Anda di halaman 1dari 20

INTRODUCTION TO MACRO ECONOMIC

KEBIJAKAN PEMERINTAH

11
BAB

Cahyo Budi Santoso, SE 0811 70000 40 cafana_07@yahoo.com http://cahyobudisantoso.blogspot.com

PERTEMUAN
1 2 3 4 5 6 7 8

MATERI
Dasar-Dasar Ekonomi Makro Pendapatan Nasional Teori Konsumsi Teori Investasi Interaksi dengan Dunia Internasional Uang dan Lembaga Keuangan Mid Test Presentation 1

9
10 11 12 13 14

Presentation 2
Pertumbuhan Ekonomi Siklus Ekonomi Inflasi dan Pengangguran Kebijakan Pemerintah Final Test

KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (kondisi yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. Kondisi baik :

Meningkatnya

output Stabilitas harga (mengendalikan inflasi)

Kebijakan moneter
+ uang beredar monetary expansive - uang beredar monetary contractive

Instrumen kebijakan moneter


1.

2. 3.

4.

Operasi pasar terbuka (open market operation) Fasilitas diskonto (discount rate) Cadangan wajib (reserve requirement ratio) Himbauan moral (moral persuasion)

Operasi pasar terbuka (open market operation)


Menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities) Surat berharga :

SBI

= Sertifikat Bank Indonesia SBPU = Surat Berharga Pasar Uang

Fasilitas repo (repurchase agreement) Jual menambah jumlah uang

Fasilitas diskonto (discount rate)


Tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. - suku bunga = menambah uang beredar

Cadangan wajib (reserve requirement ratio)


Rasio cadangan wajib atas deposito pada bank umum. + rasio mengurangi jumlah uang

Himbauan moral (moral persuasion)

Gubernur BI memberi saran kepada perbankan berhati-hati dengan kreditnya atau membatasi keinginannya meminjam uang dari bank sentral (berhati-hati menggunakan fasilitas diskonto)

KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (kondisi yang lebih baik) dengan mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah

Instrumen Kebijakan Fiskal


Pajak (tax) T Konsumsi (pengeluaran) pemerintah G

Pajak

Pajak adalah iuran wajib kepada pemerintah yang bersifat memaksa dan legal.
Memaksa

: menindak Legal : undang-undang (denda/kurungan)

Memaksa (wajib) balas jasa (hak)

Pajak menurut ekonomi

Pajak adalah pemindahan sumber daya yang ada di sektor rumah tangga dan perusahaan (dunia usaha) ke sektor pemerintah melalui mekanisme pemungutan tanpa wajib memberi balas jasa langsung.
+ pendapatan riil kecil, harga mahal Pajak - pendapatan riil naik, harga murah
Pajak

JENIS PAJAK
1.

Pajak Objektif
berdasarkan aktivitas ekonomi wajib pajak Misal : PPN membeli barang/jasa kena pajak

2.

Pajak Subjektif
berdasarkan kemampuan wajib pajak Misal : PPh tergantung PTKP

Berdasarkan pembebanannya
1.

Pajak Langsung
beban pajak tidak dapat dialihkan Misal : PBB, PPh

2.

Pajak Tidak Langsung


beban pajak dapat dialihkan Misal : PPn dan PPnBM

Tarif Pajak

Pajak Nominal
berdasarkan nilai nominal tertentu (T besar)

Pajak Persentase
berdasarkan persentase tertentu (t kecil)

Pajak Proporsional (tarif tetap, misal 20%) Pajak Progresif (tarif makin tinggi) Pajak Regresif (tarif makin rendah)

Pengaruh pajak terhadap keseimbangan ekonomi

Pajak tinggi

output harga mahal konsumsi berkurang output harga murah konsumsi meningkat

Pajak rendah

POLITIK ANGGARAN

Anggaran Tidak Berimbang


Anggaran

Defisit (Deficit Budget)

Menstimulus pertumbuhan ekonomi T < G Kebijakan fiskal ekspansif


Anggaran

Surplus (Surplus Budget)

Mengurangi daya beli T > G Kebijakan fiskal kontraktif

Anggaran Berimbang

T=G