Anda di halaman 1dari 2

Hal-Hal yang membatalkan Shalat

1. Meninggalkan salah satu syarat shalat, atau rukunnya. Seperti sabda Rasulullah SAW kepada orang arabiy (badui) yang tidak bagus shalatnya: Kembalilah shalat karena kamu belum shalat. (HR Asy Syaikhani). Di antaranya adalah terbuka aurat, berubah arah kiblat, berhadats saat shalat. 2. Berhadats (seperti kencing dan buang air besar). 3. Terkena najis, jika tidak dihilangkan seketika, tanpa dipegang atau diangkat (dengan tangan atau selainnya). 4. Terbuka aurat, jika tidak dihilangkan seketikas. 5. Makan minum dengan sengaja meskipun sedikit. Sedang jika terjadi karena lupa, atau tidak tahu, atau ada selilit di antara gigi yang ditelan, maka itu tidak membatalkan menurut mazhab Syafiiy dan Hanbali. 6. Sengaja berbicara di luar bacaan shalat . Sedang jika dilakukan karena tidak tahu hukumnya, atau lupa maka tidak membatalkan shalat, seperti dalam hadits Muawiyah bin Al Hakam As Salamiy, yang berbicara ketika shalat karena tidak tahu hukumnya, dan Rasulullah tidak menyuruhnya mengulang shalat, tetapi mengatakan kepadanya: : Sesungguhnya shalat ini tidak baik untuk bicara dengan sesama manusia, sesungguhnya ia adalah tasbih, takbir, dan membaca Al Quran. (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud dan An Nasaiy) 7. Banyak bergerak dengan sengaja atau lupa di luar gerakan shalat . Tetapi jika terpaksa seperti menolong orang dalam bahaya, menyelamatkan orang yang hendak tenggelam, ia wajib menghentikan shalatnya. 8. Tertawa dan terbahak-bahak keduanya membatalkan shalat. Tertawa adalah yang terdengar orang yang melakukan itu saja, sedang terbahak-bahak adalah yang terdengar orang lain. Sedang tersenyum tidak membatalkan.

9. Salah baca yang merubah makna dengan perubahan yang keji, atau kalimat kufur. 10. Makmum yang ketinggalan dua rukun filiyah dengan sengaja tanpa sebab, atau mendahuluinya dengan dua rukun filiyah menurut mazhab Syafiiy meskipun ada sebab. Seperti jika imam membaca dengan cepat sehingga makmum di belakangnya ketinggalan asal tidak lebih dari tiga rukun dimaksud. 11. Mengingatkan bacaan bukan imamnya. Atau imam membetulkan bacaan orang yang tidak ikut shalat bersamanya menurut mazhab Hanafi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18449/fiqih-shalat-bagian-ke-7-halhal-yang-membatalkan-shalat/#ixzz2FPclz5sR