Anda di halaman 1dari 3

Latar Belakang Proses menjadi tua adalah tidak dapat dihindari, disukai oleh banyak orang, bahkan dibenci.

Kurangnya penghargaan terhadap para manusia lanjut usia berakar dari rasa takut mendalam dan kesalahan konsepsi tentang menjadi tua. Seorang tua dengan masalah kesehatan tanpa dikehendaki, mengingatkan kepada masing atau suatu saat dimana akan berjalan dengan langkah kurang mantap, memiliki penglihatan kurangn jelas, kurang mampu mengecap rasa makanan dan menikmati intensitas seks dengan intensif dan menderita beberapa penyakit serta masalah yang dialami oleh banyak manusia lanjut usia. Masalah psikologis dan sosial muncul karena penuaan secara khusus hingga menjadi parah. Depresi dikalangan lanjut usia tidak dapat ditangani. Meskipun mendapatkan layanan mental. Masalah yang timbul adalah fenomena pengikisan yang menciptakan suatu sumber bias umum disebut mortalitas selektif. Yang paling kurang mampu adalah paling mungkin untuk berhenti ditengah jalan, yang tidak mewakili tetap bertahan dalam keadaan dibanding populasi umum. Dalam prevalensi yang mengindikasikan bahwa manusia berusia lanjut memiliki angka tertinggi dalam resiko gangguan. Masalah utama pada usia lanjut ditemukan adalah gangguan psikologis. Mayoritas manusia lanjut usia lebih tidak mengalami psikopatologi, namun 10 % hingga 20 % mengalami masalah psikologis yang parah hingga memerlukan perhatian. Diantaranya adalah menderita penyakit mental parah. Ditengah komunitas dan cenderung hidup dalam kemiskinan menderita penyakit fisik dan memerlukan bantuan dari sistem kesehatan mental. Meskipun terjadi peningkatan kesadaran dalam beberapa waktu, manusia lanjut usia belum dapat menerima keadaan, seiring pertambahan usia. Para individu berusia tua berasal dari kelompok etnis minoritas mengalami resiko ganda. Pendapatan rendah memicu kehidupan yang rendah dan kesehatan buruk. Resiko ketergantungan ekonomi menjadi kontribusi terhadap resiko berlipat dan berbagai masalah terkait. Kenyataan fisik pada penuaan semakin rumit dengan ageism yang dapat didefinisikan sebagai diskriminasi terhadap setiap orang berdasarkan umur kronologis. Sedikit perhatian kepada berbagai masalah psikologis yang dialami para lanjut usia. Beberapa kesalahan konsepsi yang popular bahwa kemunduran intelektual banyak terjadi dan tidak dapat dihindari.

Sikap dan praktik manusia lanjut usia pantas mendapatkan perhatian khusus. Karena berbagai pengaruh yang mempengaruhi kehidupan pada lanjut usia. Dibutuhkan tempat yang memiliki komitmen utama untuk melayani kebutuhan para lanjut usia. Dibutuhkan perawatan kesehatan melayani kebutuhan lanjut usia. Pengetahuan, penanganan, strategi pencegahan hingga intervensi. Implementasi tempat untuk perawatan bagi manusia usia lanjut, keputusan diri ditengah melemahnya kondisi kekerabatan manusia usia lanjut atau rujukan sebagai keyakinan penghargaan.

Dasar Teori Pendekatan yang mencerminkan pengaruh teori perkembangan sepanjang hidup, Erik Erikson yang mempostulasikan tahap-tahap konflik dan pertumbuhan hingga ke masa tua, yang mana kajian kehidupan memfasilitasi suatu hal yang tampaknya merupakan kecenderungan alami pada orang lanjut usia untuk merenungkan hidup dan mencoba memaknai segala sesuatu yang telah terjadi. Dalam hal ini membantu individu mengatasi konflik antara integritas ego dan keputusasaan. Integritas ego adalah suatu proses menemukan makna dalam cara individu menjalani hidupnya dan keputusasaan adalah kekecewaan yang dapat timbul karena tujuan yang tidak tercapai dan keinginan yang tidak terpenuhi. Metode kajian ini mencakup permintaan terhadap manusia lanjut usia dengan membawa foto.

Treatment Terapi individual, kelompok, keluarga dan pasangan efektif untuk manusia lanjut usia. Pendekatan Terapeutik ; Psikoterapi Butler (1963).