P. 1
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SARANA PEMERIKSAAN PAP SMEAR DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH DI POLIKLINIK RAWAT JALAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SARANA PEMERIKSAAN PAP SMEAR DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH DI POLIKLINIK RAWAT JALAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

|Views: 176|Likes:
Dipublikasikan oleh RoiHolan
BAB IV SKRIPSI
BAB IV SKRIPSI

More info:

Published by: RoiHolan on May 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2015

pdf

text

original

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

Penelitian mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung telah dilaksanakan mulai 24 November 2011 hingga 7 Desember 2011. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu dengan populasi penelitian adalah semua wanita yang sudah menikah yang berobat jalan di Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 436 pasien yang diambil dari data Laporan Harian Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dari bulan September, Agustus, dan Juli 2011 yang kemudian dirata-ratakan. Populasi tersebut merupakan pasien umum dan pasien non umum (ASKES, ASTEK, JAMKESMAS, JAMKESDA, JAMKESTA, JAMPERSAL, dan karyawan RSAM). Akhirnya, didapatkan sampel berjumlah 81 pasien dengan teknik pengambilan sampel menggunakan judgemental sampling atau purposive sampling.

Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dari hasil wawancara dengan panduan

43

kuesioner. Sedangkan data sekunder adalah data dari Bagian Poliklinik Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dan Bagian Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Dari hasil wawancara diperoleh data mengenai identitas responden meliputi nama, umur, tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan per bulan, dan kategori pasien umum atau non umum. Sedangkan dari hasil kuesioner diperoleh data mengenai pengetahuan, sikap, sarana, dan perilaku pemeriksaan pap smear dari para responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Analisis Univariat

a. Karakteristik Responden

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan 81 responden yang dapat dikelompokkan berdasarkan kategori pasien umum atau non umum, umur, tempat tinggal, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan per bulan. 1) Kategori pasien umum atau non umum Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok responden yang paling banyak adalah pasien ASKES, yaitu sebanyak 32 pasien (39,5%) kemudian diikuti oleh pasien JAMKESMAS sebanyak 23 pasien (28,4%). Pasien umum didapatkan hanya 19 pasien (23,5%) saja dan kelompok yang paling sedikit adalah pasien JAMPERSAL, yaitu sebanyak 1 pasien (1,2%). Hal ini bisa dimengerti karena biaya pemeriksaannya gratis dan RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi

yaitu sebanyak 30 responden (37%).3%) dan hanya beda sangat sedikit dengan kelompok umur yang berada pada rentang umur 31-40 tahun.4 1. yaitu sebanyak 20 responden (24. Tabel 2. yaitu sebanyak 31 responden (38. Data lengkap mengenai distribusi kategori pasien umum atau non umum dapat dilihat pada tabel 2. Sedangkan kelompok umur terendah berada pada rentang umur 41-55 tahun.44 Lampung merupakan rumah sakit rujukan di Provinsi Lampung sehingga cakupan pasien ASKES dan JAMKESMAS lebih banyak.2 100 2) Umur Ditinjau berdasarkan umur didapatkan bahwa kelompok umur terbesar berada pada rentang umur 21-30 tahun. Kategori responden UMUM JAMKESMAS ASKES JAMKESDA JAMPERSAL Total Jumlah responden 19 23 32 6 1 81 Persentase (%) 23.5 28.4 39.7%). Hal ini bisa dimengerti karena pemeriksaan pap smear sudah dikenal oleh semua kalangan umur dan umur 21-30 tahun adalah umur reproduktif . Distribusi responden berdasarkan kategori pasien umum atau non umum.5 7.

Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Dianggap pasien yang bertempat tinggal di luar Bandar Lampung adalah jauh dari lokasi pelayanan kesehatan khususnya RSUD Dr. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi tempat tinggal responden dapat dilihat pada tabel 4.45 sehingga lebih banyak didapatkan. Kelompok umur (tahun) 21-30 31-40 41-55 Total Jumlah responden 31 30 20 81 Persentase (%) 38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tempat tinggal terbesar adalah pasien yang bertempat tinggal di Bandar Lampung.7%) sedangkan kelompok tempat tinggal terendah adalah pasien yang bertempat tinggal di luar Bandar Lampung. H. yaitu sebanyak 27 pasien (33.3%).3 37 24. .7 100 3) Tempat tinggal Dalam penelitian ini responden dikelompokkan ke dalam pasien yang bertempat tinggal di Bandar Lampung dan di luar Bandar Lampung. Tabel 3. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi umur responden dapat dilihat pada tabel 3. Distribusi responden berdasarkan umur. yaitu sebanyak 54 pasien (66.

2%) sedangkan kelompok tingkat pendidikan terendah adalah tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Distribusi responden berdasarkan tempat tinggal.7 33.9%). yaitu sebanyak 35 responden (43.46 Tabel 4. yaitu sebanyak 4 responden (4. Kelompok tempat tinggal Bandar Lampung Luar Bandar Lampung Total Jumlah responden 54 27 81 Persentase (%) 66.3 100 4) Tingkat pendidikan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok tingkat pendidikan terbesar adalah tingkat pendidikan Perguruan Tinggi (PT). . Hal ini bisa dimengerti karena pasien ASKES yang paling banyak didapatkan. Data lengkap mengenai distribusi frekuensi tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 5.

yaitu sebanyak 35 responden (43.47 Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan.2%) kemudian disusul oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 32 responden (39. Sedangkan kelompok pekerjaan terendah adalah buruh.5%).1 43. . Data lengkap mengenai distribusi frekuensi pekerjaan responden dapat dilihat pada tabel 6.9 19. Kelompok tingkat pendidikan Tidak lulus SD SD SMP SMA PT Total 0 4 16 26 35 81 0 4. yaitu sebanyak 1 responden (1.2 100 Jumlah responden Persentase (%) 5) Pekerjaan Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok pekerjaan terbesar adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Hal ini bisa dimengerti karena masih sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.2%).8 32.

000.000. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda antara kelompok ekonomi rendah dengan kelompok ekonomi tinggi. yaitu sebanyak 41 pasien (50.000. Distribusi responden berdasarkan pekerjaan.2 39.2 2. Kelompok pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Wiraswasta Buruh Swasta Total Jumlah responden 35 32 11 1 2 81 Persentase (%) 43. bahwa Upah Minimum Regional Daerah (UMRD) Lampung tahun 2011 berkisar Rp 855.5 100 6) Sosial ekonomi Sosial ekonomi adalah tingkat pendapatan keluarga setiap bulan dilihat dari gaji pokok (dalam rupiah) dan dalam penelitian ini diukur berdasarkan Upah Minimum Regional Daerah (UMRD) Lampung.. Menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2011.. Kelompok ekonomi terbesar adalah pasien yang memiliki ekonomi tinggi.5 13.000.6 1.sehingga dalam penelitian ini dikategorikan sosial ekonomi rendah apabila penghasilan per bulan sekitar ≤ Rp 1.sedangkan sosial ekonomi tinggi apabila penghasilan per bulan sekitar > Rp 1.48 Tabel 6.000.-.6%) sedangkan kelompok ekonomi terendah adalah pasien yang memiliki ekonomi rendah. yaitu .

Data lengkap mengenai distribusi frekuensi sosial ekonomi responden dapat dilihat pada tabel 7. Gambaran Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. sedangkan 31 pasien (38.49 sebanyak 40 pasien (49.7%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemeriksaan pap smear. Hal ini bisa dimengerti karena masih rendahnya tingkat ekonomi penduduk Indonesia akibat minimnya lapangan pekerjaan dan dalam penelitian ini paling banyak didapatkan responden yang tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT) serta pasien ASKES yang paling banyak sehingga hanya sedikit didapatkan perbedaan antara ekonomi tinggi dengan ekonomi rendah. 50 pasien (61. H. .4 50.6 100 b.4%).3%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear. Kelompok ekonomi Ekonomi rendah (≤1 juta) Ekonomi tinggi (>1 juta) Total Jumlah responden 40 41 81 Persentase (%) 49. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden. Distribusi responden berdasarkan sosial ekonomi. Tabel 7.

sedangkan 20 pasien (24. 61 pasien (75. H. Gambaran Sikap Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. Grafik pengetahuan pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. c. H. .30% 61.70% Pengetahuan Baik Pengetahuan Kurang Gambar 3. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden.50 Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 38.7%) memiliki sikap yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear.3%) memiliki sikap yang baik mengenai pemeriksaan pap smear.

Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden.9%) memiliki sarana yang baik terhadap pemeriksaan pap smear. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. H. Grafik sikap pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H.70% Sikap Baik 75. .30% Sikap Kurang Gambar 4. Gambaran Sarana Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. sedangkan 43 pasien (53. d.1%) memiliki sarana yang kurang terhadap pemeriksaan pap smear. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 24.51 Sikap Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di RSUD Dr. H. 38 pasien (46.

52 Sarana Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di RSUD Dr. H. H. 53 pasien (65.10% Sarana Baik Sarana Kurang Gambar 5. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden. sedangkan 28 pasien (34.90% 53. e. Gambaran Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr.4%) tidak melakukan pemeriksaan pap smear. .6%) melakukan pemeriksaan pap smear. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Grafik sarana pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 46. H.

Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil analisis uji statistika menggunakan metode chi square.60% 65.000 (<0. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 34. Dan ini artinya bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. . maka didapatkan nilai p=0. 2. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.1) untuk hubungan pengetahuan pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah. H.53 Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Wanita Yang Sudah Menikah Di RSUD Dr.40% Tidak Melakukan Pemeriksaan Pap Smear Melakukan Pemeriksaan Pap Smear Gambar 6. H. Hubungan Pengetahuan Pemeriksaan Pap Smear Dengan Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. H. Grafik perilaku pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. Analisis Bivariat 1.

Abdul Moeloek Provinsi Lampung.3%) 31 (38.6%) 81 (100%) Total 2. H. . Perilaku pemeriksaan pap smear Tidak melakukan Melakukan Total Pengetahuan Kurang 30 (37%) 1 (1.3%) Baik 23 (28. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil analisis uji statistika menggunakan metode chi square. H.3%) 50 (61. maka didapatkan nilai p=0.1) untuk hubungan sikap pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah. Tabulasi silang pengetahuan pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.7%) 53 (65. H.54 Tabel 8. Hubungan Sikap Pemeriksaan Pap Smear Dengan Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr.4%) 27 (33. Dan ini artinya bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr.000 (<0.4%) 28 (34.

000 (<0.6%) 81 (100%) Total 3. Perilaku pemeriksaan pap smear Tidak melakukan Melakukan Total Sikap Kurang 20 (24.1) untuk hubungan sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear wanita yang sudah menikah.7%) 28 (34. H.7%) Baik 33 (40.3%) 53 (65. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. maka didapatkan nilai p=0. Dan ini artinya bahwa terdapat hubungan bermakna antara sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H. .6%) 61 (75.4%) 28 (34. Hubungan Sarana Pemeriksaan Pap Smear Dengan Perilaku Pemeriksaan Pap Smear Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri Dan Gynekologi RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Berdasarkan hasil analisis uji statistika menggunakan metode chi square. Tabulasi silang sikap pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.55 Tabel 9. H.7%) 0 (0%) 20 (24.

yakni indera penglihatan.7%) 22 (27. penciuman. Hubungan Pengetahuan Wanita Yang Sudah Menikah Terhadap Pemeriksaan Pap Smear Pengetahuan merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu.6%) 81 (100%) Total B. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia.56 Tabel 10.7%) 6 (7.2%) 38 (46. Pembahasan 1. sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan fakta yang mendukung tindakan seseorang (Notoatmodjo. Tabulasi silang sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr. H.4%) 28 (34. . 2003). Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo 2007). pendengaran. Pengetahuan (kognitif) merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Perilaku pemeriksaan pap smear Tidak melakukan Melakukan Total Sarana Kurang 37 (45.9%) 53 (65. rasa dan raba.4%) 43 (53.1%) Baik 16 (19. Pengetahuan diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan perilaku setiap hari.

radio. 1997). Ini selanjutnya menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap subjek terhadap objek yang diketahui itu. Akhirnya. terutama pada orang dewasa dimulai pada domain kognitif. teman atau keluarga. 50 pasien (61. serta kader ataupun petugas kesehatan dalam masyarakat. televisi. serta tingginya arus informasi yang bisa didapatkan oleh responden seperti dari penyuluhan. yaitu berupa tindakan terhadap atau sehubungan dengan stimulus atau objek tadi. Dengan kata lain tindakan seseorang tidak harus didasari oleh pengetahuan atau sikap (Notoatmodjo. rangsangan yakni objek yang telah diketahui dan disadari sepenuhnya tersebut akan menimbulkan respon lebih jauh lagi. tempat kerja. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan Meliono (2007) bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh faktor . majalah.) didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden. Namun demikian. Artinya.3%) memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear. sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada subjek tersebut.57 Terbentuknya suatu perilaku baru. seseorang dapat bertindak atau berperilaku baru tanpa mengetahui terlebih dahulu makna stimulus yang diterimanya. sedangkan 31 pasien (38.7%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemeriksaan pap smear. di dalam kenyataannya stimulus yang diterima subjek dapat langsung menimbulkan tindakan. Ini dikarenakan kelompok responden yang paling banyak adalah pasien ASKES dan kelompok tingkat pendidikan terbesar adalah tingkat pendidikan Perguruan Tinggi (PT). Berdasarkan hasil tabulasi silang (Tabel 8. dalam arti subjek tahu terlebih dahulu terhadap stimulus yang berupa materi atau objek di luarnya.

Menurut teori “The Health Belief Models”. tokoh masyarakat. . dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. tradisi.58 media dan keterpaparan informasi.6%). sikap dan perilaku para petugas kesehatan. pengalaman. ia harus merasakan bahwa ia rentan (susceptible) terhadap penyakit tersebut. Serta ketersediaan fasilitas. tokoh agama. dan sebagainya). Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya faktor-faktor lain yang menyebabkan wanita yang sudah menikah tidak melakukan pemeriksaan pap smear. Lawrence Green juga mengatakan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan. sosial ekonomi (biaya). kepercayaan. bahwa agar seseorang bertindak untuk mengobati atau mencegah penyakitnya. Walaupun didapatkan hasil lebih banyak responden yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemeriksaan pap smear. tetapi hanya sedikit responden yang melakukan pemeriksaan pap smear yaitu sekitar 28 pasien (34. Notoatmodjo (2007) juga menyebutkan bahwa sosial ekonomi. takut mengetahui adanya kelainan. biaya. dari hasil wawancara mendalam diantaranya adalah tidak ditemukan keluhan atau gejala pada responden sehingga menganggap pap smear tidak terlalu penting. didorong pula oleh keseriusan penyakit yang dirasakannya (perceived seriousness) serta manfaat dan rintangan-rintangan yang dirasakannya (perceived benafis and barriers). dan informasi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan. dan sosial budaya (dilarang suami. sikap. malu untuk melakukannya.

389. Green dalam Notoatmodjo (2010) yang mengungkapkan bahwa pengetahuan mempengaruhi perilaku seseorang. H.033 (<0. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan nilai p=0.05). RP=0. 2010). Hal yang sama juga diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan Bakheit dan Haron (2001) bahwa alasan wanita menolak dilakukan pap smear karena rasa malu dan tidak diizinkan oleh suaminya. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Gamarra dkk (2005) yang menyatakan . Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurhasanah (2008) yang menyatakan bahwa pemeriksaan pap smear 0. Hal ini sesuai dengan teori perilaku dari L.59 undang-undang dan peraturan-peraturan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku (Notoatmodjo. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr.000 (<0.1).38 kali kemungkinan besar terjadi pada PUS dengan pengetahuan tinggi dibandingkan dengan pengetahuan rendah dengan nilai p=0. Penelitian dari Nurhasanah (2008) mengatakan bahwa alasan wanita yang sudah menikah tidak melakukan pemeriksaan pap smear adalah adanya faktor sosial budaya seperti masih malu melakukan pemeriksaan pap smear dan takut mengetahui adanya kelainan serta merasa belum perlu melakukan pemeriksaan pap smear karena tidak ada tanda-tanda yang menjurus ke kanker serviks.

sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Oleh sebab itu. dalam Notoatmodjo (2003). Sikap adalah penilaian (bisa berupa pendapat) seseorang terhadap stimulus atau objek (dalam hal ini adalah pemeriksaan pap smear).01). 2. 2003). Bloom. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup. .60 bahwa pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan pemeriksaan pap smear (P=0.L. indikator untuk sikap kesehatan juga sejalan dengan pengetahuan kesehatan (Notoatmodjo. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas. Manifestasi sikap tidak dapat langsung dilihat. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. Hubungan Sikap Wanita Yang Sudah Menikah Terhadap Pemeriksaan Pap Smear Menurut H. proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau objek kesehatan tersebut. Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek. akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka.

7%) memiliki sikap yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear. sedangkan 20 pasien (24. Berdasarkan hasil tabulasi silang (Tabel 9. yaitu : a.61 Allport (1954) dalam Notoatmodjo (2003) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok. Dalam penentuan sikap yang utuh ini. keyakinan. dan lain . Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek c. Hal tersebut dapat dipahami bahwa meskipun sikap mereka lebih baik namun belum tentu mengambil keputusan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. dan konsep terhadap suatu objek b. pengetahuan. ekonomi rendah. Ini dikarenakan tingkat pendidikan responden yang tinggi dan pengetahuan responden yang baik mengenai pemeriksaan pap smear sehingga mempengaruhi sikap responden juga {Allport (1954) dalam Notoatmodjo (2003)}. dan emosi memegang peranan penting. tetapi hanya sedikit responden yang melakukan pemeriksaan pap smear yaitu sekitar 28 pasien (34. Meskipun didapatkan hasil lebih banyak responden yang memiliki sikap yang baik mengenai pemeriksaan pap smear. Kepercayaan (keyakinan).3%) memiliki sikap yang baik mengenai pemeriksaan pap smear. Keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh faktor lain seperti adanya perasaan malu atau tabu.6%). 61 pasien (75. ide.) didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). pikiran.

Penelitian Nurhasanah (2008) mengatakan bahwa sikap yang baik belum tentu mengambil keputusan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Menurut teori “Thoughs and Feeling”. Sikap akan terwujud di dalam suatu tindakan tergantung pada situasi saat itu. Seorang akseptor KB dengan alat kontrasepsi IUD mengalami pendarahan. seorang ibu yang anaknya sakit. sebab ia teringat akan anak tetangganya yang meninggal setelah beberapa hari di rumah sakit. tetapi ia kemudian tetap tidak mau ikut KB dengan alat kontrasepsi apa pun. Misalnya. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Bakheit dan Haron (2001) dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dengan pemeriksaan pap smear (p=0.92). . Meskipun sikapnya sudah positif terhadap KB. sikap positif terhadap nilai-nilai kesehatan tidak selalu terwujud dalam suatu tindakan nyata. meskipun sikap mereka baik. meskipun ia mempunyai sikap yang positif terhadap rumah sakit. c.62 sebagainya. antara lain: a. Seorang ibu tidak mau membawa anaknya yang sakit keras ke rumah sakit. tetapi pada saat itu tidak mempunyai uang sepeserpun sehingga ia gagal membawa anaknya ke puskesmas. b. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya faktor lain seperti perasaan malu atau tabu. segera ingin membawanya ke puskesmas. Sikap diikuti atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasarkan pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang. Sikap akan diikuti atau tidak diikuti oleh tindakan yang mengacu kepada pengalaman orang lain.

2010). Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan nilai p=0. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa sikap yang baik cenderung menyebabkan wanita yang sudah menikah melakukan pemeriksaan pap smear.7%) yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear dan 28 pasien (34. Sedangkan dari 20 pasien (24.3%) yang memiliki sikap yang baik mengenai pemeriksaan pap smear tersebut. Nilai (value). gotong-royong adalah suatu nilai yang selalu hidup di masyarakat (Notoatmodjo.7%) yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear. Hal ini sesuai dengan teori perilaku dari L. sebaliknya sikap yang kurang menyebabkan wanita yang sudah menikah tidak melakukan pemeriksaan pap smear.63 d. H. Misalnya. Hampir seluruhnya penelitian lain mengatakan bahwa sikap tidak . hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr.000 (<0. didapatkan seluruhnya atau 20 pasien (24.6%) yang melakukan pemeriksaan pap smear. Di dalam suatu masyarakat apa pun selalu berlaku nilainilai yang menjadi pegangan setiap orang dalam menyelenggarakan hidup bermasyarakat. Meskipun demikian. peneliti tidak menemukan penelitian yang sejalan dengan hasil penelitian peneliti.1). Data dari 61 pasien (75. Akan tetapi. didapatkan 33 pasien (40.7%) yang memiliki sikap yang kurang mengenai pemeriksaan pap smear tersebut. Green dalam Notoatmodjo (2010) yang mengungkapkan bahwa sikap mempengaruhi perilaku seseorang.

perbedaan ini tidak terlalu signifikan. 38 pasien (46. Bruce (1990) juga menyatakan bahwa apabila sarana tidak sesuai dengan standar maka sulit diharapkan baiknya mutu pelayanan (Nahampun. 3. sedangkan 43 pasien (53. Sarana merupakan salah satu di dalam unsur-unsur pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. dan biaya pemeriksaan pap smear di tempat pelayanan kesehatan tersebut.64 mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku pemeriksaan pap smear. Berdasarkan hasil tabulasi silang (Tabel 10. peneliti memfokuskan sarana ke dalam tiga komponen.) didapatkan bahwa dari 81 pasien yang menjadi responden.1%) memiliki sarana yang kurang terhadap pemeriksaan pap smear.9%) memiliki sarana yang baik terhadap pemeriksaan pap smear. Hubungan Sarana Pemeriksaan Pap Smear Terhadap Perilaku Wanita Yang Sudah Menikah Menurut Bruce (1990) menyatakan bahwa sarana merupakan salah satu unsur input/masukan disamping tenaga. Hal ini bisa disebabkan oleh masih banyaknya responden yang memiliki tingkat ekonomi rendah dan sebagian besar responden tidak mempunyai pekerjaan atau hanya . 2009). Dalam penelitian ini. yaitu keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan khususnya RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dari lokasi tempat tinggal responden. kemudahan dalam mengakses lokasi tersebut. H. Meskipun demikian.

didapatkan 37 pasien (45. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurhasanah (2008) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat sosial ekonomi dengan pemeriksaan pap smear dimana . Dan dari 38 pasien (46. Di samping itu. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sarana pemeriksaan pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada wanita yang sudah menikah di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri dan Gynekologi RSUD Dr.2%) yang melakukan pemeriksaan pap smear.7%) yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear dan 6 pasien (7. didapatkan 16 pasien (19.1%) yang memiliki sarana yang kurang terhadap pemeriksaan pap smear tersebut. sehingga banyak pasien yang terbebani dengan biaya tersebut.65 sebagai ibu rumah tangga saja (IRT). Green dalam Notoatmodjo (2010) yang mengungkapkan bahwa sarana mendukung perilaku seseorang. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan nilai p=0.9%) yang memiliki sarana yang baik terhadap pemeriksaan pap smear tersebut.1).7%) yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear dan 22 pasien (27. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sarana yang kurang menyebabkan wanita yang sudah menikah tidak melakukan pemeriksaan pap smear. Sedangkan dari 43 pasien (53. bobot pertanyaan mengenai biaya pemeriksaan pap smear lebih besar dibandingkan dengan bobot pertanyaan mengenai jarak dan transportasi umum.4%) yang melakukan pemeriksaan pap smear.000 (<0. Hal ini sesuai dengan teori perilaku dari L. H.

05). Demikian juga sebaliknya. dimana bila penghasilan tinggi maka pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit juga meningkat. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Kurniawan. Keadaan sosial ekonomi (kemiskinan.333. kesehatan. misalnya di bidang pendidikan. jika ekonomi lemah maka menjadi hambatan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.3 kali kemungkinan besar terjadi pada tingkat sosial ekonomi tinggi dibandingkan dengan tingkat sosial ekonomi rendah dengan nilai p=0. dkk (2008) dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa semakin besar pendapatan responden. . Rendahnya tingkat pendapatan perkapita masyarakat menjadikan kebutuhan akan pemeriksaaan kesehatan berkala belum menjadi kebutuhan primer. Hal ini kemungkinan dikarenakan dengan semakin besarnya pendapatan responden. Darnindro. dan sebagainya. Tingkat ekonomi yang baik memungkinkan anggota keluarga untuk memperoleh kebutuhan yang lebih.66 pemeriksaan pap smear 0. Jenis pekerjaan erat kaitannya dengan tingkat penghasilan dan lingkungan kerja. maka responden memiliki ketersediaan sumber dana yang cukup dalam menunjang partisipasinya untuk melakukan pemeriksaan pap smear. orang yang bekerja atau penghasilan rendah) yang memegang peranan penting dalam meningkatkan status kesehatan keluarga. pengembangan karir. dkk (2006) dalam penelitiannya mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan responden maka perilaku akan semakin baik dalam melakukan pemeriksaan pap smear. RP=0. maka semakin besar pula partisipasi wanita untuk melakukan pemeriksaan pap smear.022 (<0.

dalam Notoatmodjo. 1997). .67 dibandingkan dengan penghasilan rendah akan berdampak pada kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam hal pemeliharaan kesehatan karena daya beli obat maupun biaya transportasi dalam mengunjungi pusat pelayanan kesehatan (Zacler.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->