Anda di halaman 1dari 24

PENELITIAN EKSPERIMEN & PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KEL 7
DONI ISKANDAR NOSTA PERLIN ROBIANTO SITUMORANG

LATAR BELAKANG
Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas seorang peneliti harus menentukan permasalahan dan fokus penelitian. Permasalahan bisa ditemukan dari hasil observasi lapangan ataupun dari media massa. Setelah peneliti menentukan fokus permasalahan maka ia harus menyusun sebuah kerangka pemikiran yang nantinya akan berfungsi dalam menyusun kerangkan hipotesis. Serangkaian tahap yang harus dilewati dalam penelitian tindakan kelas akan membawa sebuah hasil yang bisa berdampak pada kinerja pendidik, sekolah/perguruan tinggi dan pendidikan.
Dalam penelitian eksperimental, validitas ekternal dan internal sangat dituntut. Oleh karena itu seorang peneliti harus memperhatikan semua variabel variabel yang berpengaruh dalam penelitian eksperimen. Agar mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka seorang peneliti harus mengetahui landasan dan cara melakukan penelitian eksperimen.

PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang,permasalahan yang dapat diidentifikasikan antara lain:

Bagaimana konsep penelitian eksperimen? Bagaimana karakteristik penelitian eksperimen? Apa tujuan penelitian eksperimen? Bagaimana cara melakukan penelitian eksperimen? Apa tujuan dan manfaat penelitian tindakan kelas? Bagaiman prinsip penelitian tindakan kelas? Apa saja persyaratan dalam penelitian tindakan kelas?

TUJUAN
Berdasarkan latar belakang, tujuan pembahasan adalah:
Mengetahui konsep penelitian eksperimen.
Mengetahui karakteristik penelitian eksperimen. Mengetahui tujuan penelitian eksperimen? Mengetahui bagaimana cara melakukan penelitian

eksperimen? Mengetahui tujuan dan manfaat penelitian tindakan kelas? Mengetahui prinsip penelitian tindakan kelas? Mengetahui persyaratan dalam penelitian tindakan kelas?

PEMBAHASAN

PENELITIAN EKSPERIMEN
PENGERTIAN
Penelitian eksperimen (Experimental Research) yaitu suatu

penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat (Tuckman, 1982 : 128-156) Menurut Latipun (2002) Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengn melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati. Selain itu, Hadi (1985) mendefinisikan penelitian eksperimen sebagai penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.

Jadi, penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.

KARAKTERISTIK PENELITIAN EKSPERIMEN


Danim (2002) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian eksperimen, yaitu :
1.

Variabel-veniabel penelitian dan kondisi eksperimen diatur secara tertib ketat (rigorous management), baik dengan menetapkan kontrol, memanipulasi langsung, maupun random (acak). Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimen.
Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, tetapi tidak menjadi tujuan penelitian.

2.

3.

4. Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian

eksperimen, untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimen yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan. 5. Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan menggeneralisasikan pada kondisi yang sama. 6. Semua variabel penting diusahakan konstan, kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.

Ada tiga unsur penting yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian ini

1. Variabel kontrol,
2. Manipulasi, 3. Pengamatan.

Disimpulkan bahwa karakteristik penelitian eksperimen adalah


1.

Menggunakan kelompok kontrol sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental.

2. Menggunakan sedikitnya dua kelompok

3. Harus mempertimbangkan kesahihan ke dalam

(internal validity).
4. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar

(external validity).

FUNGSI DAN TUJUAN


FUNGSI
Penelitian eksperimen berfungsi untuk menilai tidak terbatas, yaitu mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang diujicobakan sekaligus untuk menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut bila dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda.

TUJUAN
Tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen.Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan.

SUBYEK PENELITIAN
Suatu penelitian, termasuk eksperimen, perlu menetapkan target populasi. Untuk penelitian eksperimen dibutuhkan keadaan populasi yang relatif homogen. Homogenitas populasi ini berguna bagi kemudahan dalam pengambilan sampel dan perlakuan yang hendak diberikan. Jika upaya homogenitas ini dicapai secara maksimal, maka sangat membantu peningkatan validitas penelitian

Faktor faktor yang mempengaruhi representatif sampel


1. Jumlah sampel
2. Besar anggota sampel 3. Teknik pengambilan sampel

LANGKAH LANGKAH PENELITIAN EKSPERIMEN


1.

Melakukan kajian secara induktif yang berkait erat dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.

2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah. 3. Melakukan studi literatur dan beberapa sumber yang

relevan, memformulasikan hipotesis penelitian, menentukan variabel, dan merumuskan definisi operasional dan definisi istilah.

4. Membuat rencana penelitian yang didalamnya

mencakup kegiatan:
Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan,

tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen. Menentukan cara mengontrol. Memilih rancangan penelitian yang tepat. Menentukan populasi, memilih sampel (contoh) yang mewakili serta memilih sejumlah subjek penelitian. Membagi subjek dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Membuat instrumen, memvalidasi instrumen dan melakukan studi pendahuluan agar diperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan. Mengidentifikasi prosedur pengumpulan data. dan menentukan hipotesis.

5. Melaksanakan eksperimen. 6. Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen. 7. Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai

dengan variabel yang telah ditentukan.


8. Menganalisis data dan melakukan tes signifikansi

dengan teknik statistika yang relevan untuk menentukan tahap signifikasi hasilnya.
9. Menginterpretasikan basil, perumusan kesimpulan,

pembahasan, dan pembuatan laporan.

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PENELITI


Peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan di mana ia akan melakukan penelitian. 2. Penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dalam kondisi yang sama. 3. Peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah, mengontrol) variabel yang diteliti sesuai dengan yang dikehendakinya. 4. Diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakukan (experimental group).
1.

BEBERAPA BENTUK DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN


Pre-experimental design
Dikatakan pre-eksperimental design karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguhan. Dalam desain ini, masih terdapat variable luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variable dependen. Sehingga hasil dari eksperimen yang merupakan variable dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variable independen. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya variabel control dan sampel tidak dipilih secara random.

True Experimental Design


Dalam True experimental Design ada proses pemilihan sampel secara acak ( randomisasi) kelompok yang ditreatment (experiment group) maupun yang dijadikan sebagai kelompok kontrol (control group). Sehingga yang menjadi ciri utama true experimental design adalah pengambilan sampel secara random baik untuk kelompok experimental maupun kelompok kontrol

Quasi Experimental Design


Desain penelitian evaluasi jenis ini mirip dengan design true experimental yaitu samasama memiliki kelompok kontrol. Hanya saja sampel yang dipilih baik bagi kelompok eksperiment maupun kontrol tidak diambil secara random melainkan dipilih secara sengaja oleh peneliti sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang akan diperbandingkan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Keunggulan
Ekperimen didesain untuk dapat mengendalikan secara ketat pada variabel-variabel ekstra yang tidak beruhubungan dengan variabel yang sedang di amati. 2. Penelitian eksperimen memiliki efisiensi yang tinggi. Penelitian eksperimen dapat dilakukan pada populasi yang terbatas, sehingga tidak membutuhkan banyak subyek untuk terlibat dalam proses eksperimen.
1.

Kekurangan
Hasil penelitian eksperimen (khususnya laboraturium) dipandang tidak selalu sejalan dengan lapangan. 2. Beberapa varibel secara moral atau hukum tidak dapat dimanupalasi, misalnya manipulasi dalam bentuk menghilangkan interaksi sosial secara permanen, merangsang timbulnya perilaku seksual 3. Sekalipun secara moral atau legal dapat dilakukan, tetapi secara ekonomi atau teknik pengetahuan tidak memiliki sumber yang memadai
1.