Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TINDAKAN KELAS MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF LEARNING DAN SOSIO DRAMA DAPAT MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KREATIVITAS

BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SDN 1 KOTARAJA.

Oleh: LALU MUH. TAHIR NPM : 08110447

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) JURUSAN ILMU PENDIDIKAN SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

LEMBAR PENGESAHAN Laporan Tindakan Kelas ini pada tanggal 8 April 2010 Oleh:

Guru Pamong

Dosen Pembimbing Lapangan

LALU. YUSUP JUAINI NIP. 19691231 199403 1 098

LALU. HASANUDIN, S.Pd NIS,

Mengetahui: Kepala SDN 1 Kotaraja

LALU. SUKARWAN, S.Pd NIP. 196612311988031267

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat allah swt, Karena atas rahmat dan karunia dan hidayahnya Laporan Tindakan Kelas (LTK) ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Laporan Tindakan Kelas (LTK) ini disusun berdasarkan hasil observasi, penelitian, dan informasi-informasi dan berbagai pihak selama penyusunan di SDN 1 Kotaraja. Dalam kesempatan ini tidak lupa penyusun sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1. Bapak Drs. Muh. Suruji selaku Ketua STKIP HAMZANWADI Selong 2. Bapak Drs. Edy Waluyo selaku pembantu Ketua 1 STKIP HAMZANWADI Selong. 3. Bapak Badarudin, M.Pd selaku Ketua Panitia Pelaksana PPL-KKN KF Terpadu STKIP HAMZANWADI Selong beserta anggota-anggotanya. 4. Bapak Habibudin, M.Pd selaku Ketua Program Studi PGSD yang telah banyak memberikan kontribusi dan motivasi. 5. Lalu Sukarwan, S.Pd selaku Kepala SDN 1 Kotaraja beserta staf 6. Lalu Hasanudin S.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan 7. Lalu. Yusup juaini selaku Guru Pamong 8. Rekan-rekan Mahasiswa PPL-KKN KF Terpadu di SDN 1 Kotaraja. Penyusun menyadari bahwa Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan kemapuan penyusun dalam menyususn laporan, oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang konstruktif bagi penyusun laporan selanjutnya. Ahirnya kami berharap semoga Laporan Tindakan Kelas (LTK) ini dapat bermanfaat bagi kita semua Kotaraja, 8 april 2010 Penyusun

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN.. i KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI iii A. RASIONAL 1 B. PERMASALAHAN ....... D. PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH .. E. PELAKSANAAN TINDAKAN F. KESIMPULAN....... H. Lampiran-Lampiran 7 8 9 12 C. TUJUAN DAN MANFAAT .. 8

G. REKOMENDASI 12

A. RASIONAL 1. Kondisi Riil Sekolah Berdasarkan hasil observasi, SDN 1 Kotaraja merupakan salah satu Sekolah Dasar yang berada di desa Kotaraja Kecamatan Sikur. Lokasi SDN 1 Kotaraja berada di tengah- tengah desa dan di batasi oleh dua kekadusan dan berdekatan dengan dua fasilitas umum. Wilayah kekadusan yang membatasi SDN 1 Kotaraja yaitu kekadusan Dayan Tembok selatan dan kekadusan Marang selatan, sedangkan fasilitas umum yang berdekatan dengan SDN 1 Kotaraja ini adalah lapangan olagraga dan pasar. Dengan kondisi ini membuat SDN 1 Kotaraja, menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di SDN 1 Kotaraja, sehingga kalau dilihat dari segi komposisi siswa yang ada pada SDN 1 Kotaraja jika dibandangkan dengan sekolah lain di Kotaraja, SDN 1 Kotaraja memiliki siswa paling banyak. Dilihat dari letak geografis SDN 1 Kotaraja memiliki batas- batas sebagai berikut: Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Berbatasan dengan rumah penduduk : Berbatasan dengan jalan raya : Berbatasan dengan jalan kampung : Berbatasan dengan rumah penduduk

Keadaan gedung ( bangunan) SDN 1 Kotaraja bisa dikataka permanen yang terdiri atas beberapa bagian gedung antara lain : gedung sekolah, ruang belajar, kantor perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, rumah dinas guru, WC dengan rincian sebagai berikut :
N O 1 2 3 4 5 Jenis bangunan Gedung sekolah Rumah dinas Kasek Rumah dinas Guru Mushalla Jml 9 1 1 Keadaan Baik Rusak berat Baik Jenis ruang lain Ruang belajar Ruang Kepala Sekolah Ruang perpustakaan Ruang guru WC Jml 9 1 1 1 Keadaan Baik Baik Baik

Khusus untuk ruang belajar, masih kurang 4 ruang karena masingmasing tingkat terdiri atas dua rombongan belajar sehingga jumlah seluruh kelas berjumlah 12 kelas. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar setiap setiap tingkat masih digabung, sehingga proses belajar mengajar masih memiliki banyak kendala terutama dalam pengaturan duduk siswa. Sarana belajar dan jenis perlengkapannya terdiri dari alat belajar dan perlengkapan lainnya dapat dirincikan sebagai berikut : NO Jenis alat/ perlengkapan Jumlah Keadaan 1 Meja guru 9 Baik 2 Kursi guru 30 Baik 3 Kursi tamu 4 Baik 4 Meja murid 135 Baik 5 Kursi murid 135 Baik 6 Almari 9 Baik 7 Rak 10 Baik 8 Papan tulis 9 Baik 9 Papan data 25 Baik 10 Mesin tik 1 Baik 11 Mesin hitung 5 Baik 12 Tape recorder 2 Baik 13 Laudspeaker 1 Baik 14 Jam dinding 7 Baik 15 Meja pingpong 1 Baik 16 Perangkat komputer 1 Baik 17 TV 1 Baik 18 Meja komputer 2 Baik 19 Piano 1 Baik 20 Warless 2 Baik 21 Rak Arsip 2 Baik Jumlah Kondisi tenaga kependidikan (guru) di SDN 1 Kotaraja terdiri dari tenaga pegawai negeri sipil (PNS) dan guru honorer yang jumlahnya sebanyak 16 orang dengan rincian sebagai berikut : NO 1 2 3 4 5 Jenis jabatan Kepala sekolah Guru Umum Guru Penjaskes Guru Agama Islam Guru Honor Jumlah jumlah 1 orang 8 orang 1 orang 1 orang 5 orang 16 orang Keterangan

2.

Proses Belajar Mengajar Program PPL- KKN KF terpadu yang dilaksanakan mulai bulan Januari sampai bulan April 2010, kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah mengadakan observasi melalui pengamatan, pendekatan personal, tanya jawab dengan kepala sekolah, dan analisa terhadap situasi dan kondisi serta pengamatan berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan praktek mengajar di SDN 1 Kotaraja. Observasi merupakan salah satu progran yang telah diprogramkan oleh mahasiswa peserta PPL KKN yang memungkinkan meserta PPL KKN dapat mengenal dengan baik lingkungan sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan PPL KKN, atau dengan kata lain observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap objek tertentu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai langkah awal mengenal lingkungan tempat pelaksanaan PPL KKN, disamping itu juga untuk memperoleh pengetahuan mengenai keadaan sekolah dan data- data kependidikan yang sangat dibutuhkan oleh peserta PPL KKN sebagai bekal untuk terjun ke dunia pendidikan dalam menjalankan tugas propesionalnya sebagai guru. Selama pelaksanaan program PPL KKN Mahasiswa praktekan melakukan pengamatan- pengamatan terhadap proses belajar mengajar yang berlangsung di SDN 1 Kotaraja. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan sudah cukup baik. Hal ini tidak terlepas dari peran serta pendidik yang sangat diperlukan dalam upaya pengembangan potensi peserta didik melalui proses belajar mengajar, sehingga anak memiliki kesempatan untuk menggali potensi dirinya serta keterampilannya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tentunya harus melalui tahapan- tahapan dimana dalam proses belajar mengajar seorang pendidik harus menerapkan berbagai metode dan strategi pembelajaran. Begitu pula yang dilakukan di SDN 1 Kotaraja yang berusaha mencetak peserta didik yang berkwalitas.

Dalam proses belajar mengajar SDN 1 Kotaraja menggunakan sistem pembelajaran PAIKEM yang dapat menambah semangat peserta didik untuk belajar. Kegiatan belajar mengajar tidak saja terjadi di dalam kelas, tetapi SDN 1 Kotaraja juga berupaya untuk memberikan pembinaan kesiswaan yang antara lainnya : 1. Bidang pendidikan a. Les persiapan menghadapi UASBN untuk kelas VI b. Pembinaan MIPA (Matematika dan IPA ) untuk kelas IV dan V 2. Bidang non kependidikan a. Pengembangan bakat siswa bidang olahraga seperti : sepakbola, badminton, Voli b. Kegitan Prabuka adalah kegiatan untuk me 3. Bidang keagamaan a. Pembinaan membaca Al-Quran metode iqro untuk kelas III dan IV b. Pembinaan membaca Al-Quran, membaca lancar untuk kelas I dan II c. Pembinaan Seni baca Al-Quran untuk kelas V dan VI 4. Sosial Kemasyarakatan a. Penggalangan amal untuk pembangunan mushalla b. Sumbangan kepada anggota masyarakat dan siswa yang mendapat musibah Adapun kurikulum yang digunakan di SDN 1 Kotaraja adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Dasar dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : JUMLAH JAM PELAJARAN SETIAP MINGGU NO 1 2 Mata Pelajaran Agama pakaian Kelas I 4 2 II 4 2 III 4 2 IV 4 2 V 4 2 VI 4 2 Jml 24 12 Ket

3 4 5 6 7 8 9 10

Bahasa Indonesia Matematika IPA IPS Penjaskes SBK MULOK Pengembangan diri JUMLAH

6 6 2 2 2 4 2 30

6 6 2 2 2 2 2 28

6 6 4 4 2 2 2 32

6 6 4 4 4 2 2 34

6 6 4 4 4 2 2 34

6 6 4 4 4 2 2 34

36 36 20 20 18 14 12 192

3.

Keadaan Siswa Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peserta PPL-KKN diketahui bahwa jumlah seluruh siswa di SDN 1 Kotaraja hingga bulan Maret 2010 adalah 345 orang dengan rincian laki-laki 180 orang dan perempuan165 orang. Siswa dan siswi tersebut berasal dari 4 dusun yang ada di desa Kotaraja yaitu Dusun Marang Selatan, Dusun Marang Utara, Dusun Dalem Daya, Dusun Tibu Karang, dan Dusun Dalem Lauq, bahkan ada yang berasal dari luar desa yaitu desa Loyok Data murid pada masing- masing kelas hingga akhir bulan Maret 2010 sebagai berikut :

Data Murid/Kelas bagian

Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V Kelas VI Jumlah

: 2 kls : 2 kls : 2 kls : 2 kls : 2 kls : 2 kls : 12 kls

Akhir bulan Masuk Kelua bulan r ini bulan ini L P L P L P 28 28 - - 36 33 - - 34 29 - - 35 26 - - 20 28 - - 28 21 - - 180 165 - - -

Akhir bulan ini L 28 35 34 35 20 28 180 P 29 33 29 26 27 21 165

57 68 63 61 47 49 345

Jumlah

B. PERMASALAHAN Dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan, muncul beberapa permaslahan selama Mahasiswa PPL melaksnakan praktek pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS di Kelas IV SDN 01 Kotaraja. Dari hasil evaluasi yang dilakukan di akhir pembelajaran ada 10 orang dari 22 siswa yang menguasai pelajaran atau sekitar 45% ke atas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selama pembelalajaran berlangsung hanya beberapa siswa yang memberikan tanggapan terhadap penjelasan guru dan sebagian besar siswa belum dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar. Terkadang di hadapi siswa siswa tidak dalam memperhatikan mengikuti saat proses pembelajaran Berdasarkan berlangsung. Hal ini menunjukan bahwa ada masalah yang sangat penting pembelajarannya. pengamatan yang dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di kelas IV khususnya pelajaran Bahasa Indonesia pada materi pelajaran masa

persiapan kemerdekaan khususnya sub pokok bahasan tentang peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan, siswa kesulitan memahami, kurang aktif, cepat bosan, bahkan ada beberapa siswa tidak memperhatikan penjelasan guru pada waktu proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, secara khusus kami mencoba melakukan tindakan yang dirumuskan sebagai berikut : APAKAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF LEARNING DAN SOSIO DRAMA DAPAT MENINGKATKAN BELAJAR SISWA PADA MOTIVASI DAN KREATIVITAS KOTARAJA.

PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SDN 1

C. TUJUAN DAN MANFAAT 1. Tujuan Laporan Tindakan Kelas a.Memperbaiki Praktek Pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki hasil belajar siswa b. Meningkatkan Profesionalisme Guru, meningkatkan kemampuan siswa dalam pendidikan dan membandingkan hasil pembelajaran sebelum melakukan tindakan dengan setelah melakukan tindakan. 2. Manfaat Laporan Tindakan Kelas Dari berbagai permasalahan-permasalahan yang ditemukan maka diharapkan Tindakan Kelas ini dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan metode yang tepat dan disenangi siswa. Sesungguhya jika diuraiakn secara mendasar manfaat dari Laporan Tindakan Kelas ini di bagi menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis a. Manfaat Teoritis

Menambah Ilmu Pengetahuan, mengembangkan metode pembelajaran dan hasil laporan tindakan kelas ini dapat dijadikan sebagai acuan peneltian lebih lanjut.

b. Manfaat Praktis Guru : Dapat mengembangkan metode mengajar, memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya, dan guru lebih percaya diri, berkembang secara professional. Siswa : Lebih aktif dalam belajar karena materi lebih menarik, lebih bermakna dan meningkatkan hasil belajar siswa. Sekolah : Sekolah mempunyai kesempatan yang besar untuk berubah secara menyeluruh seperti menanggulangi berbagai masalah belajar siswa. D. PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Dari untuk permasalahan-permasalahan strategi-strategi yang ditemukan yang selama dapat pelaksanaan praktek proses belajar mengajar. Mahasiswa PPL termotivasi menemukan belajar mengajar meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ditemukan Mahasiswa PPL memilih menggunakan media gambar. Penulis memilih metode gambar metode ini sesuai dengan materi yang disampaikan, dan akan memancing daya pikir siswa sehingga membuat siswa lebih cepat memahami materi dan aktif bertanya sehingga terjadi suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan seperti diharapkan oleh pembelajaran PAIKEM ( Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan ) dan guru tidak boleh mendominasi proses pembelajaran karean belajar tidak harus berpusat pada guru, tetapi juga pada anak didik. Oleh karena itu anak perlu dibimbing dan dilatih agar lebih aktif menemukan sesuatu yang dipelajari dengan cara materi yang diberikan harus menarik minat belajar, menantang serta penggunaan alat peraga salah satunya dengan menggunakan media gambar siswa mau terlibat dalam proses pembelajaran. E. PELAKSANAAN TINDAKAN Tempat dan waktu pelaksanaan

Pelaksanaan Tindakan Kelas berlangsung di Kelas IV SDN 01 Kotaraja Kecamatan Sikur, pada hari senin tanggal 22 February dan hari Rabu tanggal 24 February 2010. Pelaksanaan Tindakan ini mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut : Tindakan Pertama 1. Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan tindakan, Mahasiswa PPL melakukan obsevasi mengenai factor-faktor penghambat yang ditemui oleh siswa sebelum melaksanakan tindakan, sehingga Mahasiswa praktekan dapat merumuskan alternative tindakan. Adapun factor-faktor penghambat tersebut adalah : a. Metode yang digunakan guru belum memadai, dimana guru masih menggunakan metode ceramah, yang mana mengakibatkan pembelajaran berpusat pada guru sehingga siswa tidak aktif dan kreatif. b. Kurangnya kreatifitas guru dalam memanfaatkan dan menghadirkan media pembelajaran. c. Buku paket IPS yang digunakan masih terbatas, tidak sesuai dengan jumlah siswa, hal ini menghambat proses pembelajaran. d. Penyajian materi masih sangat sederhana tanpa pengayaan dan penugasan yang lebih mendalam mengenai materi pelajaran. Dari hasil pengamatan tersebut, maka Mahasiswa PPL merumuskan alternative tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada tahap pertama, yaitu dengan jalan : a. Merumuskan rencana pembelajaran b. Memilih metode yang tepat c. Merancang alat evaluasi 2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan diadakan tes awal yang merupakan langkah pertama dalam kegiatan ini. Tes ini berfungsi sebagai uji coba hasil pembelajaran siswa di kelas IV SDN 01 Kotaraja dengan Materi pokok masa persipan kemerdekaan khusunya tentang peranan beberapa tokoh dalam memepersiapkan kemerdekaan. Berdasarkan tes yang diadakan pada

tahap pertama menunjukan bahwa dari 22 siswa hanya ada 10 yang dapat menjawab pertanyaan. 3. Observasi Pada tindakan pertama pelaksanaan tindakan belum menunjukkan peningkatan kemampuan menjawab soal. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang sudah dilakukan dengan nilai rata-rata yang masih rendah dari KKM yang sudah ditentukan. 4. Refleksi Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh pada tindakan pertama belum menunjukan hasil yang maksimal, sehingga mahasiswa PPL perlu melekukan tindakan berikut : a. Memberikan stimulus pada siswa agar siswa lebih termotivasi dalam belajar b. Menyiapkan media pembelajaran yang lebih baik c. Mengadakan praktik secara langsung d. Memberikan bimbingan yang lebih optimal e. Memberkan tugas dan latihan Tindakan kedua 1. Perencanaan tindakan Pada tahap perencanaan tindakan ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu: Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran Memilih alat Bantu pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dicapai Menyiapkan alat evaluasi Merencanakan focus pembelajaran yang akan dijadikan sasaran tindakan Menentukan kriteria keberhasilan untuk pembelajaran 2. Pelaksanaan tindakan II untuk mengatasi kekurangan-kekurangan pada tahap peretama dengan menyiapkan langkah-langkah perbaikan sebagai

Kegiatan awal pembelajaran dimulai dengan apersepsi untuk menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi pelajaran yang akan disajikan

3.

Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan Menjelaskan materi pelajaran Siswa melakukan kegiatan praktek bersama kelompok masing-masing dengan bimbingan dari guru.

Observasi Hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada tindakan kedua secara umum proses pembelajaran sudah berjalan degan baik, di mana kekurangan-kekurangan yang terjadi pada tahap pertama sebagian besar dapat diperbaiki. Dari hasil pengamatan dan evaluasi yang ke II diperoleh data : Prestasi Belajar Siswa pada tindakan II terlihat bahwa siswa sudah mulai termotivasi dan antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia pada pokok bahasan Koperasi. Setelah dilakukan penyebaran tes maka diperoleh rata-rata skor prestasi belajar siswa pada tindakan II mengalami peningkatan jika dibandingkan rata-rata skor pada tindakan I (dapat dilihat pada lampiran).

F.

KESIMPULAN Berdasarkan tindakan kelas yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa PPL di kelas IV SDN 1 Kotaraja pada mata pelajaran IPS dengan materi pokok Masa persiapan kemrdekaan, sub materi pokok tentang peranan beberapa tokoh dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan, ternyata mertode dangan menggunakan media gambar dapat meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran. Metode ini sangat efektif karena siswa kelas IV SDN 1 Kotaraja membutuhkan contoh-contoh yang nyata salah satunya melalui media gambar, bukan sekedar cerita-cerita lisan yang membawa mereka pada hal-hal yang bersifat hayalan. Dengan menggunakan media gambar, siswa lebih bersemangat untuk belajar, mereka termotivasi sehingga belajar menjadi menyenangkan, hal ini telihat

dari banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatnya hasil evaluasi. G. REKOMENDASI Dari uraian tindakan kelas, maka perserta PPL-KKN Terpadu dapat mengajukan rekomendasi pada kelas IV SDN 1 Kotaraja yang dijadikan objek pelaporan sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah Mengingat metode yang digunakan oleh penulis yakni media gambar, demi lancarnya proses belajar mengajar yang perlu diperhatikan oleh sekkolah adalah sarana dan prasaranya yang perlu ditingkatkan karena tanpa adanya sarana yang memadai proses belajar mengajar tidak berjalan seperti yang diharapkan. 2. Guru Pamong Guru bidang studi masing-masing mata pelajaran hendaknya menggunakan metode yang bervariasi dan tidak menonton. Mencoba metode pembelajaran lain, salah satu bentuk partisipasi guru bidang studi untuk lebih meningkatkan proses belajar mengajar di kelas.

3. Anak Didik Siswa dapat diperkenankan berbagai macam metode pembelajaran Dengan banyaknya variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan proses belajar mengajar siswa. 4. Orang Tua Mengawasi anak mulai dari memeriksa pola belajar, buku catatan, dan tingkah lakunya di luar sekolah.