P. 1
DEMOKRASI PANCASILA

DEMOKRASI PANCASILA

|Views: 252|Likes:
Dipublikasikan oleh Rusmin Pati
Demokrasi Pancasila_PKN
Demokrasi Pancasila_PKN

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rusmin Pati on May 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2015

pdf

text

original

DEMOKRASI PANCASILA

MASIH PENTINGKAH ???

Mari kita bahas bersama – sama kawan 
By :
 Resti Yuliana  Anis rukmana  Rusmin (201110160311334) (201110160311335) (201110160311336)

 Addin dzulvikar (201110160311337)  Ongky handika (201110160311338)

Apa itu demokrasi???
Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos Demos = Rakyat Kratos = Pemerintahan Jadi Pengertian Demokrasi yaitu: pemerintahan rakyat, yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Demokrasi merujuk pada konsep kehidupan Negara atau masyarakat tempat warga Negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih. Lalu, pemerintahan mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat, serta menegakkan rule of law. Selain itu, adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan masyarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama.

Bagaimana suatu negara menentukan demokrasi???
Adapun yang paling utama dalam menentukan system demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu, sebagai berikut : a. Pengakuan hak-hak asasi manusia sebgai penghargaan terhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. b. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. Jika dukungan rakyat tidak ada, sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi.

Dalam pelaksanaan demokrasi diperlukan hal –hal ini :
• Pemerintahan yang bertanggung jawab. • Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan-golongan dan kepentingan- kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui pemilihan umum secara bebas dan rahasia. • Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. • Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat. • Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak-hak dan mempertahankan keadilan.

BENTUK DEMOKRASI
• Demokrasi langsung ialah demokrasi yang mengikutsertakan setiap negaranya dan permusyawaratan untuk menentukan setiap kebijakan-kebijakan umum. Demokrasi tidak langsung ialah demokrasi secara tidak langsung diadakannya suatu system pemerintah ataudemokrasi secara tidak dilaksanakannya melalui system melainkan melalui umum.

SISTem demokrasi
• • • • • • • DEMOKRASI LIBERAL DEMOKRASI PARLEMENTER DEMOKRASI TERPIMPIN DEMOKRASI PRESIDENSIAL DEMOKRASI KOMUNIS DEMOKRASI PANCASILA DEMOKRASI SEMI PRESIDENSIAL

1. DEMOKRASI liberal
• Demokrasi Liberal adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam demokrasi Liberal Presiden menjabat sebagai kepala negara. Demokrasi Liberal sering disebut sebagai demokrasi parlementer. Di indonesia demokrasi ini dilaksanakan setelah keluarnya Maklumat Pemerintah NO.14 Nov. 1945. Menteri bertanggung jawab kepada parlemen. Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Dan karenanya lebih bertujuan menjaga tingkat represetansi warganegara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain.

Ciri- ciri demokrasi liberal

1. Kontrol terhadap negara, alokasi sumber daya alam dan manusia dapat terkontrol 2. Kekuasaan eksekutif dibatasi secara konstitusional, 3. Kekuasaan eksekutif dibatasi oleh peraturan perundangan, 4. Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh berjuang, untuk memperjuangkan dirinya.

2. Demokrasi parlementer

Demokrasi Parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. Berbeda dengan sistem presidensiil, di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.

Ciri-ciri demokrasi parlementer
• • • • • • Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja. Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan undang-undang. Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif.

Kelebihan demokrasi parlementer
• Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

• •

Kelemahan demokrasi parlementer
• • • Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya..

3. Demokrasi terpimpin
Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja. Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Soekarno juga membubarkan Dewan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru, dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945, dengan semboyan "Kembali ke UUD 1945” Namun dalam pelaksanaannya sistem demokrasi terpimpin menganut sistem demokrasi Presidensial. Hal yang perlu kita ingat di Sistem demokrasi terpimpin ialah sebagai berikut: 1. Kedudukan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. 2. Para menteri bertanggungjawab kepada presiden.

Ciri-ciri demokrasi terpimpin

1. Dominasi presiden, Presiden Soekarno berperan besar dalam penyelenggaraan pemerintahan. 2. Terbatasnya peran partai politik. 3. Meluasnya peran militer sebagai unsur politik. 4. Berkembangnya pengaruh Partai Komunis Indonesia.

Bentuk Penyimpangan pelaksanaan demokrasi terpimpin di indonesia
• • • •

Kaburnya sistem kepataian dan lemahnya peranan partai politik. Jaminan hak-hak dasar warga negara masih lemah. Terbatasnya kebebasan-kebebasan perssehingga banyak media massa yang gagal terbit. Terjadinya sentralisasi kekuasaan pada hubungan pusat dan daerah. Pemerintah memiliki kewenangan besar dalam mengatur daerah.

DEMOKRASI Presidensial
Sistem presidensial (presidensial), atau disebut juga dengan sistem kongresional, merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. Dalam sistem presidensial, presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap negara, dan terlibat masalah kriminal, posisi presiden bisa dijatuhkan. Bila ia diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tertentu, biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya.

Ciri-ciri demokrasi presidensial
• • • • • • Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan eksekutif (bukan kepada kekuasaan legislatif). Kekuasaan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif.

Kelebihan demokrasi presidensial
• • Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Filipina adalah enam tahun dan Presiden Indonesia adalah lima tahun. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendir

• •

Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial:
• • • • Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas Pembuatan keputusan memakan waktu yang lama.

Demokrasi Komunis
Demokrasi Komunis adalah demokrasi yang sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional. Demokrasi komunis muncul karena adanya komunisme. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi.

persamaan Indonesia dengan negara komunis pada umumnya:
• 1. Sistem pemerintahan dengan Single Party. (Indonesia juga dengan Golkar-nya, Orsospol lainnya hanya semu, supaya pihak asing/Barat tidak membantu mencetuskan Revolusi. Ini dibuktikan dengan calon tunggal Presiden dan wakilnya dari Golkar maupun "Orsospol" antek-anteknya Golkar). 2. Mengharamkan kebebasan berkumpul dan berpendapat, termasuk membentuk partai baru, pooling apalagi referendum. • 3. Menghalalkan segala cara dalam mempertahankan kekuasaan sang Single Party. (mungkin para pemimpin kita sempat belajar kepada Deng Xiao Ping tentang peristiwa Tian An Men sebelum melakukan aksi show of force pada peristiwa Perebutan Markas PDI beberapa tahun lalu).

• •

4. Memiliki backing dari pihak militer yang sangat kuat dan selalu berusaha ikut campur dalam urusan pemerintahan. 5. Komunis: tidak boleh beragama, Indonesia: boleh beragama (tetapi tidak menjalankan kewajiban sebagai umat beragama),

• 6. Paling jago kalau disuruh propaganda. Contohnya ngomong terus dari pagi sampai paginya lagi. Seluruh siaran TV diharuskan menyiarkan Laporan Khusus, Sidang Umum, Rapat Paripurna, Penjelasan Menteri Penerangan dan lain sebagainya yang tidak berisi dan sekali lagi hanya Propaganda dan janji muluk-muluk

Demokrasi Pancasila
Menurut para pakar demokrasi. Demokrassi pancasila yaitu : • Prof.Dardji Darmodihardjo,S.H.

Demokrasi pancasila adalah Paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam pembukaan UUD 1945. • Prof. dr. Drs. Notonagoro,S.H.

Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ensiklopedi Indonesia.

Demokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila yang meliputi bidang-bidang politik sosial ekonomi, serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional berusaha sejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat. Sehingga bisa disimpulkan Demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan filsafat bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Prinsip pokok Demokrasi Pancasila
• • a. Pemerintahan berdasarkan hukum, b. Pelaksanaan Pemilihan Umum

Fungsi Demokrasi Pancasila
1. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara Contohnya: a. ikut mensukseskan Pemilu; b. ikut mensukseskan Pembangunan; c. ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan. 2. Menjamin tetap tegaknya negara RI 3. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem konstitusional, 4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila, 5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga negara, 6. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab, Contohnya: a. Presiden adalah Mandataris MPR, b. Presiden bertanggung jawab kepada MPR.

Tujuan Demokrasi Pancasila
Untuk menetapkan bagaimana bangsa Indonesia mengatur hidup dan sikap berdemokrasi seharusnya. Bagi bangsa Indonesia dalam berdemokrasi harus sesuai dengan Pancasila karena: 1. sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia; 2. meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME; 3. lebih menghargai hak asasi manusia; 4. menjamin kelangsungan hidup bangsa; 5. mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokrasi dan keadilan sosial.

Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang menjiwai kelima sila yang ada dalam pancasila, sebagai berikut: 1. Berdasakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 2. Dilaksanakan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. 3. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaaan yang adil dan beradab. 4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. 5. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun dalam pelaksanaannya, pemerintah Orde Baru justru mengarah pada pemerintahan sentralistik yang diarahkan pada kepentingan pemerintah/kelompok/penguasa. Beberapa penyebab mengapa demokrasi Pancasila tidak dapat terwujud pada masa orde baru sebagai berikut: 1. Rekruitmen politik yang tertutup. 2. Pemilu yang jauh dari semangat demokrasi. 3. Pengakuan terhadap hak-hak dasar yang masih terbatas. 4. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir tidak ada.

Ada beberapa penyebab kegagalan pada masa orde baru, yaitu:

1. Hancurnya ekonomi nasional yang ditandai terjadinya krisis ekonomi yang tak kunjung teratasi. 2. Terjadinya krisis politik dan runtuhnya legitimasi politik. Rakyat yang sudah trauma dengan masa sebelumnya, yakni pada masa demokrasi liberal dan terpimpin menjadi sangat kecewa dan menderita. 3. Desakan semangat demokratis dari para pendukung demokrasi. Para pendukung demokrasi terutama lawan politik orde baru banyak yang tampil kembali menuntut pembubaran pemerintah.

Demokrasi Semi Presidensial
Sistem semipresidensial adalah sistem pemerintahan yang menggabungkan kedua sistem pemerintahan: presidensial dan parlementer. Ciri-ciri pemerintahan semipresidensial yaitu: A. Jika dilihat dari presidensial Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non- departemen.

B. Jika dilihat dari parlementer Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden. Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif.

PERJALANAN DEMOKRASI DI INDONESIA
SISTEM DEMOKRASI YANG PERNAH DI INDONESIA
Dari sekian banyak sistem demokrasi yang ada didunia ini, negara indonesia pernah memakai beberapa sistem demokrasi selama kurun waktu lima puluh tahun. Diantaranya yaitu : a. Periode 1945-1949 dengan Undang-Undang 1945 seharusnya berlaku Pancasila, namun dalam penerapan berlaku demokrasi Liberal. b. Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal. c. Periode 1950- 1959 UUDS 1950 berlaku demokrasi Liberal dengan multi-Partai demokrasi

d. Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila namun yang diterapkan demokrasi terpimpin ( cenderung otoriter) e. Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung otoriter) f. Periode 1998- sekarang UUD 1945, berlaku Demokrasi Pancasila ( cenderung perubahan menuju demokratisasi) ada

SISTEM DEMOKRASI YANG SESUAI DENGAN INDONESIA
Dari perjalanan selama kurun waktu 50 tahun negara tercinta ini mencari kecocokan dan kesesuaian Sistem Demokrasi. Jatuh bangun negara Indonesia dapat kita rasakan dari masa proklamasi sampai sekarang ini. Sehingga kita bisa menyimpulkan dari kesemua sistem yang pernah di uji coba tersebut kesemuannya mendasar ke Demokrasi Pancasila. Karena Pancasila adalah gabungan unsur-unsur dari kepribadian Bangsa Indonesia, hanya saja dalam pelaksanaan dari kesemua sistem demokrasi tersebut berbeda dari nilai yang terkandung di dalam pancasila itu sendiri, sehingga sistem demokrasi Pancasila tidak menuai hasil yang sempurna dan maksimal.

Selain itu, demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Dan betapa pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara . Adapun aspek dari Demokrasi Pancasila antara lain di bidang aspek Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi), Aspek Formal, Aspek Normatif, Aspek Optatif, Aspek Organisasi, Aspek Kejiwaan. Namun hal tersebut juga harus didasari dengan prinsip pancasila dan dengan tujuan nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, kita dapat merasakan demokrasi dalam istilah yang sebenarnya.

ALASAN DEMOKRASI PANCASILA SESUAI BANGSA INDONESIA
Kegagalan Sistem Demokrasi Pancasila diakibatkan juga buruknya Ekonomi pada waktu Orde Baru akibat dari krisis moneter yang berkepanjangan dan masih banyak faktor yang lainnya. Sehingga Sistem demokrasi pancasila masih sesuai dengan bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan Demokrasi Pancasila mempunyai dasar: Kedaulatan Rakyat (Pembukaan UUD ‘45) Negara yang berkedaulatan - Pasal 1 ayat (2) UUD 1945. dan mempunyai makna: Keikutsertaan rakyat kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara ditentukan peraturan perundang-undangan. Sistem Demokrasi Pancasila sendiri berlaku semenjak Orde Baru. Demokrasi pancasila dijiwai, disemangati dan didasari nilai-nilai pancasila. Dalam demokrasi Pancasila Rakyat adalah Subjek demokrasi, yaitu rakyat sebagai keseluruhan berhak ikut serta aktif “menentukan” keinginan-keinginan dan juga sebagai pelaksana dari keinginan-keinginan itu. Keinginan rakyat tersebut disalurkan melalui lembaga-lembaga perwakilan yang ada yang dibentuk melalui Pemilihan Umum.

Di samping itu perlu juga kita pahami bahwa demokrasi Pancasila dilaksanakan dengan bertumpu pada: a) demokrasi yang berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa; b) menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia; c) berkedaulatan rakyat; d) didukung oleh kecerdasan warga negara; e) sistem pemisahan kekuasaan negara; f) menjamin otonomi daerah; g) demokrasi yang menerapkan prinsip rule of law; h) sistem peradilan yang merdeka, bebas dan tidak memihak; i) mengusahakan kesejahteraan rakyat; dan j) berkeadilan sosial.

Selain itu sistem demokrasi Pancasila memiliki beberapa Aspek didalamnya seperti : a. Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi) Demokrasi Pancasila harus dijiwai dan diintegrasikan oleh sila-sila lainnya. Karena itulah, pengertian demokrasi pancasila tidak hanya merupakan demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi dan sosial (Lihat amandemen UUD 1945 dan penyelesaiannya dalam pasal 27,28.29,30,31, 32, 33. dan 34). b. Aspek Formal Mempersoalkan proses dan cara rakyat menunjuk wakil-wakilnya dalam badanbadan perwakilan rakyat dan pemerintahan dan bagaimana mengatur permusyawaratan wakil-wakil rakyat secara bebas, terbuka, dan jujur untuk mencapai kesepakatan bersama.

c. Aspek Normatif Mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang membimbing dan menjadi kriteria pencapaian tujuan. d. Aspek Optatif Mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai. e. Aspek Organisasi Mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksaan demokrasi pancasila di mana wadah tersebut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. f. Aspek Kejiwaan Menjadi semangat para penyelenggara negara dan semangant para pemimpin pemerintah.

Prinsip-prinsip Pancasila
a. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia b. Keseimbangan antara hak dan kewajiban c. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, dan orang lain d. Mewujudkan rasa keadilan sosial e. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat. f. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan g. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

HAK WARGA NEGARA DALAM PELAKSANAAN DEMOKRASI PANCASILA
a. Di Bidang Politik b. Di Bidang Pendidikan c. Di Bidang Ekonomi d. Bidang kebudayaan nasional

Matur thank you....

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->