Anda di halaman 1dari 19

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT PEDOMAN KHUSUS PELAYANAN RADIOLOGI

Std. 1. FALSAFAH DAN TUJUAN.


Instalasi radiologi di rumah sakit memberikan pelayanan Radiodiagnostik dan pelayanan radioterapi sebaik-baiknya kepada penderita yang membutuhkan, dengan memperhatikan unsur bahaya radiasi; perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; serta unsur cost-benefit ratio. S.1 P.1. Radiologi dan pelayanan imaging disesuaikan dengan falsafah dan tujuan yang terkait dengan visi misi rumah sakit. Skor : 0 = Tidak ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi. 1 = Ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi yang tidak tertulis dibuat oleh Kepala Instalasi Radiologi. 2 = Ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi yang tertulis, belum mengacu pada visi, misi rumah sakit. Dibuat oleh Kepala Instalasi Radiologi. 3 = Ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi yang tertulis, belum mengacu pada visi misi rumah sakit. Dibuat oleh Kepala Instalasi Radiologi bersama-sama staf. 4 = Ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi yang tertulis, mengacu pada visi, misi rumah sakit yang dibuat oleh Kepala Instalasi Radiologi bersama-sama staf. 5 = Ada falsafah dan tujuan Instalasi Radiologi yang tertulis, mengacu pada visi, misi, rumah sakit yang dibuat oleh Kepala Instalasi bersama-sama staf, diberlakukan oleh Pimpinan Rumah Sakit. DO : Pelayanan Radiologi dan pelayanan imaging secara spesifik adalah pelayanan penunjang untuk mendukung pelayanan rutin dan pelayanan gawat darurat sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Falsafah Instalasi Radiologi dapat mengacu pada falsafah dan tujuan sesuai yang tercantum dalam standar I ini. D : - Dokumen falsafah dan tujuan yang sudah diberlakukan. - Visi misi rumah sakit O : Instalasi Radiologi. W : 1. Kepala Instalasi/ unit Radiologi / Ketua SMF Radiologi. 2. Staf Instalasi/unit Radiologi.

CP :

Skor : Keterangan / Catatan :

165

S.1 P.2.

Pelayanan Radiologi dilaksanakan sesuai dengan Standar Pelayanan Rumah Sakit yang ditetapkan Departemen Kesehatan dan standar profesi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Skor : 0 = Tidak ada Standar Pelayanan Radiologi. 1 = Ada Standar Pelayanan Radiologi tertulis sesuai standar yang ditetapkan Departemen Kesehatan, belum ada standar profesi tertulis. 2 = Ada Standar Pelayanan Radiologi tertulis yang sesuai dengan yang ditetapkan Departemen Kesehatan dan standar profesi buatan Ikatan Profesi, belum ada standar buatan SMF Radiologi dan SK pemberlakuan dari Direktur Rumah Sakit. 3 = Ada Standar Pelayanan Radiologi tertulis yang sesuai dengan yang ditetapkan Departemen Kesehatan dan standar profesi buatan Ikatan Profesi dengan SK pemberlakuan dari Direktur, belum ada standar sendiri buatan SMF Radiologi. 4 = Ada Standar Pelayanan Radiologi tertulis yang sesuai dengan yang ditetapkan Departemen Kesehatan dan standar profesi buatan Ikatan Profesi, standar buatan sendiri dengan SK pemberlakuan dari Direktur. 5 = Ada Standar Pelayanan Radiologi tertulis yang sesuai dengan yang ditetapkan Departemen Kesehatan dan standar profesi buatan Ikatan Profesi, standar buatan sendiri dengan SK pemberlakuan dari Direksi, ada usaha untuk evaluasi mengikuti perkembangan teknologi kedokteran. DO : CP : Standar Pelayanan Radiologi. Standar Profesi oleh Ikatan Profesi. Standar oleh SMF Rumah Sakit. Apabila ada mengoperasikan alat Multi Slice CT Scan, harus ada SOP. SK Direktur. D : Dokumen-dokumen sesuai DO. O : -W : 1. Direksi Rumah Sakit. 2. Ka. Unit/ Instalasi Radiologi. 3. Ka. SMF Radiologi. 4. Staf Radiologi. Skor :

Keterangan / Catatan :

166

S.1.P.3.

Instalasi/unit kerja Radiologi memberikan pelayanan rutin rumah sakit dan pelayanan gawat darurat untuk 24 jam. Skor : 0 = Pelayanan Radiologi hanya untuk pelayanan rutin rumah sakit dalam jam kerja. Pelayanan untuk gawat darurat tidak ada. Petugas on call 1 = Pelayanan Radiologi untuk pelayanan rutin rumah sakit dan untuk pelayanan gawat darurat dalam jam kerja dengan petugas on call. 2 = Pelayanan rutin rumah sakit dan pelayanan gawat darurat hanya dalam jam kerja dengan petugas on site. 3 = Pelayanan rutin dan pelayanan gawat darurat terbuka 24 jam. Petugas on call diluar jam kerja. Ekspertise hasil diluar jam kerja bukan oleh spesialis Radiologi. 4 = Pelayanan rutin dan pelayanan gawat darurat terbuka 24 jam. Petugas on site. Ekspertise diluar jam kerja bukan oleh spesialis Radiologi. 5 = Pelayanan rutin dan pelayanan gawat darurat terbuka 24 jam. Petugas on site, ekspertise oleh Spesialis Radiologi diluar jam kerja. DO : CP : Petugas adalah Radiographer. D : 1. 2. O : -W : 1. 2. 3. Skor : Ka. Instalasi Radiologi. SMF Radiologi. Petugas Jadwal dan absensi petugas. Jadwal jaga on call spesialis radiologi .

Keterangan / Catatan :

167

Std. 2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN.


Instalasi radiologi harus mempunyai bagan organisasi dan uraian tugas yang jelas bagi semua staf struktural dan pegawai yang ada. S.2 P.1. Struktur organisasi dan uraian tugas yang berlaku di Instalasi/unit Radiologi menunjukkan peran serta masing-masing petugas. Skor : 0 = Tidak ada struktur organisasi. 1 = Ada struktur organisasi, tidak lengkap. 2 = Ada struktur organisasi, lengkap, tidak ada uraian tugas tertulis. 3 = Ada struktur organisasi, lengkap, ada uraian tugas tertulis, tidak lengkap. 4 = Ada struktur organisasi, uraian tugas lengkap, belum ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit dan pelaksanaan belum baik. 5 = Ada struktur organisasi dengan uraian tugas lengkap, ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dan pelaksanaan sudah baik. DO : CP : Cukup jelas. D : 1. Struktur Organisasi. 2. Uraian tugas. 3. SK pemberlakuan dari Direksi. O : -W : 1. Ka. Instalasi/ unit kerja Radiologi. 4. Skor : Staf dan Tata Usaha.

Keterangan / Catatan :

168

S.2 P.2.

Administrasi instalasi Radiologi harus dikelola dengan baik. Skor : 0 = Tidak ada petugas tata usaha khusus dan tidak ada pencatatan jumlah serta jenis pemeriksaan Radiologi. 1 = Tidak ada petugas tata usaha khusus. Pencatatan jumlah dan jenis pemeriksaan oleh Radiographer. 2 = Ada petugas tata usaha paruh waktu., jumlah tidak sesuai kebutuhan. Ada pencatatan jumlah dan jenis pemeriksaan. Hasil pemeriksaan Radiologi tidak ada arsip tembusan. 3 = Ada petugas tata usaha paruh waktu jumlah sesuai kebutuhan. Ada pencatatan jumlah dan jenis pemeriksaan. Tidak ada arsip tembusan hasil pemeriksaan. 4 = Petugas tata usaha purna waktu, jumlahnya sesuai kebutuhan. Ada pencatatan jumlah dan jenis pemeriksaan. Ada arsip tembusan hasil pemeriksaan, belum terlaksana dengan baik. 5 = Petugas tata usaha purna waktu, jumlahnya sesuai kebutuhan. Ada pencatatan jumlah dan jenis pemeriksaan. Arsip tembusan hasil pemeriksaan terlaksana dengan baik, telah dilakukan evaluasi. DO : CP : Cukup jelas. D : 1. Buku register pasien atau data di computer. 2. Arsip tembusan hasil pemeriksaan. 3. Standar / Pola Ketenagaan O : Petugas Tata Usaha. W : Petugas Tata Usaha.

Skor :

Keterangan / Catatan :

169

Std. 3. STAF DAN PIMPINAN.


Instalasi/ Unit radiologi dipimpin oleh seorang dokter spesialis radiologi dan dibantu oleh staf yang mampu sehingga tujuan pelayanan bisa tercapai. S.3 P.1. Kepala Instalasi/ Unit Kerja Radiologi adalah dokter spesialis Radiologi. Skor : 0 = Instalasi / Unit Kerja Radiologi dipimpin seorang yang bukan tenaga kesehatan. 1 = Instalasi/ Unit Kerja Radiologi dipimpin oleh seorang tenaga kesehatan tetapi bukan radiographer. 2 = Instalasi/ Unit Kerja Radiologi dipimpin oleh seorang radiographer. 3 = Instalasi/ Unit Kerja Radiologi dipimpin oleh seorang Dokter Umum 4 = Instalasi/ Unit Kerja Radiologi dipimpin oleh dokter spesialis radiologi paruh waktu. 5 = Instalasi/ Unit Kerja Radiologi dipimpin oleh dokter spesialis radiologi purna waktu DO : CP : Radiographer adalah lulusan D III pendidikan khusus Radiografi. D : 1. SK pengangkatan Ka. Instalasi/ Unit Kerja. 2. Ijazah Ka. Instalasi / Unit Kerja. O : Pelaksanaan. W : 1. Ka. Instalasi/ Unit Kerja 2. Staf. Skor :

Keterangan / Catatan :

170

S.3. P.2.

Staf Medik Fungsional Radiologi Pelaksana tindak medik radiologi (expertise foto tanpa kontras dan atau pembuatan dan expertise pemeriksaan radiologi dengan kontras) dilakukan oleh dokter spesialis radiologi yang mempunyai izin praktek yang masih berlaku dan sesuai dengan bidang kemampuannya. Skor : 0 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter umum / dokter spesialis non radiologi yang belum mendapat pelatihan 1 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter umum/dokter spesialis non radiologi yang telah mendapat pelatihan 2 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter spesialis radiologi paruh waktu, jumlah tidak cukup. 3 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter spesialis radiologi paruh waktu, jumlah cukup 4 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter spesialis radiologi purna waktu 5 = Pelaksana tindak medik radiologi dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dengan kemampuan masing-masing sesuai bidang sub spesialisasi atau kekhususan oleh Ka. SMF DO : Bidang subspesialisasi antara lain : - Radiologi anak, neuro radiologi, radiologi nuklir Bidang kekhususan antara lain : Multi slice CT Helical CT : Adalah CT Scan generasi terbaru dimana tabung radiasi berputar 360 MRI : Adalah Magnetic Resonance Imaging untuk pengambilan Angiografi : Adalah Pesawat Rontgen khusus gambar Pembuluh darah : - peripher - otak dan khusus jantung.

intervensional, kedokteran

Skor :

USG Dopler: Adalah Pesawat USG yang dilengkapi dengan kemampuan Visualisasi Pembuluh darah Mammografi : Adalah Pesawat Rontgen khusus untuk payudara.

171

Keterangan / Catatan :

S.3 P.3.

Staf Pelaksana Radiographer. Skor : 0 = Pelaksana adalah tenaga dengan latar belakang bukan tenaga kesehatan belum pernah mendapat pelatihan formal. 1 = Pelaksana adalah tenaga berlatar belakang bukan tenaga kesehatan namun pernah mendapat pelatihan khusus teknik Radiographi. 2 = Pelaksana adalah perawat yang pernah mendapat pelatihan khusus teknik Radiographi. 3 = Pelaksana adalah Radiographer paruh waktu. 4 = Pelaksana adalah Radiographer purna waktu dengan jumlah yang kurang memenuhi kebutuhan. 5 = Pelaksana adalah Radiographer purna waktu dengan jumlah yang cukup memenuhi kebutuhan.

DO :

Pelatihan teknik Radiographi termasuk : Cara-cara mengambil foto rontgen. Proteksi radiologi. Cara mencuci foto. D : 1. Pola Ketenagaan 2. Daftar Staf 3. Surat Keterangan pelatihan. 4. Ijazah Radiographer. O : Pelaksanaan. W : 1. Ka. Instalasi. 2. Staf.

CP :

Skor :

Keterangan / Catatan :

172

S.3. P.4.

Kepala Instalasi/ Unit Radiologi mengadakan rapat berkala dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan. Skor : 0 = Tidak pernah ada rapat. 1 = Rapat tidak terjadual dan tidak ada notulen. 2 = Rapat tidak terjadual, notulen ada. Materi rapat belum mencerminkan penyelesaian masalah-masalah di instalasi/ unit kerja. 3 = Rapat terjadual, notulen ada. Materi rapat belum mencerminkan penyelesaian masalah di instalasi, dihadiri oleh sebagian kecil staf termasuk dokter spesialis. 4 = Rapat terjadual, notulen ada. Materi rapat adalah untuk penyelesaian masalah di instalasi Radiologi, dihadiri oleh sebagian staf dan sebagian para dokter spesialis. 5 = Rapat terjadual, dihadiri oleh semua staf dan sebagian dokter spesialis, ada notulen dan tindak lanjut. DO : Sebagian kecil, apabila yang hadir kurang dari 50 %. Sebagian hadir, apabila lebih dari 50 %. D : 1. Jadual rapat. 2. Notulen. 3. Daftar hadir. O : -W : 1. Ka. Instalasi/ Unit Kerja, Staf. 2. Ka. SMF Radiologi. Skor :

CP :

Keterangan / Catatan :

173

Std. 4. FASILITAS DAN PERALATAN.


Ruangan peralatan radiologi imejing mempunyai ketebalan dinding yang cukup luas dan nyaman agar seluruh pelayanan yang diberikan aman, baik bagi petugas maupun pasien serta lingkungan. S.4.P.1. Ruangan pelayanan Radiologi harus memenuhi standar mengenai persyaratan luas dan proteksi radiasi serta nyaman bagi pasien dan petugas. Skor : 0 = Ruangan tidak memenuhi standar, tidak dilengkapi prasarana penunjang dan tidak nyaman. 1 = Ruangan tidak memenuhi standar, ada prasarana penunjang, tidak nyaman. 2 = Ruangan memenuhi persyaratan luas, ada prasarana penunjang, tidak nyaman. Belum memenuhi persyaratan proteksi radiasi. 3 = Ruangan memenuhi persyaratan luas dan proteksi radiasi. Ada prasarana penunjang, belum nyaman. 4 = Ruangan memenuhi standar. Ada prasarana penunjang, cukup nyaman namun belum dilengkapi pendingin ruangan / pengatur kelembaban. 5 = Ruangan memenuhi persyaratan. Ada prasarana penunjang, nyaman dilengkapi dengan pendingin ruangan dan sistim komunikasi (telpon). DO : Standar Pelayanan radiologi tentang persyaratan luas dan proteksi radiasi (1993 untuk RS kelas C&D dan 1995 untuk RS kelas A&B). Ada ijin BATAN sesuai UU no.10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Prasarana penunjang adalah : WC untuk pasien setelah pemeriksaan kandungan/usus/tractus urinarius Tempat cuci tangan dokter / staf. Kipas, penyedot udara di kamar gelap. Apron, sarung tangan Pb. Dalam persoalan proteksi radiasi termasuk lampu merah tanda bahaya radiasi didepan pintu kamar periksa.

CP :

D : -O : Ruangan pemeriksaan, kebersihan termasuk WC, kamar gelap. W : 1. Staf. 2. Pasien.

174

Skor : Keterangan / Catatan :

S.4 P.2.

Instalasi/ Unit Kerja Radiologi mempunyai ruangan-ruangan dengan fungsi-fungsi tersendiri. Skor : 0 = Instalasi Radiologi hanya memiliki ruang a. 1 = Instalasi Radiologi memiliki ruang b. 2 = Instalasi Radiologi memiliki ruang c. 3 = Instalasi Radiologi memiliki ruang d. 4 = Instalasi Radiologi memiliki ruang e. 5 = Instalasi Radiologi memiliki ruang f. DO : Ruang a adalah satu ruang periksa radiologi + kamar gelap Ruang b adalah satu ruang periksa + kamar gelap + ruang Tunggu pasien Ruang c adalah satu ruang periksa+ kamar gelap+ ruang tunggu + ruang petugas Ruang d adalah sama seperti c + ruang administrasi Ruang e adalah d + ruang ekspertise

- Ruang f adalah sama seperti e tetapi ada beberapa ruang periksa. * Petugas adalah radiografer CP : D : denah O : Ruangan-ruangan sesuai Standar Pelayanan Radiologi Depkes

RS kelas C-D (1993) RS kelas B-A (1995) W : Staf & pasien. Skor :

Keterangan / Catatan :

175

S.4.P.3.

Jumlah, jenis dan kemampuan peralatan radiologi harus sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit dan dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Skor : 0 = Peralatan Radiologi tidak mencukupi, tidak terawat sehingga kondisi tidak optimal. 1 = Peralatan tidak mencukupi, kemampuan kurang, perawatan tidak teratur. 2 = Peralatan tidak mencukupi, kemampuan kurang, perawatan teratur dan baik. 3 = Peralatan jumlah dan jenisnya cukup, kemampuan masih kurang, perawatan teratur. 4 = Peralatan jumlah, jenis dan kemampuannya cukup, perawatan teratur. Peralatan belum mengikuti perkembangan teknologi kedokteran. 5 = Peralatan jumlah, jenis dan kemampuannya cukup, perawatan baik. Peralatan sudah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

DO :

Jumlah dan jenis adalah kuantitas peralatan, misalnya : R/F table : Adalah pesawat Rontgen dengan meja periksa yang dapat digunakan untuk pemeriksan Fluroscopy dan untuk mengambil foto.

Image intensifier : Adalah bagian dari alat rontgenyang berguna khusus untuk memperjelas gambar. Dengan alat image intensifer ini (I.I), gambar dilihat di monitor TV tanpa ruangan harus digelapkan. - Bucky Stand : Adalah Alat dimana kaset film ditempatkan yang berfungsi memperjelas foto thorax. Alat ini mempunyai komponen seperti kisi kisi yang bergerak menyaring X Ray yang energinya rendah. - Mobile unit : adalah alat rontgen yang bisa dipindah pindakan karena ada rodanya. Kemampuan adalah kualitas X-Ray, peralatan, sesuai Standar Pelayanan Mengikuti teknologi kedokteran, contohnya : CT Scan helical, MRI Color USG. Digital Radiography atau Digital X - ray Multislice CT

CP :

D : -O : Peralatan. W : --

176

Skor :

Keterangan / Catatan :

S.4.P.4.

Tersedia obat-obatan dan peralatan Basic Life Support untuk mengatasi keadaan gawat darurat akibat reaksi terhadap bahan kontras. Skor : 0 = Tidak ada obat dan alat. 1 = Ada satu dua macam obat. Tidak tersedia cairan infus, O2 dan peralatan. 2 = Ada obat-obatan. Tidak tersedia cairan infus, O2 dan peralatan. 3 = Ada obat dan cairan infus. O2 dan peralatan tidak tersedia. 4 = Ada obat dan cairan infus.O2 dan Peralatan tersedia belum ada prosedur pengadaan obat dan alat. 5 = Ada obat, cairan infus, O2 dan peralatan. Ada prosedur pengadaan obat dan alat DO : Obat-obatan untuk Basic Life Support : * Adrenalin Anti histamin. Cortisone. Dopamine.

Oxygen Peralatan terdiri atas : - Alkes : Persediaan peralatan suntik, Wing Needles. - Infusion set dan standar infus. - Suction.

CP :

D : Prosedur pengadaan obat dan alat. O : Peralatan. W : - Ka. Instalasi/ Unit Kerja - Dokter Spesialis.

Skor :

177

Keterangan / Catatan :

Std. 5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR.


Agar pelayanan terhadap pasien bisa optimal maka perlu ada prosedur tertulis yang didasarkan pada pengetahuan dalam bidang radiologi imejing. S.5.P.1. Ada Prosedur tetap (protap) teknis/ SOP persiapan pemeriksaan dan SOP pelayanan administratip/ SOP Pelayanan RS yang menjadi acuan dari semua staf yang terkait. Skor : 0 = Tidak ada prosedur. 1 = Ada prosedur tidak tertulis. 2 = Ada prosedur hanya bersifat teknis atau administratip dan tidak diketahui oleh staf rumah sakit yang terkait. 3 = Ada prosedur teknis dan administratip belum ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit. Belum diketahui dan dilaksanakan oleh staf rumah sakit terkait. 4 = Ada prosedur teknis dan administratip yang telah ditetapkan oleh Direksi Rumah Sakit namun belum dilaksanakan oleh staf rumah sakit terkait. 5 = Ada prosedur teknis dan administratip yang ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dan merupakan bagian dari standar-standar operasional rumah sakit, diketahui dan dilaksanakan oleh staf rumah sakit terkait. DO : Protap teknis terdiri atas : 1. Jadwal-jadwal pemeriksaan khusus. 2. Pedoman/protap persiapan pasien untuk pemeriksaan khusus a.l.: - Pemeriksaan lambung & usus - Pemeriksaan ginjal - USG Abdomen - CT Scan Abdomen Termasuk keterangan tertulis kepada pasien. Protap administratip, misalnya : - Prosedur pendaftaran. - Prosedur pembayaran. - Prosedur mengambil hasil pemeriksaan. - Prosedur penyimpanan dokumen paparan radiasi sesuai SK Menkes dengan Dirjen PPM & PLP tentang persyaratan lingkungan RS tahun 1994. Staf rumah sakit terkait : - Dokter di ruangan. - Perawat.

178

CP :

D : Standar-standar Protap Pedoman O : Pemberian keterangan kepada pasien W : - Staf radiologi - TU radiologi - Staf RS di ruang rawat.

Skor : Keterangan / Catatan :

S.5 P.2.

Ada kebijakan tentang pelayanan profesi Radiologi yang didasarkan pada pengetahuan dalam bidang Radiologi imeging.

0 = Tidak ada kebijakan bahwa pemeriksaan Radiologi dan ekspertise harus oleh seorang yang memiliki kualifikasi dalam profesi Radiologi. 1 = Ada kebijakan lisan bahwa pemeriksaan Radiologi tanpa kontras oleh tenaga non kesehatan dan pemeriksaan dengan kontras serta ekspertise oleh dokter umum. 2 = Ada kebijakan lisan bahwa pemeriksaan Radiologi tanpa kontras oleh tenaga kesehatan (perawat) yang sudah mendapat pelatihan Radiographi. Pemeriksaan dengan kontras serta ekspertise oleh dokter umum yang telah mendapat pelatihan khusus Radiologi. 3 = Ada kebijakan tertulis bahwa pemeriksaan Radiologi tanpa kontras oleh Radiographer dan pemeriksaan dengan kontras serta ekspertise oleh dokter spesialis Radiologi paruh waktu. 4 = Ada kebijakan tertulis bahwa pemeriksaan Radiologi tanpa kontras oleh Radiographer dan pemeriksaan dengan kontras serta ekspertise oleh dokter spesialis Radiologi purna waktu. 5 = Ada kebijakan tertulis bahwa pemeriksaan Radiologi tanpa kontras oleh Radiographer dan pemeriksaan dengan kontras serta ekspertise oleh dokter spesialis purna waktu yang selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan Radiologi imeging. DO : CP : Ekspertise adalah dokumen hasil pemeriksaan Radiologi. D : Sertifikat, Ijazah pelaksana, Dokter dan Dokter Spesialis Radiologi. O : -W : 1. Ka. Instalasi. 2. Staf Radiologi. Skor :

179

Keterangan / Catatan :

Std. 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN.


Program pendidikan diberikan kepada semua staf instalasi/ unit radiologi. S.6.P.1. Ada rencana pengembangan staf dan program pendidikan dan program pendidikan berkelanjutan untuk terciptanya pelayanan Radiologi sesuai kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Skor : 0 = Tidak ada perencanaan, tidak ada analisa kebutuhan. 1 = Ada rencana tidak tertulis dan sifatnya insidentil. Tidak berdasarkan analisa kebutuhan. 2 = Ada rencana tertulis, program hanya menyangkut staf dokter ahli Radiologi, tidak berdasarkan analisa kebutuhan. 3 = Ada rencana tertulis, program bagi staf dokter ahli Radiologi dan staf Radiographer, tidak berdasarkan analisa kebutuhan. 4 = Ada rencana tertulis, program bagi staf dokter ahli dan staf Radiographer, berdasarkan analisa kebutuhan. 5 = Ada rencana tertulis program bagi staf dokter ahli dan staf Radiographer, berdasarkan analisa kebutuhan dan ada evaluasi pelaksanaan program. DO : Program pendidikan adalah program mendidik dokter spesialis Radiologi dan radiographer. Program pendidikan berkelanjutan adalah pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan ilmu. D : 1. Analisa kebutuhan. 2. Program. 3. Sertifikat / Ijazah. 4. Evaluasi pelaksanaan. O : --

CP :

180

W : 1. Staf. 2. Ka. Instalasi/unit kerja. 3. Ka. SMF.

Skor :

Keterangan / Catatan :

Std. 7. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU.


Prosedur evaluasi akan menilai profesionalisme dalam pelayanan radiologi imejing dan pengamalan etika profesi setiap staf. Mekanisme dari prosedur ini dengan mengumpulkan data-data evaluasi agar cara bekerja di bagian radiologi imejing lebih efektif dan pelayanan lebih ditingkatkan agar tujuan bisa tercapai. S.7. P.1. Ada evaluasi mutu pelayanan Radiologi oleh pasien dan para dokter yang merujuk pasien. Skor : 0 = Tidak ada usaha evaluasi mutu. 1 = Evaluasi lisan dari pasien atau para dokter yang diteruskan kepada Ka.SMF dan atau Ka.Instalasi Radiologi. 2 = Ada evaluasi tertulis dari pasien, tidak ada mekanisme evaluasi profesionalisme dari para dokter. 3 = Ada analisa dari evaluasi tertulis dari pasien yang disampaikan kepada semua staf rumah sakit. Tidak ada mekanisme evaluasi profesionalisme dari para dokter. 4 = Ada analisa dari evaluasi tertulis dari pasien yang diketahui semua staf rumah sakit. Ada mekanisme evaluasi profesionalisme dari para dokter. 5 = Ada analisa dari evaluasi tertulis dari pasien yang diketahui semua staf rumah sakit profesionalisme. Ada mekanisme evaluasi profesionalisme dari para dokter dan ada tindak lanjut. DO : Evaluasi mutu pelayanan oleh pasien, misalnya melalui angket/ kotak saran. Mekanisme evaluasi mutu profesionalisme oleh para dokter, misalnya : evaluasi teknik / kualitas photograph. evaluasi teknik / kualitas pencucian. evaluasi ekspertise. evaluasi kecepatan pelayanan / ekspertise. D : 1. Angket.

CP :

181

2. Saran dari pasien. 3. Pedoman / mekanisme evaluasi mutu dari para dokter. O : Pelayanan. W : 1. Staf dokter rumah sakit. 2. Pasien. Skor :

Keterangan / Catatan :

S.7 P.2.

Ada program peningkatan mutu pelayanan dan terlaksana dengan baik. Skor : 0 = Tidak ada program. 1 = Ada program peningkatan mutu tidak tertulis yang belum terlaksana dengan baik. 2 = Ada program mengenai perbaikan tampilan administrasi dan pelayanan hasil. Belum ada program peningkatan kualitas film / hasil pemeriksaan, kecepatan pelayanan. 3 = Ada program mengenai perbaikan tampilan administrasi dan pelayanan hasil serta kecepatan pelayanan. Belum ada program peningkatan kualitas film / hasil pemeriksaan. 4 = Ada program perbaikan tampilan administrasi dan pelayanan serta kecepatan pelayanan serta program peningkatan kualitas film / hasil pemeriksaan. Program belum terlaksana dengan baik dan tidak ada evaluasi. 5 = Ada program peningkatan mutu lengkap tentang tampilan administrasi, kecepatan pelayanan, kualitas film / hasil pemeriksaan. Program terlaksana dengan baik dan ada evaluasi. DO : Program peningkatan mutu instalasi Radiologi adalah program peningkatan : CP : Skor : mutu tampilan administratip. kecepatan pelayanan. kualitas film, radiographer dan pencucian. Perbaikan SOP Program peningkatan ketrampilan staf sesuai Standar 6 (S.6). D : Program. O : 1. 2. W : -Hasil pemeriksaan. Hasil ekspertise.

182

Keterangan / Catatan :

Catatan : Warna biru ditambahkan ; warna merah dihilangkan

*** Rev. Maret 2007 ***

183