Anda di halaman 1dari 25

Dr. Dewi Rosmana T.

Abortus
Definisi : Perdarahan dari uterus yang disertai dengan keluarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi sebelum pada usia kehamilan < 20-24 minggu dan atau Berat < 500gr Patofisiologi : Pada awal abortus terjadi perdarahan dalam desidua basalis + nekrosis jaringan sekitarnya hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya (benda asing dalam uterus) uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya.

Korelasi Abortus dengan Usia Kehamilan


Pada kehamilan < 8 Mg Hasil konsepsi biasanya dikeluarkan seluruhnya, karena villi koriales belum menembus desidua secara dalam. Pada kehamilan 8-14 Mg Villi koriales menembus desidua lebih dalam, sehingga plasenta tidak dilepaskan sempurna banyak perdarahan. Pada kehamilan > 14 Mg Yang dikeluarkan setelah ketuban pecah adalah janin, disusul plasenta, jika lengkap perdarahan tidak banyak .

ETIOLOGI
Kelainan ovum Kondisi rahim yang tidak optimal Gangguan sirkulasi placenta Penyakit-penyakit ibu Antagonis Rhesus Kromosom abnormal Organ reproduksi abnormal Trauma fisik/jiwa Keracunan Cervix incompeten Malnutrisi Laparotomi

MANIFESTASI KLINIS
Amenorhea < 20 minggu Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi Rasa mulas atau kram perut di atas simfisis Pemeriksaan ginekologis a. Inspeksi vulva: perdarahan pervaginam, ada/tidak jaringan hasil konsepsi, tercium/tidak bau busuk dari vulva b. Inspekulo : perdarahan dari kavum uteri, ostium uteri terbuka/tertutup, ada/tidak jaringan keluar dari ostium, ada/ tidak cairan atau jaringan berbau busuk.

PRINSIP PENATALAKSANAAN PERDARAHAN PER VAGINAM PADA USIA KEHAMILAN MUDA :


1. JANGAN LANGSUNG LAKUKAN KURETASE !!! 2. Tentukan keadaan janin, mati atau hidup. Bila memungkinkan periksa dengan USG. 3. Beta HCG masih dapat positif walaupun janin sudah mati

Indikasi Abortus Medisinalis


Gangguan kesehatan yang sangat mengancam keselamatan ibu Kehamilan akibat perkosaan atau incest Dipastikan terjadi cacat berat pada janin (severe physical deformities) atau retardasi mental

Indikasi dan Frekuensi Abortus Buatan


ABORTUS TERAPETIK Indikasi dan frekuensi
Gawatdarurat 25.0% Alasan medis 12.0%

Atas permintaan 40.0%

Aspek sosial 23.0%

Sumber: Van Look & von Hertzen, 1990

KLASIFIKASI
1. Menurut penggolongan jenis

a. Abortus spontan yaitu terjadi dengan sendirinya. b. Abortus provokatus yaitu dengan disengaja - Abortus provokatus terapitikus - Abortus provokatus kriminalis

2. Menurut derajat atau tingkatannya a. Abortus Iminens b. Abortus Insipiens c. Abortus Inkomplit d. Abortus Komplit e. Retensi Embrio (Missed Abortion) f. Abortus habitualis g. Abortus infeksius

Abortus Imminens
Peristiwa perdarahan dari uterus pada kehamilan < 20 minggu, hasil konsepsi masih dalam uterus, tanpa adanya dilatasi serviks. Gejala perdarahan dari OUE, mules sedikit/(-), besar uterus = usia gestasi, OUI tertutup, tes kehamilan positif. Penanganan : Bedrest USG janin hidup / mati Progesteron ?? Prognosa tergantung macam & lamanya perdarahan. Prognosa kurang baik jika perdarahan lama, disertai mules dan pendataran serta pembukaan serviks.

Abortus Insipien
Peristiwa perdarahan utereus pada kehamilan < 20 minggu, dengan dilatasi serviks uteri yang meningkat, hasil konsepsi masih dalam uterus. Gejala : Mules sering & kuat, perdarahan bertambah banyak. Penanganan Penanganan : pengeluaran hasil konsepsi bisa dengan kuret vakum atau cunam ovum, disusul dengan kerokan. Pada kehamilan > 12 MG, perdarahan tridak banyak, bahaya perforasi > besar Infus oksitosin. Bila janin sudah keluar, plasenta tertinggal pengeluaran plasenta secara digital kerokan.

Abortus Inkompletus
Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan < 20 minggu, dengan sisa yang tertinggal dalam uterus. Diagnosis Kanalis servikalis terbuka, teraba, jaringan dapat teraba dalam kavum uteri/ menonjol dari OUE, perdarahan bisa banyak sekali, tak akan berhenti sebelum sisa konsepsi dikeluarkan syok.

Terapi Penanganan syok infus NaCl/RLtransfusi kerokan ergometrin im

Abortus Kompletus
Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan. Gejala Perdarahan sedikit, ostium uteri eksternum terutup, uterus mengecil. Penanganan Bila anemis Sulfas Ferrosus.

Missed Abortion
Kematian janin < 20 Mg, tapi tidak dikeluarkan selama 8 Mg. Etiologi ??, diduga Hormon progesteron Gejala Diawali dengan abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau setelah terapi. Gejala subyektif kehamilan menghilang, mammae mengendor, uterus mengecil, tes kehamilan (-). Sering disertai gangguan pembekuan darah karena hipofibrinogenemia. Terapi Tergantung KU & kadar fibrinogen serta psikis os. Jika < 12 Mg DC, jika > 12 Mg infus oksitosin 10 IU/D5 500 cc atau Prostagalndin E

Abortus Habitualis
Abortus spontan yang terjadi 3x berturut-turut (0,41%, Bishop) Etiologi : Abortus spontan, imunologik/ kegagalan reaksi terhadap antigen. Penanganan : Anamnesa lengkap, pemeriksaan golongan darah suami & istri, inkompatibilitas darah, pemeriksaan VDRL, TTGO, pemeriksaan Kromosom & mikoplasma. Pada Trimester 2 inkompeten serviks cerclage Tatalaksana tergantung etiologi

Abortus Infeksiosus / Abortus Septik


Abortus infeksiosus : abortus yang disertai infeksi traktus Genitalia. Abortus septik : abortus infeksiosus berat disertai penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum. Gejala : Terjadi abortus disertai tanda infeksi : demam, takikardi, perdarahan pervaginam berbau, uterus membesar, lembek, nyeri tekan, lekositosis. Bila sepsis demam , menggigil, Tekanan Darah . Penanganan ; infus transfusi, Antibiotik. Kuretase dilakukan dalam 6 jam

Tabel 4-3 DERAJAT ABORTUS


Diagnosis Perdarahan Serviks Besar uterus Gejala lain

Abortus iminens

Sedikit sedang

Tertutup Lunak

Sesuai usia kehamilan

Pt positif Kram ringan Uterus lunak

Abortus insipiens

Sedang banyak

Terbuka Lunak

Sesuai atau lebih kecil

Kram sedang/kuat Uterus lunak

Abortus inkomplit

Sedikit banyak

Terbuka Llunak

usia kehamilan

Kram kuat . Keluar jaringan Uterus lunak

Abortus komplit

Sedikit tidak ada

Tertutup Lunak

usia kehamilan

Sedikit/tanpa kram massa kehamilan (+/-) Uterus agak kenyal

Diagnosa

Gx Klinis

Penatalaksanaan
-Istirahat tirah baring

-Amenorhea Abortus Imminens -Tanda-tanda hamil muda

-Pemberian sedative -Perdarahan pervaginam -Pemeriksaan USG -Nyeri pd perut/pinggang bag. untuk memastikan bawah apakah janin masih -VT : ostium uteri masih tertutup hidup -Diet tinggi protein dan -USG: ukuran kantong amnion normal, jantung janin berdenyut tambahan vitamin C -Periksa denyut nadi dan suhu badan 2x/hari bila pasien tidak panas, dan tiap 4 jam bila pasien panas

Diagnosa
Abortus Incipiens

Gx Klinis
-Perdarahan pervaginam disertai nyeri perut bagian bawah -VT: ostium uteri menipis dan terbuka , ketuban menonjol, buah kehamilan utuh USG: jantung janin masih berdenyut, perdarahan sub khorionik banyak di bagian bawah

Penatalaksanaan
-kuret atau drip oksitosin bila kehamilan > 12 minggu -sebelum dilakukan kuretase, diberikan antibiotika profilaksis -Pasca tindakan diberikan injeksi metil ergometrin maleat, untuk mempertahankan kontraksi -Memperbaiki k/u -Kosongkan isi uterus (menghentikan perdarahan) -Berikan uterotonika -Berikan antibiotik

Abortus Inkomplit

-Perdarahan pervaginam -Nyeri -kadang-kadang disertai syok VT: ostium uteri terbuka, didapat sisa kehamilan/plasenta

Diagnosa

Gx Klinis

Penatalaksanaan
-Bila kondisi px baik, berikan uterotonika (ergometrin) 4x1 tab selama 3-5 hr - Bila px anemia, berikan hematinik seperti sulfas ferosus atau transfusi darah - Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi - Anjurkan px untuk diet tinggi protein, vitamin, mineral

-Perdarahan pervaginam Abortus Komplitus - Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan - Ostium uteri menutup, uterus sudah banyak mengecil - Tidak ada gejala kehamilan - Hasil tes kehamilan (-) - USG: uterus kosong

Diagnosa
Missed Abortion

Gx Klinis
-Perdarahan dan keluhan kehamilan -Pemeriksaan fisik: TFU yang menetap dan bahkan tidak sesuai dengan umur kehamilan -DJJ (-)

Penatalaksanaan
- Pemeriksaan faal hemostasis -Kehamilan < 12 mgg langsung kuretase - Kehamilan > 12 minggu misoprostol 1 tab/Intra Vaginal/6jam/1 hr dilanjutkan dgn drip oxytocin dan kuretase -Disarankan untuk monitoring fibrinogen serum Penatalaksanaan tergantung dari etiologinya

Abortus Habitualis

abortus spontan 3x atau lebih secara berturut-turut.

Diagnosa
Abortus infeksius

Gx Klinis

Penatalaksanaan

Amenorhea Perbaiki k/u dengan infus, transfusi Perdarahan Antipiretik : Xylomidon 2 cc IM Keluar jaringan yang telah ditolong di luar RS Antibiotik dosis tinggi : kanalis servikalis Ampicilline atau Amoxicillin 1 gr terbuka, teraba jaringan IV/hr tiap 8 jam selama 3-5 hr demam, nadi cepat, Kuret setelah 3-6 jam perdarahan berbau, uterus besar dan lembek, nyeri tekan, leukositosis, TD turun sampai syok

Terima Kasih