Anda di halaman 1dari 1

TUGAS MINGGUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Oleh : Radit Aria Sindu, 11/31836/EK/18597

DQ1-2

To what extent must a manager rely on intuition and the informal information system, rather than the formal information system, when making decisions? How does the level of the manager within the firm and the type of decision influence the answer?

Jawab :

Seorang manajer harus mengandalkan intuisi atau sistem informasi informal ketika manajer telah memiliki keyakinan atau dorongan psikologis untuk melakukan keputusan. Manajer melakukan keputusan dengan cara ini karena telah memiliki pengalaman atau adanya tuntutan waktu yang sangat mendadak. Walaupun seorang manajer telah memiliki banyak pengalaman dalam membuat keputusan, tidak dibenarkan jika segala keputusan hanya diputuskan berdasarkan intuisinya. Perlu adanya gabungan antara sistem informasi formal dengan sistem informasi informal supaya tercapai keputusan yang tepat dan meminimalisir unsur keberuntungan. Sebagai contoh seorang manajer menggunakan intuisinya untuk menebak sebuah keputusan yang akan diambil, kemudian dilakukan analsisis data untuk membuktikan seberapa tepat keputusan sang manajer sebelum dijadikan keputusan final. Keputusan yang baik adalah keputusan yang berdasar pada analisis data dan mampu digunakan sebagai acuan keputusan di masa yang akan datang. Semakin tinggi tingkatan manajer dalam perusahaan maka semakin sering pula menggunakan intuisi atau sistem informasi informal. Jika perusahaan menggunakan sistem wewenang, maka semakin tinggi tingkatan manajer maka semakin mudah keputusanya diterima oleh bawahannya walaupun hanya berdasar intuisinya. Keputusan tidak dapat diambil secara sembarangan, masalah yang dihadapi harus disikapi dengan baik dan pemecahannya berdasarkan alternatif terbaik. Seluruh tingkatan manajemen harus memperhatikan aspek formal dan informal agar tercipta keputusan yang tepat.