Anda di halaman 1dari 23

KEJANG DEMAM SEDERHANA

Rizky Friska Hasanah, S. Ked

Pembimbing : Dr. Hadi Asyik, SpA

I. IDENTITAS
Nama Umur Jenis kelamin Berat badan Panjang badan Agama Alamat Kebangsaan MRS :K : 3 Tahun : Laki-laki : 14 kg : 94 cm : Islam : Jl. Demak Kertapati : Indonesia : 21 Juli 2012

II. ANAMNESIS
Keluhan utama Keluhan tambahan : Kejang : Demam disertai batuk pilek

Riwayat perjalanan penyakit 2 hari SMRS OS mengalami batuk pilek. Lalu OS berobat ke bidan dan diberi OBH, tetapi batuk pilek tidak ada perbaikkan.

1hari SMRS OS mengalami demam yang tidak terlalu tinggi. OS juga masih batuk pilek. Keesokan paginya OS demam tinggi dan selang beberapa menit OS mengalami kejang, 5 menit, kejang tonik. Setelah kejang OS sadar dan tertidur. OS langsung dibawa ke RSUD BARI. Riwayat Penyakit Dahulu Pada bulan Januari OS pernah mengalami kejang, dibawa ke dokter dan diberi diazepam rectal. Luka dan trauma pada kepala disangkal. Riwayat Penyakit Dalam Keluarga Tidak ada dalam keluarga yang pernah mengalami kejang.

Riwayat Kelahiran OS lahir spontan pervaginam, cukup bulan, bbl= 3700gr, pbl=52cm, keadaan saat lahir sehat. Riwayat Makan ASI Susu formula Bubur tim Nasi Kesan Baik

: 0 1 minggu : sampai sekarang : Usia 1 2 tahun : Usia 2 sekarang

Riwayat Perkembangan Motorik kasar : Bisa berjalan dan naik turun tangga Motorik halus : Bisa menggambar Bicara : Bicara dengan baik Sosial dan mandiri : Makan sendiri Kesan Perkembangan Sesuai Usia
Riwayat Imunisasi Imunisasi sesuai Usia

III. PEMERIKSAAN FISIK


Tampak sakit sedang Kesadaran Nadi Pernapasan Suhu Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi Kesan : Kompos mentis : 112x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup : 44x/menit : 37,80C : 14 kg : 94 cm : (-1 SD)-(median) : status gizi baik

Kepala Hidung : nch(-), sekret (+) mukopurulen, mukosa hipermis (-) Mulut : mukosa bibir kering (-), rhagaden (-), sianosis (-) Tenggorokan: faring hiperemis (-), tonsil T1/T1 hiperemis Leher : dbn Thorax : dbn Abdomen : dbn Genitalia : dbn Extermitas : dbn Pemeriksaan Neurologis : Refleks Fisiologis normal, GRM (), Refleks Patologis (-)

IV. Pemeriksaan Penunjang

Darah Rutin (21 Juli 2012) Hb : 10,6 g/dl Hitung jenis : 0/2/2/72/19/3 Leukosit : 12100/mm3 Hematokrit : 30 vol% Trombosit : 119000/mm3

V. Diagnosa Banding
1. Kejang Demam Sederhana + ISPA 2. Kejang Demam Komplek + ISPA

VI. Diagnosa Kerja


Kejang Demam Sederhana + ISPA

VII. Penatalaksanaan
IVFD D5 + NS X gtt/menit makro Diazepam 3 x 4 mg IV Paracetamol 3 x 1 cth Ampisilin 3 x 500 mg IV Gentamisin 2 x 35 mg IV

VIII.Prognosis Quo ad vitam Quo ad fungsionam

: bonam : bonam

BAB II

DEFINISI
Kejang adalah manifestasi klinik lepas muatan listrik berlebihan dari sel-sel neuron.

Kejang demam adalah bangkitan kejang pada kenaikan suhu tubuh (rektal di atas 38) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial.

EPIDEMIOLOGI
20 % angka kejadian kejang demam di Asia Angka kejadian untuk perempuan dan laki-laki adalah sama 70%-80% KDS 20%-30% KDK, 4% fokal, 8% >15 menit, 16% berulang dalam 24 jam

ETIOLOGI
Imaturitas otak Demam genetik

PATOGENESIS

KLASIFIKASI
1. Kejang demam komplek 2. Kejang demam sederhana PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Darah rutin 2. Lumbal pungsi 3. EEG

TATALAKSANA
1. Konservatif 2. Medikamentosa

KOMPLIKASI
Kecacatan neurologis, gangguan perkembangan mental, serta kematian belum pernah dilaporkan.

PREVENTIF DAN PROMOTIF


1. meyakinkan bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik 2. memberitahukan cara penanganan kejang 3. memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang kembali 4. pemberian obat untuk mencegah rekurensi memang efektif, namun harus tetap diingat efek samping obat.

PROGNOSIS
80% untuk kemungkinan berulang bila semua faktor resiko dimiliki sedangkan 10% - 15% bila tidak memiliki faktor resiko tersebut.

BAB III

Berdasarkan anamnesis dan p.fisik kemungkinan penyebab demam, yaitu batuk pilek yang merupakan sumber infeksi dan tubuh merespon infeksi tersebut dengan demam tinggi. Setelah demam OS mengalami kejang, pada kasus ini adalah kejang demam sederhana, sebab OS memenuhi kriteria untuk kejang demam sederhana yaitu, kejang <15 menit, tonik, kejang berhenti sendiri, dan tidak berulang dalam waktu 24 jam.

Terapi : IVFD D5 + NS X gtt makro Diazepam 3 x 4 mg IV Paracetamol 3 x 1 cth Ampisilin 3 x 500 mg IV Gentamisin 2 x 35 mg IV Setelah pulang OS mendapat terapi intermiten berupa paracetamol 3 x 150 mg, 3 x 1 cth dan diazepam oral atau diazepam rectal 3 x 7 mg/hari.

Terima Kasih