Anda di halaman 1dari 16

DOKTER AISYAH SKENARIO 1

KELOMPOK A-9 DISUSUN OLEH : Ketua Sekertaris Anggota 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. : Insi Fadhil : Hanida Rahmah : 1102012128 1102012105

Ayang Prima Lestari 1102012035 Debby Elvira 1102012051 Fitri Rahmadani 1102012090 Halimatusakdiah 1102012104 Ika Rohaeti 1102012117 Intan Nurul Hikmah 1102011128 Maulidya Nur Amalia 1102012155

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2012

SKENARIO DOKTER AISYAH


Aisyah, seorang dokter lulusan FK YARSI, saat ini ia bekerja di Bagian Bedah Rumah Sakit Umum Daerah. Tugas Dokter Aisyah antara lain melakukan anamnesis pada pasien yang sedang dirawat, menunjukkan sikap empati pada saat mendengarkan keluhan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, merencanakan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, menegakkan diagnosis serta merencanakan pengobatan yang akan diberikan kepada pasien pada hari itu, dan memberikan konsultasi bila diperlukan. Dokter Aisyah juga mengamati kondisi perkembangan penyakit pasien setiap setiap hari mencatat di dalam status medik. Selama bekerja di bangsal, Dokter Aisyah bekerjasama dengan orang lain menunjukkan perannya sebagai tim pelayanan kesehatan yang profesional. Dokter Aisyah sangat memahi kemampuan dan keterbatasan dirinya berkaitan dengan praktik kedokteran, oleh karenanya Dokter Aisyah harus meningkatkan profesionalitasnya dengan belajar dari buku teks ataupun jurnal, dan rajin mencari informasi terbaru tentang temuan diagnosis ataupun pengobatan dari website kedokteran. Dalam prespektif Islam, hal tersebut masuk dalam kewajiban menuntut ilmu.

ISTILAH-ISTILAH PENTING
1. Dokter Dokter adalah sesorang lulusan pendidikan kedokteran baik dalam maupun luar negeri yang diakui Pemerintah Republik Indonesia sesuai engan peraturan perundang-undangan. Profesi Kedokteran merupakan suatu pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, serta kode etik yang bersifat melayani masyarakat seuai UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. KODEKI 1. Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah dokter 2. Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi 3. Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang melibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi 4. Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri 5. Tiap perbuatan atau nasihat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien, setelah memperoleh persetujuan pasien 6. Setiap dokter harus senantiasa berhati0hati dalam mengumumkan dan menerapkan penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapar menimbulkan keresahan masyarakat 7. Seorang dokter hanya memberi surat keterngan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya a. Seorang dokter harus, dalam setiap praktik medisnya, memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya disertai kasih saying (compassion) dan penghormatan atas martabatb manusia b. Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan peipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien c. Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien, hak-hak sejawatnya, dan hak tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga kepercayaan pasien d. Setiap dokter harus senantiasa mengingat kewajiban melindungi hidup makhluk insani

8. Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif, preventif, kuratif, rehabilitative), baik fisik maupun psikososial, serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya 9. Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat, harus saling menghormatui 10. Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka atas persetujuan pasien, ia wajib merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut 11. Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasihatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya 12. Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia 13. Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darudat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bersedia memberikannya 14. Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan 15. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawatnya, kecuali dengan persetujuan aatau berdasarkan prosedur yang etis 16. Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja dengan baik 17. Setiap dokter harus enantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan 2. Rumah Sakit a. Definisi Tempat berkumpul sebagian besar tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya b. Tenaga Kesehatan i. Dokter ii. Dokter Gigi iii. Apoteker iv. Perawat v. Bidan vi. Nutrisionis vii. Fisioterapis viii. Ahli rekamFasilitas c. Fasilitas

i. Rekam Medis (RM) ii. Perawat iii. Laboratorium iv. Spesialis v. Klinik medis vi. Intensif vii. Anastesi viii. Euthanasia ix. Radiologi x. Kamar operasi dan kamar bersalin xi. Rehabilitasi medic xii. Medikolegal 3. Rekam Medis a. Macam-macam i. Rekam Medis (RM) Rawat Jalan ii. Rekam Medis (RM) Rawat Inap b. RM Rawat Jalan dan UGD i. Lembar Hak Kuasa 1. Identitas 2. Formulir perizinan

ii. Anamnesis/Riwayat Penyakit 1. Keluhan penyakit 2. Riwayat terkini 3. Riwayat penyakit 4. Riwayat keluarga tentang penyakit yang mungin diturunkan c. RM Rawat Inap i. RM Rawat Jalan ii. Anamnesis penyakit kronis iii. Hasil pemeriksaan fisik diagnostic, laboratorium, rontgen, dll iv. Pengobatan dan tindakan operasi yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan v. Keadaan pasien di luar 1. Anjuran obat 2. Kemampuan fisik maupun psikososio pasien vi. Anjuran pengobatan dan perawatan

MENDEFINISIKAN MASALAH
1. 2. 3. 4. 5. Apakah yang dimaksud dengan DOKTER ? Apa sajakah tugas seorang dokter ? Apakah peran dokter sebagai tim pelayanan kesehatan ? Apakah yang dimaksud dengan profesional ? Apakah tinjauan Islam dalam menuntut ilmu secara umum dan secara khusus dalam bidang kedokteran ? 6. Kemampuan apakah yang harus dimiliki seorang dokter ?

PEMIKIRAN SEMENTARA
1. Dokter adalah Profesi dalam bidang kesehatan yang membantu makhluk hidup dalam meningkatkan kualitas kesehatannya. 2. Tugas seorang dokter adalah melayani, memberikan informasi dan pengobatan dalam bidang kesehatan kepada masyarakat, serta bekerjasama dengan tim medis lainnya. 3. Peran dokter sebagai tim pelayanan kesehatan adalah bekerjasama dengan semua pihak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 4. Profesional adalah totalitas dari sebuah profesi. 5. Tinjauan Islam dalam menuntut ilmu secara umum dan secara khusus dalam bidang kedokteran adalah Allah akan meninggikan beberapa derajat orang2 yang beriman diantara kamu dan orang2 yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.(qs. Al-mujadalah:11) Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka kamu akan dimudahkan jalan surge baginya(shahih al-jami) 6. Kemampuan yang harus dimiliki seorang dokter adalah wawasan yang luas, mampu bekerja sama, terampil sebagai dokter, kemampuan berkomunikasi dengan baik.

HIPOTESIS
MENGETAHUI TUGASNYA MENGETAHUI KEMAMPUAN DAN KETERBATASANNYA MAMPU BEKERJASAMA PROFESIONAL

DOKTER

MENUNTUT ILMU SEPANJANG HAYAT

SASARAN BELAJAR
Li.1. Mempelajari Tugas dan Kewajiban Dokter Lo.1.1. Lo.1.2. Memahami dan Menjelaskan Tugas Dokter Memahami dan Menjelaskan Kewajiban Dokter

Li.2. Mempelajari Peran Dokter sebagai Tim Pelayanan Kesehatan Lo.2.1. Memahami dan Menjelaskan Peran Dokter sebagai Tim Pelayanan Kesehatan

Li.3. Mempelajari Kemampuan dan Keterbatasan Dokter Lo.3.1. Lo.3.2. Memahami dan Menjelaskan Kemampuan Dokter Memahami dan Menjelaskan Keterbatasan Dokter

Li.4. Mempelajari Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam Lo.4.1. Memahami dan Menjelaskan Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

LI.1. Mempelajari Tugas dan Kewajiban Dokter LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Tugas Dokter di Rumah Sakit Memantau dan memberikan perawatan umum kepada pasien di bangsal rumah sakit dan klinik rawat jalan; Mengakui pasien yang membutuhkan perawatan khusus disertai dengan pemeriksaan dan pengobatan Memeriksa dan berbicara kepada pasien untuk mendiagnosa kondisi kesehatan pasien Melaksanakan prosedur tertentu, seperti melakukan operasi dan pemeriksaan spesialis Membuat catatan, baik rekam medis maupun untuk kepentingan profesional kesehatan lainnya Bekerja dengan dokter lainnya sebagai bagian dari sebuah tim, baik dari bagian yang sama maupun dengan lainnya Berkoordinasi dengan staf medis dan non-medis lainnya di rumah sakit untuk memastikan pelayanan yang berkualitas Mempromosikan pendidikan kesehatan Melakukan tanggung jawab manajerial seperti merencanakan beban kerja dan staf departemen, terutama pada tingkat yang lebih senior Mengajarkan dokter junior dan mahasiswa kedokteran, serta pemeriksaan dan penelitian

(Hospital Doctor Job Description, http://www.prospects.ac.uk/hospital_doctor_job_description.htm) LO.1.2. Memahami dan Menjelaskan Kewajiban Dokter Pasal 51 Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai kewajiban : memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien; merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan; merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia;

melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya; dan menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

(Undang-undang Republik Indonesia No.29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Paragraf 6 Hak dan Kewajiban Dokter atau Dokter Gigi) LI.2. Mempelajari Peran Dokter sebagai Tim Pelayanan Kesehatan LO.2.1. Memahami dan Menjelaskan Peran Dokter sebagai Tim Pelayanan Kesehatan Tim Pelayanan Kesehatan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Dokter Dokter Gigi Perawat Fisioterapis Ahli Gizi Laboran Apoteker Psikolog

Peran masing-masing tim pelayanan kesehatan: a. Peran Dokter Dokter dipandang sebagai profesional yang melayani sebagai "pintu masuk" pasien, yaitu, mereka menerima pasien, mencapai diagnosis klinis, rumit rencana terapi dan merujuk mereka seperlunya. Dokter juga dianggap sebagai koordinator tindakan tim kesehatan, bertanggung jawab untuk membimbing dan mengawasi pekerjaan profesional lain. Mereka didefinisikan sebagai: profesional dengan visi kecil, berprasangka, tahan terhadap kerja tim. b. Peran dokter gigi Dokter gigi dianggap sebagai profesional yang secara teknis mampu mendiagnosa dan mengobati patologi oral dengan dampak sistemik. Oleh karena itu, mereka bertanggung jawab untuk diagnosis diferensial yang penting, di antaranya kanker mulut. Referensi untuk partisipasi mereka dalam rentang tim

10

kesehatan dari tidak signifikan dan diabaikan untuk fundamental dan penting. c. Peran perawat Mereka adalah atribut administrasi, tindakan perawatan dan pendidikan untuk perawat. Peran keperawatan yang paling sering ditemukan adalah administrasi. Fungsi administratif dibagi dalam tiga bidang kegiatan: proses kerja, lingkungan kelembagaan dan tim kesehatan. Digambarkan tindakan penyediaan sumber daya dimaksud untuk kesehatan bertindak untuk mengambil tempat, peralatan pemeliharaan, perawatan organisasi unit dan pembersihan, selain interaksi dengan semua anggota tim kesehatan, apakah dengan memberikan apa yang diperlukan untuk perawatan pasien atau dengan memberikan informasi. Narasumber menguraikan ada dua cara bagi perawat untuk bertindak dalam perawatan pasien, bahwa perawat dapat bertindak baik secara langsung, yang dicontohkan oleh prosedur invasif yang lebih kompleks, dan tidak langsung, seperti pengawasan pemberian perawatan. Sehubungan dengan pendidikan, informan menyatakan bahwa perawat bertanggung jawab untuk pelatihan anggota tim lainnya keperawatan, memberikan saran teknis, transmisi pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan prosedur dan melatih mereka untuk pelayanan dan dalam pelayanan. d. Peran Fisioterapis Peran fisioterapis 'adalah untuk membantu pekerjaan medis. Lainnya menganggap mereka sebagai profesional yang mampu meningkatkan kesehatan, membangun diagnosis dan mengobati penyakit yang melibatkan sistem organik yang berbeda dan individu batas dalam tindakan sehari-hari mereka. e. Peran ahli gizi Ahli gizi fungsi utamanya adalah untuk membantu pasien dengan diet profesional. Deskripsi lain dari peran mereka penilaian gizi dan pendidikan makanan. Ahli gizi dianggap sebagai profesional yang tergantung pada dokter untuk bertindak dan membantu dalam pekerjaan ini. Walaupun ahli gizi dilihat sebagai tidak sangat partisipatif, tetapi mereka penting bagi tim kesehatan. Selain nutrisi klinis, ahli gizi memainkan peran penting dalam industri makanan. Seorang narasumber menganggap ahli gizi sebagai satu-satunya profesional yang mampu menguraikan menu sehat yang memadai untuk

11

kebutuhan individu pasien, tanpa menempatkan beban di rumah sakit atau anggaran rumah tangga. f. Peran Psikolog Psikolog bertanggung jawab untuk memberikan dukungan emosional kepada pasien, keluarga dan tim. Psikolog adalah seseorang yang mampu mendiagnosis, membangun dan melakukan rencana terapi. Psikologi adalah ilmu baru yang berkembang pada akhir abad 19 sebagai ilmu. Walau sudah sangat lama psikologi sudah disinggung oleh ilmuwan dan pemikir masa lalu sebagai wacana, jadi ilmu in sendiri telah mengalami perkembangan sejarah yang panjang sejak manusia mulai memahami dirinya sendiri. Ilmu Psikologi sendiri bersifat abstrak, karena tidak mempelajari secara langsung dari tingkah laku dan jiwa seseorang. Psikologi kontemporer diawali Psikologi adalah ilmu yang mempunyai banyak kajian dan melakukan banyak pendekatan. Setelah membaca buku-buku dan mendapatkan banyak informasi, saya jadi mengetahui jika ilmu psikologi itu kompleks dan terbagi-bagi ke beberapa bagian. Ilmu ini ternyata mempunyai ciri khas tersendiri karena penelitiannya dapat dilakukan di mana saja dimana masih ada proses mental serta tingkah laku pada objek kajiannya dan melakukan observasi secara langsung terhadap objek tersebut sehingga bisa menimbulkan pengetahuan baru dan keunikan dari kejiwaan serta proses tingkah laku objek kajiannya. (Ida Rusma Herawati, 2010) LI.3. Mempelajari Kemampuan dan Keterbatasan Dokter LO.3.1. Memahami dan Menjelaskan Kemampuan Dokter 1. 7 Kompetensi Dokter Area komunikasi efektif. Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega & profesi lain. Area keterampilan klinis. Melakukan prosedur klinis dalam menghadapi masalah kedokteran sesuai dengan kebutuhan pasien dan kewenangannya. Area landasan ilmiah ilmu kedokteran. Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut

12

ilmu kedokteran dan kesehatan mutakhir untuk mendapatkan hasil optimal. Area pengelolaan masalah kesehatan. Mengelola masalah kesehatan induvidu, keluarga, maupun masyarakat secara komprehensif, holistic, bersinambungan, koordinatif dan kolaboratif dalam konteks pelayanan dan kesehatan primer. Area pengelolaan informasi. Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer. Area mawas diri dan pengembangan diri. Melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasannya, mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahtraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya, belajar sepanjang hayat, merencanakan, memantau, dan menerapkan perkembangan profesi secara sinambung. Area Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta keselamatan pasien. Berperilaku professional dalam praktek kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan, bermoral dan beretika serta memahami isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktek kedokteran, menerapkan program keselamatan pasien.

Ciri profesionalisme pada dokter Kejujuran Integritas Kepedulian terhadap pasien (duty of care) Menghormati pasien Memahami perasaan pasien (empati) dan ikut prihatin (compassion) kepada pasien Sopan dan santun kepada pasien Pengabdian yang berkelanjutan untuk mempertahankan kompetensi pengetahuan dan keterampilan teknis medis.

Kriteria Dokter Profesional I. Memiliki Sikap profesional Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien

13

II.

III.

Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter pasien. Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai standar profesi Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan etik dalam pengobatan setiap individu pasien Berperilaku profesional dalam bekerja sama Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai kontribusi dan peran yang berharga, tanpa memandang status sosial Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama dengan para petugas kesehatan lainnya Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain Mempertimbangkan aspek etis dan moral dalam hubungan dengan petugas kesehatan lain. Berperan sebagai anggota Tim Pelayanan Kesehatan yang Profesional Berperan dalam pengelolaan masalah pasien dan menerapkan nilai-nilai profesionalisme. Bekerja dalam berbagai tim pelayanan kesehatan secara efektif Menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan Berperan sebagai manager baik dalam praktik pribadi maupun dalam sistem pelayanan kesehatan Menyadari profesi medis yang mempunyai peran di masyarakat dan dapat melakukan suatu perubahan Mampu mengatasi perilaku yang tidak profesional dari anggota tim pelayanan kesehatan lain. (Standar Kompetensi Dokter)

LO.3.2. Memahami dan Menjelaskan Keterbatasan Dokter

14

Dalam memberikan pelayanan medis, dokter terikat pada ketentuan yang mengatur batasan kewenangan sesuai dengan kemampuannya. Jadi, apabila ia menemui kasus yang ia tidak mampu menanganinya, ia wajib merujuk pasien ke dokter spesialis yang sesuai yang mampu menangani kasusnya. LI.4. Mempelajari Kewajiban Menuntut Ilmu menurut Islam LO.4.1. Memahami dan Menjelaskan Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hambanya hanyalah ulama (orang berilmu) (Q.S. faatir:28) Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: "Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barangsiapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duannya pula." (HR. Bukhari dan Muslim) Allah meninggikan beberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang- orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. AlMujadalah:11) Menuntut ilmu adalah fardu bagi setiap muslim bagi laki-laki maupun perempuan (HR. Ibnu Abdul Al-Bari). Tidak ada ilmu yang lebih penting setelah persoalan halal dan haram (ilmu al-Fiqh) untuk di pelajari kaum muslimin kecuali kedokteran (Imam Syafii). Quran Surah Adz-Dzariyat : 21


Artinya : Dan di dalam diri kalian. Apakah kalian tidak memperhatikannya?

15

DAFTAR PUSTAKA
Hanafiah, M Jusuf; Amir, Amri. 2007. ETIKA KEDOKTERAN & HUKUM KESEHATAN, Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta. http://www.haluan.org.my/v3/index.php/menuntut-ilmu-menurut-perspektifislam.html http://www.depkes.go.id/downloads/pedoman_penilaian_edited.pdf Hospital Doctor Job Description. Available from: http://www.prospects.ac.uk/hospital_doctor_job_description.htm Saar & Trevizan. 2006. Professional roles of a health team: a view of its components (online). From: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F%2Fw ww.scielo.br%2Fscielo.php%3Fpid%3DS010411692007000100016%26script%3Dsci_arttext&anno=2. 12 September 2011. 23:13. Konsil Kedokteran Indonesia. 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Konsil Kedokteran Indonesia, Jakarta. Konsil Kedokteran Indonesia. 2006. Standar Kompetensi Dokter. Konsil Kedokteran Indonesia, Jakarta. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21943/4/Chapter%20II.pdf Novak, PD 2000. Dorlands Illustrated Medical Dictionary 29th ed. Sanders company. Philaedelphia.

16