Anda di halaman 1dari 29

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

Cek Kemampuan (Tes Awal) Kerjakanlah soal-soal berikut ini. Jika anda merasa dapat mengerjakan semua soal berikut ini, maka anda dapat langsung mengerjakan soal-soal Evaluasi pada BAB III. Atau jika anda telah merasa dapat mengerjakan sebagian soal-soal pada bagian yang telah anda kuasai dengan bantuan guru maka mintalah untuk mengerjakan evaluasi pada materi yang anda kuasai. 1. Hitung nilai dan , jika

2. Sebuah tangga disandarkan tembok vertikal. Sudut yang dibentuk oleh tangga dan lantai adalah 45 derajat, hitunglah panjang tembok dari alas sampai tangga jika panjang tangga 4 m. 3. Tentukan koordinat kutub dari suatu titik jika koordinat Cartesiusnya (3,4) 4. Tentukan koordinat Cartesius dari titik (5,p ) 5. Tuliskan aturan sinus dan aturan cosinus pada suatu segitiga. 6. Hitung dengan menggunakan rumus jumlah atau rumus selisih sin 75

8. Jika A, B, dan C masing-masing sudut suatu segitiga (bukan segitiga sikusiku), buktikan bahwa: !

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

7. Selesaikan

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

PEMBELAJARAN Uraian Materi Trigonometri sebagai suatu metode dalam perhitungan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan-perbandingan pada bangun geometri, khususnya dalam bangun yang berbentuk segitiga. Pada prinsipnya trigonometri merupakan salah satu ilmu yang berhubungan dengan besar sudut, dimana bermanfaat untuk menghitung ketinggian suatu tempat tanpa mengukur secara langsung sehingga bersifat lebih praktis dan efisien. Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, dimana terdiri dari dua buah kata yaitu trigonom berarti bangun yang mempunyai tiga sudut dan sisi (segitiga) dan metrom berarti suatu ukuran. Dari arti dua kata di atas, trigonometri dapat diartikan sebagai cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang perbandingan ukuran sisi suatu segitiga apabila ditinjau dari salah satu sudut yang terdapat pada segitiga tersebut. Dalam mempelajari perbandingan sisi-sisi segitiga pada trigonometri, maka segitiga itu harus mempunyai tepat satu sudutnya (900) artinya segitiga itu tidak lain adalah segitiga siku-siku.

menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jari-jari. AOB = 1 rad Hubungan radian dengan derajat 360 =
2r rad r

B r O r A

= 2 rad 180 = rad pendekatan 1 rad = 57,3.

Dengan mengingat pengertian radian tersebut, maka bentuk penyelesaian persamaan

sin A maka penyelesaiannya adalah: x = A + k. 2 atau x = ( A) + k. 2 , k B di mana x dan A masing-masing satuannya radian

TRIGONOMETRI

trigonometri dapat pula menggunakan satuan radian, sebagai contoh untuk persamaan sin x =

SMA KARTINI I JAKARTA

Satuan sudut selain derajat adalah radian, di mana satu radian adalah besarnya sudut yang

UNTUK KALANGAN SENDIRI 1) Perbandingan Trigonometri (Sinus, Cosinus dan Tangen) C

SMA KARTINI I

Perhatikan Segitiga ABC di atas. Pada pelajaran mengenai kesebangunan gambar disamping dapat dilihat sebagai tiga buah segitiga yang sebangun yaitu: ABC; DEC; dan FGC (Anda tahu mengapa?) Karena ketiga segitiga sebangun maka hukum kesebangunan akan berlaku, bahwa sisi-sisi yang bersesuaian adalah sebanding. Sehingga diperoleh:

Nilai dari perbandingan inilah yang kita sebut sebagai nilai Tangen dari sudut C, misalkan sudut C adalah maka

Sedangkan nilai kesebangunan yang lain yaitu:

dan

TRIGONOMETRI

disebut sebagai nilai Sinus dari sudut C, sehingga:

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

Disebut sebagai nilai Cosinus dari Sudut C, sehingga:

Selanjutnya perhatikanlah gambar, misalkan sudut B diberi nama tentukanlah nilai perbandingan dari: !

Nilai perbandingan tersebut di atas memiliki invers (coba Anda cari tahu apa maksudnya), masing-masing adalah:

Perbandingan Trigonometri

Invers

Sebutan

Jadi:

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI Contoh:

SMA KARTINI I

Diketahui ABC siku-siku di C, seperti gambar di samping,


B a

jika diketahui panjang dari: a.

tentukanlah nilai

C b

b. c. Besarnya sudut dan Jawab: Tentukan panjang terlebih dahulu:

b)

c) Besarnya sudut dapat dilakukan dengan cara mencari arces perbandingan trigonometri yang sudah diketahui.

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

a)

UNTUK KALANGAN SENDIRI 2) Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa D C

SMA KARTINI I

1 450 A 1 B

Perhatikan persegi ABCD dengan sisi-sisi 1 satuan panjang. Sehingga dengan memanfaatkan aturan Pythagoras diperoleh panjang diagonal AC= . Sekarang perhatikanlah segitiga sikusiku ABC siku-siku di B. Karena persegi ABCD sama sisi maka besarnya BAC=450. Dengan menggunakan perbandingan trigonometri yang sudah dibahas maka diperoleh:

C
300 2

Pandang segitiga sama sisi ABC dengan panjang sisi adalah 2 satuan panjang. Jika dari C ditarik garis tinggi CT yang tegak lurus pad sisi AB maka 2 diperoleh AT=BT=1. Perhatikan Segitiga siku-siku BTC yang siku-siku di T. Dengan menggunakan aturan Pythagoras diperoleh panjang (Coba Anda buktikan!).
600 1

T A
2

Dengan cara yang sama mencari perbandingan B trigonometri sebelumnya akan diperoleh:

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

Masih dengan segitiga yang sama BTC, sekarang perhatikan untuk B=600 perbandingan trigonometri akan diperoleh:

Untuk sudut 00 dan 900 perhatikan lingkaran pada sumbu kartesius di bawah yang memiliki jari-

Jika r membentuk sudut 00 maka r berimpit dengan sumbu x, sehingga perbandingan

trigonometrinya diperoleh: r

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

jari 1 satuan panjang. Perhatikan jari-jari

yang membantuk sudut terhadap sumbu x.

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

Untuk sudut 900, maka jari-jari r akan berimpit dengan sumbu y, sehingga untuk perbandingan trigonometrinya diperoleh:

Tabel Nilai Perbandingan Trigonometri susut-sudut Istimewa

Sudut 00 300

Sin 0

Cos 1

Tan 0

600 900 1 0

Untuk mempermudah mengingat perbandingan trigonometri perhatikan baik-baik segitiga sikusiku berikut:

Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut adalah:


Hadapan Sisi Miring

Pada

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

450

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

csc =

Sisi Miring Hadapan


Sisi Miring Pada Pada Hadapan

sec = cot =

3) Perbandingan Trigonometri suatu Sudut di Berbagai Kuadran


P adalah sembarang titik di kuadran I dengan Y P(x,y) r y 1 O x Gb. 2.5 X kartesius, sehingga XOP dapat bernilai 0 sampai dengan 90. Perlu diketahui bahwa OP = x 2 + y 2 = r dan r > 0 koordinat (x,y). OP adalah garis yang dapat berputar terhadap titik asal O dalam koordinat

Berdasarkan gambar di atas keenam perbandingan trigonometri baku dapat didefinisikan dalam absis (x), ordinat (y), dan panjang OP (r) sebagai berikut: 1. sin = 2. cos = 3. tan = ordinat P y = panjang OP r absis P x = panjang OP r ordinat P y = absis P x 4. csc = 5. sec = 6. cot = panjang OP r = ordinat P y panjang OP r = absis P x absis P x = ordinat P y

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

10

Dengan memutar garis OP maka XOP = dapat terletak di kuadran I, kuadran II, kuadran III atau kuadran IV, seperti pada gambar di bawah ini. P(x,y) P(x,y) r O 1 x Y x O y P(x,y) P(x,y) Gb. 2.6. titik di berbagai kuadran Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri di tiap kuadran: Perbandingan Trigonometri sin cos tan csc sec cot I + + + + + + Kuadran II + + III + + IV + + r 3 X O r y y y X Y 4 x X x O r 2 X

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI Contoh Aplikasi

SMA KARTINI I

11

Sebuah perahu akan menyeberang sungai yang mengalir (lihat gambar) sehingga arah perahu membentuk sudut 600 dari sisi sungai. Karena arus perahu terbawa arus sejauh 12 m sehingga sampai di sisi seberang sungai. Tentukan lebar
C B

sungai dan jarak yang ditempuh perahu tersebut!

12m 600 A

Jawab : Misalkan titik awal perahu adalah A dan titik akhir nya B, dan panjang yang ditempuh AC=12 m. Maka lebar sungai adalah CB. Perhatikan segitiga siku-siku ABC yang siku-siku di C. Perbandingan trigonometri yang kita gunakan untuk menhitung lebar sungai adalah:

Untuk mencari jarak tempuh perahu kita menggunakan perbandingan trigonometri:

Sehingga

diperoleh

Jadi jarak tempuh perahu adalah 24 m

4) Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut adalah sudut (90 ), (180 ), (360 ), dan -. Dua buah sudut yang berelasi ada yang diberi nama khusus, misalnya penyiku

dengan (180 - ). Contoh: penyiku sudut 50 adalah 40, pelurus sudut 110 adalah 70.

TRIGONOMETRI

(komplemen) yaitu untuk sudut dengan (90 - ) dan pelurus (suplemen) untuk sudut

SMA KARTINI I JAKARTA

sehingga

maka

. Jadi lebar sungai adalah

UNTUK KALANGAN SENDIRI 1. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (90 - ) Y y=x P1(x1,y1)
r1 y1 r y (90-) x1 x

SMA KARTINI I

12

Dari gambar 2.7 diketahui Titik P1(x1,y1) bayangan dari P(x,y) akibat pencerminan garis y = x, sehingga diperoleh: a. XOP = dan XOP1 = 90 -

P(x,y)

b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r

Gb. 2.7. sudut yang berelasi

Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh: a.

y x sin (90 ) = 1 = = cos r1 r x y cos (90 ) = 1 = = sin r1 r

b.

Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri sudut dengan (90 - ) dapat dituliskan sebagai berikut: a. sin (90 ) = cos b. cos (90 ) = sin c. tan (90 ) = cot d. csc (90 ) = sec e. sec (90 ) = cos ec f. cot (90 ) = tan

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

c.

y x tan (90 ) = 1 = = cot x1 y

UNTUK KALANGAN SENDIRI 2. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 - ) Titik P1(x1,y1) adalah bayangan dari titik P(x,y) akibat pencerminan terhadap sumbu y, sehingga a. XOP = dan XOP1 = 180 - b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r maka diperoleh hubungan: a. P1(x1,y1)
r1 y1

SMA KARTINI I

13

Y P(x,y)
r (180-) x1 y x

y y sin (180 ) = 1 = = sin r1 r x x cos (180 ) = 1 = = cos r1 r y y tan (180 ) = 1 = = tan x1 x

Gb. 2.8. sudut yang berelasi

b.

c.

a. sin (180 ) = sin b. cos (180 ) = cos c. tan (180 ) = tan

d. csc (180 ) = csc e. sec (180 ) = sec f. cot (180 ) = cot

3. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 + ) Dari gambar 2.9 titik P1(x1,y1) adalah bayangan dari titik P(x,y) akibat pencerminan terhadap garis y = x, sehingga a. XOP = dan XOP1 = 180 +
y1 x1 r1 (180+)

Y P(x,y)
r y x

b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r maka diperoleh hubungan: a. P1(x1,y1)

y y sin (180 + ) = 1 = = sin r1 r

Gb. 2.9. sudut yang berelasi

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

UNTUK KALANGAN SENDIRI b.

SMA KARTINI I

14

x x cos (180 + ) = 1 = = cos r1 r y y y tan (180 + ) = 1 = = = tan x1 x x

c.

Dari hubungan di atas diperoleh rumus: a. sin (180 + ) = sin b. cos (180 + ) = cos c. tan (180 + ) = tan d. csc (180 + ) = csc e. sec (180 + ) = sec f. cot (180 + ) = cot

4. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (- ) Dari gambar 2.10 diketahui dari P(x,y)
r

titik P1(x1,y1) bayangan

Y P(x,y)
(360-1) x x1 r1 y1 y

akibat pencerminan terhadap sumbu x, sehingga a. XOP = dan XOP1 = - b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r maka diperoleh hubungan a.

P1(x1,y1)
Gb. 2.10. sudut yang berelasi

y y sin ( ) = 1 = = sin r1 r x x cos ( ) = 1 = = cos r1 r y y tan ( ) = 1 = = tan x1 x

b.

c.

Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

b. cos ( ) = cos c. tan ( ) = tan

e. sec ( ) = sec f. cot ( ) = cot

TRIGONOMETRI

a. sin ( ) = sin

d. csc ( ) = csc

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

15

Untuk relasi dengan (- ) tersebut identik dengan relasi dengan 360 , misalnya sin (360 ) = sin .

5) Koordinat Kartesius dan Koordinat Kutub

Dari titik T pada lingkaran O ditarik garis yang menghubungkan titik itu degan pusat O. Pusat O disebut sebagai kutub. Jarak OT dinyatakan dengan r, dan r nilainya selalu positif. Besarnya TOX diukur dari sumbu x ke arah yang berlawanan dengan arh jarum jam. Letak titik T ditentukan olah koordinat r dan TOX. Jika TOX besarnya adalah , maka koorinat titik T adalah r dan , ditulis . Karena besarnya sudut dinyatakan

dengan satuan derajat, maka letak titik T dapat

dinyatakan seperti ini disebut Koordinat Kutub atau Koordinat Polar.

Pandang titik T jika dinyatakan dalam koordinat kartesius, misalkan di bawah:

, perhatikan gambar

Perhatikan segitiga siku-siku trigonometri dari sudut adalah:

, perbandingan

sehingga sehingga

Dengan demikian koordinat titik dinyatakan sebagai:

dapat

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

dituluskan

sebagai

Koordinat

yang

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

16

6) Mengubah Koordinat Sistem koordinat Polar dan Koordinat kartesius memiliki hubungan seperti telah diuraikan di atas, sehingga kita dapat melakukan perubahan koordinat kutub menjadi kartesius atau sebaliknya dari kutub menjadi kartesius. Yang harus diperhatikan adalah cara menentukan r dan jika sebuah titik diketahui koordinat kartesiusnya.

Perhatikan titik titk pusat

, maka jarak titik tersebut terhadap adalah merupakan r yang akan dicari.

Dengan menggunakan aturan Pythagoras diperoleh hubungan:

Sedangkan untuk menentukan besarnya sudut , kita dapat menggunakan hubungan bahwa:

Sehingga besarnya sudut dapat dihitung menggunakan anti tangent (arctan):

Sehingga titik

dapat dinyatakan sebagai:

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI Untuk mengubah koordinat kutub hubungan:

SMA KARTINI I menjadi koordinat kartesius dapat memanfaatkan

17

Sehingga:

7) Identitas Trigonometri Y r O x P(x, y) y X Dari gambar di samping diperoleh


y r
2

cos =

x r

, sin =

dan

r = x2 + y 2 .

Sehingga

Gb. 2.13. rumus identitas

sin + cos =

y2 r2 =

x2 r2 = r2 r2 =1

x2 + y 2 r2

Jadi

sin2 +cos2 = 1

8) Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Sederhana Persamaan trigonometri adalah persamaan yang memuat perbandingan trigonometri suatu sudut, di mana sudutnya dalam ukuran derajat atau radian. Menyelesaikan persamaan trigonometri adalah menentukan nilai x yang memenuhi

1. Menyelesaikan persamaan sin x = sin Dengan mengingat rumus sin (180 - ) = sin dan sin ( + k. 360) = sin , maka diperoleh: Jika sin x = sin maka x = + k. 360 atau x = (180 ) + k. 360 , k B

TRIGONOMETRI

persamaan tersebut sehingga jika dimasukkan nilainya akan menjadi benar.

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI 2. Menyelesaikan persamaan cos x = cos Dengan mengingat rumus

SMA KARTINI I

18

cos ( ) = cos dan cos ( + k. 360) = cos , diperoleh


Jika cos x = cos maka

x = + k. 360 atau x = + k. 360, k B 3. Menyelesaikan persamaan tan x = tan Dengan mengingat rumus tan (180 + ) = tan dan tan ( + k. 360) = tan , maka diperoleh:
Jika tan x = tan maka

x = + k. 180 , k B

Tentukan penyelesaian persamaan berikut ini untuk 0 x 360. b)


sin x = cos x = 1 2 1 3 2

c) tan x = 3

c)

Penyelesaian: a)
sin x = 1 sin x = sin 30 2

x = + k. 360

untuk k = 0 x = 30

x = (180 ) + k.360 untuk k = 0 x = 180 30 = 150 b)


cos x = 1 3 cos x = cos 30 2

x = + k. 360

untuk k = 0 x = 30

x = + k. 360 untuk k = 1 x = 30 + 360 = 330 c)


tan x = 3 tan x = tan 120

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

contoh:

UNTUK KALANGAN SENDIRI x = + k. 180 untuk k = 0 x = 120 untuk k = 1 x = 120 + 180 = 300

SMA KARTINI I

19

9) Aturan Sinus dan Cosinus

Perhatkanlah Segitika sebarang dengan sudut masing-masing , , dan . Pertama perhatikan terlebih dahulu segitiga siku-siku yang siku-siku

di T. akan diperoleh bahwa:

Kedua perhatikan segitiga siku-siku BTC yang siku-siku di T. Kita dapat menuliskan bahwa:

Sehingga diperoleh hubungan bahwa:

Atau

Selanjutnya apabila segitiga

diletakkan berbeda dari sebelumnya, yaitu menghimpitkan

titik sudut C dengan pusat koordinat, sehigga diperoleh:

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

Sehingga

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I Perhatikan CTB diperoleh nilai

20

Sehingga:

Selanjutnya perhatikan ATB akan diperoleh nilai

Atau

Akibatnya adalah jika

dan

sehingga diperoleh

Atau

Jadi dari hasil sebelumnya kita dapat menjadikan satu yaitu

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

21

Hubungan tersebut dikenal sebagai aturan sinus.

Selanjutnya dengan memanfaatkan aturan Pythagoras dari segitiga ABC sebarang yang kita tarik garis tinggi dari masing-masing sudut kita akan peroleh:

(i)

(ii)

(iii)

Lihat AT1C dan BT1C terdapat hubungan bahwa:

Dimana

maka

Sehingga

b 2 = t12 + ( AT 1)
2

2 2

= a 2 sin 2 + c 2 2ac cos + a 2 cos 2 = a 2 ( sin 2 + cos 2 ) + c 2 2ac cos = a 2 + c 2 2ac cos

TRIGONOMETRI

= ( a sin ) + ( c a cos )

SMA KARTINI I JAKARTA

Dari gambar (i)

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

22

jadi

Dengan cara analog diterapkan pada gambar (ii) dan (iii) akan diperoleh hubungan bahwa

dan

Ketiga hal yang tersebut di atas dikenal dengan aturan cosinus. Jadi aturan cosinus adalah

Pada segitiga ABC berlaku bahwa:

Aturan sinus digunakan untuk menghitung panjang sisi atau besar sudut sebuah segitiga.

Contoh: Diketahui segitiga ABC dengan panjang sisi AC=10 cm, AB=12 cm dan ACB=600 Tentukan panjang sisi-sisi dan besar sudut-sudut yang lain! Jawab:
10

Pada ABC berlaku aturan sinus:

Sehingga: 10 12 = sin sin 600 10 12 = 1 sin 2


1 2

10 = 12sin 5 12

sin =

Sehingga

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

10) Aplikasi Aturan Sinus dan Cosinus

UNTUK KALANGAN SENDIRI Jadi besar sudut Panjang sisi a dihitung dengan:

SMA KARTINI I

23

a 10 = sin sin a 10 = 5 0 sin 97,37 12 12 5 12 a = 10 ( 0,99 ) 5 a = 23, 76 a = 10sin 97,37 0

Contoh: Diketahui ABC dengan Tentukan panjang BC? Jawab: Berdasarkan aturan cosinus: dan AC = , CAB = 300

a 2 = b 2 + c 2 2bc cos

C a 300 A 4 B

( ) 1 = 8 + 16 2 ( 2 2 ) 4 3 2
= 2 2
2

+ 44 2 2 2 4 cos 300

= 24 8 6 = 8 3 6

) )

a = 8 3 6

Jadi panjang sisi BC =

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI 11) Rumus Luas Segitiga

SMA KARTINI I

24

Dalam geometri untuk mencari luas segitiga terlebih dahulu kita harus menentukan tinggi segitiga tersebut dan juga alasnya, kemudian digunakan rumus bahwa L= Dalam pembahasan kali ini kita akan memanfaatkan aturan sinus dan aturan cosinus untuk menghitung luas segitiga. Perhatikan Luas ABC=

Dengan mengganti nilai t dengan

diperoleh

Dan jika t diganti dengan

diperoleh

Sedangkan jika kita mengganti posisi garis tinggi segitiga misalnya dari sudut A dan tegak lurus terhadap BC akan diperoleh rumus luas segitiga yang lain yaitu

Rumus luas segitiga ini dimanfaatkan untuk menghitung luas segitiga yang diketahui besarnya salah satu sudut dan dua sisi yang mengapit sudut tersebut.

Selanjutnya kita akan memanfatkan aturan cosinus untuk menghitung luas segitiga. Pandang sebuah aturan cosinus pada sebuah segitiga ABC

Sehingga

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI karena:

SMA KARTINI I

25

sin 2 + cos 2 = 1 sehingga sin 2 = 1 cos 2 atau sin 2 = (1 + cos )(1 cos ) dengan

menggantikan nilai cos akan diperoleh


b 2 + c 2 a 2 b 2 + c 2 a 2 sin 2 = 1 + 1 2bc 2bc b2 + c2 a2 = 1 2bc
2

2 2 2 4b 2 c 2 ( b + c a ) = 2 2 4b c 4b 2 c 2

= = = = = = =

4b 2 c 2 ( b 2 + c 2 a 2 )

{(

Misal s adalah bilangan real yang merupakan setengah Keliling segitiga sehingga , maka

( a + b + c ) = 2s ( b + c a ) = 2 s 2a = 2 ( s a ) ( a + c b ) = 2s 2b = 2 ( s b ) ( a + b c ) = 2s 2c = 2 ( s c )
Jadi
sin 2 = 1 ( b + c + a )( b + c a )( a + b c )( a + c b ) 4b 2 c 2 1 = 2 2 ( 2s ) ( 2 ( s a ) ) ( 2 ( s c ) ) ( 2 ( s b ) ) 4b c

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

2 1 2 2bc ) ( b 2 + c 2 a 2 ) 2 2 ( 4b c 1 ( 2bc ) + ( b 2 + c 2 a 2 ) ( 2bc ) ( b2 + c 2 a 2 ) 2 2 4b c 1 2bc + b 2 + c 2 a 2 )( 2bc b 2 c 2 + a 2 ) 2 2 ( 4b c 1 2 2 (b + c ) a2 a2 (b c ) 2 2 4b c 1 ((b + c ) + a ) ((b + c ) a ) ( a + (b c )) ( a (b c )) 4b 2 c 2 1 ( b + c + a )( b + c a )( a + b c )( a + c b ) 4b 2 c 2

4b 2 c 2

{(
{

)(

)}

{(

)(

)}

UNTUK KALANGAN SENDIRI dan


sin = = 1 ( 2s ) ( 2 ( s a ) ) ( 2 ( s c ) ) ( 2 ( s b ) ) 4b 2 c 2
2 2

SMA KARTINI I

26

4 ( s )( s a )( s c )( s b ) bc 2 = ( s )( s a )( s c )( s b ) bc Luas segitiga yang dicari adalah

Jadi

Contoh:
C 18 12

Jawab:

20

Jadi :

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

Tentukan Luas ABC di samping!

UNTUK KALANGAN SENDIRI c. Kesimpulan Perbandingan trigonometri sudut pada segitiga siku-siku ABC:
-

SMA KARTINI I

27

Invers perbandingan trigonometri:


-

B A

Arces perbandingan trigonometri:


-

Jika Jika Jika

maka maka maka

atau atau atau

Koordinat Polar Jika adalah titik di koordinat kartesius dan garis OP dan membentuk sudut terhadap sumbu x, maka dengan Jika titik .

dinyatakan dalam koordinat polar adalah dan .

dengan

Aturan Sinus pada sebuah segitiga ABC:


C

Aturan Cosinus pada sebuah segitiga ABC:

Luas segitiga ABC:

dengan

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

28

d) Tugas 1 dan Kunci 1. Tentukan nilai sin XOT, cos XOT dan tan XOT, jika koordinat titik T adalah sebagai berikut: a) T (3,4) b) T (-4,6) c) T (-5,-10) d) T (8,-6)

2. Diketahui suatu segitiga siku-siku. Panjang sisi miringnya adalah 23 cm. Jika besar salah satu sudutnya 450, berapakah panjang sisi-sisi yang lain! 3. Tentukan perbandingan-perbandingan nilai sin a dan cos a, serta hitunglah tan a dari gambar berikut ini:

4. Dari soal no.3 hitunglah luas masing-masing segitiga tersebut! Kunci: 1. a. b. c. d.

TRIGONOMETRI

2. Sisi-sisi yang lain besarnya

SMA KARTINI I JAKARTA

UNTUK KALANGAN SENDIRI

SMA KARTINI I

29

3. a. sin a = 3 5 4 cos a = 5 3 tan a = 4 b. 60, c. 30

b. sin a = 15 17 8 cos a = 17 15 tan a = 8

c. sin a = 4 5 1 cos a = 3 12 tan a = 5

4. a. 6,

e) Tes Formatif 1 1. Sebuah pohon dalam dua kali pengukuran memberkan hasil yang berbeda, tentag besarnya sudut jatuh sinar matahari, seperti tampak pada gambar. Jika jarak antara titik jatuh sinar keduanya adalah 100 m tentukan tinggi pohon tersebut!

30o
100 m

45o

2. Sinar matahari membeikan bayangan pada sebuah pohon seperti dilukiskan dalam gambar Diketahui sinar matahari membentuk sudut 30o, dan jarak pohon dengan titik jatuhnya sinar adalah 25 m. Tentukan tinggi pohon tersebut!

TRIGONOMETRI

SMA KARTINI I JAKARTA