Anda di halaman 1dari 3

Akhir Bahagia dan Kemenangan Tokoh Protagonis sebagai Ciri Novel Popular dalam Novel Pai Yin

Setiap pengarang mempunyai maksud dan tujuan dalam setiap karya yang diciptakan. Terutama novel merupakan narasi yang menyampaikan gagasan pengarang dalam bentuk katakata. Cita-cita pengarang masukkan ke dalam alur karyanya. Penokohan, perwatakan, latar, atau pun alur pengarang munculkan sebagai manifestasi cita-citanya yang terpendam. Perwujudan cita-cita pengarang yang berupa gagasannya dalam tulisannya diterima melalui sudut pandang pandang pembaca lantas bisa masuk dan melekat dalam paradigm pembaca sehingga begitulah pengarang mewujudkan cita-citanya hanya dengan kata-kata. Untuk mewujudkan cita-citanya tersebut agar mudah ditangkap oleh pembaca, pengarang memasukkan hal-hal yang dekat dengan kehidupan. Hal-hal yang digemari dan dijadikan kesenangan milik bersama pembaca dimasukkan dalam alur novelnya agar gagasannya mudah diterima pembaca. Begitulah pengarang mencari pendukung atas cita-citanya. Keadaan demikian terjadi pada , pengarang novel popular, Pai Yin. Dalam Pai Yin, terdapat alur tokoh Pai Yin hamil karena bersetubuh dengan tokoh Niko. Kedua tokoh tersebut mengalami kebingungan dalam menyatakan peristiwa kehamilan itu kepada orang tua dari kedua belah pihak. Mereka takut akan tanggapan yang diberikan oleh orang tua masing-masing. Ternyata benar saja, setelah Niko mengungkapkan kabar kehamilan Pai Yin, orang yang dicintainya, orang tua Niko justru bersikeras menyuruh Niko mengatakan pada Pai Yin untuk menggugurkan kandungannya. Lantas Niko hatus menikah dengan wanita pilihan norang tuanya, Patsy yang kebarat-baratan. Niko justru sangat menentang keinginan orang tuanya. Ia hanya ingin menjemput Pai Yin untuk bertanggung jawab kepada orang tua Pai Yin. Keinginan Niko yang demikian pun ditentang oleh mami dan papi Niko. Dalam novel, emosi tokoh Niko berlarut-larut dibuat gelisah, kecewa, bingung, dan gusar. Masalah muncul rumit dengan beberapa slapstick sebagai penghambat alur penyelesaian tokoh protagonis. Solusi tidak dimunculkan mulus oleh pengarang. Tokoh Pai Yin dibuat menunggu disertai dengan ketakutannya dalam mengharapkan kedatangan Niko yang semakin rumit karena masalah jarak dan waktu. Padahal, dalam kenyataan, masyarakat dominan menggugurkan kandungannya apabila mengalami peristiwa hamil di luar nikah apalagi jika pelaku kaum pria tidak jelas berada di lain tempat dengan jarak jauh dan tidak muncul juga dalam waktu dekat.

Wanita dalam keadaan genting dan mengkhawatirkan demikian tidak mau dibuat menunggu keadaan yang tidak jelas dan darurat. Menyuluti kenyataan yang terjadi di lapangan, justru bisa diambil jalan sederhana sehingga solusi dapat diterima dan masalah terselesaikan. Akan timbul pertanyaan bagi pembaca Mengapa tidak digugurkan saja kandungan Pai Yin? Negara Cina tidak menjunjung juga hak nyawa warga negaranya berkaitan mengenai kependudukan. Toh kita juga tahu Cina Negara kelima dengan jumlah penduduk terbanyak da nada juga sop janin. Logika cerita dikesampingkan oleh pengarang. Aspek psikologi diangkat oleh pengarang untuk mengambil simpati pembaca. Pengarang mengangkat dua etnis yang berbeda melalui wujud tokoh protagonis. Pai Yin yang Cina totok dan Niko yang kebarat-baratan masih memiliki rasa kemanusiaan yang menjujung perasaan. Pengarang ingin menyampaikan bahwa apapun etnis masyarakat, hendaknya menjujung prikemanusiaan berlandaskan pada hati. Tidak menjunjung ego mengenai perbedaan etnis. Dalam hal ini pengarang mengangkat perasaan kedua tokoh, Pai Yin dan Niko dalam keteguhan hati mereka mempertahankan cinta mereka. Mereka tidak mau membunuh bayi yang ada dalam Rahim Pai Yin walaupun yang lahir nanti adalah Cina peranakan yang justru dibenci keluarga Niko. Keluarganya yang kebarat-baratan, dibuktikan dengan menggunakan campur kode bahasa Belanda, sangat mengagumi etnisnya memaksa Niko tetap memilih Patsy. Konflik semakin dimunculkan dengan kerumitan perdebatan Niko dan orang tuanya mengenai kehendak pilihan pendamping hidup. Padahal, dalam kehidupan nyata, tokoh Patsy yang kebarat-baratan lebih bergengsi derajatnya khususnya etnis dibandingkan Pai Yin yang tulen Asia. Etnis Patsy lebih menjanjikan pertisius ikon popular. Tapi mengapa Niko tidak memilih Patsy saja dan sudah jelas sangat direstui hubungannya ke depannya akan lebih membahagiakan, menenangkan, dan mendamaikan. Pertanyaan pembaca yang analitis demikian terjawab melalui tujuan novel popular ini sendiri. Kandungan yang dipertahankan, kateguhan Niko memilih Pai Yin, bukan Patsy, Niko membawa Pai Yin ke Indonesia untuk tinggal di rumah kecil milik Niko yang sampai saat itu belum dihuni, di Surabaya. Bersatunya Pai Yin dan Niko dalam alur akhir yang demikian merupakan cita-cita pengarang untuk menciptakan akhir bahagia dalam Pai Yin. Hal tersebut dilakukan L untuk mendukung kegemaran pembaca terhadap akhir cerita yang diharapkan. Pengarang memenuhi kebiasaan dan kesenangan pembaca mengenai bersatunya tokoh

protagonis. Pengarang juga ingin menyampaikan bahwa ada solusi yang manusiawi dibandingakn harus membunuh makhluk bernyawa walaupun berbeda strata dan etnis di zaman modern yang majemuk ini. L ingin membuktikan bahwa yang baik akan benar untuk yang baik merupakan akhir bahagia sebagai ciri novel popular.