PLENO

Skenario 1 Community Medicine

KELOMPOK 9 • • • • • • • • Laili Hasanah Linni Tawbariah Muhamad Dwi Nugroho Ni Made Agusuriyani D P Hilyati Ajrina Iin Purnama Sari Syahrul Habibi N. Toni A N Pinem 1018011013 1018011014 1018011017 1018011019 1018011064 1018011065 1018011098 1018011099 .

Temuannya menunjukan bahwa hampir semua kasus kematian berdekatan dengan pompa di broad street. penting perpindahan penduduk dari wilayah yang berbahaya dan menemukan bahwa kolera merupakan penyakit dengan masa inkubasi singkat dan durasi singkat. Ia juga melakukan sesuatu yang sekarang disebut investigasi wabah. oleh thomas C timmreck. kasus baru waktu mulai epidemic waktu puncak dan waktu redanya. yakni meneliti sumber kontami nasi air. kolera dengan mengindentifikasi masa inkubasi. meneliti riwayat alamiah penyakit.KLB KOLERA DI LONDON. sebagian dari an inroduction to epdemiology. jangka wakyu dari infeksi samkpai kematian. Sedangkan pabriki bir dan pabrik lain yang mengunakan sumur sendiri merupakan komunnitas yang terlindungi.KLB ( kejadian luar biasa ) penyakit menular kolera terjadi. Di wilayah seluas 250 yard dari persimpangan cambridge street dan broad street. Dr Snow juga melakukan aktivitas dasar surveilens yaitu pergerakan penduduk. penyebab infeksi dan aliran air bawah tanah dengan mengujinya dari sumur dan pompa. cara penularan penyakit. 1998 ) . demi kesehatan komunitas setempat . penularan penyakiit di antara orang yang tinggal berdekatan dan berjauhan dan penyebabnya yang potensial serta mengevaluasi temuanya untuk mengendalikan ( dan mencegah ) penyakit. inggris. Dr snow telah menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk banyak pendekatan epidemiologi yang terbukti berguna sampai sekarang. Dr snow ( 1813-1858) seorang dokter terkemuka dan ahli anestesi untuk ratu victoria. sumber pajanan. ( disadur. 1840 Pada pertengahan tahun 1840-an di distrik soho dan golden square. terjadi di sekitar lima ratus serangan fatal kolera dalam sepuluh hari terjadi outbreak. Kiemudian ia menyusun data berdasarkan perjalanan epedmi. broad street london.

3.LEARNING OBJECTIVES 1. 5. Penanggulangan KLB . 4. Fungsi surveillance dan pembagiannya 2. Ruang lingkup kedokteran matra dan aspek-aspek pelaksanaannya Wabah penyakit Mekanisme untuk menetapkan KLB pada suatu daerah Cara untuk mendeteksi atau memprediksi/pelacakan suatu kejadian untuk menjadi KLB 6.

SURVEILLANCE Surveilans kesehatan masyarakat adalah pengumpulan. dan analisis data secara terusmenerus dan sistematis yang kemudian didiseminasikan (disebarluaskan) kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam pencegahan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. analisis. .

menaksir besarnya beban penyakit (disease burden) pada populasi 4. Mengevaluasi cakupan dan efektivitas program kesehatan Mengidentifikasi kebutuhan riset Memantau efektivitas program kesehatan . implementasi. monitoring. 7. 6. untuk mendeteksi dini outbreak 3. Menentukan kebutuhan kesehatan prioritas. 2. dan evaluasi program kesehatan 5.TUJUAN DAN FUNGSI SURVEILLANCE 1. Memantau kesehatan populasi. Memonitor kecenderungan (trends) Penyakit Mendeteksi perubahan mendadak insidensi penyakit.membantu perencanaan.

2. memungkinkan dilakukannya isolasi institusional segera terhadap kontak. sehingga penyakit yang dicurigai dapat dikendalikan. melalui pengumpulan sistematis. serta data relevan lainnya. Jadi fokus perhatian surveilans penyakit adalah penyakit. evaluasi terhadap laporanlaporan penyakit dan kematian. Surveilans Penyakit Surveilans penyakit (disease surveillance) melakukan pengawasan terusmenerus terhadap distribusi dan kecenderungan insidensi penyakit. konsolidasi. Surveilans Individu Surveilans individu (individual surveillance) mendeteksi dan memonitor individu-individu yang mengalami kontak dengan penyakit serius.JENIS – JENIS SURVEILLANCE 1. bukan individu. .

Surveilans Kesehatan Masyarakat Global Perdagangan dan perjalanan internasional di abad modern. migrasi manusia dan binatang serta organisme. 5. 6. Surveilans Terpadu Surveilans terpadu (integrated surveillance) menata dan memadukan semua kegiatan surveilans di suatu wilayah yurisdiksi (negara/ provinsi/ kabupaten/ kota) sebagai sebuah pelayanan publik bersama. bukan masing-masing penyakit 4. Surveilans Berbasis Laboratorium Surveilans berbasis laboratorium digunakan untuk mendeteksi dan menonitor penyakit infeksi.3. Surveilans Sindromik Syndromic surveillance (multiple disease surveillance) melakukan pengawasan terus-menerus terhadap sindroma (kumpulan gejala) penyakit. memudahkan transmisi penyakit infeksi lintas negara .

RUANG LINGKUP SURVEILANS 1. Surveilans penyakit tidak menular & faktor risiko 3. Surveilans penyakit menular & faktor risiko 2. Surveilans kesehatan matra . Surveilans kesehatan lingkungan & perilaku 5. Surveilans masalah kesehatan 4.

KESEHATAN MATRA Merupakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental guna adaptasi terhadap kondisi / keadan matra .

 Upaya Kesehatan Penanggulangan Korban Akibat Bencana.  Upaya Kesehatan Wisata dll. Kesehatan Matra Dirgantara ( Udara )  Upaya Kesehatan Penerbangan Ini merupakan Domain dari TNI AU. . Kesehatan Matra Kelautan dan Bawah Air ( Laut )  Upaya Kesehatan Penyelaman dan Hyperbarik.  Upaya Kesehatan Bawah Tanah.  Upaya Kesehatan Pelayaran dan Lepas Pantai Ini merupakan Domain dari Kesehatan TNI AL.  Upaya Kesehatan Lintas Alam.  Upaya Kesehatan Transmigrasi.  Upaya Kesehatan Akibat Gangguan Kamtibmas.RUANG LINGKUP KESEHATAN MATRA (KEPMENKES 1215/MENKES/SK/XI/2001) Kesehatan Matra Lapangan (Darat)  Upaya Kesehatan Haji.  Upaya Kesehatan di bumi perkemahan.

WABAH Wabah penyakit menular yang selanjutnya disebut wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan mala petaka (UU RI No. 4/1984 tentang wabah penyakit menular). .

451I/PD.04/1991 Pedoman Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB). Dirjen PPM&PLP No.03. .KLB Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu (Kep.

PENETAPAN KLB  Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan ≥ 2 x dibandingkan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam. hari. minggu) CFR suatu penyakit dl suatu kurun waktu tertentu menunjukkkan kenaikan 50% atau lebih dibanding CFR periode sebelumnya Proporsional Rate penderita baru dr suatu periode ttt menunjukkan kenaikan ≥ 2 x dibandingkan periode yg sama dan kurun waktu/tahun sebelumnya    .

/DHF/DSS :  Setiap peningkatan kasus dari periode sebelum nya (pada daerah pandemis)  Terdapat satu/lebih penderita baru dimana pd periode 4 minggu sebelumnya daerah tsb dinyatakan bebas dari penyakit tersebut. Beberapa penyakit yang di alami 1 atau lebih penderita : Keracunan makanan Keracunan pestisida    . Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.  Beberapa penyakit khusus: Kholera.

MEMPREDIKSI KLB Analisis Situasi Awal  Penentuan / penegakan / verifikasi diagnosis  Penentuan adanya wabah  Tampilkan epidemiologi deskriptif  Uraian keadaan wabah Analisis Lanjutan  Usaha penemuan kasus tambahan  Rancang studi epidemiologi untuk menguji hipotesis  Analisis data  Menegakkan hipotesis  Tindak pemadaman wabah dan tindak lanjut  Buat laporan lengkap/komunikasikan hasil investigasi / penyelidikan .

cara pengobatan) dan gambaran epid (sumber&cara penularan. jml kasus. .cara penularan. tempat pada kelompk masyarakat Langkah-langkah penetapan populasi rentan : Memperkirakan adanya pop rentan KLB berdasar informasi dan data serta mempelajari gambaran klinis (gejala.kematian.PENAGGULANGAN KLB 1. klp masy yg sering terserang. budaya yg berpengaruh thd KLB) 2. Penetapan populasi rentan thd KLB berdasarkan waktu. faktor ling.

grafk. data penyelidikan epid. data lab yg memberikn infoms penyebab peny.3. Pengumpulan data (laporan rutin. . 5. peta) Analisis dan interpretasi Deseminasi informasi 4. laporan rutin data kesakitan&kematian dr puskesmas/RS yg teratur & lengkap. data faktor risiko Pengolahan dan penyajian data (tabel. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful