Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TERSTRUKTUR FISIOLOGI TUMBUHAN I REGULASI RESPIRASI DAN FERMENTASI UNTUK KONTROL KONSENTRASI OKSIGEN DALAM TANAMAN

Oleh : Fajri Hartanti B1J008034

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI 2009

REGULASI RESPIRASI DAN FERMENTASI UNTUK KONTROL KONSENTRASI OKSIGEN DALAM TANAMAN

Tanaman merupakan organisme aerob dengan oksigen sebagai substrat esensial untuk produksi energi mitokondria. Kadar oksigen yang rendah pada internal tumbuhan dapat mempengaruhi proses metabolisme. Pengaturan konsumsi oksigen dalam jalur metabolisme berfungsi untuk respirasi konsumsi oksigen. Proses ini dapat membantu mencegah jaringan dari anoxix (Zalzabala, 2008). Organel yang berfungsi sebagai organ respirasi seluler adalah mitokondria. Mitochondrial Electrone Transport Chain (mtETC) merupakan komponen membran dalam pada mitokondria tanaman. mtETC terdiri dari protein komplek yang berfungsi sebagai sumber energi (dalam ATP sintesis) dan reduktan dalam bentuk protein untuk melewati membran (Rhoads, 2006). Glikolisis merupakan bagian paling penting pada proses metabolisme dan respirasi. Namun, piruvatlah yang menjadi kunci metabolisme gliokolisis pada sitosol dan respirasi mitokondria. Saat kondisi aerobik, piruvat akan ditransport menuju mitokondria dan dioksidasi melalui TCA cycle pada asam organik dan NADH. Piruvat merupakan acetolactase sintesis yang berupa enzim pertama untuk biosintesis. Proses ini memengaruhi produksi efisiensi ATP atau oksigen untuk respirasi. Kondisi oksigen yang minim menyebabkan piruvat dikonversi menjadi etanol oleh piruvat dekarboksilase dan alkohol dehidrogenase. Penghambatan acetolaktase sintesis oleh herbicide imazethapyr memicu proses fermentasi aerobik (Zalzabala, 2008). Pengujian untuk mengetahui regulasi pada respirasi dan hubungan kosentrasi internal oksigen ddilakukan engan mengganti konsentrasi nutrisi saat penanaman ercis. Kemudian, percobaan dilakukan dengan mengujikan pengaruh gula dan asam organik. Perlakuan selanjutnya adalah mengukur kadar konsentrasi oksigen internal pada akar. Pengukuran pada akar berhubungan dengan konsumsi oksigen pada jalur sitokrom c oksidase (COX) dan alternatif oksidase (AOX) (Zabalza, 2008).

Berdasarkan hasil percobaan tersebut, akar ercis pada keadaan hypoxic akan menyebabkan konsentrasi internal oksigen rendah (yaitu sekitar 40%). Namun, akar ercis kurang tepat untuk mengkontrol regulasi konsentrasi internal oksigen ketika TCA cycle disuplai secara langsung dengan substrat ekstra oleh asam organik piruvat dan suksinat. Respirasi hypoxic dapat diukur pada akar yang diinkubasi pada buffer dengan konsentrasi internal oksigen 25% pada udara saturasi. Keadaan hypoxic akan menghambat proses respirasi yang akan berasosiasi dengan respon metabolik adaptif untuk menyimpan oksigen (Zabalza, 2008).