Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH SEJARAH MATEMATIKA TRIGONOMETRI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Sejarah Matematika DOSEN PENGAMPU : HIDAYATI RAIS, S.Pd

OLEH : JOKO SUTANTO PRODI SEMESTER KELAS : MATEMATIKA : 1 (SATU) :A

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN YAYASAN PENDIDIKAN MERANGIN STKIP YPM BANGKO TA. 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah dari mata kuliah sejarah matematika. Makalah ini mencoba menjelaskan tentang sejarah matematika trigonometri. Dengan makalah ini penulis mengharapkan pembaca dapat mengetahui sejarah awal di temukannya trigonometri. Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya Dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa. Penulis sadar bahwa makalah ini tidak lepas dari kesalahan dan kekeliruan, untuk itu kritik dan saran senantiasa penulis harapkan dari para pembaca makalah ini, terima kasih.

Bangko,

Desember 2012

Penulis

By: Joko Sutanto

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Masalah ................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ............................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Trigonometri .................................................................. 2 2.2 Sejarah Trigonometri ........................................................................ 2 2.3 Perkembangan dan Tokoh-Tokoh Trigonometri............................... 5 2.4 Aplikasi Trigonometri ....................................................................... 7

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 8 3.2 Saran .................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA

By: Joko Sutanto

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Trigonometri sudah sering kita dengar dan kenal dari kecil, umumnya berhubungan dengan ilmu matematika, astronomi, geometri dan lain-lain. Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu tri artinya tiga, gonomon artinya sudut dan metria yang artinya ukuran jadi. Jadi, trigonometri adalah pengukuran sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Lebih dari 3000 tahun yang lalu pada zaman Mesir Kuno dan Babilonia serta peradaban lembah Indus adalah awal trigonometri dapat dilacak. Matematikawan India adalah perintis penghitungan variabel aljabar yang digunakan untuk menghitung astronomi dan juga trigonometri.Sekitar 150 SM matematikawan Yunani Hipparchus menyusun tabeltrigonometri untuk

menyelesaikan segi tiga. Dan dilanjutkan oleh Ptolemy yang juga merupakan matematikawan yunani sekitar tahun 100 yang mengembangkan penghitungan trigonometri lebih lanjut. Kemudian pada tahun 1595matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah karya yang berpengaruh tentang trigonometri dan memperkenalkan kata ini ke dalam bahasaInggris dan Perancis. Hingga saat ini trigonometri telah digunakan oleh pembuat jalan,pembuat jembatan dan mereka yang menghasilkan bangunan

1.2 Rumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah sejarah awal ditemukannya trigonometri? 2. Siapa saja penemu sejarah trigonometri?

By: Joko Sutanto

BAB II PEMBAHASAN

1.

Pengertian Trigonometri Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu tri artinya tiga,

gonomon artinya sudut dan metria yang artinya ukuran jadi. Jadi, trigonometri adalah pengukuran sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Menurut Edward J. Byng bahwa trigonometri adalah ciptaan orang arab. Oleh karena itu, banyak kata-kata dalam trigonometri yang menggunakan istilah dari Arab. Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya; bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri. Walaupun pada mulanya trigonometri dikaji sebagai cabang astronomi tetapi akhirnya trigonometri berdiri sendiri sebagai sebuah disiplin ilmu. Perkembangan awal trogonometri terbukti digerakkan disebabkan keperluan penyelesaian masalah astronomi. Kemunculan trigonometri merupakan proses yang perlahan. Jika dibandingkan dengan cabang matematika lain, trigonometri berkembambang disebabkan hubungan antara pendidikan matematika terapan dengan keperluan sains dalam bidang astronomi. Hubungan ini dianggap saling berkait, tetapu tersembunyi sehingga zaman Renaissans trigonometri dijadikan sebagai topik tambahan dalam astronomi.

2.

Sejarah Trigonometri Awal trigonometri dapat dilacak hingga zaman Mesir Kuno dan Babilonia dan peradaban Lembah Indus, lebih dari 3000 tahun yang lalu. Matematikawan India adalah perintis penghitungan variabel aljabar yang digunakan untuk menghitung astronomi dan juga trigonometri. Lagadha adalah matematikawan yang dikenal sampai sekarang yang menggunakan geometri dan trigonometri untuk penghitungan astronomi dalam bukunya Vedanga, Jyotisha, yang sebagian besar hasil kerjanya hancur oleh penjajah India.

By: Joko Sutanto

Matematikawan Yunani Hipparchus sekitar 180 125 SM dikenal sebagai Bapak Trigonometri menyusun tabel trigonometri untuk menyelesaikan segi tiga Membuat tabel : panjang talibusur lingkaran untuk setiap sudut pusat lingkaran dengan jari-jari 60. Contoh : Sudut AOB = 30 dengan O titik pusat lingkaran berjari-jari OA = OB = 60. Berapa panjang talibusur AB? Menurut tabel Hipparchus, talibusur (30) = 31,06. Matematikawan Yunani lainnya, Ptolemy sekitar tahun 100 mengembangkan penghitungan trigonometri lebih lanjut. Teorema ptolemy ini akhirnya menuju rumus trigonometri sin (A B) = sin A . cos B cos A . sin B dan sin (A + B) = sin A . cos B + cos A . sin B cos ( A + B) = cos A . cos B sin A . sin B dan cos ( A - B) = cos A . cos B + sin A . sin B Ptolemy menemukan rumus lain hasil dari rumus tali busur dari setengah tali busur diperoleh rumus trigonometri modern sekarang yaitu: Sin A = (1 cos A) 2 2 Dengan menuggunakan bahasa tali busur Ptolemy maka rumus sinus dan cosinus sekarang dinyatakan dengan: sin x = tali busur 120 dan cos x = tali busur (1800 2x) 120

Matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah karya yang berpengaruh tentang trigonometri pada 1595 dan memperkenalkan kata ini ke dalam bahasa Inggris dan Perancis. Istilah Sinus, Cosinus dan Tangen meski bagian dari trigonometri, namun ketiganya jauh lebih tua ketimbang istilah Trigonometri itu sendiri dalam sejarah penemuannya. Istilah Trigonometri pertama kali digunakan tahun 1595. Sedang istilah Sinus, Cosinus, dan Tangen sudah muncul pada tahun 600-an. Tapi, tulisan ini bukan untuk membahas sejarah istilah trigonometri. Secara etimologi, arti kata sinus jauh dari isi konsepnya. Sinus adalah kata latin yang artinya justru buah dada. Konsep perbandingan sisi depan thdp hipotenusa dlm segi tiga, dalam bahasa sansekerta populer disebut jiva

By: Joko Sutanto

kemudian dalam peradaban islam berkembang jadi Jiba. Karena perkembangan ucapan dalam arab menjadi Jaib yang secara harfiah artinya buah dada. Nah, buah dada dalam istilah latinnya adalah sinus dan berkembang jadi sine di Inggris. Jadi jangan heran kalau dalam kamus bahasa latin sinus = buah dada Baru berkembang cosinus; complementary sinus. Sedang tangen berkembang beberapa dekade kemudian, berasal dari kata latin tangere artinya menyentuh. Yang berangkat dari konsep segmen garis AB yang menyentuh lingkaran di A. Tangen adalah perb AB dan AO dalam sudut BOA. Pada tahun 499, Aryabhata, seorang ahli matematik India mencipta jadualjadual separuh perentas yang kini dikenali sebagai jadual sinus, bersama-sama dengan jadual kosinus. Beliau menggunakan zya untuk sinus, kotizya untuk kosinus, dan otkram zya untuk sinus songsang, dan juga memperkenalkan versinus. Pada tahun 628, lagi seorang ahli matematik India, Brahmagupta, menggunakan formula interpolasi untuk menghitung nilai sinus sehingga peringkat kedua untuk formula interpolasi Newton-Stirling. Ahli matematik Parsi, Omar Khayyam (1048-1131), menggabungkan trigonometri dan teori penghampiran untuk memberkan kaedah-kaedah untuk menyelesaikan persamaan algebra melalui min geometri. Khayyam

menyelesaikan persamaan kuasa tiga, x3 + 200x = 202 + 2000, dan mendapat punca positif untuk kuasa tiga ini melalui persilangan hiperbola segi empat tepat dan bulatan. Penyelesaian angka hampiran kemudian didapat melalui interpolasi dalam jadual-jadual trigonometri. Kaedah-kaedah perinci untuk membina jadual sinus untuk mana-mana satu sudut diberikan oleh ahli matematik India, Bhaskara pada tahun 1150, bersamasama dengan sesetengah formula sinus dan kosinus. Bhaskara juga

memperkembangkan trigonometri sfera. Nasir al-Din Tusi, ahli matematik Parsi, bersama-sama dengan Bhaskara, mungkin merupakan orang-orang pertama untuk mengolahkan trigonometri sebagai satu disiplin matematik yang berlainan. Dalam karyanya, Karangan mengenai sisi empat merupakan orang pertama untuk menyenaraikan enam kes yang berbeza untuk segi tiga bersudut tegak dalam trigonometri sfera.

By: Joko Sutanto

Pada abad ke-14, al-Kashi, seorang ahli matematik Parsi, dan Ulugh Beg (cucu lelaki Timur), seorang ahli matematik Timurid, menghasilkan jadual-jadual fungsi trigonometri sebagai sebahagian kajian astronomi mereka.

Bartholemaeus Pitiscus, ahli matematik Silesia menerbitkan karya trigonometri yang terpengaruh pada tahun bahasa 1595 dan memperkenalkan dan bahasa perkataan Perancis. trigonometri kepada Inggeris

Pada pertemuan kali ini, trigonometri yang akan dibahas adalah trogonometri yang berhubungan dengan rumus-rumus jumlah/selisih dan hasil kali baik untuk sinus, cosinus, maupun tangen.

3.

Perkembangan dan Tokoh-Tokoh Trigonometri Trigonometri sebagai alat utama astronomi telah menjadi bidang kajian yang sangat diminati oleh ahli-ahli matematika islam sehingga trigonometri dapat berdiri sendiri sebagai sebuah disiplin ilmu. Orang islam adalah orang yang pertama kali menekankan pengkajian prinsip-prinsip cahaya. Ia adalah alHaitham, yang telah menulis risalah-risalah penting tentang topik. Al-Haitham membina bentuk awal prinsip-prinsip cahaya yang akhirnya menjadi hukum snell tentang pembiasan cahaya. Prinsip oprik al-Haitham memberu sesuatu insipirasi supaya perhatian terhadap astronomi dan trigonometri lebih diutamakan. Berikut ini beberapa nama tokoh dalam trigonometri :

a. Al-Khawarizmi Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh matematika besar yang [ernah dilahirkan islam dan disumbangkan pada peradaban dunia. Mungkin tak seratus tahun sekali akan lahir kedunia orang-orang seperti beliau. AlKhawarizmi selain terkenal dengan teori algoritmanya, beliau juga membangun teori-teori matematika lain. dalam bidang trigonometri beliau menemukan pemakaian sin, cos, tangent dan secan.

By: Joko Sutanto

b. Al-Battani Nama lengkap al-Battani adalah Mohammad Ibn Jabir Ibn Sinan Abu Abdullah Al-Battani, dilahirkan di Battan Mesopotamia pada tahun 850 M dan meninggal meninggal dunia di Damsyik pada tahun 929 M. Beliau adalah putera raja Arab, juga gubernur Syria yang dianggap sebagai ahli astronomi dan ahli matematika islam yang tekemuka. Al-Battani yang bertanggung jawab memperkenalkan konsep-konsep modern,

perkembangan fungsi-fungsi dan identity trigonometri. Beliau biasanya menggunakan formula sinus dengan lebih jelas dibandingkan penjelasan dari orang Yunani. c. Abu Al-Wafa Nama lengkapnya adalah Abu al-Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yaya Ibn Ismail al-Buzjani lahir di Buzjan, Nishapur, Iraq tahun 940 M. sejak kecil, kecerdasannya sudah mulai nampak dan hal tersebut ditunjang dengan minatnya yang besar di bidang ilmu alam. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya, Abu al-Wafa memutuskan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi di Baghdad pada tahun 959 M. Berkat bimbingan sejumlah ilmuwan terkemuka masa itu, tak berapa lama ia menjelma menjadi seorang pemuda yang berotak cemerlang. Dia pun lantas banyak membantu para ilmuwan serta secara pribadi mengembangkan teori terutama dalam bidang trigonometri. Konstruksi bangunan trigonometri versi abu al-Wafa diakui sengat besar manfaatnya. Beliau mengembangkan metode baru tentang konstruksi segi empat serta perbaikan nilai sinus 30 dengan memakai delapan decimal. Banyak buku dan karya ilmiah telah dihasilkannya dan mencakup banyak bidang ilmu. Namun, tak banyak karyanya yang tertinggal hingga saat ini. Sejumlah karyanya hilang, sedang yang masih ada sudah dimodifikasi. Abu al-Wafa juga banyak menuangkan karya tulisnya di jurnal ilmiah Euclid, Diophantus dan al-Khawarizmi, tetapi sayangnya banyak yang telah hilang. Karena konstribusinya yang besar terhadap bidang trigonometri, beliau dijuluki sebagai peletak dasar ilmu

trigonomteri.

By: Joko Sutanto

d. Ibn Al-Shatir Nama lengkapnya adalah Ala al-Din Ali Ibn Ibrahim Ibn alMuwaqit, lahir pada tahun 1306 M dan meninggal tahun 1375. karyanya tertuang dalam rasad ibn shatir (pemerhati ibn shatir).

4.

Aplikasi Trigonometri Jauh sebelum astronom muslim mengembangkan metode pengamatan dan teoritisnya yang maju, mereka sudah memiliki keahlian dalam menerapkan pengetahuan astronomi untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam ibadah.Praktek agama islam selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat, apakah dalam kaitan dengan shalat atau untuk menentukam awal bulan dan hari libur dalam kalender hijriah muslim Shalat harus terarah dan waktunya juga tertentu. Seluruh kaum muslimin shalat menghadap mekag kota kuno yang menjadi tempat bangunan suci umat islam, yakni kabah. Kebutuhan administrasi dan komunikasi pada awal-awal ekspansi islam menghasilkan kebutuhan kalender baru yang islami. Sehingga khalifah yang berkuasa pada abad ke-7 membuat suatu sistem baru yang berbeda dengan kalender Gregorian dan Julian didasarkan pada siklus bulan (kabisat) bukannya siklus matahari. Kalender baru ini berawal pada hari pertama tahun hijrah (622 M), kepindahan nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Tanggal ini yang diperkirakan terjadi pada akhir September, menandai awal tahun satu dalam kalender islam. Fakta bahwa kalender tersebut didasarkan pada tahun kabisat membuat prosedur konversi antara kalender islam dan kalender Gregorian menjadi rumit. Seluruh hari libur dan hari raya muslim, dan juga ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa dijadwalkan pada tahun kabisat. Maka penampakan bulan sabit yang pertama pada bulan yang baru merupakan momen penting bagi seluruh ibadah muslim. Alat astronomi yang paling spektakuler adalah astrolabus, merupakan instrument perhitungan yang penting pada abad pertengahan dan awal-awal renaissans. Selain menentukan waktu shalat dan arah mekkah, astrolabus sebagai penentu waktu dan perputaran tahunan benda-benda langit, pengukuran diatas bumi dan informasi astrologi.

By: Joko Sutanto

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu tri artinya tiga,

gonomon artinya sudut dan metria yang artinya ukuran jadi. Jadi, trigonometri adalah pengukuran sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Matematikawan Yunani Hipparchus sekitar 180 125 SM dikenal sebagai Bapak Trigonometri menyusun tabel trigonometri untuk menyelesaikan segi tiga Membuat tabel : panjang talibusur lingkaran untuk setiap sudut pusat lingkaran dengan jari-jari 60. Matematikawan Yunani lainnya, Ptolemy sekitar tahun 100. Dan tokoh trigonometri islam yaitu Al-Khawarizmi, Al-Battani, Abu Al-Wafa dan Ibn Al-Shatir.

3.2 Saran Trigonometri sangat membantu sekali dalam bidang matematika untuk kita ketahui dan pelajari. Dalam pelajaran kimia, fisika, matematika dll kita sering menggunakan fungsi trigonometri seperti sinus, cosines dan tangen. Walaupun zaman sekarang trigonometri sudah semakin berkembang dan modern, kita juga harus mengetahui awal sejarah ditemukannya oleh para tokoh yang berjuang untuk menemukan rumus trigonometri.

By: Joko Sutanto

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/41532214/TRIGONOMETRI http://www.google.co.id/ Khafid, Ahmad dkk.Sejarah Matematika.

By: Joko Sutanto