Anda di halaman 1dari 14

BANGSA-BANGSA DOMBA

Domba telah lama di ternakan, itu ditandai dari serat-serat wool yang telah di temukan di berbagai peninggalan kampung-kampung primitif di Swiss yang di perkirakan telah berumur lebih dari 20.000 tahun dan dari pahatan-pahatan dimesir yang di perkirakan berumur antara 4000 sampai dengan 5000 tahun sebelum masehi. akan tetapi hanya sediki yang diketahui tentang asal mulanya dilakukan seleksi dan domestikasi domba. Ada yang menganggap domba sebagai keturunan dari jenis liar seperti mouflon, yaitu sejenis domba dengan ekor pendek. Klasifikasi domba yang paling umum saat ini adalah berdasarkan jenis wool yang dihasilkan. Karena domba sangat lah identik dengan wool nya dibandingkan dengan dagingnya. Walaupun tidak jarang ada yang memanfaatkan dagingnya. Berikut ini adalah jenis-jenis domba berdasarkan penghasil wool nya : A. Bangsa domba berbulu halus Bangsa-bangsa dari domba berbulu halus merupakan domba hasil seleksi dimana domba ini dikembangkan untuk difokuskan kepada produksi wool nya yang berkualitas tinggi. 1. Merino Amerika

Sekitar tahun 1800 pengimporan Merino dari Spanyol ke kawasan Vermont merupakan langkah penting dalam penyebaran ternak domba di Amerika serikat. Vermont besar sumbangannya dalam mengembangkan bangsa Merino Amerika. Domba ini memiliki warna putih yang merupakan warna karakteristik dari

domba Merino Amerika yang biasanya bertanduk. Masa hidup domba ini cukup panjang dan suka berkelompok. Domba Merino jenis A bulunya sangat keriting, sedangkan jenis B tidak terlalu keriting. Domba Merino dapat beranak sepanjang tahun. 2. Delaine merino

Merupakan suatu strain Merino Spanyol yang mempunyai karakteristik lebih berdaging dibandingkan dengan Merino Amerika yang telah diimpor sekitar tahun 1800, melahirkan bangsa Delaine Merino. Delaine merino memiliki ciri-ciri berwarna karakteristik putih, bangsa dari Delaine merino ini bertanduk, suka berkelompok dan Delaine Merino betina dapat beranak sepanjang tahun. Bangsa ini sering disebut merino tipe C, karena tubuhnya berbulu tidak keriting. 3. Rambouillet

Rambouilet merupakan domba yang berasal dari perancis, meskipun sebenarnya domba tersebut dikembangkan di stok merino dari Spanyol sekitar

tahun 1850. Namanya diambil dari pusat penelitian pertanian di Rambouillet, Perancis, tempat dimana domba tersebut telah ditingkatkan kualitasnya melalui seleksi. Karakteristik utama dari domba rambouilet ini adalah berwarna putih, bertanduk dan menonjol karena wool nya berkualitas tinggi, mudah beradaptasi pada kondisi yang berat, serta memiliki ukuran badan paling besar dari bangsa domba berbulu halus. Rambouillet betina dapat beranak sepanjang tahun. 4. Debouillet

Roswell dan Tatum dari New Mexico menemukan bangsa debouilet ini dengan cara menyilangkan Rambouillet dan Delaine Merino di Ranch Ames Dee Jones. Yang mana merupakan suatu asosiasi peternak domba yang telah dibentuk pada tahun 1954. Domba Debouillet memiliki karakteristik yaitu berwarna putih, bertanduk, tangguh, serta dapat beradaptasi pada kondisi padang penggembalaan yang jarang ditumbuhi rumput.

B. Bangsa domba berbulu medium/sedang Bangsa-bangsa dari domba katergori ini biasanya merupakan hasil seleksi yang di fokuskan untuk produksi dagingnya, sehingga kebanyakan dari domba tipe medium ini kurang diperhatikan produksi woolnya

1. Cheviot

Bukit Cheviot di Skotlandia merupakan asal usul domba ini yang diimport ke Amerika Serikat bagian utara sekitar tahun 1830. Cheviot memiliki penampilan khusus dengan muka dan kaki berwarna putih dan tidak ada bulunya. Hidung hitam dan tidak bertanduk baik jantan maupun betina. Kepala terangkat keatas, telinga tegak. Karakteristik yang menonjol antara lain : tenaganya yang kuat, serta dapat beradaptasi dengan kondisi padang rumput yang jelek. 2. Dorset

Impor domba jenis ini dimulai pada tahun 1880 dari daerah Dorset, Somerset dan Witshire di Inggris, mengawali sejarah perkembangan domba berukuran sedang ini di Amerika.

Dorset bermuka putih, baik strain bertanduk atau pun yang tidak bertanduk, tercatat pada klub Continental Dorset . Bangsa ini sangat subur karena beranak lebih awal dan merupakan penghasil susu yang baik. Dapat beranak sepanjang tahun, pada jantan sangat aktif mengawini pada musim panas. Karena karakteristik tersebut Dorset lebih dikenal untuk digunakan sebagai penghasil anak di musim panas (anak dilahirkan pada waktu sebagian besar domba tidak bereproduksi). 3. Finnsheep (Finnish Landrace)

Finnish Landrace dibawa ke Amerika Serikat tahun 1966, lebih umum disebut sebagai finnsheep, dan berasal dari Finlandia. Saat ini domba tersebut banyak digunakan untuk program perkawinan silang, karena kesuburannya yang istimewa, sering disebut sebagai domba yang mempunyai anak yang banyak dalam sekali melahirkan. Rasio dalam sekali melahirkan antara 3-6 anak sekali melahirkan. Domba ini merupakan induk yang baik dan merupakan salah satu jenis domba yang gampang proses kelahirannya. Bila induk melahirkan 4 anak atau lebih, biasanya 2 atau 3 ekor ditingalkan pada induknya dan sisanya diberi colostrums dan dipelihara dengan susu penganti. Finnsheep di Amerika Serikat sebagian besar digunakan untuk perkawinan silang oleh perusahaan domba komersial, dengan tujuan

meningkatkan persentase kelahiran dari domba yang asli. Dengan hanya 1/8 persentase darah saja, hasil silang meningkatkan lamb crop total. Bangsa finnsheep murni beratnya 45 kg sebelum kawin, dan paling sedikit 55 kg saat melahirkan. Domba tersebut sering dikawinkan pada umur 7 bulan dan

beranak sebelum umur 1 tahun. Diperlukan makanan dan perawatan khusus selama bunting, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang dikandungnya. Bangsa finnsheep murni sebagian besar mempunyai anak berwarna hitam, karakteristik ini tidak di permasalahkan dalam asosiasi. Meski ada beberapa hal yang negatif. Finnsheep berekor pendek, sehinga seringkali tidak memerlukan pemotongan ekor. 4. Hampshire

Domba ini dinamakan seperti tempat diimpornya yaitu dari Hampshire, Inggris, sekitar tahun 1840, bangsa ini diterima secara luas dan popular di Amerika. Yang membedakan bangsa Hampshire dengan bangsa-bangsa domba lainnya adalah telinga dan hidungnya yang berwarna hitam, tidak berbulu, serta tidak memiliki tanduk. Badannya besar, tegap yang diketahui dari tenaga dan kekuatannya. Domba ini dapat hidup baik dipadang rumput, mudah beranak, serta anaknya berat dan lincah. 5. Montadale

E.H. Mottingly dari St. Louis, Missouri, pada tahun 1931 mulai mengawinkan silang domba hingga ditemukan susunan darah 40% Cheviot dan 60% ccolumbia. Ia menemukan bangsa yang muka maupun kakinya gundul. Yang dikehendaki berbulu putih, meskipun dengan bercak hitam masih diterima, asal tidak berwarna cokelat. Montadale tidak bertanduk, ukurannya sedang, merupakan domba tipe pedaging dengan woll berkualitas baik. 6. North Country Cheviot

Domba North Country Cheviot merupakan bangsa domba yang berasal dari skotlandia. Domba jenis ini memiliki karakteristik yaitu berwarna putih, biasanya tidak bertanduk baik jantan maupun betinannya dan memiliki karakteristik yang sama dengan Cheviot seperti yang telah diuraikan pada bangsa sebelumnya. Karakteristik yang dimilik dari domba North Country Cheviot yang selanjutnya selanjutnya adalah kualitas woll nya yang tinggi. 7. Oxford

Sekitar tahun 1850, bangsa domba Oxford diimpor ke Amerika Serikat dari Oxford, Inggris. salah satu karakteristik bangsa domba Oxford ini tidak bertanduk dan memiliki warna yang bervariasi. Domba ini memiliki karakteristik yaitu tubuh yang besar, dapat menghasilkan daging dengan kualitas yang baik dan anak yang bagus. Domba oxford dapat lebih mudah beradaptasi di daerah yang memiliki kondisi sumber makanan yang baik. 8. Shropshire

Shropshire dan Stafford di Inggris merupakan asal dari bangsa domba shrop ini. Pengimporan ke Amerika dilakukan sekitar tahun 1850. Baik jantan atau pun betina tidak bertanduk dan memiliki warna muka yang hitam, tetapi menonjol karena wollnya menutupi seluruh tubuh mulai dari ujung hidung hingga kuku-kukunya. Merupakan domba tipe dwiguna baik penghasil woll atau pun penghasil anak. Domba ini berukuran sedang, betina pada bangsa ini terkenal subur (profilic) dengan kemampuan keindukannya ( mothering ability ) yang baik pula. 9. Southdown

Nama bangsa domba yang dimpor ke Amerika Serikat pada awal tahun 1800-an ini diambil dari South Downs, daerah perbukitan di Inggris tenggara. Domba ini memiliki penampilan yang hampir sama dengan Shropshire, meskipun biasanya berhidung putih atau berwarna cerah. Muka dan kakinya tertutup woll, meskipun di bawah lutut agak jarang. Domba Southdown berukuran kecil hingga sedang, merupaka bangsa yang berkualitas karkas terbaik, menang dalam The International Grand Champion Fat Lamb Award di Chicago lebih dari 30 kali. Domba ini tidak terkalahkan dalam tipe daging, konformasi dan kualitas karkasnya. 10. Suffolk

Domba Suffolk berasal dari Inggris, pengimporannya ke Amerika Serikat pertama kai terjadi pada sekitar tahun 1880. Muka dan kakinya yang hitam merupakan cirri khas domba Suffolk ini. Suffolk merupakan bangsa domba yang sangat besar, tahan panas dan sangat tangguh, dan dapat beradaptasi dengan baik, dan merupakan penghasil anak yang baik pula. Domba betina dari bangsa ini juga merupakan penghasil susu yang baik sekali. Selain itu Suffolk juga merupakan salah satu domba yang memiliki sifat agresif.

C. Bangsa domba berbulu panjang 1. Costworld

Domba ini berasal dari Inggris, pengimporan pertama kali ke Amerika Serikat dilakukan pada tahun 1830. domba Costworld tidak bertanduk, berwarna putih, wollnya panjang dan biasanya menutupi mata. Muka dan kaki depannya bersih dan berwarna putih. Bangsa domba Costworld ini berukuran besar dan sering digunakan untuk perkawinan silang guna meningkatkan ukuran, untuk produksi daging dan karena bulunya yang panjang. 2. Leicester

Domba ini dikembangkan oleh peternak Inggris yang terkenal yaitu Robert Bakewell. Masuk ke Amerika saat sebelum meletusnya perangrevolusioner. Domba ini tidak pernah menarik perhatian meskipun telah popular di Canada.

Pemanfaatan utama Leicester adalah untuk memperbaiki bangsa dari domba bangsa yang lain. karena domba ini berdaging baik dan mempunyai kualitas bulu yang baik sekali dengan woll panjang. 3. Lincoln

Daerah Lincoln di Inggris merupakan asal dari domba Lincoln. Domba ini tidak terkenal di Amerika, tetapi banyak digunakan di New Zealand, Australia. Domba Lincoln tidak bertanduk, mukanya berwarna putih denga bulu yang menutupi sebagian besar muka dan kakinya. Domba ini mempunyai dua keunggulan, yaitu : merupakan bangsa domba terbesar dan merupakan domba tipe daging dan bulu paling tebal, karena dagingnya yang tebal domba ini digunakan untuk perkawinan silang, terutama di Amerika Selatan khususnya dengan domba Merino. 4. Romney

Domba Romney berasal dari Kent, yang dahulu merupakan daerah rawa yang kekeringan berabad abad lalu. Domba Romney berwarna putih, memiliki

muka yang lebar dahi menonjol dan di bawah lutut terdapat sedikit atau tidak terdapat woll. Domba ini sangat terkenal di New Zealand, negara yang melakukan perbaikan terbesar terhadap domba Romney. Amerika Serikat mengimpor dari Inggris pada tahun 1904, sedangkan akhir-akhir ini mengimpor dari New Zealand. Selain berukuran besar domba Romney juga menonjol karena angka pertumbuhan yang cepat, bulunya lebih pendek dan lebih bagus dibandingkan domba-domba berbulu panjang lainnya. Selain itu domba Romney juga memiliki kualitas karkas yang tinggi.

D. Domba persilangan penghasil woll Columbia Bangsa domba ini berasal dari Wyoming dan Indaho, merupakan persilangan domba Lincoln jantan dengan induk Rambouillet. Warnanya putih, mukanya lebar dan tidak bertanduk dimana merupakan cirri khas domba Columbia. Domba ini memproduksi bulu berkualitas tinggi, mudah beradaptasi dan dianggap mempunyai kualitas seperti yang diinginkan oleh peternak domba komersial. Corriedale

Peternakan Corriedale di New Zealand merupakan daerah asal domba penghasil woll dan daging ini. Domba jantan Lincoln dan induk Merino digunakan sebagai dasar persilangan meskipun pada awalnya telah terdapat darah Romney dan Leicester. Domba ini memiliki karakteristik dengan kepala yang tidak bertanduk dan berwarna putih serta muka yang lebar yang merupakan karakteristik utama dari domba

Corridale. Domba ini berukuran medium, tangguh, cepat dewasa kelamin dan merupakan domba tipe dwiguna (penghasil woll dan daging yang sangat baik). Panama Domba Panama ini berasal dari negara bagian Idaho. Domba ini merupakan hasil persilangan antara Rambouillet jantan dengan induk Lincoln. Karakter dan penampilannya mirip dengan domba Columbia, karena sama-sama dari dua bangsa domba yang sama. Targhee

Domba Targhee merupakan hasil dari inovasi lain dari Idaho. Domba ini merupakan hasil pengembangan oleh pusat penelitian domba Amerika Serikat di Dubois, Idaho. Terghee merupakan hasil dari 3/4 Rambouillet dan 1/4 domba berbulu panjang, terutama lincoln. Selain itu darah dari Leicester dan Corriedale juga digunakan untuk persilangan domba ini. Ciri dari domba Targhee ini adalah berwarna putih, tidak bertanduk, memiliki muka yang lebar dan berukuran sedang. selain itu, domba ini juga sangat mudah beradaptasi dan sangat subur.

Domba-domba dengan kategory lain (Domba penghasil wool untuk karpet) Domba Highland

Hanya domba jenis ini lah yang merupakan satu-satunya domba yang dapat mendukung industri pembuatan karpet. Karakteristik dari wool yang dihasilkan domba ini adalah kasar, keras dan panjang sehingga sangat diperlukan untuk industri pembuatan karpet. Domba ini memiliki tanduk baik jantan atau pun yang betina. Kaki dari domba jenis ini tidak berbulu. Domba penghasil fur Domba karakul

Domba Karakul yang berasal dari suatu kawasan di Asia tengah. Domba Karakul berwarna hitam atau cokelat, hanya domba jantan saja yang bertanduk dan semuanya berekor pendek atau lebar.domba ini dipelihara untuk diambil kulit dan bulu atau fur.