Anda di halaman 1dari 14

Laporan Pendahuluan PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN MATERNITAS PSIK UR NAMA NIM KASUS : MUHARINA AMELIA : 1011113921 : Kehamilan Trimester

III

PUSKESMAS : Harapan Raya 1. Definisi Trimester tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir atau sepertiga masa kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan (28-40 minggu) (Farrer, 2001). Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2002). 2. Perubahan Fisiologis pada Trimester III Pada trimester ketiga terjadi beberapa perubahan pada tubuh ibu, yaitu : a. UTERUS Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Pada bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat agak gepeng. Pada kehamilan 16 minggu, uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk membentuk diagnosis, apakah wanita tersebut hamil fisiologik, hamil ganda atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya. Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosssus xipoideus. Pada kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak antara jarak pusat dan prossesus xipoideus. Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari dibawah prossesus xipoideus. Bila pertumbuhanjanin normal, maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm. Pada kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari

dibawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul. b. SERVIKS UTERI Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin kebawah. Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter. Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.Kelenjarkelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan. c. VAGINA DAN VULVA Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih merah dan agak kebiru-biruan (livide). Warna porsio tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah alat genetalia interna akan membesar. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia tersebut meningkat. Apabila terjadi kecelakaan pada kehamilan atau persalinan maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat mengakibatkan kematian. Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.

d. MAMMAE Pada kehamilan 12 minggu keatas, dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjarkelenjar asinus yang mulai bersekresi. e. SIRKULASI DARAIH Volume darah akan bertambah banyak 25% pada puncak usia kehamilan 32 minggu. Meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah. Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi 120 g/L. Pada minggu ke-32, wanita hamil mempunyai hemoglobin total lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. Bersamaan itu, jumlah sel darah putih meningkat ( 10.500/ml), demikian juga hitung trombositnya. Untuk mengatasi pertambahan volume darah, curah jantung akan meningkat 30% pada minggu ke-30. Kebanyakan peningkatan curah jantung tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup, akan tetapi frekuensi denyut jantung meningkat 15%. Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi. Vena tungkai terutama terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari utrerus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena kava. Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan. Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat hingga mencapai maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36. Peningkatan aliran darah pada kulit disebabkanoleh vasodilatasi ferifer. Hal ini menerangkan mengapa wanita merasa panas mudah berkeringat, sering berkeringat banyak dan mengeluh kongesti hidung. f. SISTEM RESPIRASI Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan, tetapi karena pergerakan diafragma terbatas setelah minggu ke-30, wanita hamil bernafas lebih dalam, dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan

pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20%. Diperkirakan efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pernafasan berlebih dan PO2 arteri lebih rendah. Pada kehamilan lanjut, kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan mungkin tidak kembali pada keadaan sebelum hamil, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi wanita yang memperhatikan penampilan badannya. g. TRAKTUS DIGESTIFUS Di mulut, gusi menjadi lunak, mungkin terjadi karena retensi cairan intraseluler yang disebabkan oleh progesteron. Spinkter esopagus bawah relaksasi, sehingga dapat terjadi reguritasi isi lambung yang menyebabkan rasa terbakar di dada (heathburn). Sekresi isi lambung berkurang dan makanan lebih lama berada di lambung. Otot-otot usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. Hal ini memungkinkan absorbsi zat nutrisi lebih banyak, tetapi dapat menyebabkan konstipasi, yang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. h. TRAKTUS URINARIUS Pada akhir kehamilan, kepala janin mulai turun ke PAP, keluhan sering berkemih timbul karena kandung kemih mulai tertekan. Disamping itu, terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Reabsorbsi tubulus tidak berubah, sehingga produk-produk eksresi seperti urea, uric acid, glukosa, asam amino, asam folik lebih banyak yang dikeluarkan. i. SISTEM IMUN HCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil. Selain itu kadar IgG, IgA dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar ini, hingga aterm. j. Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophone stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini merupakan salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh

lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen dahi, pipi, dan hidung, yang dikenal sebagai kloasma gravidarum. 3. Perubahan psikologis ibu pada kehamilan trimester ketiga Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan ingin segera melahirkan. Pada masa ini ibu akan disibukan oleh persiapan-persiapan kebutuhan bayi. Selain itu akan disibukan pula oleh pengontrolan kehamilan yang lebih ketat. Menjelang dua minggu kelahiran banyinya, perasaan ibu sudah tidak sabar ingin melihat dan menyentuh bayinya (Hulliana,2001). Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi, ketika bayi membesaar dan ketidaknyamanan bertambah. Calon ibu menjadi lelah dan menunggu terlalu lama. Reaksi calon ibu terhadap persalinan secara umum tergantung pada persiapan dan persepsi ibu terhadap kehamilan ini (Hamilton,1995). Pada periode ini, kecemasan-kecemasan menghadapi persalinan akan muncul dan mulai dirasakan. Bayangan-bayangan negatif mulai menghantui, misalnya Apakah ia bisa melahirkan normal ? Bagaimanan cara mengejan ? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dirinya pada saat melahirkan ? Apakah bayinya akan lahir normal?. Sementara itu sang suami hendaknya memberikan dukungan yang lebih kepada istrinya. Jika kehamilan ini bukan yang yang pertama kali sang suami dapat melakukan pendekatan terhadap kakak-kakak si bayi agar tidak tergantung kepada ibu sepenuhnya. Dengan demikian, ibu tidak akan merasa khawatir dan memikirkan kondisi putra-putrinya setelah melahirkan. Untuk mengatasi perubahan psikologis pada periode ini, berilah rasa aman pada ibu dan dukunglah ibu untuk melakukan berbagai kegiatan, misalnya dengan latihan senam bersama-sama, menemani saat kontrol kehamilan, dan membantu ibu dalam memenuhi segala kebutuhannya. Dengan cara ini akan muncul rasa percaya diri ibu sehingga memiliki mental yang kuat untuk menghadapi persalinan. Selain dari suami dukungan dari keluarga juga sangat berarti (Hulliana,2001).

4. Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trimester III Usia kehamilan 29-33 minggu Tanda subjektif a. Fatigue (perasaan lemah untuk bekerja hingga perasaan letih yang berat sesudah melakukan kerja fisik dan mental). b. Ansietas depan. c. Mimpi buruk. d. Penurunan keinginan seksual karena 34-38 minggu ketidaknyamanan fisik. a. Sakit punggung, perubahan gaya berjalan. b. Ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan. c. Perasaan buaian tentang masa Sebelum kelahiran depan yang a. Heartburn (pirosis, nyeri dada). b. Konstipasi. c. Vena varikosa (varicose veins). d. Edema kaki. tentang masa Tanda objektif a. Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus. b. Kontaraksi braxton-hick. c. Fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid

ambivalen. e. Haemoroid (wasir). a. Lightening atau tanda dini Fundus ada di bawah dimulainya persalinan. b. Sakit perut bagian bawah. diafragma sampai kepala janin masuk panggul, kedalam kemudian rongga perut

kelihatan maju ke depan. 5. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Pada Trimester ke III Pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester ke III yaitu: Usia kehamilan Minggu 28 31 Perkembangan janin a. Lemak sub kutan disimpan. b. Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory Minggu 32 36 distress syndroma (rsd) dapat terjadi. a. Berat janin menetap. b. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala.

c. Kuku jari tumbuh. d. Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir Minggu 37 40 dalam minggu-minggu ini. a. Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi menggumpal. b. Kuku jari tangan dan kaki terbentuk sempurna dan melampaui ujung jari tangan dan kaki. c. Testis turun ke arah scrotum. d. Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian tubuh. 6. Asuhan keperawatan a. Pengkajian 1) Data Subjektif Terdiri dari Biodata Pasien dan Penanggung Jawab, Keluhan dan Alasan Datang, Riwayat Kesehatan ( Dahulu, Sekarang dan Keluarga), Riwayat Perkawinan (usia menikah, lama menikah, brp kali menikah), Riwayat Menstruasi (menarche, siklus/lama, byknya haid, dismenorea), Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu, Riwayat Kehamilan sekarang (usia kehamilan menurut pasien, HPHT, periksa ANC berapa kali, therapy, penkes, suntik TT 1-3, kebiasaan merokok, minum minuman keras, jamu, obt2an, ada hewan peliharaan, gerakan janin, dan rencana bersalin). Riwayat KB (KB yang digunakan, lamanya, alas an berhenti, renc KB stlh bersalin), Kebutuhan sehari hari sebelum dan slm hamil (nutrisi, eliminasi, aktivitas, istirahat, seksual, personal hygiene), Psikososiospiritual (perasaan dengan kehamilan, respon keluarga terhadap kehamilan, dan pengambil keputusan). 2) Data Obyektif Terdiri dari pemeriksaan : Tingkat Kesadaran Berat Badan dan Tinggi Badan LILA TTV Status Obstetri 3) Inspeksi

Muka : tidak ada atau adanya cloasma gravidarum, tidak odema Mamae : Montgomery terlihat, putting susu menonjol, colostrum sudah keluar Perut : Linea Alba dan Striae gravidarum ada Anus : tidak ada hemoroid 4) Palpasi Leopold I : TFU pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat. Bagian fundus teraba bulat, lunak dan tidak melenting. Leopold II : Bagian Kanan ibu teraba ada tahanan memanjang, keras. Bagian Kiri ibu teraba bagian kecil kecil janin. Leopold III : Bagian segmen bawah rahim teraba bagian bulat, keras dan melenting. Leopold IV : Keduan jari jari tangan bertemu berarti kepala janin belum masuk PAP 5) Auskultasi, mendengarkan DJJ 6) Perkusi, melakukan pemeriksaan Reflek patella : + / b. Diagnosa yang mungkin muncul 1) Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus. 2) Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pergeseran diafragma karena pembesaran uterus. 3) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik akibat pengaruh hormonal. 4) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan. 5) Kebutuhan pembelajaran berhubungan dengan persiapan untuk persalinanserta perawatan bayi. c. Rencana keperawatan 1) Perubahan Eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien mengerti tentang perubahan pola eliminasi urin.

KH : mengungkapkan pemahaman tentang kondisi saat ini, mengidentifikasi caracara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema jaringan. No. 1. Berikan perubahan sehubungan 2. dengan Intervensi informasi Rasional tentang Membantu klien memahami alasan perkemihan fisiologis dari frekuensi berkemih dan trimester nokturia. Pembesaran uterus trimester

ketiga. ketiga. anjukan klien untuk melakukan Meningkatkan perfusi ginjal. posisi miring saat tidur. Perhatikan keluhan-keluhan

3.

nokturia. Anjurkan klien untuk menghindari Posisi ini memungkinkan terjadinya posisi tegak dalam waktu yang sindrom vena kava dan menurunkan lama. Berikan perlunya aliran vena. mengenai Mempertahankan tingkat cairan dan cairan 6-8 perfusi ginjal adekuat, diet yang untuk natrium

4.

informasi masukan

gelas/ hari, penurunan masukan 2- mengurangi penggunaan garam, makanan, dan produk 5. mengandung natrium dalam jumlah sedang. Berikan informasi

3 jam sebelum beristirahat, dan mempertahankan status isotonik.

mengenai Kehilangan atau pembatasan natrium angiotensin-aldosteron cairan, mengakibatkan dari kadar

bahaya menggunakan diuretik dan dapat sangat menekan regulator reninpenghilangan natrium dari diet. dehidrasi/ spasme

6.

Tes

urin

midstream

hipovolemia berat. untuk Dapat mengidentifikasi

memeriksa albumin

glomerulus atau penurunan perfusi ginjal berkenaan dengan hipertensi akibat kehamilan

2) Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pergeseran diafragma karena pembesaran uterus. Tujuan : Dalam waktu 1x24 jam pola napas klien efektif

Kriteria hasil : Frekuensi napas 18-20 kali/menit, Klien tidak sesak

1. 2. 3. 4.

Kaji TTV

Merupakan

data

dasar

dalam

menentukan intervensi selanjutnya. Monitor status pernapasan klien Menentukan luas dan beratnya masalah pada pergerakan dada. yang terjadi. Anjurkan klien untuk banyak Mengurangi pemakaian O2. istirahat. Anjurkan klien untuk setengah duduk. tidur Posisi semi fowler expansi paru dapat dan

mengefektifkan mengurangi sesak.

3) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien merasa nyaman Kriteria hasil : klien melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan, melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/ atau dikontrol dan mencari pertolongan medis dengan tepat. No 1. Kaji Intervensi Rasional secara terus-menerus Data dasar terbaru untuk merencanakan klien dan perawatan. Penurunan kapasitas pernapasan saat uterus menekan dispnea. diafragma, mengakibatkan

ketidaknyamanan 2.

metoda untuk mengatasinya. Kaji satatus pernapasan klien.

3.

Perhatikan

adanya

keluhan Lordosis dan regangan otot disebabkan oleh

ketegangan pada punggung dan pengaruh hormon (relaksin, progesteron) perubahan cara jalan. Anjurkan pada sambungan pelvis dan perpindahan penggunaan sepatu hak rendah, pusat gravitasi sesuai dengan perbesaran latihan pelvicrock, girdle uterus. Intervensi untuk multipel biasanya maternitas, penggunaan kompres membantu stimulasi 4. saraf elektrikal menghilangkan

panas, sentuhan terapeutik atau ketidaknyamanan. transkutan dengan tepat. Perhatikan adanya kram pada Menurunkan ketidaknyamanan berkenaan kaki. Anjurkan klien kaki untuk dengan perubahan kadar kalsium/ atau meluruskan dalam keposisi dan ketidakseimbangan kalsium-fosfor

mengangkat telapak kaki bagian karena tekanan dari pembesaran uterus pada dorsofleksi, saraf yang mensuplai ekstremitas bawah. susu, menurunkan masukan

sering mengganti posisi, dan menghindari berdiri atau duduk 5. lama. Kaji ada atau tidak adanya frekuensi Hick. mengenai 6. uterus. Perhatikan kontraksi Berikan fisiologi keluhan braxton informasi aktifitas aktifitas Kontraksi ini dapat menciptakan

ketidaknyamanan pada multigrafida pada trimester kedua. Primigrafida biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan ini sampai trimester akhir. pembesaran uterus trimester ketiga

BAK dan tekanan pada kandung 7. 8. kemih. Kaji adanya konstipasi dan

menurunkan kapasitas kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih. peningkatan pemindahan posisi uterus memperberat masalah eliminasi. Masalah sering terjadi pada trimester kedua dan dapat berlanjut, khususnya bila diet tidak dimodifikasi. Saat kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar servikal menghasilkan media asam yang mendorong proliferasi organisme.

hemoroid. Kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). Tinjau pembatasan diet.

9.

Perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Anjurkan klien untuk sering mandi, menggunakan celana dalam katun, pakaian

longgar dan menghindari duduk 10. untuk waktu yang lama. Berikan suplemen kalsium Penambahan produk susu bila intoleransi dengan penggunaan tepat. jel Anjurkan dapat menjadi masalah. Jeli dapat aluminium menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki ketidak seimbangan kalsium-fosfor.

hidroksida sesuai kebutuhan.

4) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien tidak mengalami gangguan pola tidur. Kriteria hasil : melaporkan perbaikan istirahat dan melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar No. 1. Tinjau Intervensi Rasional ulang kebutuhan Membantu mengidentifikasi kebutuhan menetapkan pola tidur yang

perubahan tidur normal berkenaan untuk tidur saat ini. Evaluasi tingkat kelelahan.

dengan kehamilan. Tentukan pola berbeda. 2. Peningkatan retensi cairan, penambzahan berat badan, dan pertumbuhan janin, semua 3. memperberat perasaan lelah, khususnya pada multipara. Kaji terhadap kejadian insomnia Ansietas yang berlebihan, kegembiraan, dan respons klien terhadap ketidaknyamanan fisik, nokturia, dan penurunan tidur. Anjurkan alat aktifitas janin dapat mempersulit tidur. bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi, membaca, mandi air hangat,dan 4. penurunan aktifitas bernafas Pada posisi rekumben, pembesaran menekan semifowler menurun, sebelum istirahat. Perhatikan keuslitan posisi semi fowler.

karena posisi. Anjurkan tidur pada uterusserta paru.

organ

abdomen posisi

diafragma, sehingga membatasi ekspansi Penggunaan memugnkinkan diafragma

membantu mengembangkanekspansi paru

5.

optimal. Dapatkan sel darah merah (SDM) Anemia dan penurunan kadar Hb/SDM, dan kadar Hb. mengakibatkan penurunan oksigenasi jaringan serta mempengaruhi perasaan

6.

letih berlebihan. Rujuk klien untuk konseling bila mungkin perlu bagi klien menghadapi kurang tidur atau kelelahan perubahan siklus tidur-terjaga, mempengaruhi kehidupan sehari-hari aktifitas mengidentifikasi prioritas yang tepat dan memodifikasi komitmen

DAFTAR PUSTAKA

Doengoes. E, Marylinn. (2001). Rencana Perawatan Maternal Bayi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC Farrer, Helen. (2001). Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC Hamilton, Persis.(1995). Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC Hulliana, Mellyna.(2001). Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Jakarta : Puspa Swara Prawiroharjo, Sarwono. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.