P. 1
Kasus Pembebasan Tanah Rencana Perluasan Bandara Syamsudin Noor - Copy_1

Kasus Pembebasan Tanah Rencana Perluasan Bandara Syamsudin Noor - Copy_1

|Views: 567|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Dwi Prasetiyo
fix
fix

More info:

Published by: Agung Dwi Prasetiyo on May 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2014

pdf

text

original

Kasus Pembebasan Tanah Rencana Perluasan Bandara Syamsudin Noor

Gubernur Kalsel Keluhkan Terbengkalainya Pengembangan Bandara

Metrotvnews.com, Banjarmasin: Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengeluhkan terbengkalainya rencana pengembangan Bandara Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional akibat belum tuntasnya proses pembebasan lahan. "Kami telah berupaya mempercepat proses pengembangan Bandara Syamsuddin Noor dan sejak lama telah mengusulkan penambahan landasan pacu agar sesuai standar bandara internasional," kata Rudy, di Banjarmasin, Selasa (19/3). Sedianya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama PT Angkasa Pura I akan mengembangkan Bandara Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional. Pengembangan itu berupa pembangunan terminal, perbaikan apron, taxi way dan penambahan serta perpanjangan landasan pacu dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter. Namun, rencana pengembangan sejak 2012 tersebut terkendala belum tuntasnya proses pembebasan lahan seluas 108 hektare. Sebelumnya Director Operation and Engineering PT Angkasa Pura I Harjoso mengatakan pihaknya juga telah bertemu dengan Tim 9 pembebasan lahan bandara dan diketahui banyak lahan untuk pengembangan bandara belum dapat dibebaskan. PT Angkasa Pura semula menargetkan pengembangkan menjadi bandara internasional selesai pada 2014. Bahkan operusahaan itu telah menganggarkan dana secara multi years untuk pengembangan fasilitas bandara sebesar Rp540 miliar, terdiri dari Rp290 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp250 miliar untuk pembangunan atau konstruksi. (Denny S Ainan)

H. RT 43 RW 09 Kelurahan Syamsudin Noor itulah terjadi tumpang tindih pemilikan lahan. Disamping itu mengubah simpul distribusi transportasi darat semulus di Landasan Ulin. Angkasa Pura I Cabang Syamsudin Noor akan merelokasi bandar udaranya ke daerah Kecamatan Peleihari. adalah Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Payung. di atas lahan Jalan Tegal Arum. Syaifullah bin (alm) Gusti Abdul Kadir. isu berkembang bahwa PT. Angkasa Pura mendapatkan amanat dari Menteri Negara BUMN sebagai user dalam pengembangan Bandara Syamsudin Noor. kata Syahriani Syahran. Sementara mencari lahan baru untuk sebuah bandar udara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banjarbaru tidak gampang. Itu sama saja harus memporakporandakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dua daerah. Sementara di daerah itu 49 pemilik lahan sudah mengantongi surat-surat pemilikan lahan yang sah. “Kami memiliki hak yang sah atas lahan itu. sangat tidak mungkin. Pertemuan Tertutup Ketua P2T dengan Sucofindo Pengembangan Bandara Syamsudin Noor sebagai upaya memberi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jasa penerbangan. Angkasa Pura I merentang program peningkatan kemampuan Bandara Syamsudin Noor. Alhasil. Persoalannya untuk menentukan arah angin yang baik bagi pendaratan pesawat saja perlu waktu minimal lima tahun. Jadi. Dua wilayah yang bakal dicaplok untuk pengembangan bandara. dan sisanya berada di Kelurahan Syamsudin Noor 64 hektare. Kapasitas bandara tersibuk ketiga di Indonesia ini sudah tidak memadai. Adalah Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dan PT.Dipertanyakan. Hingga kini 49 pemilik lahan menolak pembayaran ganti rugi lahan pembebasan pengembangan bandara karena adanya klaim orang yang mengaku lahan itu miliknya. yang diakui sebagai milik Drs. warga sepakat memasang baliho sebagai tanda . Pengembangan bandara diperlukan lahan seluas 102 hektare bahkan bisa mencapai hingga 187 hektare. Kecamatan Landasan Ulin. Usulan itu diajukan ke Pemerintahaan Pusat hingga akhirnya PT. baik di Kota Banjarbaru maupun Kabupaten Tanah Laut. Luas lahan di wilayah Kelurahan Guntung Payung sekitar 38 hektare. Sayangnya. Kabupaten Tanah Laut. Luasnya sekitar 21 hektare.

Tetapi Lurah Syamsudin Noor. pensiunan TNI ini pun pada 4 Juni 2012 melaporkan kasus tindak pidana kejahatan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta outentik sebagai dimaksud dalam Pasal 266 KUHP dengan laporan nomor LP. masyarakat pemilik lahan maupun PT Angkasa Pura I dapat menemukan solusi melalui penetapan harga yang tidak merugikan masyarakat. MSi. selaku tim penilai atau appraisal sebelum penetapan nilai ganti rugi pada 16 April 2012. dan tanah kosong/tanah perkebunan Rp 255. “Saya baru menjabat di sini.” kata Sudiyono. Menanggapi nilai ganti rugi lahan tersebut. Dari hasil penelurusan Buser Kriminal selama di Banjarbaru. Sampai awal Juli 2012. menurut sumber di pemerintah kota. H. menurut Eko Widowati dari BPN Banjarbaru. Sama halnya dengan Camat Landasan Ulin Drs. Tetapi sekarang. Yang menjadi pertanyaan. “Saya belum tahu banyak soal tanah di Syamsudin Noor dan Guntung Payung. tidak bisa banyak memberikan keterangan.” cetusnya menjawab pertanyaan Buser Kriminal. “Sebelum ada program pembebasan lahan bandara. Meski demikian.memperjelas kepemilikan kami. tiba-tiba banyak pihak mengaku memiliki lahan di daerah itu hingga terjadi tumpang tindih pemilikan.” ujarnya. nilai ganti rugi itu tidak sesuai dengan harga pasar yang berlaku. di sela-sela rapat penetapan ganti rugi. Pasalnya.TBL/550/VI/2012/Kalsel/Dit Reskrim Umum.000. lahan di Guntung Payung dan Tegal Arum masih dalam kondisi hutan tidak terawat. tanah kosong/tanah perkebunan dengan harga ganti rugi tanah permeter persegi ditetapkan untuk tanah perumahan Rp 340. Dalam baliho itu tercantum nomor surat para pemiliknya sesuai data yang outentik. baru sekitar 20 persen lahan dibebaskan. Pembebasan lahan untuk bandara ditargetkan oleh Gubernut Kalsel rampung pada akhir Juli 2012. Nadjmi Adhani mengaku melihat peta tanah yang akan dibebaskan. Apalagi daerah itu termasuk strategis di Banjarbaru sehingga tidak mengherankan jika kemudian ’mendadak’ muncul dokumen tanah di atas lahan mereka hingga memunculkan persoalan baru bagi P2T. ada pertemuan tertutup antara Syahriani Syahran dengan pihak Sucofindo. Berdasar laporan itu pihak penegak hukum memeriksa beberapa saksi termasuk dari BPN Banjarbaru.” kata camat.000. tanah pemukiman. tidak sedikit kasus tanah diadukan pada saya. Nadjmi Adhani. Dardansyah yang baru menjabat 4 bulan. Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan sempat menyatakan. 60 persen lahan yang akan dibebaskan masih bermasalah. tanah pemukiman Rp 275.000. apa di balik pertemuan tertutup antara ketua P2T dengan pihak Sucofindo? Akhirnya tanah diklasifikasikan menjadi tanah perumahan. Akankah nasib bandara di Banjarbaru ini sama dengan yang dialami Bandara Kualanamu sebagai bandara pengganti Polonia Medan yang terkatung-katung tanpa kejelasan? *TIM . Namun kenyataan di lapangan tidak semulus target sang kepala daerah. Sudiyono. Berlarutnya proses pembebasan lahan dapat mengancam realisasi pengembangan Bandara Syamsudin Noor. dibiarkan begitu saja. Sudiyono atas nama 49 pemilik lahan di daerah Tegal Arum menyebut.

Sementara luas lahan dicaplok perluasan bandara 102 hektare. Sementara Perpres No. Mailenzun pun berangkat ke Yerussalem. dasar perbandingan tim penilai dari tim Sucofindo Surabaya tidak tranparan yang dibuat perbandingan adalah perumahan Wengga I V daerah lapangan Golf yang jaraknya sekitar 3 km dari Bandara Syamsudin Noor.P2T Banjarbaru Lakukan Pembohongan Publik Banjarbaru. bahwa warga yang sudah bersedia melepas haknya sudah mencapai 80 persen. General Manager Angkasa Pura 1 Cabang Syamsudin Noor. di mana saat diperlukan warga. Panitia juga menyatakan lahan bermasalah sebanyak 60 persen tapi tidak bisa dipertanggung jawabkan dan dipetakan.6 hektare. (Buser Kriminal) Panitia Pembebasan Tanah (P2) Banjarbaru memanipulasi data dan melakukan pembohongan publik dalam proses pembebasan dan ganti rugi lahan untuk perluasan Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru. P2T yang dikomandoi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Syahriani Syahran menyatakan. akhirnya saling menyalahkan antara panitia dengan Angkasa Pura 1. ketua P2T Syahriani Syahran malah berangkat umrah. seolah melepas tanggung jawab sedangkan yang sudah verifikasi menunggu pembayaran belum dibayar. sedangkan warga yang belum bersedia melepas haknya dengan luas total lahan 45. Dalam pembebasan ini terkesan tidak ada keseriusan dalam menangani. Apalagi dalam Pasal 12 yang berbunyi ganti rugi dalam rangka pengadaan tanah . Dalam Keppres Nomor 36 tahun 2005 dan Keppres Perubahan Nomor 65 tahun 2012 untuk ganti rugi tanah tidak disebutkan harga tanah kosong. Seharusnya P2T bisa mengacu pada Pasal 58 UU Nomor 2 tahun 2012. 36 tahun 2005 dan Perpres Perubahan Nomor 65 tahun 2006 sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012. Gerrit N. tanah perkampungan dan tanah perumahan. Menurut Sudiyono selaku kuasa dari 46 warga pemilik lahan di daerah Tegal Arum. Kalimantan Selatan.

bangunan. fasilitas umum 7 hektare. Tapi dalam pelaksanaannya banyak sekali yang tidak sesuai aturan. Tim Sucofindo Surabaya pun tidak transparan. Antara lain tidak adanya nego ulang atau musyawarah dengan warga yang tidak sepakat harga. tanaman tumbuh. dan akhirnaya terjadinya konflik. Tidak diumumkan hak warga berupa ukuran tanah. Disamping itu akibat dari pembebasan ikut juga terkena imbasnya antara lain harus mencari permukiman baru. bangunan. Pemetaan tanah sudah ditandatangani tapi masih menerima data warga yang menyusul dan memberi peluang mafia tanah dan oknum panitia bersekongkol. “Kami tidak menyalahkan tim panitia karena bekerja berdasarkan Keppres Nomor 36 tahun 2005 dan perubahannya yang dituangkan Peraturan Badan Pertanahan Nasional Nomor 03 tahun 2007. benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah. Warga yang lahannya terkena pembebasan ini berharap bisa mendapatkan kehidupan yang layak.diberikan untuk hak atas tanah. Dan bukan semata untuk mencari keuntungan dengan adanya perluasan bandara. tanaman. Panitia tidak menetapkan harga dulu kepada warga tentang harga tanah. apalagi informasi yang dipakai untuk perbandingan patokan harga di perumahan Wengga 4 perumahan golf. Warga yang mempertahankan hak meminta harga yang layak.6 hektare. dan usaha. *UTJE . yang akhirnya menghambat kinerja P2T kurang tegas.4 hektare. P2T untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat rencana pembebasan lahan hanya wacana saja tanpa pelaksanaan. bangunan. kehilangan mata pencaharian. tegas Sudiyono. Rinciannya tanah provinsi 16. lahan warga yang sudah setuju 34 hektare. dan lahan warga yang belum sepakat dengan harga yang ditetapkan P2T sejumlah 45. Bukan malah sebaliknya. tanaman tumbuh hingga akhirnya sebagian pemilik hak mengajukan komplain. Untuk perluasan Bandara Syamsudin Noor Angkasa Pura 1 membutuhkan lahan seluas 102 hektare. mninggalkan histori yang tidak mudah dilupakan.

sifatnya hanya memverifikasi. "Itulah sebabnya. kenapa kemudian kami mempertanyakan ini. Pemerintah daerah. ada poinpoin yang sangat bertentang dengan UU No 2/2012. merupakan tindak lanjut dari UU Agraria No 5/1960. gimana apakah tim ini tetap melanjutkan. Karena Ada hal-hal yang begitu krusial. UU ini adalah lex spesialis sedangkan perpres No 36/2005 ini sangat umum. "Di dalam UU No 2/2012 tersebut jelas sekali disebutkan pada pasal 58 huruf B bahwa persoalan tanah yang masih berlangsung dilakukan berdasarkan aturan UU No 2/2012 ini. Jadi. tim ini bekerja berdasarkan Perpres No 36/2005. Arie yang didamping Wakil Ketua Iwan Budiman maupun Joko Triono serta anggota dewan lainnya yakin UU No 2/2012 lah yang paling tepat diterapkan dalam proses pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor. Tetapi." katanya.Dewan Ragukan Tim Pembebasan Lahan Bandara BANJARMASINPOST. di dalam UU No 2/2012 ini untuk proses pembebasan lahan penetapan harga dilakukan oleh lembaga pertanahan.ID. Sedangkan. ketika tim ini bekerja telah berlaku UU No 2/2012 yang mengatur tentang pengadaan tanah untuk fasilitas umum. seperti yang sekarang tim yang menetapkan. UU NO 2/2012 ini memang belum ada peraturan pemerintahnya. Menurut Ketua DPRD Banjarbaru Arie Sophian. Di antaranya. dewan dalam rapat yang digelar dari siang hingga sore ini juga meragukan legalitas tim pembebasan lahan." kata Arie Sophian kepada tim pembebasan lahan yang dipimpin Sekda Sjahriani Syahran. Tak hanya mempertanyakan keluhan yang disampaikan warga. BANJARBARU . . Apalagi didalamnya. Bukan. Arie menambahkan. PP ini. Dewan memiliki alasan sendiri.Usai menerima 150 warga Syamsudin Noor dan Guntung Payung DPRD Banjarbaru langsung menggelar rapat denga Tim Pembebasan Lahan Pemko Banjarbaru.CO.

Pemasangan/pemindahan alat bantu penerbangan 6. dengan nilai PCN = 81 2. semula 2500 meter menjadi 3000 meter dengan konstruksi rigid. maka sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah." katanya. Kita mengapresiasi penuh terhadap kinerja tim P2T Kota Banjarbaru yang sudah bekerja ekstra keras agar seluruh lahan yang diperlukan untuk pengembangan bandara bisa segera dibebaskan.Pembuatan marka membutuhkan biaya 7.Runway diperpanjang 500 meter (Lebar=45 m). Gambaran umum masterplan pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin : 1. pengembangan sisi darat yaitu pembangunan terminal baru dan lahan parkir baru serta area komersil akan dilaksanakan oleh PT.Ketua Tim Pembebasan Lahan Sjahriani Syahran mengakui. Angkasapura I Sedangkan area sisi udara yaitu perpanjangan runway.Pembuatan Taxiway pararel dengan konstruksi rigid ukuran Panjang 2. .5m .48m) 4. L=242. Dari hasil perhitungan DED (Detail Engineering Design). pembuatan taxiway pararel.Pembuatan appron baru dengan konstruksi rigid ukuran luas 71. perluasan appron dll menjadi tanggungan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. atas dasar keyakinan timnya kemudian tetap melanjutkan bekerja melakukan pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor.Pembuatan pagar wiremesh 5. "Karena itulah. biaya konstruksi yang dibutuhkan cukup besar (dan saat ini kami masih terus mengevaluasi disain agar biaya dapat terus ditekan).653 m2 (P=295.Studi-studi Review membutuhkan biaya Proses pengembangan masih terus berjalan dan saat ini masih berada pada fase pembebasan lahan. Jika lahan sudah semuanya dibebaskan. saat aturan UU No2/2012 turun pihaknya juga sempat bingung karena tidak ada peraturan pemerintah yang secara teknis memberikan gambaran pelaksanaan UU tersebut.025 m & Lebar 23 m 3.

Bandara Syamsudin Noor Dibayangi Penghentian Embarkasi Haji Posted on Maret 19. Beberapa bulan yang lalu. dengan kondisi runway 2500 meter hanya mampu digunakan untuk pesawat jenis B767-300 dengan kapasitas 326 seat dan jika rencana tersebut terealisasi tentunya pesawat jenis tersebut dilarang landing di King Abdul Aziz. kami pun menargetkan agar jamaah umrah bisa langsung berangkat dari banjarmasin ke saudi. termasuk masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. soetta atau yang lainnya). . pemerintah saudi hanya akan mengizinkan pesawat jenis B767-500 dengan kapasitas sekitar 500 seat yang diperbolehkan landing di King Abdul Aziz (untuk mengurangi krodit). kami juga mendisain adanya pararel taxiway. Jika masalah diatas bisa diselesaikan. tanpa harus melalui juanda atau soetta. Kita tentunya menyambut baik hal tersebut. karantina dll yang belum ready. Jika ini terjadi. Sementara ini. 14/3 (Antara) – Berita terkait kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melarang pesawat berbadan kecil mendarat di Bandara negeri itu selama musim haji mendatang telah melahirkan kekhawatiran banyak pihak.Perpanjangan runway menjadi 3000 meter adalah prioritas utama kami. target kami adalah agar Bandara Syamsudin Noor bisa menjadi bandara internasional sepenuhnya (saat ini masih berstatus bandara internasional haji). Selain itu. karena rencananya. Efeknya sangat besar…. melainkan terus memasuki paparel taxiway lalu menuju appron sehingga waktu holding pesawat di udara tidak terlalu lama dan memperlancar sirkulasi pergerakan pesawat yang takeoff maupun yang landing. Gunanya agar pesawat yang sudah landing tidak perlu lagi turning untuk menuju appron.Kalsel tidak bisa menjadi embarkasi haji. Dalam masterplan. namun yang menjadi kendala adalah masalah imigrasi. perwakilan dari changi airport dan silk air singapore melakukan kunjungan ketempat kami dan berencana akan membuka rute Banjarmasin-Singapura. Mohon doa semua pihak agar semua impian kita bisa terwujud. 2013 by hasanzainuddin Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin. dan jamaah haji kalsel harus berangkat melalui bandara lain (juanda.

. Tetapi setelah adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut apakah pada musim haji 2013 ini Bandara Syamsudin Noor masih bisa menjadi embarkasi haji?. tentu dengan memperluas bandara tersebut hingga mampu didarati pesawat dengan penumnpang 350 orang. atau Ke Sepinggan Balikpapan. Jenddah Arab Saudi. Pemerintah Saudi hanya akan mengizinkan pesawat jenis B767-500 dengan kapasitas sekitar 500 seat yang diperbolehkan landing di bandara King Abdul Aziz. masyarakat Kalsel yang dominasi beragama Islam tersebut sudah merasa “bahagia” setelah salah satu bandar udara (Bandara) di wilayah ini. Landasan Pacu Padahal sebelum tahun 2004 warga Kalsel ke tanah suci menunaikan rukun Islam kelima tersebut harus terlebih dahulu terbang dan menginap Ke Bandara Juanda Surabaya. yakni bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sejak tahun 2004 sudah ditetapkan sebagai Bandara embarkasi haji. Dengan status Embarkasi haji. Sebaliknya. Pemerintah Saudi Arabia hanya memperbolehkan pesawat berbadan besar semacam air bus untuk mendarat di bandara mereka guna mengurangi intensitas kepadatan di bandara mereka itu.Pasalnya. Keberhasilan mengubah Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji hingga memancing jemaah calon haji provinsi lain juga ikut terbang di bandara tersebut seperti dari provinsi Kalimantan Tengah. masyarakat Kalsel yang menunaikan ibadah haji bisa terbang langsung dari Bandara Syamsudin Noor ke Bandara King Abdul Azis. Menurut informasi. bahkan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. kondisi Syamsudin Noor sendiri belum mampu untuk menampung pesawat berbadan besar tersebut. Karena dinilai merepotkan waktu itu berbagai upaya Pemerintah Prmprov Kalsel dan masyarakatnya memperjuangkan Bandara Syamsudin Noor menjadi Embarkasi Haji. akhirnya Bandara Syamsudin Noor yang sudah memiliki asrama haji tersebut tiap tahun kian ramai saja.

” katanya.” katanya. dan lainnya. tentunya pesawat jenis tersebut dilarang landing di King Abdul Aziz. pembuatan taxiway paralel.” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kalsel. Menurut dia untuk mengimbangi keinginan pemerintah Arab Saudi tersebut tentu harus diimbangi dengan pengembangan Bandara Syamsudin Noor sendiri. landasan pacu akan segara dilaksanakan. M Takhim. Belum Jelas Kabar akan dihentikannnya Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji sebenarnya . “Jika lahan sudah semuanya dibebaskan. maka sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. dan itu tergantung sangat tergantung pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas.Sementara ini. Jika rencana pemerintah Arab Saudi tersebut benar-benar terwujud. Kalsel tidak bisa menjadi embarkasi haji lagi. Proses pengembangan Bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel tersebut masih terus berjalan dan saat ini masih berada pada fase pembebasan lahan. pengembangan sisi darat yaitu pembangunan terminal baru dan lahan parkir baru. bila itu terwujud maka pesawat berbadan besar sudah bisa mendarat. Selain perpanjangan runway yang juga harus dilakukan di Bandara Syamsudin Noor yang berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Banjarmasin tersebut itu adalah perbaikan terminal penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan. Jamaah Kalsel sendiri kembali harus berangkat melalui bandara lain lagi. “Jika ini terjadi. efeknya sangat besar. perluasan apron. Bandara Syamsudin Noor dengan kondidi runway (landasan pacu) hanya panjang 2500 meter dengan demikian hanya bisa didarati pesawat pesawat jenis B767-300 dengan kapasitas 326 seat. Selain itu untuk melayani adanya pesawat berbadan besar maka juga harus ada perpanjangan runway. “Setidaknya Bandara Syamsudin Noor memiliki panjang runway minimal panjang 3000 meter. kepada wartawan. Pemprov Kalsel kini terus berharap kinerja tim pembebasan lahan Kota Banjarbaru untuk berusaha agar seluruh lahan yang diperlukan untuk pengembangan bandara bisa segera dibebaskan.

Selasa (12/3) mengatakan. Ismail Iskandar. dan isu mengenai tersebutpun berhembus setelah adanya kabar mengenai kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut. “Waktu sekitar delapan atau tujuh bulan masih sangat memungkinkan untuk membangun tambahan landasan pacu tersebut. Kepala Bidang Angkutan Udara Dinas Perhubungan Kalsel. pihaknya akan mempertanyakan masalah tersebut. maka lebih baik pengelolaannya diserahkan saja ke Pemprov Kalsel saja. Menurut Arsyadi.” katanya.” cetusnya. Ia juga mengingatkan kepada PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Syamsudin Noor segera menindaklanjuti persoalan ini untuk mencari jalan keluar agar status embarkasi haji itu. Jadi bagaimana cara PT Angkasa Pura harus memperpanjang runway sesuai dengan permintaan Pemerintah Arab Saudi agar pesawat besar bisa mendarat di Bandara Syamsudin Noor. namun kita tetap harus antisipasi mumpung masih ada waktu. Permasalahan pencabutan status ini tentu saja membuat semua kalangan keberatan dan kecewa.” kata Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel Achmad Bisung. jangan salahkan Arab Saudi menentukan kebijakannya. Untuk memastikan persoalana tersebut Dinas Perhubungan bersama DPRD Kalsel bakal mendatangi Kementerian Perhubungan untuk menanyakan tentang ancaman penghapusan Bandara Syamsudin Noor sebagai embarkasi haji. untuk memperjelas persoalan tersebut. tinggal kebijakannya mendukung atau tidak. PT Angkasa Pura masih memiliki waktu untuk membangun atau menambah landasan pacu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Namun. pihaknya belum mendapatkan penjelasan dan menerima surat terkait persoalan Bandara Syamsudin Noor yang terancam dihapuskan menjadi embarkasi haji. kalau memang benar informasi tersebut. pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.hingga kini belum jelas. Menurut Bisung.” katanya. “Sampai sekarang kami memang belum mendapatkan informasi langsung dari pihak terkait mengenai persoalan tersebut. karena embarkasi haji di bandara tersebut merupakan kebangaan masyarakat mayoritas Muslim ini. “Kalau permasalahan ini tidak ditanggapi serius. tambah dia. “Saya tidak setuju kalau status embarkasi haji dicabut. . di Banjarmasin. Pihak DPRD Kalsel sendiri menanggapi serius persoalan tersebut. sehingga meminta Pemprov Kalsel turun tangan dan bergerak cepat untuk menyelesaikan atau mencari solusi agar status embarkasi haji pada Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin tidak jadi dicabut. kalau memang PT Angkasa Pura tidak sanggup menyelesaikan masalah ini. Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalsel Arsyadi mengatakan menada.

Menurutnya. Ketua Panitia Pembebasan Lahan Bandara Dr Syahriani Syahran mengatakan. Masalah itu dibenarkan GM PT Angkasa Pura I Gerrit Mailenzun.” katanya. (10/5) ketika tahap awal verifikasi lahan di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru. Kamis. untuk tahap pertama dipanggil 28 orang pemilik lahan kosong dan beberapa lahan rumah warga Syamsuddin Noor dan Guntung Payung. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Banjarbaru. pembangunan mundur. kan. “Resikonya. sampai saat ini baru dua warga yang mengajukan surat keberatan ke BPN untuk diminta melakukan pengukuran ulang karena adanya klaim di atas lahan yang mereka miliki.” ujarnya. Karena tidak mungkin pihak AP membangun di atas bangunan orang. “Saat ini sedang dilakukan tahap pendaftaran dan verifikasi oleh sektar 28 warga yang diundang p anitiaberdasarkan data dari BPN yang telah melakukan pengukuran ulang dan tidak terdapat permasalahan administrasi.60% Lahan Masih Bermasalah Dari total 92 hektare lahan yang siap digantu rugi terkati pengembangan bandara Syamsuddin Noor. Dituturkannya. “Penyelesaian akan dilakukan dengan jalan musyawarah yaitu dengan membentuk tim mediasi agar tidak timbul permasalahan baru yang dapat merugikan warga. 60% nya masih bermasalah dengan kasus tumpang tindih. . Permasalahan tumpang tindih lahan tersebut berdampak terhadap rencana pembangunan untuk pengembangan Bandara Syamsuddin Noor yang awalnya diasumsikan pada Juli 2012.” ungkapnya. kemarin.

Dalam pengajuan proposal pembangunan. "kemungkinan luasan bangunan yang disetujui seluas 50. perhitungan ini berdasarkan asumsi biaya konstruksi per meter persegi sebesar Rp12 juta dengan luasan bangunan yang disiapkan mencapai 50. Gerrit menambahkan saat ini pembangunannya sedang dalam proses pembebasan lahan.000 meter persegi sehingga anggaran yang dibutuhkan dengan asumsi biaya konstruksi Rp12 per meter maka mencapai Rp600 miliar." kata General Manager PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. dia mengatakan dengan pembangunan ini diharapkan dapat menampung penumpang sebanyak 5 juta orang per tahun.8 milyar dicarikan." ungkapnya.000 meter persegi namun Gerrit memperkirakan hanya 50. pada Selasa (22/5). Gerrit N Mailenzun . pihaknya mengusulkan membangun seluas 60.000 meter persegi yang disetujui. Kalimantan Selatan.” pungkasnya. biaya pembangunan bandara termasuk fasilitas seperti terminal kedatangan dan keberangkatan beserta seluruh sarana dan prasarana pendukungnya mencapai Rp600 miliar. Pembangunan Bandara Syamsudin Noor Mencapai Rp600 miliar Skalanews . Kalimantan Selatan diperkirakan menelan biaya Rp600 miliar. . pembayaran yang semula dikabarkan panitia pada 10 Mei 2012 harus tertunda kembali.000 meter persegi "Penghitungan kami.Pembangunan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin.Meski demikian. Karena hasil laporan dari verivikasi tahap pertama harus dilaporkan dulu. “Uang itu akan cair 16 Mei 2012. barulah uang ganti rugi untuk 28 orang pemilik lahan yang berukuran 4 hektare berjumlah 3.

pertumbuhan penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara melalui Bandara Syamsudin Noor setiap tahun mengalami peningkatan signifikan sehingga dibutuhkan penambahan luasan bandara dan fasilitasnya.(Khaled Muhamad) .5 juta orang.Disebutkan. Ia mengatakan pihaknya mengharapkan rencana pengembangan bandara mendapat dukungan seluruh pihak termasuk pemilik tanah yang masuk dalam areal pengembangan bandara kebanggaan masyarakat Kalsel itu.4 juta orang. jumlah penumpang yang menggunakan jalur transportasi udara mencapai 2. Pada tahun 2010. Sampai dengan bulan April 2012 penumpang sudah mencapai 1 juta orang diperkirakan hingga akhir 2012 jumlah penumpang dapat mencapai 3.5 juta orang dan sepanjang 2011 tercatat mengalami peningkatan menjadi 3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->