Anda di halaman 1dari 4

Teori Dasar

Obat-obat diresepkan untuk menghasilkan efek terapeutik, namun seringkali menghasilkan efek yang tidak diharapkan, yang bervariasi mulai dari efek yang tidak berarti (misalnya mual ringan) sampai efek yang fatal (misalnya anemia aplastik) (Michael J. Neal , 2006). Untuk itu perlu adanya takaran yang sesuai agar memperoleh efek terapeutik yang diinginkan dan tidak menimbulkan efek samping, berikut macam-macam dosis obat: Dosis toksik, yaitu dosis yang menimbulkan gejala keracunan. Dosis minimal, yaitu dosis yang paling kecil yang masih mempunyai efek terapeutik. Dosis maksimal,yaitu dosis terbesar yang mempunyai efek terapeutik, tanpa gejala/ efek toksik. Dosis terapeutik, yaitu dosis diantara dosis minimal dan maksimal yang dapat memberikan efek menyembuhkan/terapeutik. Dosis ini dipengaruhi oleh Umur, Berat badan, jenis kelamin, waktu pemberian obat, cara pemberian obat (Dewi, 2010).

Ada pula beberapa istilah yang berhubungan dengan dosis:

(Mutschler, 1991) Respons terhadap dosis obat yang rendah biasanya meningkat sebanding langsung dengan dosis. Namun, dengan meningkatnya dosis penigkatan respon menurun. Pada akhirnya, tercapailah dosis yang tidak dapat meningkatkan respon lagi. Pada system ideal atau system in vitro hubungan antara konsentrasi obat dan efek obat digambarkan dengan kurva hiperbolik pada EC50, di mana E adalah efek yang diamati pada konsentrasi C, Emaks adalah respons maksimal yang dapat dihasilkan oleh obat. EC50 adalah konsentrasi obat yang menghasilkan 50% efek maksimal. Hubungan dosis dan respons bertingkat

1. Efikasi (efficacy) Efikasi adalah respon maksimal yang dihasilkan suatu obat. Efikasi tergantung pada jumlah kompleks obat-reseptor yang terbentuk dan efisiensi reseptor yang diaktifkan dalam menghasilkan suatu kerja seluler. 2. Potensi Potensi yang disebut juga kosentrasi dosis efektif, adalah suatu ukuran berapa bannyak obat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu respon tertentu. Makin rendah dosis yang dibutuhkan untuk suatu respon yang diberikan, makin poten obat tersebut.Potensi paling sering dinyatakan sebagai dosis obat yang memberikan 50% dari respon maksimal (ED50). Obat dengan ED50 yang rendah lebih poten daripada obat dengan ED50 yang lebih besar. 3. Slope kurva dosis-respons Slope kurva dosis-respons bervariasi sari suatu obat ke obat lainnya. Suatu slope yang curam menunjukkan bahwa suatu peningkatan dosis yang kecil menghasilkan suatu perubahan yang besar (Katzung, 1989). Dosis yang menimbulkan efek terapi pada 50% individu (ED50) disebut juga dosis terapi median. Dosis letal median adalah dosis yang emnimbulkan kematian pada 50% individu , sedangkan TD50 adalah dosis toksik 50% (Ganiswara, 1995).

Gambar 1. Kurva Dosis Terapi (ED50) dan Dosis Lethal (LD50) ( Departemen Farmakologik dan Terapeutik, 2007 ) Dosis yang memberikan efek terapi pada 50% individu disebut dosis terapi median atau dosis efektif median ( ED 50 ). Dosis letal median ( LD 50 ) adalah dosis yang

menimbulkan kematian pada 50% individu, sedangkan TD 50 adalah dosis toksik pada 50% individu ( Departemen Farmakologik dan Terapeutik, 2007 ). Indeks terapeutik suatu obat adalah rasio dari dosis yang menghasilkan racun dengan dosis yang menghasilkan respon klinis yang diinginkan atau efektif dalam populasi individu.

Dimana: TD50 adalah dosis obat yang menyebabkan respon beracun di 50% dari populasi dan ED50 adalah dosis terapi obat yang efektif dalam 50% dari populasi.

Baik ED50 dan TD50 dihitung dari kurva dosis respon quantal, yang merupakan frekuensi yang masing-masing dosis obat memunculkan efek respon atau beracun yang diinginkan dalam populasi.

( Guzman, 2011 )

DAFTAR PUSTAKA

Bagian Farmakologi Fakultas Kedokeran Universitas Indonesia. 2007. Farmakologi dan Terapi. Gaya Baru. Jakarta Dewi, Pastria Sandra.2010. Available online at http://www.docstoc.com/doc/47413708/Konsep-Dasar-Pemberian-Obat tanggal 17 Maret 2011) Ganiswara, S.G., Setiabudi, R., Suyatna, F.D., Purwantyastuti, Nafrialdi.1995. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Bagian Farmakologi FK UI. Jakarta Guzman, Flavio. 2011. Terapi Indeks. Available online at (Diakses

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://pharmacologyor ner.com/therapeutic-index/ ( diakses pada tanggal 18 Maret 2011 ) Katzung.1989. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 3. EGC.Jakarta Mutschler, Ernst.1991. Dinamika Obat. Penerbit ITB. Bandung Neal, Michael J. (2006). At a Glance Farmakologi Medis. Edisi Kelima. Penerbit Erlangga. Jakarta