Anda di halaman 1dari 7

KESKER Untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif memang tidak mudah.

Butuh kontribusi langsung dari masing-masing anggota tim, agar suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa tercipta dengan sendirinya. Hal ini perlu diperhatikan para pimpinan perusahaan, mengingat kondisi lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong tiap anggota di dalamnya untuk menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Berikut adalah beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang cukup produktif. Mulailah dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota tim. Tak bisa dipungkiri, komunikasi merupakan jembatan untuk para karyawan dalam membangun sebuah kerjasama yang kokoh. Bila komunikasi antar karyawan berjalan lancar, maka keharmonisan tim akan terus terjaga dan hubungan pertemanan mereka semakin kuat, sehingga mereka tidak akan sungkan untuk saling berbagi dan bahu membahu menyelesaikan semua permasalahan kerja yang ada. Beri kebebasan pada karyawan Anda untuk menciptakan ruang kerja yang senyaman mungkin bagi mereka. Hampir setiap hari para karyawan mengerjakan tugas kerja yang sama dan di ruangan yang sama pula, hal ini tentunya akan menimbulkan kejenuhan pada karyawan apabila mereka tidak nyaman dengan lingkungan kerja mereka. Karena itulah, berikan kesempatan pada karyawan Anda untuk berkreasi menciptakan dekorasi dan tata ruang senyaman mungkin, agar mereka betah berlama-lama mengerjakan tugasnya di ruang kerja mereka. Adanya support yang positif dari pihak manajemen. Selain hubungan antar anggota team dan kondisi ruang kerja yang nyaman, dibutuhkan pula dukungan penuh dari pihak manajemen perusahaan. Hal ini terkait dengan kesejahteraan para karyawan dan peraturan kerja yang harus dipatuhi para karyawan. Peraturan perusahaan yang saling menguntungkan dan kesejahteraan karyawan yang terjamin menjadi salah satu motivasi yang cukup besar untuk meningkatkan kinerja para karyawan.

Miliki mimpi besar yang sama. Ketika semua anggota tim memiliki mimpi dan tujuan yang sama, maka setiap langkah yang mereka jalankan akan saling mendukung hingga pada akhirnya tujuan besar mereka bisa tercapai. Disinilah penananam visi dan misi perusahaan perlu Anda tekankan pada setiap anggota team, sehingga mereka tidak segan untuk memberikan performa terbaiknya agar impian yang telah dicita-citakan bisa terwujud dengan segera. Terciptanya lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, tentunya akan

membentuk budaya kerja yang cukup produktif sehingga setiap anggota team selalu termotivasi untuk memberikan performa terbaiknya untuk menyelesaikan semua tugastugasnya sesuai dengan peran mereka. Selain lingkungan kerja yang kondusif faktor lain yang mempengaruhi prestasi kerja pegawai yang perlu dipertimbangkan adalah faktor disiplin kerja. Disiplin kerja pada pegawai sangat dibutuhkan, karena apa yang menjadi tujuan organisasi akan sukar dicapai jika tidak adanya disiplin kerja. Dengan disiplin kerja yang baik, berarti akan dicapai suatu keuntungan yang berguna bagi organisasi maupun pegawai. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan yang jelas, sehingga mudah dipahami dan adil, yaitu berlaku bagi pimpinan yang tertinggi sampai kepada pegawai yang terendah. Menurut Nitisemito (2001) Disiplin kerja merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis. Menurut Werther dan Davis (2004) Disiplin kerja adalah suatu tindakan manajemen memberikan semangat kepada pelaksanaan standar organisasi, pelatihan mengarah kepada upaya membenarkan dan melibatkan pengetahuan-pengetahuan dan perilaku pegawai sehingga ada kedisiplinan pada pegawai untuk menuju pada kerjasama dan mencapai prestasi kerja yang lebih baik.

Menurut Siagian (2008), bahwa Disiplin pegawai adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan prilaku pegawai sehingga para pegawai tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dengan para pegawai lainnya serta meningkatkan prestasi kerjanya.

Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong keinginan tercapainya prestasi kerja yang tinggi. Oleh karena itu setiap pimpinan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Menurut Daft (2006) Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut sumberdaya manusia dalam menanamkan kedisiplinan dalam suatu organisasi sehingga prestasi kerja yang dicapai akan tinggi. Sedangkan menurut Heidjrahmandan Husnan (2002) untuk melakukan

pengorganisasian terhadap bawahannya untuk bersikap loyal dan berdisiplin. Berdasarkan teori yang telah dikemukakan maka kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Anoraga (2005) Kepemimpinan berpengaruh besar pada sumber daya manusia dalam menanamkan kedisiplinan dalam suatu organisasi sehingga prestasi kerja yang dicapai akan tinggi. adalah Sedangkan wewenang menurut yang Heidjrahman dan Husnan untuk (2002) Kepemimpinan

dimiliki

seseorang

melakukan

pengorganisasian terhadap bawahannya untuk bersikap loyal dan berdisiplin.

Manajemen adalah pencapaian tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya, dengan mempergunakan bantuan orang lain (G.Terry). Untuk mencapai tujuan tersebut, dia membagi kegiatan atau fungsi manajemen menjadi : A. Planning (perencanaan)

B. Organizing (organisasi) C. Actuating (pelaksanaan) D. Controlling (pengawasan)

A. Planning (Perencanaan) Fungsi perencanaan adalah suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini adalah keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Dalam perencanaan, kegiatan yang ditentukan meliputi : a. apa yang dikerjakan b. bagaimana mengerjakannya c. mengapa mengerjakan d. siapa yang mengerjakan e. kapan harus dikerjakan f. di mana kegiatan itu harus dikerjakan

B. Organizing (Organisasi) Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja dapat dibentuk dalam beberapa jenjang, mulai dari tingkat tempat kerja daerah (wilayah) sampai ke tingkat pusat atau nasional. Keterlibatan pemerintah dalam organisasi ini baik secara langsung atau tidak langsung sangat diperlukan. Pemerintah dapat menempatkan pejabat yang terkait dalam organisasi ini di tingkat pusat (nasional) dan tingkat daerah (wilayah), di samping memberlakukan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Di tingkat daerah (wilayah) dan tingkat pusat (nasional) perlu dibentuk Komisi Keamanan Kerja yang tugas dan wewenangnya dapat berupa : 1. menyusun garis besar pedoman keamanan kerja 2. memberikan bimbingan, penyuluhan, pelatihan pelaksanaan keamanan kerja 3. memantau pelaksanaan pedoman keamanan kerja

4. memberikan rekomendasi untuk bahan pertimbangan penerbitan izin 5. mengatasi dan mencegah meluasnya bahaya yang timbul dari suatu tempat kerja 6. dan lain-lain.

C. Actuating (Pelaksanaan)

Fungsi pelaksanaan atau penggerakan adalah kegiatan mendorong semangat kerja bawahan, mengerahkan aktivitas bawahan, mengkoordinasikan berbagai aktivitas bawahan menjadi aktivitas yang kompak (sinkron), sehingga semua aktivitas bawahan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja sasarannya ialah tempat kerja yang aman dan sehat. Untuk itu setiap individu yang bekerja dalam tempat kerja wajib mengetahui dan memahami semua hal yang diperkirakan akan dapat menjadi sumber kecelakaan kerja dalam tempat kerja, serta memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja tersebut. Kemudian mematuhi berbagai peraturan atau ketentuan dalam menangani berbagai spesimen reagensia dan alat-alat. Jika dalam pelaksanaan fungsi penggerakan ini timbul permasalahan, keragu-raguan atau pertentangan, maka menjadi tugas manajer untuk mengambil keputusan penyelesaiannya.

D. Controlling (Pengawasan) Fungsi pengawasan adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki. Untuk dapat menjalankan pengawasan, perlu diperhatikan 2 prinsip pokok, yaitu : a. adanya rencana b. adanya instruksi-instruksi dan pemberian wewenang kepada bawahan. Dalam fungsi pengawasan tidak kalah pentingnya adalah sosialisasi tentang perlunya disiplin, mematuhi segala peraturan demi keselamatan kerja bersama di tempat kerja. Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus, karena usaha pencegahan bahaya yang bagaimanapun baiknya akan sia-sia bila peraturan diabaikan. Dalam tempat kerja perlu dibentuk pengawasan yang tugasnya antara lain :

1. memantau dan mengarahkan secara berkala praktek- praktek tempat kerja yang baik, benar dan aman 2. memastikan semua petugas tempat kerja memahami cara-cara menghindari risiko bahaya dalam tempat kerja 3. melakukan penyelidikan / pengusutan segala peristiwaberbahaya atau kecelakaan.

4. mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan tentangkeamanan kerja tempat kerja 5. melakukan tindakan darurat untuk mengatasi peristiwaberbahaya dan mencegah meluasnya bahaya tersebut

Lingkungan Kantor yang Ideal


Lingkungan yang sehat di kantor selain sangat ideal bagi karyawan, juga menandai

pertumbuhan yang baik pada perusahaan tersebut. Tempat kerja dengan fasilitas yang tepat, dapat mendorong karyawannya untuk bekerja dengan nyaman dan penuh

semangat. Dikutip dari Bold Sky, ada beberapa faktor sederhana yang bisa membuat lingkungan kantor yang baik, sehingga efisiensi kerja suatu organisasi dapat tercapai. 1. Suasana yang Ramah Setiap orang ingin bekerja dengan orang yang ramah, terhormat dan kooperatif. Hal ini membuktikan bahwa orang akan bekerja lebih baik ketika mereka memiliki suasana yang ramah di kantor. Karyawan didorong untuk bekerja lebih keras ketika mereka memiliki hubungan yang baik dengan atasan mereka. Dengan lingkungan yang ramah, kantor yang membosankan bisa jadi tempat yang lebih menyenangkan, meskipun harus bekerja lebih dari delapan jam per harinya. 2. Kenyamanan di Tempat Kerja Adanya batasan dari supervisor bisa mempengaruhi tingkat kenyamanan karyawan. Dengan kebebasan untuk bekerja secara independen di bawah instruksi yang tepat, lingkungan kerja akan lebih ideal.

3. Dekorasi Interior Bagaimana perasaan Anda jika memiliki kantor dengan fasilitas lampu yang redup, kursi dan meja kerja yang kotor? Tentunya pasti akan merasa risih dan tidak dapat berkonsentrasi saat bekerja. Pada dasarnya, standar perusahaan yang baik itu bisa dilihat

dari interior menarik yang dimilikinya. Hal tersebut untuk menjadikan sebuah lingkungan kerja yang nyaman. Jika ada suasana yang negatif, maka para pekerja tidak akan betah untuk bekerja setiap harinya. Sebaiknya tambahkan beberapa lukisan dan grafik informatif untuk menutupi dinding. Ide tersebut dapat membuat kantor lebih ramah 4. Kebersihan Lingkungan Kantor harus bersih dan bebas dari bau tak sedap. Hal ini untuk menghindari kondisi kotor dan kurang sehat. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus menjamin kebersihan dan kesehatan yang baik untuk karyawannya. 5. Apresiasi Ide Baru Lingkungan kantor yang ideal harus mendorong ide-ide baru. Adanya fleksibilitas dapat menambah hasil yang lebih baik bagi suatu organisasi. Mereka harus didorong untuk kreatif dan dihargai karena memberikan ide-ide baru.