Anda di halaman 1dari 8

D. RENCANA KEPERAWATAN No Tanggal/jam Diagnosa Keperawatan 1 1 November Pola napas tidak 2011/Pkl.09.

00 efektif WIB berhubungan dengan imaturitas organ pernapasan

Tujuan dan kriteria hasil Setelah tindakan

Rencana intervensi pernapasan:frekuensi,

Ttd

dilakukan 1. Monitor keperawatan

kedalaman, irama. adanya retraksi otot

selama 3x24 jam, pola 2. Monitor napas klien efektif pernapasan.

dengan kriteria hasil : Akral hangat Tidak ada sianosis Tangisan aktif dan kuat RR: 30-40x/mnt Tidak ada retraksi otot pernafasan Ketidakefektifan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan digesti,absorbsi Setelah tindakan selama

3. Posisikan kepala bayi lebih tinggi. 4. Evaluasi kondisi akral, gerakan dan tangisan bayi. 5. Kolaborasi: berikan terapi O2 sesuai indikasi.

dilakukan 1. Evaluasi keperawatan 3x24 menelan.

reflek

menghisap

dan

jam, 2. Monitor intake dan out put 24 jam. nutrisi ASI/susu sesuai

kebutuhan nutrisi klien 3. Berikan adekuat dengan kriteria hasil :

program lewat NGT. 4. Timbang berat badan setiap hari 5. Monitor turgor kulit, mukosa bibir,

BB klien bertambah 30 gr/hari.

bibir, tonus otot, dan keadaan umum klien.

Diet yang diberikan 6. Monitor adanya muntah. habis tanpa residu. 7. Pertahankan terapi cairan intravena.

Tangisan kuat dan 8. Kolaborasi dengan gizi : konsultasikan gerak aktif. pemenuhan nutrisi yang adekuat. dilakukan 1. Pertahankan keperawatan bayi dalam inkubator

Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh berhubungan dengan imaturitas perkembangan termoregulator

Setelah tindakan

dengan suhu 37 C.

selama 3x24 jam, risiko 2. Pertahankan popok dan selimut tetap ketidakseimbangan suhu kering.

tubuh klien tidak terjadi 3. Hindari untuk sering membuka tutup dengan kriteria hasil : Tubuh hangat dan kemerahan Suhu 36,5 -37,5 C inkubator. 4. Atur suhu ruangan dengan panas yang stabil 5. Monitor suhu setiap 2 jam. 6. Monitor adanya tanda-tanda hipotermi dan hipertermi. 7. Tingkatkan intake nutrisi dan cairan (hingga dosis anjuran yaitu 10 cc)

E. IMPLEMENTASI No Diagnosa Keperawatan 1 Pola napas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas organ pernapasan

Tgl/jam

Implementasi

Respon

Ttd

1 November 2011 09.00

1. Memonitor pernapasan:frekuen si, irama. kedalaman,

DS : DO : RR 37x.menit, pernapasan irreguler, napas cepat dan dangkal Dyspnea. Waktu ekspirasi lama, >2x inspirasi Pengembangan dada irreguler. Klien terpasang O2 nasal kanul 2 lpm.

09.00

2. Memonitor adanya retraksi pernapasan. otot DS : DO : Terdapat retraksi intrecostalis

09.15

3. Memposisikan kepala bayi lebih DS : tinggi. DO : klien terlihat lebih nyaman dan pernapasannya menjadi lebih reguler setelah diberikan bantal.

09.30

4. Mengevaluasi

kondisi gerakan tangisan bayi.

akral, DS : dan DO : akral hangat, kering, keriput, jari-jari pucat, gerakan jika terangsang sakit, tangisan lemah cenderung merintih.

09.45

5. Berkolaborasi:

berikan terapi O2 DS : sesuai indikasi. DO : O2 nasal kanul diberikan 2 lpm, napas lebih reguler. Ketidakefektifan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan digesti,absorbsi 10.15 2. Memonitor dan out put 24 jam. 1 November 2011 10.00 1. Mengevaluasi refleks menghisap dan menelan. DS : DO : refleks menghisap ada tetapi masih lemah, refleks menelan belum sempurna sehingga dipasang NGT. intake DS : DO : : intake : ASI sebanyak 8x7,5-10 ml per hari melalui NGT, terapi intravena D10% dan D5% 6 tpm. Output : urine+feses 50 gram(=50 ml), IWL :

DS : 11.00 3. Memberikan nutrisi DO : klien kooperatif, residu tidak ada, ASI

ASI/susu program NGT.

sesuai masuk sebanyak 7,5 cc. lewat

DS : 2 November 2011 13.00 4. Menimbang berat DO : berat badan klien tidak bertambah, 1000 gram

badan setiap hari

1 November 2011 11.30

5. Memonitor

turgor

kulit, mukosa bibir, DS : turgor kurang, mukosa bibir berkurang bibir, tonus otot, kekeringannya, bibir kering, tonus otot jelek, dan keadaan umum keadaan umum klien letargi. klien. 6. Memonitor adanya DS : muntah. DO : tidak muntah.

11.15

12.00

7. Mempertahankan terapi intravena. cairan

DS : DO : klien mendapatkan terapi D5 dan D 6 tpm.

Risiko

1 November 2011

1. Mempertahankan bayi inkubator suhu 37 C. dalam dengan

DS : DO : suhu tubuh klien dipertahankan 35,50C

ketidakseimbanga 12.15 n suhu tubuh berhubungan dengan imaturitas perkembangan termoregulator 12.30

2. Mempertahankan popok dan selimut DS : tetap kering. DO : popok tetap kering, selimut tidak dipakaikan.

13.30

3. Menghindari untuk DS : sering membuka DO : inkubator jarang dibuka, injeksi dilakukan melalui selang infus yang dapat diakses dari luar inkubator, begitu pula dengan pemberian nutrisi melalui NGT. Saturasi dipertahankan tetap menyala.

tutup inkubator.

13.45

4. Mengatur

suhu DS : ruangan dengan DO : ruangan disetting dengan suhu AC yang panas yang stabil stabil.

2 November 2011

5. Memonitor

suhu DS :

07.30

setiap 2 jam.

DO : suhu stabil, 35,50C

09.00

6. Memonitor adanya tanda-tanda hipotermi hipertermi.

DS :-

dan DO : tidak terdapat lonjakan suhu tubuh atau penurunan suhu tubuh yang drastis. Klien tidak terlihat sepucat sebelumnya. DS : -

10.00

7. Meningkatkan intake nutrisi dan DO : masukan dipertahankan 7,5 cc karena cairan (hingga dikhawatirkan menimbulkan residu. dosis anjuran yaitu 10 cc)

F. EVALUASI No Tanggal/jam 1 3 November 2011 Pkl. 19.00 WIB

Diagnoa Keperawatan Pola napas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas organ pernapasan

3 November 2011 Pkl.19.30 WIB

Ketidakefektifan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan digesti,absorbsi

3 November 2011 Pkl.19.45 WIB

Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh berhubungan dengan imaturitas perkembangan termoregulator

Evaluasi S:O : RR 35x/menit, napas dangkal, cepat, dyspnea, ekspirasi lebih lama dari 2x waktu inspirasi, terdapat penggunaan otot bantu napas, bibir tidak sianosis, tangisan merintih. A : masalah teratasi sebagian ditandai dengan RR dalam rentang rujukan serta tidak ada sianosis. P : lanjutkan intervensi pemantauan RR,dan tanda klinis lainnya. S:O : konsumsi ASI meningkat menjadi 9 ml tanpa residu, tidak terdapat muntah, BB 1000 gram. A : masalah teratasi sebagian ditandai dengan peningkatan intake. P : lanjutkan intervensi pemantauan BB dan peningkatan intake adekuat. S:O : suhu tubuh 35,50C, tidak terdapat sianosis, jari-jari tidak pucat. A : masalah teratasi sebagian ditandai dengan tidak adanya sianosis. P : lanjutkan intervensi pemantauan suhu tubuh.

Ttd