Fadly Husain Jurusan Sosiologi & Antropologi Unnes http://fadlyunnes.wordpress.

com

Bagian 1

Aspek Fisik

Aspek
Non-Fisik
Budaya

Fasilitas
Obat2an

Lingkungan

Perilaku

 Talcot Parsons: perilaku merupakan reaksi seorang individu terhadap stimulus yg berasal dr luar maupun dari dalam dirinya Penggolongan perilaku: ◦ Perilaku pasif/covert : (tidak telihat oleh mata dan terwujud dlm pikiran) ◦ Perilaku aktif / overt : terlihat nyata melalui tindakan (action).  .

.   Perilaku Kognitif (kesadaran/pengetahuan) Perilaku afektif (sikap dan emosi) Psikomotorik (perilaku yg terwujud dlm gerakan (aksi) / tindakan fisik jelas.

. ◦ Konsep sehat dilihat dr segi emosional: yaitu kemampuan untuk mengenal emosi seperti takut. duka.marah dll dan untuk mengekspresikan emosi2 secara cepat. nikmat.Konsep Sehat dan Sakit  Linda Ewles & Ina Simmet : ◦ Konsep sehat dilihat dari segi jasmani yaitu sehat yg paling nyata karena perhatianya pd fungsi mekanistik tubuh ◦ Konsep sehat dr segi mental: yaitu kemampuan berfikir dgn jernih & koheren.

ekonomi & budaya yg melingkupi indiviu tsb .prinsip tingkahlaku. perbuatan baik.Lanjut…    Konsep sehat dilihat dari segi sosial berarti kempuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dgn org lain. cara mencapai kedamaian Konsep sehat dr segi societal: sehat pd tingkat individu. yg terjadi akibat kondisi2 sosial.politik. Konsep sehat dr aspek spiritual: berkenaan dgn kepercayaan & praktek keagamaan.

melainkan jg kondisi mental dan sosial seseorang  . and social well being.Konsep sehat WHO  “A state of complete physical. and not merely the absence of desease or infirmity” Sehat tidak hanya menyangkut kondisi fisik. mental.

(konsep kebudayaan)  . (konsep patologi) Illness (Sakit) : Penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit.Konsep Sakit  Desease (penyakit) gangguan fungsi fisiologis dr suatu organisme sebagai akibat terjadi infeksi atau tekanan dari lingkungan.

dahak. perubahan warna kulit. buang air besar. irama jantung yg tidak biasa Pengeluaran sesuatu dr tubuh yg tidak biasa seperti darah dlm urine. Perubahan fungsi anggota tubuh (kaku) . Perubahan fungsi tubh seperti frekuensi berkemih.Tanda2 sakit menurut Cecil Helman:     Terjadinya perubahan pd tampilan tubuh seperti jd kurus. rambut rontok. menstruasi yg banyak.

    Perubahan panca indera: kurang pendengaran. demam. mati rasa Simptom fisik berupa ketidak nyamanan seperti rasa sakit. sakit kepala. depresi. ada masalah keluarga atau pekerjaan . penglihatan. menggigil Perubahan emosi seperti gelisah.sakit perut. rasa takut yg sangat Perubahan perilaku dlm hubungan dgn orang lain.

 Solita Sarwono: perilaku kesehatan adalah segala bentuk pengalaman dan interaksi individu dgn lingkungannya khususnya menyangkut pengetahuan & sikap ttg kesehatan serta tindakannya yg berhubungan dgn kesehatan & penyakit. Bloom : perilaku merupakan salah satu aspek yang mementukan derajat kesehatan masyarakat  .

Keturunan Fasilitas Kesehatan Status Kesehatan Lingkungan Fisik & Sosbud Perilaku .

Dunn) Sehat/ Individu/klp Sembuh dr sakit Faktor Eksogen Biotik Non-Biotik Faktor Endogen Genetik Faktor Perilaku Budaya Sosial Psikologis Faktor Kepadatan penduduk Perilaku Sengaja Tak sengaja Anatomis Fisiologis Sakit/ Gangguan (Insult) Disabilitas lanjut (ringan) Disabilitas lanjut (berat) Mati .Faktor2 yg mempengaruhi kesehatan (FL.

Sadar/Tahu (S) Tidak Sadar/ Tidak Tahu (TS) Menguntungkan (U) 1 2 4 3 Potensi (Stimulan) Merugikan (R) Kendala .

meningkatkan kesehatan & menyembuhkan diri dr penyakit & gangguan kesehatan. Kotak 1: Menunjukkan kegiatan manusia yg secara sengaja dilakukan untuk menjaga. (merokok.kuratif.alkolic. Kegiatan ini berupa tindakan2 preventif.promotiv baik yg dilakukan secara tradisional maupun modern Kotak 2: Perilaku yg berakibat merugikan atau merusak kesehatan . menyebabkan kematian. namun secara sadar atau disengaja dilakukan.workolic)  .

memakai alat tidak steril untuk sunat & potng tali pusar bayi). Mencakup semua tindakan yg baik secara tidak disadari dapat mengganggu kesehatan (penggunaan jarum suntik yg berulang. rumah tanpa jamban. Kotak 4: kegiatan yg tidak secara tidak disadari atau disengaja dpt meningkatkan kesehatan (menimba air di sumur. ke kampus jalan kaki)  .

Bagian 2 .

3 tujuan yg ingin dicapai dlm perilaku sehat ini adalah : ◦ Perilaku preventive ◦ Protective ◦ Promotive  . dan bertujuan memelihara. Perilaku sehat adalah tindakan yg dilakukan seseorang yg merasa dirinya sehat. mempertahankan dan meningkatkan kesehatan.

rekresi). non medical act (minum jamu) ◦ Secondary preventive: tidak langsung mencegah penyakit (mandi. Caranya dpt dlilakukan dgn Medical activities & nonmedical activities   Terdapat 2 tingkatan yaitu: ◦ Primary preventive: langsung mencegah penyakit: medical actiities (imunisasi). Perilaku preventif: upaya memelihara kesehatannya dgn mencegah datangnya penyakit. .

Ada 3 golongan variable yang diidentifikasi sebagai yang determinan dalam perilaku pencegahan gangguan kesehatan gigi yaitu motivasi prediposisi. Model ini fokusnya adalah perilaku kesehatan preventif.  . variable kendala dan variable Kondisi.

◦ Untuk mendapatkan persetujuan orang2 terdekat ◦ Untuk memperoleh pengertian agar perilaku tertentu disetujui atau diakui sendiri manfaatnya. Bahwa setiap perilaku ada motivasinya yaitu untuk mencapai suatu tujuan. . Motivasi predisposisi. Ada 3 tipe tujuan orang melakukan perilaku pencegahan penyakit ggi yang masingmasing orang berbeda : ◦ Untuk meningkatkan derajat kesehatan atau menghindari kemungkinan sakit.

Eksternal = kekurangan sumberdaya (uang.Variabel Kendala Yang merintangi orang yang telah termotivasi untuk melakukan suatu perilaku kesehatan : Internal = kurang pengetahuan tentang perilaku sehat dan ketakutan dalam pengobatan gigi. waktu atau dokter yang diperlukan)   Variabel Kondisi ◦ Tingkat pendidikan sama halnya megurangi kendala ◦ Pengalaman kesehatan sebelumnya ◦ Status social ekonomi .

menu makan diatur. olah raga. Melindungi tubuh dari gangguan penyakit (minum vit. berat badan diatur. . pakai kondom. konsumsi vit. jas hujan atau payung)  Peningkatan kualitas/ derajat kesehatan.

 Solita Sarwono: perilaku sakit adah tindakan yang dilakukan orang yg merasa dirinya sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. Perilaku Sakit (Illness Behavior) adalah cara seseorang bereaksi terhadap gejala-gejala penyakit yang dipengaruhi oleh keyakinankeyakinannya terhadap apa yang harus diperbuat untuk menghadapinya (Fauzi Muzaham)  .

 Mechanic & Volkhart : cara2 dimana gejala2 ditanggapi. yg mengalami sakit atau tanda2 lain dari fungsi tubuh yg kurang baik. dievaluasi. . dan diperankan oleh seorang individu.

 Fragmentasi perawatan mdis.  Melakukan pengobatan sendiri.  Pola sosial dari perilaku sakit yang tampak pada cara orang mencari. . 4 unsur utama dalam memahami perilaku sakit : ◦ Perilaku sakit itu sendiri (alternative perilaku)  Mencari pertolongan medis dari berbagai sumber atau pemberi layanan.  Membatalkan atau menghentikan pengobatan.  Menunda upaya mencari pertolongan sesuai dengan gejala atau keadaan yang dirasakan. menemukan dan melakukan perawatan medis.

Supaya dapat pengakuan untuk lepas dari tanggungjawab sosialx. Karena tahu maka bisa menafsirkan akibat penyakit . kurang enak badan. Sekuensinya peristiwa medis 5 tingkat ◦ Pengalaman dengan gejala penyakit (3 dimensi gejala orang sakit : ada rasa sakit. ◦ Tunduk pada aturan dokter. ◦ Sembuh dan masa rehabilitasi. Ada rasa taku dan cemas ◦ Saat tahu dirinnya sakit mencoba untuk mengobati sendiri (keluarga mencari sistem rujukan awam-lay referral system.   Tempat atau ruang lingkup Variasi perilaku selama tahap-tahap perawatan medis .

sehingga tdk dapat melakukan sebagian atau seluruh peranan normalnya serta memberikan tuntutan tambahan kepada orang2 disekelilingnya .  . Peranan sakit terjadi jika penyakit telah didefinisikan cukup serius. Peranan pasien terjadi jika yg sakit menghubungi dokter dan tunduk atas instruksi dokter.

status perkawinan). ◦ Factor kemampuan. variable stuktur sosial (pendidikan. serta kepercayaan terhadap perawatan medis. lamanya waktu untuk mencapai fasilitas pelayanan kesehatan. Dari segi keluarga (penghasilan dan simpanan) dan dar segi komunitas (tersedianya fasilitas & tenaga kesehatan. jenis kelamin. lamanya menunggu pelayanan. pekerjaan kepala keluarga.MODEL ANDERSEN  Model ini mengambarkan deteminansi individu terhadap pemanfaatan pelayan kesehatan : ◦ Predisposisi keluarga untuk menggunakan pelayanan kesehatan. Kecenderungan berbeda karena perbedaan variable demografik (umur. ◦ Kebutuhan terhadap jasa pelayanan kesehatan (perceived need) .

jenis kelamin.  Faktor sosiopsikologi diukur dengan penilaian teman-teman terhadap pelayanan (lay referral system) yang mempengaruhi pandangan individu terhadap pelayanan kesehatan tersebut. dan sosiopsikologi dengan kebutuhan kesehatan  Faktor ekonomi diukur dengan kemampuan membayar pelayanan kesehatan. umur. .  Faktor ekologi diukur dengan mengetahui apakah pelayanan kesehatan hanya diberikan kepada orang yang dekat tempat tinggalnya atau yang jauh juga  Faktor sosiodemografik dianggap berpengaruh terhadap perbedaan perilaku kesehatan.Model Anderson dan Bartkus Model ini mencoba mengaitkan faktor sosiodemografik. ekologi. ekonomi. status perkawinan ataukah punya dokter keluarga. diukur dengan mengetahui tingkat pendidikan.

Sosiologi Kesehatan: Beberara Konsep Beserta Aplikasinya. Fauzi (ed). Kebudayaan dan Kesehatan: Pengembangan Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Pendekatan Sosiobudaya. 1994. Jakarta: Kesaint Blanc Indah Muzaham. Antropologi Kesehatan. Solita. 2007. Semarang: Unnes Press Kalangie.Megapoin.. 1986. 1995. Mulyono. Yogyakata: GMU Press . Gerge M. Pengantar Antropologi Kesehatan. Anderson. Jakarta: UI Press Joyomartono. Nico S. 2007. Barbara G. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. Jakarta: UI Press Sarwono.     Foster.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful