Anda di halaman 1dari 170

WISE LEADERSHIP TRAINING

Safety Contact

Objective:
Pemahaman WISE concept yang lebih matang, Sarana untuk refleksi dan introspeksi, Membangun komitmen yang lebih kuat, Mendefinisikan safety action plan untuk periode tahun 2012, dimasing masing Dept / Area

Training rules
Partispasi aktif dan saling menghargai HP silent & BBM off Menghargai waktu break Fokus, hanya 1 pembicara Diskusi terbuka Bekerja Team

Evaluasi

Evaluasi harian pelaksanaan training Evaluasi Team

Agenda
Day 1 Openning & S Q-Code Contact Pengenalan System WISE Break Elemen 1 and 2 Lunch Elemen 3 and 4 Break Elemen 5 and 6

08.15 08.45
09.00 10.00 10.15 12.00 13.00 15.30 15.50 10.00 10.15 12.00 13.00 15.30 15.50 16.30

Agenda
Day 2 S,Q,Cost,E,Contact Elemen 7 8 Break Elemen 9 & 10 Lunch Elemen 11 & 12 Break Elemen 12lanjut & 13

08.15 08.45 10.00 10.15 12.00 13.00 15.30 15.50

08.30 10.00 10.15 12.00 13.00 15.30 15.50 16.30

BUSINESS CONTINUITY

Aspek dasar untuk mencapai

Bisnis yang Sukses

Elemen apakah yang terpenting

Kwalitas

Produksi
Apa visi perusahaan Mengapa harus seirama

Bisnis Sukses
Profit SHE

Kapan harus berputar cepat

Bagaima na memprioritask an-nya

Stakeholders

Biaya yang kelihatan (Insured costs)

1$

8$ - 36$

Biaya yang TIDAK kelihatan (Uninsured costs)

10

Safety sebagai sebuah prioritas atau sebuah nilai?

PRORITAS ATAU NILAI?


Proritas didefinisikan sebagai:

Value / Nilai didefinisikan sebagai ;

= Value

Safety , quality, cost, production, environment,...adalah Equal ( sama pentingnya)

Good safety = Good Bussiness


Safety bukan no 1, tetapi safety sama/ setara dengan :
Produksi Kualitas Biaya Moral kerja Lingkungan / Stake Holder

Safety Value

Mengapa Dupont?
Sebab; Mereka adalah pemimpin dan seluruh dunia menjadikannya sebagai tempat benchmark dalam hal safety Mereka memiliki pengalaman operasioanl Sistem ini difokuskan pada perilaku orang Mereka hadir secara global.

Apakah mengelola safety ?


Managing safety = managing Risk

Pendekatan sistem keselamatan berdasar pada hasil identifikasi dari seluruh karyawan terhadap paparan resiko dan pengendalian terhadap potensi bahaya

Kurva Bradley

Reactive
Safety by natural instinct Compliance is the goal Delegated to Safety Manager Lack of management involvement

Dependent
Management commitment Training Rules/procedures Supervisor control, emphasis, and goals Condition of employment Fear/discipline Expectations Value all people

Independent
Personal knowledge, commitment, and standards Internalization Personal value Care for self Practice, habits Increased communication Individual recognition

Interdependent

Help others conform Others keeper Networking contributor Care for others organisational pride Open communications

Visible Management Commitment

Element 1

Visible Management Commitment


Prinsip Untuk mencapai hasil yang terbaik secara menyeluruh dalam perusahaan, manajemen puncak harus menyakini bahwa safety sama pentingnya dengan biaya, produktivitas, mutu dan tingkat pelayanan (service level). Tanpa komitmen yang terlihat (visible commitment), tidak akan ada perbaikan safety. Komitmen ini harus terlihat di setiap tingkatan dari manajemen atas sampai ke tingkat paling bawah.

Apa yang dimaksud dengan

Commitment dan Visible ?


COMMITMENT
Sebuah janji untuk melakukan sesuatu Dedikasi melakukan sesuatu pekerjaan jangka panjang, keterlibatan, mencurakan waktu,usaha & tenaga Ketersediaan sumber daya biaya

VISIBLE

Sesuatu yang terlihat mata, nyata jelas terdeteksi Yang dapat dirasakan (diakui) atau diamati; jelas Sumber daya terlihat

Mengapa Management Commitment mempunyai porsi lebih besar dari yang lain ? Mengapa harus berinteraksi dengan yang lain ?

24

Visible Management Commitment


LEADERSHIP
Adalah seni membawa team menjadi yang terbaik dan dengan cara terbaik untuk melaksanakan tugas secara sistematis dengan cara yang luar biasa Leadership ditunjukkan dalam pembawaan atau kemampuan yang diperlukan untuk berkomunikasi,mempengaruhi dan membuat orang lain ingin bergabung untuk melakukan hal yang sama Ini bisa diukur dengan : a. pengaruh terhadap pergerakan b. Dukungan terhadap inisiatif c. level penghargaan terhadap team, group

Visible Management Commitment


Apa sih yang disebut Visible Commitment/Leadership?
Selalu memberi contoh/keteladanan (role model) Konsisten antara ucapan dan tindakan (walk the talk) Leadership yang dapat dilihat (can be seen) Leadership yang dapat dirasakan dengan hati (felt leadership)

Visible Management Commitment


Indikasi Felt Leadership......
Karyawan melihat dan merasakan kuatnya komitmen leadership (aura) ada di area kerja,(Waktu,dana dan usaha) Memahami pentingnya role model dan mendorong untuk mematuhi rule yang ditetapkan dengan Team Standard kerja dan harapan2 benar-benar dikomunikasikan dengan jelas ke seluruh organisasi yang menjadi tanggungjawabnya, Leader terlibat langsung untuk mendengarkan persoalan2 yang ada dan benar2 menindaklanjutinya Leadership Team memahami prinsip dan sistem management safety Memonitor dipatuhinya standard secara regular Menghargai setiap pencapaian, mendukung inisiatip,mendorong usulan perbaikan

Visible Management Commitment


Indikasi Felt Leadership......
Setiap perilaku yang tidak sesuai dengan harapan secara konsisten diluruskan dan setiap orang dibuat untuk bertanggungjawab, Setiap orang didorong untuk melakukan dengan benar melalui penghargaan atas tindakan yang benar dan kinerja yang baik, Setiap orang secara aktif dan rutin dilibatkan dalam perbaikan kinerja dan mereka juga diberdayakan untuk menangani masalah2 yang ada secara mandiri, Disiplin operasional secara konsisten dievaluasi dan selalu ditegakkan

Apa yang diharapkan dari seorang leader dalam konteks safety leadership?

Seorang Leader dalam Safety....


Menjadi contoh nyata bagi timnya Selalu visible bagi timnya Menjadi pendorong, motivator bagi timnya Menetapkan safety policy Menetapkan dana/ budget, waktu untuk berkomunikasi, berbagai usaha untuk improve safety Secara proaktif selalu memastikan tingkat pemahaman, tingkat pelaksanaan, tingkat kepatuhan Menjalankan WISE Leadership training secara lengkap Komunikasi safety reguler, Setiap orang secara aktif dan rutin dilibatkan dalam perbaikan kinerja dan mereka juga diberdayakan untuk menangani masalah2 yang ada secara mandiri, Disiplin operasional secara konsisten dievaluasi dan selalu ditegakkan

Seorang Leader dalam Safety....


Menetapkan objective,milestone dan menyediakan sumber daya yang diperlukan dan turun berjenjang lewat organisasi Membuat sistem komunikasi yang sistematis Monitor dan track bulanan action plan atau project dan share kepada team untuk mendorong tercapainya rencana

Apa yang perlu ditanamkan dalam

Agenda Mind-set
1. Safety sama dengan produksi, kualitas, biaya dan moral. 2. Insident atau kecelakaan dapat dihindarkan. 3. Nihil kecelakaan dapat dicapai. 4. Bergeser dari sifat reaktif menjadi proaktif.

Kwalitas Produksi

Bisnis

Sukses
Profit SHE

Stakeholders

Target Zero Accident

Apa yang perlu ditanamkan dalam

Agenda Mind-set
5. Safety adalah tanggung jawab manajemen lini. 6. Safety menjadi salah satu agenda dalam pertemuan manajemen. 7. Zero tolerance kondisi dan perilaku tidak aman tidak akan ditoliler. 8. Safety tidak hanya skala prioritas tapi berharga bagi kelangsungan hidup karyawan

Zero Accident dapat diraih


Kerja-sama yang baik antar team (Help Others ) Punya rasa memiliki (Peers keeper) Peduli terhadap lainnya (Care for others) Punya rasa kebanggan terhadap perusahaan (organizational pride) Kontributor terhadap jaringan kerja (Networking Contributor)

Catatan *) : Sumber : DuPont Safety Resources

Terlihat dan tersembunyi

Piramida Gunung Es
Statistik yang terlihat
Kecelakaan Fatal/meninggal Cacad seumur hidup Luka parah (amputasi) Luka ringan

riak ombak laut

Statistik yang tersembunyi


Jalan pintas Tindakan ceroboh Mengoperasikan alat tanpa ijin Hampir celaka Ngebut

Apakah ada perbedaannya ?


35

Fokus pada Unsafe Act

1 Fatal

Sulit dikelolanya

30 Serious
300 First Aid

3000 Close Calls

Dapat dikelola

30 000 Unsafe Acts and Conditions

Terlihat dan tersembunyi

Piramida Gunung Es

Apa usaha kita agar Gunung Es mengecil atau mencair ?

Continuous Improvement Cycles


Plan

Improve

PPMI

Perform

Measure

Management Commitment

Injury Accidents

96% of all injuries are due to Unsafe Acts

Management Commitment Safe Work Practices


39

Are Essential!
40

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Safety Policies and Principles

Policy & Principlies


Prinsip Untuk meningkatkan safety, harus disusun secara khusus sebuah safety policy yang dilaksanakan setiap hari, Baik oleh para manajer maupun supervisor. Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan perusahaan yang menyebutkan tentang prinsip-prinsip yang mengatur seluruh keputusan mengenai safety. Tanpa kebijakan seperti ini, safety cenderung dikesampingkan bila ada masalah-masalah bisnis yang lebih mendesak

Policy & Principlies


Safety Policy :
Harus ada dalam aktivitas sehari hari dan ini adalah hal dasar ketika memasuki suatu organisasi Proses review dan pengembangannya harus melibatkan karyawan Semua karyawan harus menghargai dan memenuhi safety policy

Policy & Principlies


SAFETY POLICY
Terdapat safety policy yang tertulis Safety Policy dikomunikasikan dengan cara sistematis Tersedia di tempat kerja Line management memiliki ownership terhadap safety policy dengan :

Menjadikan safety policy hidup dalam aktivitas sehari hari(talk about, start meeting ) Menjadikan safety policy sebagai acuan dalam setiap pengambilan keputusan, perubahan Review pemahaman terhadap safety policy dan principle ( Spent time ) dan dipastikan setiap karyawan telah menerima 1 copy

Semua karyawan mengetahui harapan perusahaan dan apa tanggung jawab perusahaan dan dampak dari perilaku karyawan Review regular safety policy yang ditetapkan Tindakan & perilaku Karyawan comply terhadap safety policy Line Management selalu melakukan pengecheckan pemahaman safety policy anak buahnya ( mis. Melalui survey, diskusi , dll )

Hasil Survey Safety


1. Apakah Anda Mengetahui Safety Policy ? 5%
2. Apakah Anda Memahami Safety Policy ? 12% 3. Apakah Anda Merasa Sudah Menerapkan Safety ? 3%

Ya Tidak

Ya Tidak
Sudah Belum

95%
4. Apakah Anda Sudah Merasa Aman Bekerja Di Area Kerja Anda ? 25%
Ya Tidak

88%

97%

5. Apakah Anda Sudah Berkontribusi Dalam Pelaksanaan Safety ? 3%


8%

6. Apakah Atasan Anda Sudah Memberikan Dukungan Dalam Penerapan Safety ?

Sudah Belum

Sudah Belum

75%

97%

92%

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Standard of Performance

High Performance Standars


PRINSIP Pimpinan perusahaan wajib tahu bahwa standard kerja yang mereka izinkan di perusahaan dan ini akan menentukan tingkat kecelakaan yang terjadi. Standar kerja terdiri dari formal maupun informal. Proses formal (aturan, prosedur, dll) harus tertulis, masuk akal, diketahui, diikuti dan diterapkan. Standar harus dipatuhi, dan bila perlu, harus dimasukkan sebagai persyaratan kerja. Proses informal seperti contoh-contoh pribadi dan toleransi rendah terhadap tingkat kerusakan juga sangat penting

High Performance Standars


Harus ditetapkan diimplementasikan termasuk pengukuran disiplinnya Semua standard yang ditetapkan harus mengacu pada standard yang ditetapkan oleh CBU/ WWBU

High Performance Standars


Standard ?
Pengetahuan yang terbaik yang digunakan untuk menjalakan tugas atau aktivitas di suatu lokasi
1.
2. 3. 4.

Hanya satu referensi pengetahuan yang memberikan kita informasi Harus didukung dengan training Garansi keberhasilannya :level SQCDME Dasar untuk improvement

High Performance Standars


Kita bisa mencatat/ mengingat informasi yang kita terima melalui :

Mata Telinga Hidung Tangan Lidah

83 % 11 % 3% 1.5 % 1%

High Performance Standars


Kita dapat mengingat informasi bila :
Kita melakukan sendiri Diskusi Lihat dan dengarkan Lihat Dengarkan 80% 70% 50% 30% 20%

High Performance Standars


Risk Assessment
Tujuan :
Untuk mengidentifikasi resiko untuk melakukan pengukuran secara effektif untuk melakukan pengendalian Mengevaluasi risk secara sistematis dan mengambil prioritas Untuk mendukung pemberian informasi yang jelas untuk mengembangkan action plan Untuk mengembangkan ide/gagasan risk dalam pemikiran

High Performance Standars


Risk assessment (rencana dan persiapan )
1
Pastikan komitmen seluruh TEAM (ketersediaan Team dan Sumber daya yang diperlukan) 2 Identifikasikan tanggung jawab setiap level dalam organisasi

R A C I

Orang yang menjalankan aktivity Yang bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu dengan aktivitas tersebut Orang yang ahlinya dalam masalah tsb

Orang yang harus menerima informasinya

High Performance Standars


3 Analisa lokasi dan aktivitasnya 4. Identifikasi dan pastikan seluruh Team bekerja dalam topik ini 5. Komunikasikan di semua level 6. Lakukan training Risk assessment 7. Start analisa

High Performance Standars


Change Management
Tujuan :
Untuk menetapkan tanggung jawab, prosedur, dan metodologi untuk mengatur perubahan, mengidentifikasi paparan dan resiko dari perubahan.Untuk mengontrol resiko sebelum terjadinya injury atau polusi terhadap lingkungan

Standard Kerja......
Seorang Leader harus menetapkan standard kerja/ekspektasi safety pada team dan area kerja yang menjadi tanggungjawabnya dengan jelas, Standard kerja/ekspektasi safety harus berlaku sama (equal) baik kepada karyawan maupun mitra bisnis, pengunjung, dll. Dan diterapkan secara konsisten, Standard kerja/ekspektasi safety ditetapkan berdasarkan tingkat resiko yang masih bisa diterima (ALARP as low as reasonable and practicable), Standard kerja/ekspektasi safety harus benar2 jelas, dikomunikasikan, dimengerti, dilaksanakan dan ditegakkan secara konsisten, Hasil dari risk assessment, incident investigation, behavior audit, inspection termasuk masukan2 dari karyawan dapat dipakai untuk mengevaluasi dan meningkatkan/memperbaiki standard kerja yang diterapkan.

Standard Kerja......

Setiap Leader bertanggungjawab atas tegak dan konsistensinya pelaksanaan standard kerja/ekspektasi safety minimal pada team atau area yang menjadi tanggungjawabnya, Tindakan indisipliner perlu diterapkan terhadap pelanggaran standard kerja/ekspektasi safety dalam rangka penegakan disiplin operasi dan pembinaan, Karyawan memiliki hak untuk menolak instruksi kerja atasannya bila ybs merasa instruksi/pekerjaan yang diberikan belum memenuhi standard kerja aman (sesuai amanat PKB), Standard kerja/ekspektasi safety harus senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu (continuous improvement) dengan melibatkan masukan2 dari karyawan yang terlibat, Ijin Kerja perlu diterapkan minimal untuk pekerjaan yang termasuk beresiko tinggi, melibatkan pihak ketiga dengan melibatkan pihak yang melaksanakan pekerjaan, pemilik area maupun pihak yang kena dampak dari pekerjaan tsb.

Standard Kerja......
Lakukan Management of Change ketika ada perubahan mesin/peralatan, material, personnel, lingkungan, Pastikan semua leaders telah mendapatkan pelatihan tentang risk management dan melaksanakan prinsip risk management dalam setiap aktifitasnya (menjadi mind set dan bagian dari work planning), Pastikan implementasi HRA telah berjalan dg konsisten di semua area, Pastikan semua personnel yang terkait dengan pekerjaan beresiko tinggi telah mendapat pelatihan secara memadai dan mampu bekerja sesuai dengan standard kerja aman yang tingkat pemenuhannya selalu termonitor dengan baik, Pastikan fasilitas pendukung keadaan darurat dalam keadaan terawat dengan baik, dan di tes secara berkala. Dan orang yang terkait telah terlatih dgn baik dalam penanganan keadaan darurat,

Standard Kerja......
Ada proses counseling,coaching dan disiplinary untuk pelanggaran terhadap safety rule Ada proses untuk mereview std, prosedur berdasar data incident, inspeksi, investigasi dsb Sistem untuk pekerjaan non rutin ( maintenance), proses assessment dan approval (permit) Job cycle check

Standar yang Resmi/Formal


Harus tertulis Dapat diterima dengan akal sehat Mudah dimengerti Harus dapat ditindak-lanjuti Harus ditegakkan dan dilaksanakan Harus diaudit secara rutine

Mengapa harus melibatkan karyawan

Buy-in dari mereka Added value Pembelajaran dan pengesahan dari mereka

Safety leadership Anda, ditunjukkan melalui personal standard Anda


STANDARD TERENDAH YANG ANDA TERAPKAN, AKAN MENJADI STANDARD TERTINGGI MEREKA ( KARYAWAN )

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Safety Goals and Objectives

Challenging Goal & Objectives


Prinsip Pengelolaan safety, layaknya pengelolaan aspek bisnis yang lain, juga mencakup penetapan tingkat kinerja yang ingin dicapai dan tujuannya. Target mengatur arah program safety secara keseluruhan; tujuan menentukan langkah-langkah awal untuk mencapai target. Dengan menetapkan tujuan dan target, perusahaan tertantang untuk mengembangkan dan menyatukan beraneka ragam kegiatan safety menjadi suatu program yang utuh. Melalui target dan tujuan, suatu perusahaan akan mampu untuk : Memotivasi kinerja Merencanakan dan mengarahkan perbaikan Menilai kemajuan

Ice paradigm - Incidents


Lagging indicators atau Indikator Output (TERLIHAT)

Leading indicators atau Indikator Input (TIDAK TERLIHAT)

Safety Performance

Piramida Gunung Es
1 Fatal 30 Majors 300 Recordable Injuries 3,000 Near-Misses or First Aid
30,000 Hazards - Unsafe Acts - Employee-Created Unsafe Conditions

Lagging / Output Indicators

Leading / Input Indicators

Challenging Goal & Objectives


Suatu target akan mengarahkan program & mengedepankan langkah yang diperlukan untuk mencapai sasaran

1st Milestones

2nd Milestone

3rd Milestone

Semua manager dan operator harus mempunyai tujuan yang sejalan dengan tujuan lokasi

2012 Safety Objectives

Mks Plants Safety Objectives & Action Plan Departemen Safety Objectives & Action Plan

Area / section Safety Objectives & Action Plan


Team / Line Safety Objectives & Action Plan Personnal safety objective & Action Plan

Safety Culture MKS


Nop. 2011 (score: 58.13)

Reactive
Safety by natural instinct Compliance is the goal Delegated to Safety Manager Lack of management involvement

Dependent
Management commitment Training Rules/procedures Supervisor control, emphasis, and goals Condition of employment Fear/discipline Expectations Value all people

Independent
Personal knowledge, commitment, and standards Internalization Personal value Care for self Practice, habits Increased communication Individual recognition

Interdependent

Help others conform Others keeper Networking contributor Care for others organisational pride Open communications

Safety Goal and Objectives......

Seorang leader harus memiliki visi yang jelas dan mampu menerjemahkan visi tsb. ke dalam rencana/strategi yang jelas untuk mewujudkan visinya. Safety objective harus ditetapkan oleh manajemen (top down process) dan menjadi pedoman ke arah mana (kompas) kinerja safety yang akan dicapai, baik untuk short term maupun untuk long term, Safety objective harus merupakan kombinasi yang terdiri dari safety lagging indicator (hasil) dan safety leading indicator (usaha) dan harus diukur dan dievaluasi pencapaiannya secara berkala, baik yang sifatnya site objective maupun personal objective, Semakin menjangkau elemen yang terkecil dalam organisasi, maka akan semakin besar kemungkinan untuk tercapainya safety objective, Safety objective sebaiknya difokuskan pada hal2 yang ingin diperbaiki/diperkuat dan membangun partisipasi, Pencapaian safety objective harus dikomunikasikan secara luas baik kepada karyawan dan pihak ketiga, Safety objective untuk pihak ketiga harus juga ditetapkan dan harus mendukung/menyesuaikan dengan site objective.

Goal & Objective


PDR system Gap didalam meeting, inspeksi, investigasi dibuatkan action plan dan dijadikan acuan untuk improve atau pembuatan program Ada pelaporan ke dinas terkait sesuai peraturan perundangan Data dan statistik LTI dan recordable injury dibuat dan dishare ke semua bagian dan dijadikan improvement untuk program Performance injury contractor dan subcontraktor didata dan dievaluasi Personal safety objective

Goal & Objective

Injury dan near miss dilaporkan dan data dianalisa trendnya dan dibuatkan action plan untuk improve program Ada action plan yang mendukung tercapainya objective Trends lagging dan leading indicator dianalisa dan dibuatkan action plannya yang digunakan untuk improve program Memasukkan off the job safety dalam KPI Goal dan objective dikomunikasikan secara jelas

Challenging Goal & Objectives

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Suportive Safety Personnel

Support Safety Personnel


Tanggung jawab Safety secara visible dibagi dengan semua Line Management Ahli Safety menyediakan dukungan untuk specific topics Health adalah sebuah topik penting dalam sistem safety

Tanggung Jawab Ahli Safety


Memastikan manajemen senior mendukung pelaksanaan Safety dan posisikan dirinya terlihat (visible)

Memberikan saran dan pandangan kepada manajemen untuk memformulasikan kebijakan Safety, health & Env. Patuh dan mengikuti semua prosedur Safety, health, En
Bertindak sebagai agen perubahan (agent of change)

Tanggung Jawab Ahli Safety


Memberikan keahlian, informasi, saran dan tools terhadap efektivitas Safety, Health, Env.
Menitik-beratkan perhatian pada sistem pencegahan, bukan sebagai fire fighting terhadap satu insiden ke insiden yang lain Menyatukan setiap orang atas usahanya di bidang Safety, Health, Env, dengan cara mempengaruhi mereka. Mengembangkan sistem Safety, Health, Env, supaya lebih efektif untuk lebih menitik beratkan pada pencegahan (prevention)

Safety Professionals
Dikenal sebagai tenaga ahli yang memberikan advis / saran kepada manajemen lini Personil Ahli Safety wajib berperan sebagai konsultantif, memberikan informasi best practices, standar, kaidah dan memberikan alternatif terhadap solusi suatu dilema. Dia juga memaparkan kinerja Safety dan angka statistik dari tiap lokasi/pabrik Dia menegaskan bahwa Safety adalah tanggung jawab organisasi lini kepada organisasi.

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Safety as Line Management Responsibility

Line Accountability & Responsibility


Prinsip Anggota manajemen lini bertanggung-jawab akan safety seluruh karyawan di bawah/dalam organisasi mereka. Satu-satunya cara yang terbukti berhasil dalam manajemen safety adalah bila semua anggota manajemen lini menerima tanggung jawab akan keselamatan mereka sendiri dan seluruh karyawan mereka. Manajemen lini harus bertanggung jawab akan keselamatan teamnya. Safety adalah bagian dari kinerja manajerial mereka.

Bagaimana tingkat partisipasi Line Management

Level 1 Berpartisipasi karena ada tekanan Level 2 berpartisipasi karena dibujuk Level 3 Berpartisipasi karena peraturan/ persyaratan Level 4 Sangat berkomitmen Level 5 Passion for safety

Safety sebagai Tanggung Jawab Manajemen Lini


Tanggungjawab safety suatu tim kerja melekat pada leader dari tim tsb. Untuk menjalankan tanggungjawab tsb. manajemen lini harus dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai seperti komunikasi safety, mengidentifikasi bahaya, mengkaji resiko kerja, investigasi suatu insiden/kecelakaan, emergency response. Manajemen lini akan memimpin suatu kajian resiko, investigasi insiden/kecelakaan, memimpin safety committee untuk lokasi/tim kerjanya. Manajemen Lini akan menetapkan standard kerja berdasarkan masukan safety pro dan tim.

Safety sebagai Tanggung Jawab Manajemen Lini


Manajemen Lini akan melibatkan diri secara aktif untuk melatih karyawan terhadap program safety, Selalu mendorong karyawan untuk aktif dalam inisiatif, program dan usaha safety, Merencanakan pekerjaan dan memastikan aspek safety sudah diperhitungkan sejak awal/work planning Menjalankan dan mengembangkan program safety di area tanggungjawabnya secara aktif, Selalu patuh dan mengikuti prosedur safety (role model)

Safety sebagai Tanggung Jawab Manajemen Lini Manajemen lini harus


Berpengalaman tentang prosedur kerja aman untuk aktivitas di areanya Berkontribusi dan aktif melakukan improve terhadap standar & peraturan yang ada di areanya

Menjalankan standar dan peraturan Safety


Merencanakan aktivitas safety (JSEA, Risk Assement, LOTO, dll) Berpartisipasi audit, memimpin investigasi kecelakaan, dll Memantau bahaya di tempat kerja sebelum pekerjaan dimulai.

Memotivasi bawahan / pekerjanya


Meyakinkan pekerjanya sudah terlatih mejalankan prosedur kerja dan ber perilaku aman. Mengamati perilaku pekerja dan mengkoreksi perilaku dan kondisi tidak aman.

96

Hal yang TIDAK diperbolehkan oleh Manajemen Lini


Mengalihkan tanggungjawab safety kepada safety personnel, Memerintahkan safety personnel untuk: Memimpin pertemuan safety, Merencanakan langkah kerja bagi timnya, Memantau perilaku pekerja yang dipimpinnya. Memerintahkan safety personnel untuk memberikan SP kepada bawahannya.

Jika Anda manajemen lini, apa yang akan Anda lakukan untuk membuat peran dan tanggung jawab anda menjadi lebih efektif

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Organisasi Safety yang terintegrasi

Integrated Organization
Prinsip Setiap lokasi kerja harus memiliki organisasi safety, dari tingkat atas hingga bawah. Organisasi safety ini memastikan agar semua masalah safety memperoleh perhatian manajemen dan seluruh keputusan dapat dilaksanakan di lapangan, dengan mengikut sertakan seluruh karyawan.

Safety committee
Memulai dan memimpin kegiatan safety di lokasi kerja . Memvalidasi rekomendasi dan menentukan prioritas. Memastikan semua pihak terkait memiliki waktu dan dana yang memadai Mampu berkomunikasi dengan area lain di lapangan

Safety steering committee bertemu secara rutin dengan agenda resmi dan hasil rapat dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait.

Integrated Organization for Safety


Manager Chairman
Central Safety Committee

Safety Supervisor

Medical Resource

Dept. Head

Dept. Head

Dept. Head
Departmental Safety Committee

Supervisor

Supervisor

Supervisor
Area Safety Committee

First-Line Supervisor

First-Line Supervisor

First-Line Supervisor

First-Line Supervisor

First-Line Supervisor

First-Line Supervisor Safety Meeting Employee Employee Employee Employee Employee Employee Employee

INTEGRATED Safety Organization


Supporting Safety (sub safety committee)
Dibentuk oleh central safety committee untuk memberikan masukan2, saran, rekomendasi kepada central safety committee, Bentuk: standing atau ad hoc committee, Sebaiknya memiliki team charter dan beranggotakan multi level dalam organisasi, Kegiatan sub safety committee: Mengumpulkan data, informasi dari berbagai sumber Melakukan observasi, evaluasi, Melakukan analisa secara mendalam Memberikan saran, rekomendasi

The Central Safety, Health, & Environmental Committee


Chairperson (Top Manager)

Supporting

Implementing

Subcommittees

Safety Professional Standing Ad Hoc Medical Resource Environmental Coordinator Contract Coordinator

Line Organization

Standing Subcommittees
Audit Incident investigasi Prosedur Kesehatan kerja Program Emergency respon Off the job safety Driving safety

Ad Hoc subcommittees
Implementasi peraturan baru Memastikan tingkat kepatuhan dalam peraturan Studi tentang safety issu yang spesifik

Lihat fungsi Safety Committee saat ini Apa yang akan anda rubah agar lebih efektif

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Motivasi Yang Progresif

Progressive Motivation
Prinsip Motivasi berkaitan dengan mengenali usaha karyawan dalam meningkatkan safety dan tindakan disiplin yang tepat untuk memastikan kepatuhan akan standar kinerja. Cara terbaik dalam memotivasi karyawan adalah dengan mengajak mereka semua dalam usaha peningkatan safety.

Progressive Motivation
Sebagai leader harus :
Menghargai dan mensupport perilaku yang konsisten support goal dan visi Mengurangi perilaku yang menurunkan atau tidak support terhadap visi dan goal

Progressive Motivation
Penghargaan Harus ada sistim award yang sesuai untuk mengenali dan menghargai kinerja safety yang baik dan inisiatif safety yang proaktif. Sistim award yang dibuat tidak boleh mendorong karyawan untuk tidak melaporkan kecelakaan. Sistim award harus menghargai saran perbaikan safety dan meningkatkan kerjasama tim
RR adalah penggerak untuk mencapai performance yang baik

Progressive Motivation
Tindakan disiplin : Program peningkatan disiplin yang dikaitkan dengan program pembinaan, korektif, untuk perilaku yang tidak aman dan pelanggaran aturan dan kebijakan safety. Program formal yang mengikuti urutan teguran lisan, teguran tertulis, skorsing dan PHK. Dokumentasi yang lengkap dalam arsip karyawan bersangkutan.
Semua karyawan harus tahu bahwa safety adalah persyaratan untuk karyawan

Progressive Motivation
Memotivasi untuk bekerja aman...

Which one first...., stick or carrot ?

Carrot

Progressive Motivation
Memotivasi untuk bekerja aman...

Tujuan dari Tindakan disiplin yang aktif


Komunikasikan standard perfomance yang bisa diterima Secara general disiplinary proses :
Bersifat tidak memihak Konsisten Adil

Memperkuat behavior yang positif Tindakan disiplin diberikan untuk pelanggaran terhadap peraturan bukan untuk kecelakaan

Pendekatan dalam penerapan disiplin


Sesegera mungkin sesudah kejadian Spesifik dan beri contohnya Apa yang salah dan apa yang harus dilakukan Fokus pada performance, bukan pada personal Setuju untuk membuat action plan Beritahu karyawan bahwa anda support mereka Tunjukkan bahwa ketika teguran ini selesai, ya sudah selesai Jaga emosi anda

Praktek untuk memotivasi karyawan


Ditetapkan safety awareness program yang terstruktur termasuk didalamnya program reward recognition dan disiplinary proses dengan melibatkan Union Safety menjadi bagian dalam penilaian performance Ditetapkan safety standard dan safety expectation, safety rule Dibuatkan program motivasi yang melibatkan sebanyak mungkin karyawan Ada proses training, couching,counseling dan corrective action Ada program / diskusi tentang off the job safety dan masalah kesehatan Ada program celebration, safety award Diskusi rutin (mingguan )spv dan teamnya Feedback dari karyawan segera di follow up Safety menjadi bagian penilaian untuk naik ke jenjang karir berikutnya

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Effective Communication

Communication
Prinsip Komunikasi safety sangatlah penting. Tingkat komunikasi yang tinggi membantu pelaksanaan program safety yang efektif. Manajemen senior memainkan peranan utama dalam mengembangkan pesan safety, sedangkan seluruh organisasi menyampaikan dan memastikan bahwa pesan tersebut dimengerti. Agar menyeluruh, komunikasi harus dilakukan dalam tiga arah: dari manajemen ke karyawan, dari karyawan kembali ke manajemen dan antar jaringan fungsional.

Apa yang dimaksud dengan komunikasi

Berita/ pesan

Umpan balik

Communication
Ada sistem formal untuk mendiskusikan tentang safety dengan seluruh karyawan dan berjalan reguler Semua prosedur dan safety rule, incident, safety issue, ekspektasi safety, basic safety prosedur, risk area dikomunikasikan ke karyawan dan tersedia di area kerja Tersedia communication plans Sebagian besar karyawan menghadir safety meeting Komunikasi/ diskusi berjalan terbuka . Dibuatkan safety topik/ tema Komunikasi safety selalu terupdate Dibuatkan suatu sistem untuk memudahkan karyawan memberi saran dan masukan, melaporkan incident(near miss, FA,RDC, MTC), dan issu2 safety di area maupun dari luar lokasi dan karyawan mengetahui follow up nya Dibuatkan suatu sistem komunikasi terutama untuk area yang mempunyai lokasi tersebar, mis Peka, buletin Networking cross area dan hasilnya diimplementasikan Komunikasi safety terintegrasi dalam SQCDME Komunikasi antar sub safety komite Kontraktor terlibat dalam monthly safety meeting Karyawan mulai memimpin komunikasi safety

Communication Factors
Non-Verbal Communication 80% dikominikasikan dengan bahasa tubuh Gambar mengkomunikasikan 1,000 kata How to remember 10% - apa yang dibaca 20% - apa yang didengar 30% - apa yang dilihat 50% - apa yang didengar dan dilihat 70% - apa yang dikatakan 90% - apa yang dikatakan, langsung dikerjakan (walk the talk)
126

Giving Directions

Arahannya jelas Berkenan dengan pendengar Tidak menghakimi Ciptakan dialog dan berikan umpan balik (feedback) Harmonisasikan pikiran, perkataan dan perilaku

Elemen Dasar

Safety Conversation

1. Gunakan panca indra

3. Lakukan pembicaraan yang berkualitas

4. Lakukan perjanjian dan berikan spirit 2. Amati mereka bekerja

Communication
Communication must be well managed

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Continuous Training

Continuous Training
Prinsip Pelatihan safety yang berkelanjutan untuk seluruh karyawan sangatlah penting. Perhatian khusus harus diberikan pada:

Melalui pelatihan yang berkelanjutan, manajemen dapat memberikan informasi, memperbarui keahlian (skill) dan mendorong serta memperkuat sikap yang positif terhadap safety.

Karyawan baru Karyawan pindahan dari pabrik lain Karyawan pindahan dari departemen lain Supervisi Karyawan lama untuk penyegaran dan mengingatkan kembali (refresher) Karyawan kontraktor Penerimaan mesin baru

Tugas dan tanggung jawab lini, dalam training


Mengerti bagaimana melatih karyawannya melakukan tugasnya dengan seaman mungkin dan se-efisien mungkin Menyadari dan mendukung kebijakan dan prosedur perusahaan tentang K3 Mengerti bagaimana mendeteksi dan mengurangi bahaya ditempat kerja, menginvestigasi kecelakaan dan menangani keadaan darurat. Dilatih menggunakan metode kepemimpinan yang benar

Continuous Training
Training plan yang terintegrasi dengan program training perusahaan

Mandatory training untuk personil yang bekerja pada HRA (confined spaces work at height Loto / energy driving etc.).
Terdapat basic safety prosedur, termasuk corporate prosedur Semua karyawan memahami prosedur tersebut yang tercermin dalam perilakunya Setiap karyawan baru dan pindahan mendapat training termasuk didalamnya safety policy dan prosedur, ERP) Wise leadership training diikuti dengan praktek di lapangan Line Management memahami Sistem management safety Guideline untuk OJT

Training must be aligned with site needs (accident results and risks).

Continuous Training
Safety training matrix List qualified trainer internal dan eksternal Spesifik sertifikasi dilakukan re assess secara reguler Minimal karyawan mendapatkan training :Resiko bahaya pekerjaan, cara bekerja dengan aman, PPE yang diperlukan Minimal training untuk Line management : Wise leadership training, behaviour audit, Risk assessment, incident investigasi Terdapat suatu sistem untuk memberikan feed back pelaksanaan training Tidak pernah ada karyawan yang menjalankan tugasnya bila tidak kompeten Karyawan mengenali resiko bahaya pekrjaannya dan merasakan bahwa training sangat berguna bagi pekerjaannya Line management mampu mengenali resiko bahaya pekerjaan areanya dan mengimplementasikan safety management sistem

Continuous Training
Dilakukan audit training Leadership Team mereview secara reguler program training Up grade training berdasar continous improvement TN Tidak terdapat injury yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan karena kurang mendapatkan training Karyawan merasakan bahwa Line management mendukung pengembangan kemampuan mereka Seluruh karyawan mendapatkan semua training yang diperlukan untuk pekerjaan mereka

Continuous Training
Membuat list internal dan eksternal trainier yang qualified Semua level management bisa memberikan training safety leadership training Terdapat training matrix Identifikasi kebutuhan training mempertimbangkan hasil risk assessment Minimal karyawan mendapat training : HIRA,Praktek kerja aman,pemilihan dan penggunaan PPE Status karyawan terupdate tersedia, dan apabila ada perubahan atau perpindahan diberikan training Training plan, process dan content ter upgrade bila ada perubahan peraturan, hasil investigasi, inspeksi dan issue safety yang lain Meminta atau melibatkan karyawan dalam merancang program training

Continuous Training

Continuous Training

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Incident Investigation

Incident Investigation
Prinsip Tujuan utama dari investigasi kecelakaan dan luka adalah untuk mencegah terjadinya hal yang serupa. Dengan melakukan investigasi, manajemen dapat menentukan penyebab kecelakaan dan menunjukkan komitmennya. Dengan mengikut-sertakan para karyawan, mereka akan dapat meningkatkan kesadaran akan resiko dan memastikan agar karyawan mematuhi hasil rekomendasinya dan mengetahui tentang tindakan koreksinya

Layers of protections

Hazard

Disaster

Prof. Reasons Layers of Protection

Setiap lapisan (layer) dari sistem protesi yang dibuat oleh manusia selalu punya kemungkinan kelemahan. Pada saat lubang satu dan yang lainnya segaris, maka terjadilah bencana/kecelakaan

Incident Investigation
Prosedur insident investigasi disosialisasikan, Semua insident diinvestigasi Lesson learned dishare dan didiskusikan (dalam SIM, pergantian shift ) Ada sistem untuk memudahkan melaporkan kejadian, mendapat informasi tentang insident Accident log, Finding investigasi didokumentasikan,di follow up dan dilakukan track clossure CA Semua leader mendapatkan training insident investigasi Prosedur investigasi tersedia di lapangan

Incident Investigation
Line management terkait memimpin investigasi dengan korban dan pihak terkait bila diperlukan, dan mereview report , analisa trend insident Insident investigation, menemukan contributing faktor dan root causenya dan aspek perilakunya tercover dalam insident investigasi Data insident dianalisa trendnya untuk membuat tindakan pencegahan Karyawan tidak merasa takut melaporkan kejadian insident Karyawan mengetahui insident terakhir dan mengetahui bagaimana supaya kejadiaan itu tidak terulang pada dirinya Insident yang terjadi di kontraktor di investigasi dan ditangani sama dengan bila terjadi di karyawan Bila menerima suatu lesson learned dari suatu bagian/ lokasi menjadi bahan pembelajaran untuk mencegah terjadi di areanya Insident yang HIPO diinvestigasi

Incident Investigation
Root Cause Analysis
Proactive or Prevention

Lack of control
INADEQUATE System STANDARDS PERFORMANCE

Basic Causes
HUMAN FACTOR ORGANISATION

Immediate Causess

Incident

Loss

UNSAFE ACTS UNSAFE CONDITIONS

CONTACT

INJURY OR DAMAGE

Model to solve problems

Incident Investigation

Incident Investigation
Komponen sebuah investigasi
Deskripsi kejadian / accident : What, Where, When, Who, Why Level potensi accident berdasarkan kemungkinan dan konsekuensi Analisa akar penyebab berdasarkan 5 prinsip kategori Man, Method, Machine, Material, Environment 5 why methodology Deskripsi detail action plan termasuk 5 kategori prinsip analisa akar penyebab dengan ; Deskripsi , tanggung jawab dan PDCA Internal komunikasi dengan WWBU Internal komunikasi di dalam lokasi dan CBU

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Safety Dialogs/Audit

Safety Dialogs/Audit
Prinsip Audit dan evaluasi ulang secara rutin sangat dibutuhkan untuk memelihara dan meningkatkan kinerja safety. Audit lapangan dan diskusi mengenai cara kerja karyawan dapat mencegah kecelakaan dengan mengingatkan karyawan dan manajer pada cara dan kebiasaan kerja yang kurang aman sekaligus melakukan perbaikan sebelum mengakibatkan kecelakaan. Kedua hal ini juga menunjukkan adanya komitmen manajemen. Proses audit yang lengkap mencakup diskusi safety, audit sistim dan inspeksi mesin dan fasilitas pabrik.

Hasil audit digunakan untuk up grade program, policy dan prosedur

Safety Dialogs/ Audit


Sesudah kita belajar beberapa elemen, elemen penting untuk menuju world class safety
Audit Audit audit

Safety Dialogs/ Audit


Fokus pada perilaku Karyawan dilibatkan dalam proses dan pengembangan audit Merupakan Line management responsibility Corrective action harus ditindak lanjuti Spesifik equipment harus di inspeksi tersendiri Standard harus dievaluasi Control kualitas audit sistem adalah tanggung jawab Safety Koordinator

Safety Dialogs/ Audit


Panduan inspeksi spesifik : fire, housekeeping, safety equipment Safety equipment dalam keadaan baik Karyawan mematuhi SOP Jadwal audit Hasil behavior audit dianalisa dan digunakan sebagi improve program oleh Line management Dibuatkan suatu juklak pelaksanaan behavior audit dan inspeksi termasuk untuk pekerjaan yang bereiko tinggi Follow upnya bisa di track Closure CA Finding audit di compare dengan data incident untuk imprve proses audit audit Behavior audit mengikut sertakan layer di untuk bawahnya ( see Fokus pada perilaku untuk mencegah perilaku yang tidak aman dan membuat peka karyawan layer behavior audit )

Tujuan untuk

Behaviour Audit
Menentukan agenda atau topik pembicaraan Mendapatkan fakta langsung dari tatapan mata sendiri baik
yang positif maupun yang negatif Mengamati potensi yang sudah baik menjadi lebih baik Emphati Menujukkan kualitas safety leadership seorang pimpinan

Behaviour Audit bukan untuk Mencari kesalahan si pekerja Menghakimi si pekerja Mencari titik lemah si pekerja

Genuine Safety Behaviour Audit


Aman dan nyaman sewaktu melakukan conversation Gunakan eye contact dan perkenalkan nama serta agenda pembicaraan Gunakan nada/tone bicara yang wajar disertai bahasa tubuh yang terbuka Tidak ada perbedaan jabatan (no rank) Gunakan banyak pertanyaan agar mendapat informasi yang lebih akurat dari bawahan Empati terhadap si pekerja Bila selesai dialog, tinggalkan si pekerja dengan perasaan merasa tertolong bukan dihakimi. Kedua pihak ingin belajar satu dari yang lain.

Bagaimana melakukan

Struktur dan Langkah Dalam Percakapan Behaviour Audit Safety


Perkenalan/ tegur sapa

Berjabatan tangan / mengenalkan diri

Apa yang dikerjakan

Apa yang sedang dikerjakan Pak ?

Apa bahaya/ resikonya

Bahaya atau resiko apa yang mungkin terjadi ?

REKOMENDASI

Menurut Bapak, apa yang harus dilakukan ?

Praise

Terima kasih atas waktunya dan berikan pujian !


158

Behaviour Audit Standar pelaksanaan

Maukan anda menjelaskan kepada saya, apa yang anda sedang lakukan?

Bagaimana anda bisa mendapat kerugian terhadap tugas ini

Apa jenis cidera yang mungkin anda dapatkan

Apa yang anda inginkan?

Apa yang anda lakukan untuk mencegah apa yang akan terjadi? Saya memperhatikan anda tadi (pujian terhadap praktek kerja yang bagus

Ulangi proses jika diperlukan adanya tambahan bahaya

Apakah dengan senang hati melakukan cara tersebut mulai dari sekarang?

Apakah hal tersebut disetui Dapatkah anda berhenti sebentar untuk membicarakan safety

Tolong tunjukan kepada saya

159

Safety Dialogs / Audit


System analisa Behaviour Safety Audit (dialog)

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

Contractors Safety

Contractors Safety
Kontraktor harus diintegrasikan dalam system safety sebagaimana yang dilakukan untuk karyawan Special tools harus dikembangkan dan ada untuk mengelola safety kontraktor

Contractors Safety
Six steps to manage contractors:
1.Selection : Must show their safety experience 2.Preparation : competencies, trainings, standards, policy 3.Contract award : Safety is a key element in each contract 4.Training and orientation : introduction process standards, safety/emergency response procedures 5.Managing the work /Audits : To ensure compliance to standards 6.Periodic Evaluation : To evaluate company safety performance level
Contractor safety management is a responsibility of leader

Contractors Safety
11 Basic Elements CSMS 1. Safety Commitement & Policy 2. Safety Rules/Manual/Procedures 3. Safety Inspection 4. Safety Committee 5. Safety Objective/ Program 6. Safety Training & Meeting 7. Progress Motivation Program 8. Incident Reporting/ Investigation 9. Safety Support 10.Personal Equipment 11.Safety Performance

Current Situations dan Action Plan


No. STRATEGIC ACTION DUE DATE

CODE king/queen

Winner Team

Thank You! Have a Wise day