joint sistem kemudi aus e.Pd. KECUALI : a. kemudi tidak segera kembali ke posisi lurus. d. Setelah dilakukan pengukuran tinggi kendaraan ternyata memang tinggi kendaraan di bawah standar. Lower arm E. 2-rack and pinnion 1-recirculating ball. S.Pd. Upper ball joint D. M. b. Ketika kemudi diputar. Shock arbsorber H. Roda gigi kemudi salah penyetelan/aus 26. Bushing karet sobek/ kehilangan sifat elastisnya e. Stabilizer bar a. Yoke poros utama atau poros intermediate aus c. Pegas berkerut atau patah b. d. b.. Memeriksa kolom roda kemudi dari bengkok atau rusak. e. Memeriksa dan memperbaiki penyetelan roda gigi kemudi dan penyetelannya e. e. Kendaraan tampak lebih pendek dan terasa tidak nyaman ketika dikendarai. Dibawah ini pasangan nomor komponen dengan kode huruf. c. kemungkinan penyebabnya adalah : a. Lengan suspense retak d. Bumper B. Berikut adalah gambar suspensi independen dengan komponen-komponen 1 sampai 9. 2 1-recirculating ball.

putaran high 20-30 rpm. Lampu tanda belok (turn signal) berkedip lebih cepat dari standar. putaran high 30-40 rpm.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. Identifikasi kerusakan pada wiper dan washer adalah dengan memeriksa motor wiper dan pompa washer apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. KECUALI : a. Komponen system pngisian dan system starter berikut yang ditunjukkan oleh : A3 – A4 – A5 – B1 – B2 – B3 – B4 – B5 – B6. pompa washer ± 1 liter per menit d. Alternator – Regulator – Field coil – Charging indicator lamp– Armatur coil – Brush – Solenoid Switch – Over running clutch dan Pinion gear c. jika ada ganti dengan yang baru. Periksa bolam apakah ada yang terbakar. c. TKR . putaran high 64-78 rpm.. Putaran low 64-78 rpm. jika rusak ganti dengan yang baru e.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 28.Pd. Alternator – Regulator – Charging indicator lamp – Field coil – Armatur coil – Brush – Solenoid Switch – Over running clutch dan Pinion gear b. e. Periksa voltase kemungkinan voltase baterai di bawah standar. Periksa bolam kemungkinan watt di bawah standar.. Motor wiper dan pompa washer masih baik jika : a. pompa washer ± 1 liter per menit c. b. d.25 liter per menit e. Periksa flasher apakah ada kerusakan. pompa washer ± 1 liter per menit 31. Putaran low 44-52 rpm. putaran high 44-52 rpm. Alternator – Regulator – Charging indicator lamp – Field coil – Armatur coil – Brush – Over running clutch – Solenoid Switch dan Pinion gear e. Putaran low 44-52 rpm. Dari gambar berikut rangkaian di bawah ini benar KECUALI : a. putaran high 64-78 rpm. Alternator – Regulator – Charging indicator lamp – Field coil – Armatur coil – Brush – Solenoid Switch – Pinion gear dan Over running clutch SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 8/10 . adalah : A B a. Charging indicator lamp – Alternator – Regulator –Field coil – Armatur coil – Brush – Solenoid Switch – Over running clutch dan Pinion gear d. M. Putaran low 20-30 rpm. Pemeriksaan dan perbaikan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut. pompa washer ± 0. S. jika ada ganti dengan yang sesuai b. perbaiki atau ganti 29. 56a-3(85)-3(87)-high 8-3(30)-3(86)-low 56b-4(85)-4(87)-low 8-4(30)-4(86)-ground 8-3(30)-3(86)-ground 30. recharge baterai d. c.Pd. pompa washer ± 1 liter per menit b. Periksa sirkuit terbuka atau adanya hambatan yang tinggi antara saklar kombinasi (turning signal/ saklar hazard) dan pada bagian lampu. Putaran low 30-40 rpm.

Dalam system AC. Kopling magnet rusak d. Tetapi pada saat diinjak pedal gas. Evaporator tidak berfungsi c. Over running clutch rusak d. 1-2-7-6-8-3-4-5 c. Field coil lemah c. Pull in coil lemah e. Katup ekspansi 35. 1-2-3-4-5-6-7-8 b. Kondensor rusak b. Relay kipas rusak e. Kondensor terlalu panas b.. Kemungkinan kerusakan pada : a. ketika mesin dimatikan kipas pada kondensor tetap menyala. Regulator tidak bekerja e. Governoor advancer macet c. Celah platina terlalu besar e. kemungkinan yang terjadi adalah : a. Kondensor b.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 32. Ketika kendaraan distrart dapat hidup dengan mudah dan berputar stasioner dengan baik. 1-7-2-6-8-3-4-5 d. Pada system AC. Alternator tidak berputar b.Hasanudin Dwi Sabdo Putro.Pd. Alternator magnetnya habis 34. Kompresor e. menandakan bahwa sitem pengisian… a. Pada system pengisian manual. Baterai dalam kondisi penuh c. motor starter bekerja normal dan berputar tetapi tidak dapat memutarkan crankshaft. Ketika switch starter dihidupkan. 1-7-6-2-8-3-4-5 37. 1-6-2-7-8-3-4-5 e. TKR . Celah platina terlalu sempit d. ada alat untuk merubah gas Freon dari gas suhu panas menjadi dingin dan cair. Armatur coil lemah b.Pd.. komponen tersebut adalah : a. Kemungkinan kerusakan terjadi pada : a. Filter (receiver/drier) c. Hold in coil lemah 33. Susunan/rangkaian dan aliran arus listrik pada system pengapian setelah dari baterai kemudian yang paling tepat berdasarkan gambar berikut adalah setelah dari : a. S. jika lampu indicator mati tetapi kemagnetan di alternator tidak ada. tenaga menjadi turun/mlempem. Kopling magnet d. Kapasitas baterai di bawah standar SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 9/10 . Switch AC rusak 36. Alternator pulley longgar d. M.

. 1 3 Berat jenis elektrolit Jump start dengan mobil lain 4 Kondisi fisik baterai dari Tegangan baterai harus keretakan atau cacat sama 5 Mengukur tegangan Jump start dengan baterai baterai lain 39. Kapasitas 35 AH posisi terminal normal 40. artinya adalah : a. Langkah usaha d. S. Kapasitas 40 AH posisi terminal normal b.Hasanudin Dwi Sabdo Putro. Langkak kompresi c. Kapasitas 40 AH posisi terminal terbalik c. Langkah buang e.SMK NEGERI 1 KALIJAMBE 38. Di bawah ini adalah pemeriksaan baterai dan jump strat sesuai dengan SOP KECUALI : No Pemeriksaan Baterai Jump Start a. Kapasitas 32 AH posisi terminal terbalik e. Kapasitas 32 AH posisi terminal normal d. Langkah bilas SOAL TRY OUT UJIAN TEORI KEJURUAN-TKR 2011/2012 – PAKET A 10/10 .Pd..Pd. Sebuah bateari memiliki kode NS40. TKR . M. 3 2 Ketinggian elektrolit Jump start dengan charging d. 4 baterai yang lebih besar c. pada saat silinder 3 melakukan langkah usaha maka yang terjadi pada silnder 1 adalah : a. Mobil bensin konvensional 4 tak 4 silinder dengan FO 1-3-4-2. Langkah Hisap b. 2 antara upper dan lower booster e. 5 1 Jumlah tutup baterai Jump start dengan tegangan b.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.