Kasus Pembebasan Tanah Rencana Perluasan Bandara Syamsudin Noor

Gubernur Kalsel Keluhkan Terbengkalainya Pengembangan Bandara

Metrotvnews.com, Banjarmasin: Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluhkan terbengkalainya rencana pengembangan Bandara Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional akibat belum tuntasnya proses pembebasan lahan. "Kami telah berupaya mempercepat proses pengembangan Bandara Syamsuddin Noor dan sejak lama telah mengusulkan penambahan landasan pacu agar sesuai standar bandara internasional," kata Rudy, di Banjarmasin, Selasa (19/3). Sedianya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama PT Angkasa Pura I akan mengembangkan Bandara Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional. Pengembangan itu berupa pembangunan terminal, perbaikan apron, taxi way dan penambahan serta perpanjangan landasan pacu dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter. Namun, rencana pengembangan sejak 2012 tersebut terkendala belum tuntasnya proses pembebasan lahan seluas 108 hektare. Sebelumnya Director Operation and Engineering PT Angkasa Pura I Harjoso mengatakan pihaknya juga telah bertemu dengan Tim 9 pembebasan lahan bandara dan diketahui banyak lahan untuk pengembangan bandara belum dapat dibebaskan. PT Angkasa Pura semula menargetkan pengembangkan menjadi bandara internasional selesai pada 2014. Bahkan operusahaan itu telah menganggarkan dana secara multi years untuk pengembangan fasilitas bandara sebesar Rp540 miliar, terdiri dari Rp290 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp250 miliar untuk pembangunan atau konstruksi. (Denny S Ainan)

Usulan itu diajukan ke Pemerintahaan Pusat hingga akhirnya PT. Banjarbaru tidak gampang. Luas lahan di wilayah Kelurahan Guntung Payung sekitar 38 hektare. Angkasa Pura I Cabang Syamsudin Noor akan merelokasi bandar udaranya ke daerah Kecamatan Peleihari.Dipertanyakan. kata Syahriani Syahran. Pengembangan bandara diperlukan lahan seluas 102 hektare bahkan bisa mencapai hingga 187 hektare. isu berkembang bahwa PT. Syaifullah bin (alm) Gusti Abdul Kadir. dan sisanya berada di Kelurahan Syamsudin Noor 64 hektare. Alhasil. Kecamatan Landasan Ulin. Adalah Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dan PT. Itu sama saja harus memporakporandakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dua daerah. yang diakui sebagai milik Drs. Luasnya sekitar 21 hektare. Angkasa Pura I merentang program peningkatan kemampuan Bandara Syamsudin Noor. RT 43 RW 09 Kelurahan Syamsudin Noor itulah terjadi tumpang tindih pemilikan lahan. sangat tidak mungkin. Sementara mencari lahan baru untuk sebuah bandar udara tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kami memiliki hak yang sah atas lahan itu. Jadi. di atas lahan Jalan Tegal Arum. Sementara di daerah itu 49 pemilik lahan sudah mengantongi surat-surat pemilikan lahan yang sah. Kabupaten Tanah Laut. warga sepakat memasang baliho sebagai tanda . Angkasa Pura mendapatkan amanat dari Menteri Negara BUMN sebagai user dalam pengembangan Bandara Syamsudin Noor. Hingga kini 49 pemilik lahan menolak pembayaran ganti rugi lahan pembebasan pengembangan bandara karena adanya klaim orang yang mengaku lahan itu miliknya. Sayangnya. Kapasitas bandara tersibuk ketiga di Indonesia ini sudah tidak memadai. H. baik di Kota Banjarbaru maupun Kabupaten Tanah Laut. Persoalannya untuk menentukan arah angin yang baik bagi pendaratan pesawat saja perlu waktu minimal lima tahun. Disamping itu mengubah simpul distribusi transportasi darat semulus di Landasan Ulin. adalah Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Payung. Dua wilayah yang bakal dicaplok untuk pengembangan bandara. Pertemuan Tertutup Ketua P2T dengan Sucofindo Pengembangan Bandara Syamsudin Noor sebagai upaya memberi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jasa penerbangan.

memperjelas kepemilikan kami. Dari hasil penelurusan Buser Kriminal selama di Banjarbaru. Meski demikian.TBL/550/VI/2012/Kalsel/Dit Reskrim Umum. Sudiyono. pensiunan TNI ini pun pada 4 Juni 2012 melaporkan kasus tindak pidana kejahatan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta outentik sebagai dimaksud dalam Pasal 266 KUHP dengan laporan nomor LP. lahan di Guntung Payung dan Tegal Arum masih dalam kondisi hutan tidak terawat. Berdasar laporan itu pihak penegak hukum memeriksa beberapa saksi termasuk dari BPN Banjarbaru. Menanggapi nilai ganti rugi lahan tersebut. Dardansyah yang baru menjabat 4 bulan. 60 persen lahan yang akan dibebaskan masih bermasalah. Apalagi daerah itu termasuk strategis di Banjarbaru sehingga tidak mengherankan jika kemudian ’mendadak’ muncul dokumen tanah di atas lahan mereka hingga memunculkan persoalan baru bagi P2T. tanah pemukiman Rp 275. Namun kenyataan di lapangan tidak semulus target sang kepala daerah.” cetusnya menjawab pertanyaan Buser Kriminal. tanah kosong/tanah perkebunan dengan harga ganti rugi tanah permeter persegi ditetapkan untuk tanah perumahan Rp 340. “Sebelum ada program pembebasan lahan bandara. Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan sempat menyatakan. H.” ujarnya.” kata camat. Akankah nasib bandara di Banjarbaru ini sama dengan yang dialami Bandara Kualanamu sebagai bandara pengganti Polonia Medan yang terkatung-katung tanpa kejelasan? *TIM . Tetapi Lurah Syamsudin Noor. Nadjmi Adhani mengaku melihat peta tanah yang akan dibebaskan. tanah pemukiman. MSi. selaku tim penilai atau appraisal sebelum penetapan nilai ganti rugi pada 16 April 2012.000. Sudiyono atas nama 49 pemilik lahan di daerah Tegal Arum menyebut. ada pertemuan tertutup antara Syahriani Syahran dengan pihak Sucofindo. Dalam baliho itu tercantum nomor surat para pemiliknya sesuai data yang outentik. Berlarutnya proses pembebasan lahan dapat mengancam realisasi pengembangan Bandara Syamsudin Noor. dibiarkan begitu saja. tidak sedikit kasus tanah diadukan pada saya. nilai ganti rugi itu tidak sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Sampai awal Juli 2012. menurut sumber di pemerintah kota. Nadjmi Adhani. “Saya baru menjabat di sini. baru sekitar 20 persen lahan dibebaskan. tidak bisa banyak memberikan keterangan. dan tanah kosong/tanah perkebunan Rp 255. masyarakat pemilik lahan maupun PT Angkasa Pura I dapat menemukan solusi melalui penetapan harga yang tidak merugikan masyarakat. menurut Eko Widowati dari BPN Banjarbaru.000. “Saya belum tahu banyak soal tanah di Syamsudin Noor dan Guntung Payung.000. di sela-sela rapat penetapan ganti rugi. Pembebasan lahan untuk bandara ditargetkan oleh Gubernut Kalsel rampung pada akhir Juli 2012. Pasalnya.” kata Sudiyono. tiba-tiba banyak pihak mengaku memiliki lahan di daerah itu hingga terjadi tumpang tindih pemilikan. apa di balik pertemuan tertutup antara ketua P2T dengan pihak Sucofindo? Akhirnya tanah diklasifikasikan menjadi tanah perumahan. Yang menjadi pertanyaan. Tetapi sekarang. Sama halnya dengan Camat Landasan Ulin Drs.

akhirnya saling menyalahkan antara panitia dengan Angkasa Pura 1. General Manager Angkasa Pura 1 Cabang Syamsudin Noor.6 hektare. Apalagi dalam Pasal 12 yang berbunyi ganti rugi dalam rangka pengadaan tanah . (Buser Kriminal) Panitia Pembebasan Tanah (P2) Banjarbaru memanipulasi data dan melakukan pembohongan publik dalam proses pembebasan dan ganti rugi lahan untuk perluasan Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru. bahwa warga yang sudah bersedia melepas haknya sudah mencapai 80 persen. sedangkan warga yang belum bersedia melepas haknya dengan luas total lahan 45. P2T yang dikomandoi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Syahriani Syahran menyatakan. Gerrit N. ketua P2T Syahriani Syahran malah berangkat umrah. Panitia juga menyatakan lahan bermasalah sebanyak 60 persen tapi tidak bisa dipertanggung jawabkan dan dipetakan. Sementara Perpres No. di mana saat diperlukan warga. Sementara luas lahan dicaplok perluasan bandara 102 hektare. dasar perbandingan tim penilai dari tim Sucofindo Surabaya tidak tranparan yang dibuat perbandingan adalah perumahan Wengga I V daerah lapangan Golf yang jaraknya sekitar 3 km dari Bandara Syamsudin Noor. Dalam pembebasan ini terkesan tidak ada keseriusan dalam menangani. tanah perkampungan dan tanah perumahan. Dalam Keppres Nomor 36 tahun 2005 dan Keppres Perubahan Nomor 65 tahun 2012 untuk ganti rugi tanah tidak disebutkan harga tanah kosong.P2T Banjarbaru Lakukan Pembohongan Publik Banjarbaru. Mailenzun pun berangkat ke Yerussalem. Seharusnya P2T bisa mengacu pada Pasal 58 UU Nomor 2 tahun 2012. 36 tahun 2005 dan Perpres Perubahan Nomor 65 tahun 2006 sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012. Kalimantan Selatan. seolah melepas tanggung jawab sedangkan yang sudah verifikasi menunggu pembayaran belum dibayar. Menurut Sudiyono selaku kuasa dari 46 warga pemilik lahan di daerah Tegal Arum.

bangunan.diberikan untuk hak atas tanah. tegas Sudiyono. Tapi dalam pelaksanaannya banyak sekali yang tidak sesuai aturan.6 hektare. “Kami tidak menyalahkan tim panitia karena bekerja berdasarkan Keppres Nomor 36 tahun 2005 dan perubahannya yang dituangkan Peraturan Badan Pertanahan Nasional Nomor 03 tahun 2007. tanaman tumbuh hingga akhirnya sebagian pemilik hak mengajukan komplain. Rinciannya tanah provinsi 16. Disamping itu akibat dari pembebasan ikut juga terkena imbasnya antara lain harus mencari permukiman baru. benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah. *UTJE . dan lahan warga yang belum sepakat dengan harga yang ditetapkan P2T sejumlah 45. Tidak diumumkan hak warga berupa ukuran tanah. yang akhirnya menghambat kinerja P2T kurang tegas. tanaman tumbuh. bangunan. Antara lain tidak adanya nego ulang atau musyawarah dengan warga yang tidak sepakat harga. lahan warga yang sudah setuju 34 hektare. mninggalkan histori yang tidak mudah dilupakan. Panitia tidak menetapkan harga dulu kepada warga tentang harga tanah. Tim Sucofindo Surabaya pun tidak transparan. fasilitas umum 7 hektare. Warga yang lahannya terkena pembebasan ini berharap bisa mendapatkan kehidupan yang layak. kehilangan mata pencaharian. tanaman. Pemetaan tanah sudah ditandatangani tapi masih menerima data warga yang menyusul dan memberi peluang mafia tanah dan oknum panitia bersekongkol. P2T untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat rencana pembebasan lahan hanya wacana saja tanpa pelaksanaan.4 hektare. dan akhirnaya terjadinya konflik. Untuk perluasan Bandara Syamsudin Noor Angkasa Pura 1 membutuhkan lahan seluas 102 hektare. apalagi informasi yang dipakai untuk perbandingan patokan harga di perumahan Wengga 4 perumahan golf. Warga yang mempertahankan hak meminta harga yang layak. dan usaha. Dan bukan semata untuk mencari keuntungan dengan adanya perluasan bandara. Bukan malah sebaliknya. bangunan.

sifatnya hanya memverifikasi. Jadi. Tak hanya mempertanyakan keluhan yang disampaikan warga.Dewan Ragukan Tim Pembebasan Lahan Bandara BANJARMASINPOST. ketika tim ini bekerja telah berlaku UU No 2/2012 yang mengatur tentang pengadaan tanah untuk fasilitas umum. ada poinpoin yang sangat bertentang dengan UU No 2/2012. PP ini. Bukan.ID. "Di dalam UU No 2/2012 tersebut jelas sekali disebutkan pada pasal 58 huruf B bahwa persoalan tanah yang masih berlangsung dilakukan berdasarkan aturan UU No 2/2012 ini. "Itulah sebabnya. Arie menambahkan. Di antaranya. gimana apakah tim ini tetap melanjutkan.CO." katanya. .Usai menerima 150 warga Syamsudin Noor dan Guntung Payung DPRD Banjarbaru langsung menggelar rapat denga Tim Pembebasan Lahan Pemko Banjarbaru. merupakan tindak lanjut dari UU Agraria No 5/1960. tim ini bekerja berdasarkan Perpres No 36/2005. Menurut Ketua DPRD Banjarbaru Arie Sophian. dewan dalam rapat yang digelar dari siang hingga sore ini juga meragukan legalitas tim pembebasan lahan. Pemerintah daerah." kata Arie Sophian kepada tim pembebasan lahan yang dipimpin Sekda Sjahriani Syahran. Apalagi didalamnya. seperti yang sekarang tim yang menetapkan. Sedangkan. di dalam UU No 2/2012 ini untuk proses pembebasan lahan penetapan harga dilakukan oleh lembaga pertanahan. UU NO 2/2012 ini memang belum ada peraturan pemerintahnya. Dewan memiliki alasan sendiri. BANJARBARU . Karena Ada hal-hal yang begitu krusial. Arie yang didamping Wakil Ketua Iwan Budiman maupun Joko Triono serta anggota dewan lainnya yakin UU No 2/2012 lah yang paling tepat diterapkan dalam proses pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor. kenapa kemudian kami mempertanyakan ini. Tetapi. UU ini adalah lex spesialis sedangkan perpres No 36/2005 ini sangat umum.

5m . pembuatan taxiway pararel. saat aturan UU No2/2012 turun pihaknya juga sempat bingung karena tidak ada peraturan pemerintah yang secara teknis memberikan gambaran pelaksanaan UU tersebut.653 m2 (P=295. biaya konstruksi yang dibutuhkan cukup besar (dan saat ini kami masih terus mengevaluasi disain agar biaya dapat terus ditekan).48m) 4. Angkasapura I Sedangkan area sisi udara yaitu perpanjangan runway.Pembuatan pagar wiremesh 5.Studi-studi Review membutuhkan biaya Proses pengembangan masih terus berjalan dan saat ini masih berada pada fase pembebasan lahan. perluasan appron dll menjadi tanggungan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. maka sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Dari hasil perhitungan DED (Detail Engineering Design).Pembuatan appron baru dengan konstruksi rigid ukuran luas 71. L=242. dengan nilai PCN = 81 2. . atas dasar keyakinan timnya kemudian tetap melanjutkan bekerja melakukan pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor. pengembangan sisi darat yaitu pembangunan terminal baru dan lahan parkir baru serta area komersil akan dilaksanakan oleh PT. Kita mengapresiasi penuh terhadap kinerja tim P2T Kota Banjarbaru yang sudah bekerja ekstra keras agar seluruh lahan yang diperlukan untuk pengembangan bandara bisa segera dibebaskan.Pemasangan/pemindahan alat bantu penerbangan 6. "Karena itulah. Jika lahan sudah semuanya dibebaskan.025 m & Lebar 23 m 3.Runway diperpanjang 500 meter (Lebar=45 m).Ketua Tim Pembebasan Lahan Sjahriani Syahran mengakui. Gambaran umum masterplan pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin : 1.Pembuatan marka membutuhkan biaya 7." katanya.Pembuatan Taxiway pararel dengan konstruksi rigid ukuran Panjang 2. semula 2500 meter menjadi 3000 meter dengan konstruksi rigid.

Dalam masterplan. . namun yang menjadi kendala adalah masalah imigrasi. Beberapa bulan yang lalu. kami juga mendisain adanya pararel taxiway. Jika ini terjadi. Gunanya agar pesawat yang sudah landing tidak perlu lagi turning untuk menuju appron. Sementara ini. target kami adalah agar Bandara Syamsudin Noor bisa menjadi bandara internasional sepenuhnya (saat ini masih berstatus bandara internasional haji). karantina dll yang belum ready. tanpa harus melalui juanda atau soetta. pemerintah saudi hanya akan mengizinkan pesawat jenis B767-500 dengan kapasitas sekitar 500 seat yang diperbolehkan landing di King Abdul Aziz (untuk mengurangi krodit).Perpanjangan runway menjadi 3000 meter adalah prioritas utama kami. karena rencananya. Mohon doa semua pihak agar semua impian kita bisa terwujud. Efeknya sangat besar…. 2013 by hasanzainuddin Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin. Bandara Syamsudin Noor Dibayangi Penghentian Embarkasi Haji Posted on Maret 19. dengan kondisi runway 2500 meter hanya mampu digunakan untuk pesawat jenis B767-300 dengan kapasitas 326 seat dan jika rencana tersebut terealisasi tentunya pesawat jenis tersebut dilarang landing di King Abdul Aziz. kami pun menargetkan agar jamaah umrah bisa langsung berangkat dari banjarmasin ke saudi. perwakilan dari changi airport dan silk air singapore melakukan kunjungan ketempat kami dan berencana akan membuka rute Banjarmasin-Singapura. dan jamaah haji kalsel harus berangkat melalui bandara lain (juanda. Kita tentunya menyambut baik hal tersebut. Jika masalah diatas bisa diselesaikan. 14/3 (Antara) – Berita terkait kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melarang pesawat berbadan kecil mendarat di Bandara negeri itu selama musim haji mendatang telah melahirkan kekhawatiran banyak pihak. soetta atau yang lainnya). termasuk masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. melainkan terus memasuki paparel taxiway lalu menuju appron sehingga waktu holding pesawat di udara tidak terlalu lama dan memperlancar sirkulasi pergerakan pesawat yang takeoff maupun yang landing.Kalsel tidak bisa menjadi embarkasi haji. Selain itu.

Landasan Pacu Padahal sebelum tahun 2004 warga Kalsel ke tanah suci menunaikan rukun Islam kelima tersebut harus terlebih dahulu terbang dan menginap Ke Bandara Juanda Surabaya. atau Ke Sepinggan Balikpapan. Karena dinilai merepotkan waktu itu berbagai upaya Pemerintah Prmprov Kalsel dan masyarakatnya memperjuangkan Bandara Syamsudin Noor menjadi Embarkasi Haji. Tetapi setelah adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut apakah pada musim haji 2013 ini Bandara Syamsudin Noor masih bisa menjadi embarkasi haji?. Pemerintah Saudi hanya akan mengizinkan pesawat jenis B767-500 dengan kapasitas sekitar 500 seat yang diperbolehkan landing di bandara King Abdul Aziz. bahkan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Jenddah Arab Saudi. masyarakat Kalsel yang menunaikan ibadah haji bisa terbang langsung dari Bandara Syamsudin Noor ke Bandara King Abdul Azis. masyarakat Kalsel yang dominasi beragama Islam tersebut sudah merasa “bahagia” setelah salah satu bandar udara (Bandara) di wilayah ini. Pemerintah Saudi Arabia hanya memperbolehkan pesawat berbadan besar semacam air bus untuk mendarat di bandara mereka guna mengurangi intensitas kepadatan di bandara mereka itu. Keberhasilan mengubah Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji hingga memancing jemaah calon haji provinsi lain juga ikut terbang di bandara tersebut seperti dari provinsi Kalimantan Tengah. Menurut informasi. Dengan status Embarkasi haji. kondisi Syamsudin Noor sendiri belum mampu untuk menampung pesawat berbadan besar tersebut. .Pasalnya. akhirnya Bandara Syamsudin Noor yang sudah memiliki asrama haji tersebut tiap tahun kian ramai saja. Sebaliknya. yakni bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sejak tahun 2004 sudah ditetapkan sebagai Bandara embarkasi haji. tentu dengan memperluas bandara tersebut hingga mampu didarati pesawat dengan penumnpang 350 orang.

Sementara ini. dan itu tergantung sangat tergantung pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas. landasan pacu akan segara dilaksanakan. “Jika lahan sudah semuanya dibebaskan. dan lainnya. M Takhim. Proses pengembangan Bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel tersebut masih terus berjalan dan saat ini masih berada pada fase pembebasan lahan. perluasan apron. Jamaah Kalsel sendiri kembali harus berangkat melalui bandara lain lagi. pengembangan sisi darat yaitu pembangunan terminal baru dan lahan parkir baru. Bandara Syamsudin Noor dengan kondidi runway (landasan pacu) hanya panjang 2500 meter dengan demikian hanya bisa didarati pesawat pesawat jenis B767-300 dengan kapasitas 326 seat. Menurut dia untuk mengimbangi keinginan pemerintah Arab Saudi tersebut tentu harus diimbangi dengan pengembangan Bandara Syamsudin Noor sendiri. kepada wartawan. Selain itu untuk melayani adanya pesawat berbadan besar maka juga harus ada perpanjangan runway. Belum Jelas Kabar akan dihentikannnya Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji sebenarnya . tentunya pesawat jenis tersebut dilarang landing di King Abdul Aziz. Jika rencana pemerintah Arab Saudi tersebut benar-benar terwujud. efeknya sangat besar. Kalsel tidak bisa menjadi embarkasi haji lagi.” katanya. “Jika ini terjadi. pembuatan taxiway paralel. Selain perpanjangan runway yang juga harus dilakukan di Bandara Syamsudin Noor yang berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Banjarmasin tersebut itu adalah perbaikan terminal penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan. “Setidaknya Bandara Syamsudin Noor memiliki panjang runway minimal panjang 3000 meter. maka sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kalsel.” katanya. bila itu terwujud maka pesawat berbadan besar sudah bisa mendarat. Pemprov Kalsel kini terus berharap kinerja tim pembebasan lahan Kota Banjarbaru untuk berusaha agar seluruh lahan yang diperlukan untuk pengembangan bandara bisa segera dibebaskan.

pihaknya belum mendapatkan penjelasan dan menerima surat terkait persoalan Bandara Syamsudin Noor yang terancam dihapuskan menjadi embarkasi haji. sehingga meminta Pemprov Kalsel turun tangan dan bergerak cepat untuk menyelesaikan atau mencari solusi agar status embarkasi haji pada Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin tidak jadi dicabut. Permasalahan pencabutan status ini tentu saja membuat semua kalangan keberatan dan kecewa. Menurut Arsyadi. tinggal kebijakannya mendukung atau tidak. Ia juga mengingatkan kepada PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Syamsudin Noor segera menindaklanjuti persoalan ini untuk mencari jalan keluar agar status embarkasi haji itu. pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Selasa (12/3) mengatakan.” cetusnya.” kata Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel Achmad Bisung. Jadi bagaimana cara PT Angkasa Pura harus memperpanjang runway sesuai dengan permintaan Pemerintah Arab Saudi agar pesawat besar bisa mendarat di Bandara Syamsudin Noor. tambah dia. “Kalau permasalahan ini tidak ditanggapi serius.” katanya. Kepala Bidang Angkutan Udara Dinas Perhubungan Kalsel. Ismail Iskandar. “Saya tidak setuju kalau status embarkasi haji dicabut. pihaknya akan mempertanyakan masalah tersebut. maka lebih baik pengelolaannya diserahkan saja ke Pemprov Kalsel saja. untuk memperjelas persoalan tersebut. “Sampai sekarang kami memang belum mendapatkan informasi langsung dari pihak terkait mengenai persoalan tersebut. Menurut Bisung. PT Angkasa Pura masih memiliki waktu untuk membangun atau menambah landasan pacu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. jangan salahkan Arab Saudi menentukan kebijakannya. karena embarkasi haji di bandara tersebut merupakan kebangaan masyarakat mayoritas Muslim ini. Namun. “Waktu sekitar delapan atau tujuh bulan masih sangat memungkinkan untuk membangun tambahan landasan pacu tersebut.” katanya. dan isu mengenai tersebutpun berhembus setelah adanya kabar mengenai kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut. di Banjarmasin. . kalau memang PT Angkasa Pura tidak sanggup menyelesaikan masalah ini. kalau memang benar informasi tersebut.hingga kini belum jelas. namun kita tetap harus antisipasi mumpung masih ada waktu. Pihak DPRD Kalsel sendiri menanggapi serius persoalan tersebut. Untuk memastikan persoalana tersebut Dinas Perhubungan bersama DPRD Kalsel bakal mendatangi Kementerian Perhubungan untuk menanyakan tentang ancaman penghapusan Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji. Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalsel Arsyadi mengatakan menada.

untuk tahap pertama dipanggil 28 orang pemilik lahan kosong dan beberapa lahan rumah warga Syamsuddin Noor dan Guntung Payung.” katanya. (10/5) ketika tahap awal verifikasi lahan di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru. Ketua Panitia Pembebasan Lahan Bandara Dr Syahriani Syahran mengatakan. 60% nya masih bermasalah dengan kasus tumpang tindih. Karena tidak mungkin pihak AP membangun di atas bangunan orang. “Penyelesaian akan dilakukan dengan jalan musyawarah yaitu dengan membentuk tim mediasi agar tidak timbul permasalahan baru yang dapat merugikan warga. sampai saat ini baru dua warga yang mengajukan surat keberatan ke BPN untuk diminta melakukan pengukuran ulang karena adanya klaim di atas lahan yang mereka miliki.” ujarnya. Masalah itu dibenarkan GM PT Angkasa Pura I Gerrit Mailenzun. “Resikonya. Menurutnya.” ungkapnya. kemarin. “Saat ini sedang dilakukan tahap pendaftaran dan verifikasi oleh sektar 28 warga yang diundang p anitiaberdasarkan data dari BPN yang telah melakukan pengukuran ulang dan tidak terdapat permasalahan administrasi.60% Lahan Masih Bermasalah Dari total 92 hektare lahan yang siap digantu rugi terkati pengembangan bandara Syamsuddin Noor. kan. Permasalahan tumpang tindih lahan tersebut berdampak terhadap rencana pembangunan untuk pengembangan Bandara Syamsuddin Noor yang awalnya diasumsikan pada Juli 2012. Dituturkannya. . pembangunan mundur. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Banjarbaru. Kamis.

” pungkasnya. Karena hasil laporan dari verivikasi tahap pertama harus dilaporkan dulu. Kalimantan Selatan. Pembangunan Bandara Syamsudin Noor Mencapai Rp600 miliar Skalanews . “Uang itu akan cair 16 Mei 2012. Gerrit N Mailenzun . Kalimantan Selatan diperkirakan menelan biaya Rp600 miliar.000 meter persegi sehingga anggaran yang dibutuhkan dengan asumsi biaya konstruksi Rp12 per meter maka mencapai Rp600 miliar. pihaknya mengusulkan membangun seluas 60.8 milyar dicarikan. perhitungan ini berdasarkan asumsi biaya konstruksi per meter persegi sebesar Rp12 juta dengan luasan bangunan yang disiapkan mencapai 50. Gerrit menambahkan saat ini pembangunannya sedang dalam proses pembebasan lahan. pada Selasa (22/5). barulah uang ganti rugi untuk 28 orang pemilik lahan yang berukuran 4 hektare berjumlah 3.000 meter persegi yang disetujui." kata General Manager PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. biaya pembangunan bandara termasuk fasilitas seperti terminal kedatangan dan keberangkatan beserta seluruh sarana dan prasarana pendukungnya mencapai Rp600 miliar.Meski demikian. "kemungkinan luasan bangunan yang disetujui seluas 50. . pembayaran yang semula dikabarkan panitia pada 10 Mei 2012 harus tertunda kembali. Dalam pengajuan proposal pembangunan. dia mengatakan dengan pembangunan ini diharapkan dapat menampung penumpang sebanyak 5 juta orang per tahun.000 meter persegi "Penghitungan kami.Pembangunan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin." ungkapnya.000 meter persegi namun Gerrit memperkirakan hanya 50.

4 juta orang.(Khaled Muhamad) .5 juta orang dan sepanjang 2011 tercatat mengalami peningkatan menjadi 3. Pada tahun 2010.5 juta orang.Disebutkan. Sampai dengan bulan April 2012 penumpang sudah mencapai 1 juta orang diperkirakan hingga akhir 2012 jumlah penumpang dapat mencapai 3. jumlah penumpang yang menggunakan jalur transportasi udara mencapai 2. pertumbuhan penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara melalui Bandara Syamsudin Noor setiap tahun mengalami peningkatan signifikan sehingga dibutuhkan penambahan luasan bandara dan fasilitasnya. Ia mengatakan pihaknya mengharapkan rencana pengembangan bandara mendapat dukungan seluruh pihak termasuk pemilik tanah yang masuk dalam areal pengembangan bandara kebanggaan masyarakat Kalsel itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful