Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Diare adalah buang air besar cair atau encer lebih dari 3 kali sehari (WHO). Diare yang terjadi pada klien An. Y tergolong diare akut karena terjadi dalam kurun waktu 2 minggu. Pemicu serangan diduga bukan berasal dari mikroorganisme karena tidak ditemukan peningkatan angka leukosit dalam pemeriksaan laboratorium. Selain itu, klien juga tidak mengalami

intoleransi laktosa dan tetap mengkonsumsi ASI eksklusif. Sampai saat proses implementasi, tidak terdapat hasil pemeriksaan laboratorium sampel feses sebagai identifikasi penyebab terjadinya diare pada klien. Penyakit tersebut menimbulkan masalah keperawatan defisit volume cairan serta ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Masalah keperawatan defisit volume cairan ditegakkan setelah mengukur skor dehidrasi klien berdasarkan acuan WHO. Skor ini lebih efektif dibandingkan mengukur balance cairan yang memiliki hasil kurang akurat. Skor dehidrasi mengukur tingkat dehidrasi klien berdasarkan tanda-tanda klinis bibir, mata, keadaan umum, heart rate, respiratory rate, serta turgor kulit tanpa perlu menghitung balance cairan. Skor dehidrasi klien 7 yang diidentifikasi sebagai dehidrasi ringan sedangkan jika menggunakan balance cairan hasilnya selalu positif. Balance cairan positif tidak dapat menegakkan masalah keperawatan defisit cairan sementara tubuh klien menunjukkan yang sebaliknya. Masalah

ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ditegakkan setelah mengkaji antropometri klien yang menunjukkan grafik pertumbuhan melambat. Penanganan diare pada klien An. Y difokuskan pada resusitasi cairan. Selain itu, klien diberikan asupan tinggi protein yaitu jus tempe 2x50 cc per hari tetapi diabaikan. Perawat dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan ahli gizi untuk menentukan jenis makanan tinggi protein yang disenangi klien sehingga asupannya pun akan terjamin.

RENCANA TINDAK LANJUT Masalah klien An. Y yang terakhir adalah distress psikologis akibat hospitalisasi.

Perawat perlu bekerja sama dengan keluarga klien untuk memulihkan psikologis klien seperti sebelum sakit dengan cara mengajak bermain bersama. Orang tua juga sebaiknya diberikan pendidikan kesehatan bagaimana mencegah dan mengatasi diare secara mandiri agar anak tidak sampai terkena dehidrasi.

PEMBAHASAN Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan gejalagejala utama ringan, ruam serupa dengan campak ringan atau demam, scarlet,pembesaran serta nyeri limpa nadi ( Ilmu Kesehatan Anak vol 2, Nelson, EGC,2000 ). Morbili yang diderita klien menimbulkan distress fisik sekaligus psikologis bagi klien yaitu An. B. Klien mengalami

gangguan pernapasan bersihan jalan napas tidak efektif yang ditandai adanya batuk berdahak serta gargling tersamar. Awitan inspirasi klien sulit sehingga diperlukan bronkodilator. Akan tetapi, terapi medis yang diberikan kepada klien sangat kurang efektif. Untuk satu masalah bersihan jalan napas tidak efektif, klien mendapatkan 3 jenis obat yaitu ceftriaxone, ventholin, dan salbutamol yang memiliki indikasi serupa. Dokter perlu memberikan keterangan mengapa 3 jenis obat diberikan sebagai bronkodilator secara bersama-sama, bukan bergiliran. Penyakit ini memiliki manifestasi klinis peningkatan suhu tubuh ketika masa inkubasi. Klien merasa tidak nyaman sehingga diberikan antrain sebagai analgetik. Klien yang mengalami peningkatan suhu tubuh mengeluarkan keringat berlebih sehingga balance cairan terganggu dan tidak terukur secara akurat. Hal terpenting adalah mengawasi anak ketika malam hari untuk melihat adanya kemungkinan kejang mendadak. Selain itu, klien juga menderita konjungtivitis dan mendapatkan terapi polygran. Terapi yang juga penting adalah pemberian suplemen tinggi protein untuk memulihkan keadaan tubuh yang menderita radang konjungtiva serta gangguan pemenuhan nutrisi.

RENCANA TINDAK LANJUT Terapi bermain dilakukan untuk menekan distress psikologis yang dialami klien. Terapi bermain telah dilakukan dengan menggunakan metode ular tangga sehingga klien menjadi lebih terbuka dan tidak merasa terkucilkan dari lingkungan.