Anda di halaman 1dari 20

Dr. H.

Rizal Sanif, SpOG(K)

Terdiri atas 2 fase aktif yaitu fase M (mitosis) dan fase

S (sintesis) serta prephatory phase yaitu G1 (Gap 1) dan G2 (Gap 2). Fase S fase replikasi DNA, berlangsung selama 8 jam. Fase M fase replikasi kromosom yang terpisah menjadi 2 inti anak sel, berlangsung selama 1 jam. Fase Gap fase sintesis komponen sel. G1 berlangsung 2 jam, G2 bervariasi dari 6 jam sampai beberapa hari.

PROTO-ONKOGEN Gen normal yang mengontrol pertumbuhan sel dan akan memproduksi protein Macam2 proto-onkogen: (1) growth factor (2) growth factor receptor (3) non-receptor kinases (4) signal transducer (5) transcription factor (6) nuclear protein Proto-onkogen dapat terganggu struktur & fungsinya sel tumbuh tak terkendali kanker Gen yang bermutasi disebut onkogen

GEN SUPRESOR Sel tumbuh di bawah pengaruh faktor pertumbuhan bila pertumbuhan sudah cukup maka faktor supresi pertumbuhan diaktivasi Menciptakan keseimbangan yang harmonis Yang termasuk gen supresor: - RB (Retinoblastoma) - TP53 - BRCA1 dan BRCA 2

APOPTOSIS Merupakan kematian sel yang terencana Proses yang aktif & bermanfaat dalam proliferasi dan diferensiasi sel Perubahan sel apoptosis kromatin memadat, sel mengisut, dan disorganisasi organel sitoplasma Proto-onkogen yang terlibat: MYC, E1a, AKT, RAS, REL Gen supresor yang terlibat: PTEN, RB1, p53, ARF Pengaturan melalui jalur yang berujung pada pengaktifan caspase

PROSES KARSINOGENESIS
Kanker akumulasi perubahan genetik, berupa mutasi, kelainan

jumlah atau struktur

Tahapan: 1. Inisiasi

2.

Gen mengalami kerusakan irreversible. Sel tidak bertumbuh atau tumbuh perlahan Promosi Sel yang terinisiasi akan dipacu untuk membelah oleh karsinogen atau promoting agent.

Kerusakan unsur genetik pada karsinogenesis dapat

terjadi pada: 1. tingkat kromosom - kelainan struktur atau jumlah - berupa delesi, translokasi 2. tingkat gen - kelainan struktur atau fungsi - berupa metilasi, aktivitas isomerase

MUTASI Satu sel dapat mengalami mutasi beberapa kali menjadi mesin kehidupan yang abnormal, berproliferasi tanpa terkendali oleh badan Mutasi dapat berupa: a. point mutation: satu base pair diganti base pair lain b. translokasi: sebagian kromosom terpotong dan menempel pada bagian kromosom lain c. amplifikasi gen: kopi gen yang berlipat ganda sampai beberapa ribu kali d. delesi: proses hilangnya bagian dari suatu gen

ETIOLOGI KANKER Kongenital, faktor lingkungan seperti fisik, kimiawi dan biologik (antara lain virus). Virus - virus onkogen RNA & DNA virus - virus RNA: Human T-cell Leukemia Type 1 (HTLV-1), HIV, Hepatitis C - virus DNA: Hepatitis B, Epstein Barr, Human Papilloma Virus (HPV)

Kimiawi

- Terbagi 2 kelas, (1) berikatan dengan DNA tanpa mengalami metabolisme lebih dulu (2) berperangai karsinogen setelah mengalami metabolisme lebih dulu - Karsinogen kimiawi: direct-acting alkylating agent, polycyclic aromatic hydrocarbon, aromatic amines dan azo dyes--napthylamine, nitrosamines dan amides, naturally-occuring carcinogens seperti aflatoksin

Radiasi

- Radiasi karsinogenik adalah radiasi ultraviolet (UV) dan ionisasi - Ultraviolet B (UV B): menyebabkan mutasi gen supresor (p53 dan Ras), menekan fungsi limfosit, mempengaruhi reparasi DNA sel-sel kulit - Radiasi ionisasi: efek yang ditimbulkan dapat bersifat langsung (berinteraksi langsung dengan DNA) atau tidak langsung (melalui interaksi radikal bebas).

Onkogen adalah suatu gen abnormal yang terbentuk

karena adanya mutasi pada proto-onkogen.


Onkogen bekerja mengaktivasi protein yang berperan

pada pembelahan sel atau siklus sel


Protein yang dihasilkan oleh onkogen disebut

onkoprotein
Onkogen menyebabkan terjadinya degenerasi

keganasan

Mutasi proto-onkogen dapat terjadi karena:

- infeksi virus - paparan radiasi - kontaminasi zat kimia yang karsinogenik


Mutasi yang terjadi dapat berupa mutasi noktah,

translokasi, insersi, delesi, amplifikasi

Tumor supresor gen (TSG) adalah gen yang bekerja

menghentikan siklus sel atau menghambat mekanisme aktivasi siklus sel. TSG bekerja pada keadaan normal, bila terjadi mutasi kehilangan fungsi sinyal penghambat pertumbuhan akan hilang Hypothesis Knudson : dalam sel normal terdapat gen yg mengatur siklus sel melalui mekanisme penghambatan terhadap pertumbuhan atau perkembangan sel bila gen supresi hilang akan timbul percepatan sel

Tabel x. Beberapa klon (turunan) TSG pada kanker ginekologi Gen


RB1

TSG
Retinoblastoma

Kromosom
13q14

Lokasi
Serviks

Peranan
Kontrol siklus sel Kontrol siklus sel, apoptosis Reparasi DNA Faktor transkripsi Faktor transkripsi

P53

Regulator transkripsi Kolon (poliposiskoli) Payudara ovarium Payudara ovarium

17q13

Serviks

hMSH2

2p22

Endometrium ovarium Ovarium payudara Ovarium payudara

BRCA 1

17q21

BRCA 2

13q12

Pertumbuhan dan diferensiasi sel dipicu oleh

pengenalan sinyal2 ekstraseluler pada permukaan sel, yang mengakibatkan pengaktifan kaskade biokimiawi di inti dan sitoplasma. Ketika jalur pensinyalan pertumbuhan normal menjadi tidak teratur, dapat menyebabkan transformasi malignan pada sel-sel manusia Molekul2 yang mentransduksi sinyal membentuk suatu jaringan kerja biokimiawi mengakibatkan perubahan2 pada ekspresi gen, sintesis DNA, arsitektur sitoskeletal dan metabolisme seluler

Jenis-jenis transduksi sinyal: Jalur pensinyalan yang dipicu oleh faktor-faktor pertumbuhan Jalur pensinyalan yang diaktifkan oleh stress Jalur pensinyalan melalui reseptor-reseptor sitokin Jalur pensinyalan melalui reseptor-reseptor antigen

Tumor ganas mempunyai kemampuan untuk

berinvasi, kemudian bermetastasis dan dipermudah dengan terbentuknya pembuluh darah baru atau neoangiogenesis. Untuk berinvasi & bermetastasis maka sel tumor harus dapat melepaskan diri dari tumor primer, mendegradasi matriks ekstraseluler, bermigrasi ke tempat jauh, menyangkut di dalam pembuluh kapiler, bermigrasi menembus membrana basal & jaringan ikat dibawahnya ke tempat metastasis.

Cascade theory of metastasis

Metastasis terjadi melalui a series complex of sequential steps atau suatu rangkaian tahapan2 yang kompleks dimana sel-sel ganas lepas dari massa tumor primer & menginvasi penyangga jaringan penjamu didekatnya.
Sel2 tumor yang bermetastasis ini tidak hanya

perluasan dari tumor asal tetapi juga memiliki sifat2 khusus yang berbeda dengan sel tumor primer.

Hal yang berperan dalam terjadinya metastasis adalah:

1. agresivitas tumor 2. gangguan gen 3. gangguan kromosom