Anda di halaman 1dari 7

V-14

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Permasalahan Awalnya penilaian ergonomi pada suatu proses ditujukan khusus pada

proses yang spesifik, atau penilaian dilakukan pada suatu kondisi skala mikro. Namun, perkembangan keilmuaan saat ini melihat bahwa penilaian ergonomi tidak bisa hanya dilakukan dan dianalisis secara mikro saja, tetapi perlu untuk diimplementasikan melalui interegasi pada lingkungan yang lebih besar (organisasi perusahaan) yang dikenal dengan model ergonomi makro. 1Makro ergonomi merupakan metode pendekatan sosio-teknik dari tingkat atas ke tingkat bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja dan memastikan sistem kerja tersebut berjalan dengan harmonis. Tujuan utama makro ergonomi yaitu mengharmonisasikan sistem kerja secara utuh baik pada tingkat mikro maupun makro, meningkatkan kepuasan kerja yang berkomitmen pada kesehatan dan keselamatan pekerja, dan meningkatkan produktivitas. Instansi kesehatan gigi maupun praktek dokter gigi merupakan suatu pelayanan kesehatan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi. Berdasarkan data suatu instansi kesehatan gigi maupun praktek dokter gigi, terdapat beberapa tindakan pelayanan yang dilakukan dokter gigi terhadap pasien yaitu: tindakan scaling, tindakan EXO (pencabutan gigi), RK (restorasi komposit), veneer, kuret, 3 mix

11

Hal W. Hendrik. Macroergonomics (Santa monica: HFES, 2001), p06

Universitas Sumatera Utara

V-15

(perawatan 3 antibodi saluran akar), dan lain-lain. Dari keseluruhan, tindakan EXO (pencabutan gigi) merupakan tindakan yang paling berbahaya dan membutuhkan waktu yang lama. Sehingga tindakan EXO digunakan sebagai objek penelitian. Diketahui bahwa dalam melakukan tindakan EXO (proses

pencabutan gigi) diperlukan konsentrasi penuh dan tingkat ketelitian yang tinggi. Dikarenakan proses ini sangat berbahaya. Apabila salah satu SOP (standart operation procedure) dilanggar/dihilangkan maka dapat berakibat fatal terhadap pasien. Dengan adanya kegiatan kerja yang dilakukan secara repetitif dengan memandang faktor usia, cara kerja (personnel habit), penggunaan alas kaki yang digunakan, jam kerja, organisasi kerja, fasilitas kerja yang tidak memadai, tidak sesuai dengan antropometri pekerja dan tidak sesuainya tata letak komponen dengan metode kerja yang harus dilakukan setiap kali dalam melakukan kegiatannya maka mempengaruhi timbulnya keluhan musculoskeletal terhadap dokter gigi.
2

Keluhan musculoskeletal pada punggung terjadi pada setiap dokter

gigi yang ada di timur laut negara bagian dari Malaysia. Postur kerja tidak ergonomi dikaitkan dengan sakit punggung pada dokter gigi. Dokter gigi yang mengadopsi postur kerja tidak ergonomi selama bekerja kemungkinan besar mengalami keluhan musculoskeletal pada bagian punggung dibandingkan dengan orang yang bekerja pada postur kerja yang ergonomi. Dan tidak sesuainya metode kerja yang dilakukan dokter gigi dengan SOP yang ada, maka dapat menyebabkan terjangkitnya suatu virus/penyakit terhadap dokter gigi, dikarenakan pekerjaan
2

Samat Razan Abdul, Mohd Nazri Shafei, Yacoob Nor Azwany, Yusoff Azizah . 2011.Prevalence and Association Factors Of Back Pain Among Dental Personnel in north-eastern state of malaysia. http://www.iomcworld.com/ijcrimph/files/v03-n07-03.pdf.

Universitas Sumatera Utara

V-16

dokter gigi erat hubungannya dengan darah pasien dan air liur pasien. Adanya keluhan musculoskeletal, personnel habit yang buruk yang dimiliki dokter gigi disebabkan oleh sistem kerja yang tidak baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendekatan ergonomi mikro sudah tidak relevan. Dan oleh peneliti, sistem kerja itu dapat dievaluasi dengan pendekatan yang disebut ergonomi makro. Makro ergonomi memeriksa pekerjaan dan sistem kerja secara lebih luas. Oleh karena itu dengan mengatur tata letak komponen agar sesuai dengan metode kerja yang telah ditetapkan, memperbaiki jam kerja dokter gigi, memperbaiki fasilitas kerja yang digunakan dokter gigi, merubah cara kerja dokter gigi, merubah personal habit dokter gigi dan memperbaiki organisasi dokter gigi dengan menggunakan pendekatan makro ergonomi diharapkan akan dapat meminimalkan keluhan musculoskeletal dan terhindar dari terjangkitnya suatu virus/penyakit terhadap dokter gigi. Pada akhirnya perbaikan-perbaikan tersebut dapat menghasilkan health and performance yang baik terhadap dokter gigi.

1.2.

Rumusan Permasalahan Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah para dokter gigi belum

mengetahui keterkaitan personnel habit pada saat melakukan kegiatan kerjanya dengan keluhan muskuloskeletal dalam penggunaan fasilitas praktek dokter gigi.

1.3.

Tujuan Penelitian

Universitas Sumatera Utara

V-17

Tujuan dari penelitian ini adalah analisa kesehatan dan kinerja yang baik terhadap para dokter gigi dengan meminimalkan keluhan musculoskeletal, dan memperbaiki personnel habit dokter gigi pada saat bekerja. Untuk mencapai tujuan penelitian maka sasaran penelitian ini adalah 1. Mengidentifikasi keluhan muscoleskeletal disorders yang dialami dokter gigi terhadap penggunaan fasilitas praktek dokter gigi 2. Identifikasi postur kerja aktual dan metode kerja pada dokter gigi 3. Melakukan pengukuran jarak jangkauan maupun perpindahan yang dilakukan dokter gigi

1.4.

Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini

adalah sebagai berikut: 1. Dapat memperbaiki sistem kerja yang ada pada lingkungan kerja para dokter gigi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dokter gigi. 2. Dapat mengetahui metode kerja yang ergonomis, dengan mendeteksi health and performance problem pada dokter gigi.

1.5.

Batasan dan Asumsi Penelitian Adapun batasan masalah dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai

berikut: 1. Penelitian hanya dilakukan pada proses pencabutan gigi pada suatu instansi bagian poligigi/ praktek dokter gigi

Universitas Sumatera Utara

V-18

2. Metode kerja yang dirancang harus sesuai dengan SOP yang telah ada.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Pekerja bekerja sesuai dengan personnel habit yang dilakukan pada saat bekerja 2. Kondisi sistem kerja yang diamati tidak berubah selama penelitian.

1.6.

Sistematika Penulisan Tugas Akhir Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang digunakan, serta sistematika penulisan tugas akhir. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Dalam bab ini akan diuraikan jenis fasilitas praktek dokter gigi (dental unit dan dental stool) yang digunakan, sekaligus spesifikasi dental unit tersebut. BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori yang digunakan dalam analisis pemecahan masalah. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tahapan-tahapan penelitian mulai dari persiapan hingga penyusunan laporan tugas akhir.

Universitas Sumatera Utara

V-19

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab ini memuat data-data hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pengukuran yang dilakukan di lapangan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pada pemecahan masalah. BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH Dalam bab ini akan dianalisis hasil pengolahan data dan pemecahan masalah. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi intansi kesehatan gigi maupun praktek dokter gigi.

Universitas Sumatera Utara

V-20

Universitas Sumatera Utara