Anda di halaman 1dari 39

CNC Lathe 2

KATA PENGANTAR

Sebelumnya penyusun mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan YME atas terbitnya seri buku trilogy CNC Lathe . Tanpa dukungan dari pembaca semua buku seri terakhir ini berat untuk diterbitkan. Seri buku trilogy CNC Lathe merupakan rangkaian 3 seri buku yang terdiri atas buku CNC Dasar, buku CNC Lathe 1 dan buku CNC Lathe 2. Pada buku CNC Lathe 2 ini akan dijelaskan mengenai metode dasar dari seorang calon programmer untuk menguasai sistem komputerisasi mesin bubut CNC. Seorang programmer bisa dikatakan juga sebagai aktor utama dalam mengatur jalannya mesin CNC ini. Sebuah marker ( pembuat mesin ) akan mengeluarkan lisensi terhadap mesinmesin bubut CNC-nya masing-masing. Secara otomatis program mesin bisa berbeda-beda karena untuk menjaga originalitas marker itu sendiri. Dengan mempelajari dasar teori pemrograman ini memudahkan programmer untuk mengatasi variasi program dalam mesin bubut CNC. Diharapkan dengan buku panduan ini para pemakai mesin CNC Lathe terutama pemakai dalam lingkungan PT Menara Terus Makmur dapat memahami sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya. Tak ada gading yang tak retak demikian pula dengan kesempurnaan buku ini. Segala kekurangan dalam buku ini menjadi tolak ukur kemampuan penyusun. Oleh karena itu kami amat sangat berbahagia jika ada kritik maupun saran guna kesempurnaan buku panduan ini.

Cikarang,

November 2008

Penyusun

CNC Lathe 2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .. Daftar Isi .. Bab I Turning Process 1. 1. 1. 2. Pengertian ..

i ii I-1 I-1 I-1 I-2 I-2 I-3 I-3 I-4 I-4

.. ..

Macam-Macam Proses Turning

1. 2. 1. Profile Proses Turning 1. 2. 2. Profile Proses Grooving 1. 2. 3. Profile Proses Threading

.. .. ..

1. 2. 4. Drilling .. 1. 2. 5. Boring .. 1. 3. Methode Cutting ..

Bab II Programming Manual 2. 1. 2. 2. 2. 3. Pengertian

..

II-1 II-1 II-1 II-3 II-3 II-4 II-5 II-5 II-5

.. ..

Langkah Pembuatan Program Bahasa Program

..

2. 3. 1. G-Code List 2. 3. 2. M-Function 2. 3. 3. S-Function 2. 3. 4. T-Function 2. 4.

.. .. .. ..

Pembacaan Titik Koordinat ..

CNC Lathe 2

2. 5. 2. 6.

Program Example

.. ..

II-7 II-10

Input Data ( Program )

Bab III Setting Tools .. 3. 1. 3. 2. Pengertian ..

III-1 III-1 III-1 III-2 III-3 III-3 III-4

Komponen Cutting Tool Unit .. ..

3. 2. 1. Tool Pos

3. 2. 2. Holder .. 3. 3. 3. 4. Metode Pemasangan Holder .. Setting Tools ..

Bab IV Jaws .. 4. 1. 4. 2. 4. 3. 4. 4. 4. 5. Pengertian Model Jaws .. .. ..

IV-1 IV-1 IV-1 IV-2 IV-3 IV-5

Metode Clamping

Teknik Modifikasi Soft Jaws .. Problem Process Soft Jaws ..

CNC Lathe 2

BAB I TURNING PROCESS

1. 1.

Pengertian Pada bab kali ini akan dijelaskan mengenai dasar-dasar pemakanan

pada mesin bubut CNC. Turning adalah proses machining dimana benda kerja berputar dan cutting tools bergerak secara transisi. Cutting tools bisa dikategorikan dalam beberapa macam yaitu jenis batu (stone), metal (carbide), air ataupun laser. Secara umum pemakaian cutting tools untuk mesin bubut CNC adalah jenis carbide.

Gb.1.1. Turning process

1. 2.

Macam-Macam Proses Turning Beberapa proses pemakanan yang dapat dilakukan di mesin bubut CNC

diantaranya : turning, facing, threading, drilling, boring, grooving.

CNC Lathe 2

1. 2. 1. Profile Proses Turning Beberapa profile yang dapat dibentuk pada proses turning, diantaranya:

Turning

Facing

Profiling

Plunging

Gb.1.2.1. Profile turning

1. 2. 2. Profile Proses Grooving Beberapa profile yang dapat dibentuk pada proses grooving, diantaranya:

Grooving (OD)

Face grooving

Gb.1.2.2. Profile grooving

CNC Lathe 2

1. 2. 3. Profile Proses Threading Threading adalah istilah pembuatan ulir dalam proses turning (bubut).

Dalam proses threading pembuatan ulir tidak bisa dilakukan dalam 1 kali pemakanan, dikarenakan contour dari insert itu sendiri. Beberapa methode pemakanan dalam proses threading caned-cycle (berulang-ulang)

Gb.1.2.3. methode threading caned-cycle

1. 2. 4. Drilling Drilling adalah proses machining untuk membuat lubang.

Gb.1.2.4. Drilling

CNC Lathe 2

1. 2. 5. Boring Boring adalah proses machining untuk memperbesar diameter lubang.

Gb.1.2.5. Boring

1. 3.

Methode Cutting Saat melakukan pemakanan (proses cutting) terhadap suatu produk perlu

diketahui posisi benda kerja (work piece) serta cutting tools (insert). Ini dikarenakan tiap cutting tools mempunyai 2 tipe posisi pemegang (holder) yaitu right hand (posisi kanan) dan left hand (kiri). Sesuaikan posisi holder dengan putaran spindle, dan sebagai acuannya adalah arah putaran kearah bagian atas daripada cutting tools (insert).

Left hand holder

Right hand holder

Gb.1.3. Posisi holder

CNC Lathe 2

BAB II PROGRAMMING MANUAL

1. 4.

Pengertian Programming manual adalah sistem pembuatan program secara manual,

artinya disini seorang programmer akan menentukan titik-titik koordinat program berdasarkan perhitungannya sendiri sehingga kemungkinan terjadi kesalahan dalam pembuatan program relatif tinggi. Berbeda dengan sistem programming with CAM dimana penghitungan dalam menentukan titik-titik koordinat program akan dibuat secara otomatis oleh komputer.

1. 5.

Langkah Pembuatan Program Perlu dibuatkan sebuah rencana yang matang untuk membuat suatu

mekanisme pengerjaan sebuah produk secara effisien dan produktif. Dibawah ini adalah diagram langkah pembuatan program.

Raw material

Gambar produk

Membuat titik koordinat machining Gambar machining dengan mempertimbangkan aktual produk gambar machining). (raw material) dengan (finished

produk

CNC Lathe 2

Rencana machining

Menentukan

metode

machining

yang effisien dan produktif. - Soft jaws atau hard jaws Bentuk chuck (jaws) - Lebar penge-clampan - Pembuatan jig jika diperlukan - Pengadaan chuck spesial - Jenis cutting tools Pemilihan cutting tools - Jumlah cutting tools - Jenis tips (tool holder) - Penentuan kecepatan putar spindle Menentukan cutting data - Penentuan feeding - Penentuan depth of cut - Perlu tidaknya penggunaan Masukan coolant data tool offset dari tiaptiap tools yang ada.

Setting tool offset data

Proses pembuatan program dengan Pembuatan PROGRAM menentukan tool path machining ( titik koordinat pergerakan mesin ).

Input program NC

Cek program

Membandingkan

posisi

aktual

mesin dengan posisi saat proses machining. Operasi mesin Ukur benda kerja dan re-input tool offset jika diperlukan.

CNC Lathe 2

1. 6.

Bahasa Program

2. 3. 1. G-Code List

S : standar G-code *G00 G01 01 G02 G03 G04 G20 06 G21 G27 00 G28 G32 G50 G68 04 *G69 G90 G92 G94 G96 02 *G97 Constant spindle speed 01 Mirror image for double turret OFF Cutting cycle A Thread cutting cycle Cutting cycle A Constant surface speed control 01 00 Reference position return (home position machine) Thread cutting Coordinat system setting/ maximum spindle speed Mirror image for double turret ON Metric data input Reference position return check 00 Circular interpolation (CW) Circular interpolation (CCW) Dwell Inch data input Group Positioning Linear interpolation Fungsi

O : option Partisi

CNC Lathe 2

2. 3. 2. M-Function

M-code M00 M01 M02 M03 M04 M05 M08 M09 M10 M11 M16 M17 M18 M22 M24 M25 M30 M98 M99

Name Program stop Optional stop End of program Spindle forward Spindle reverse Spindle stop Coolant ON Coolant OFF Tailstock forward Tailstock reverse Turret random select Turret forward Turret reverse Program start M code Front door open Front door close End of tape Call sub program End of sub program

Arti Program stop at single block . Program stop when code program M01 active. Return to the first position program. To rotate spindle clockwise (CW). To rotate spindle counter-clockwise (CCW). To stop spinde rotating To active coolant program ON To active coolant program OFF To move tailstock spindle forward To move tailstock spindle reverse The turret rotates at random The turret rotates at forward The turret rotates at reverse To prevent miss-operation put this at top To open front door or shutter To close front door or shutter All function STOP and reset to top program To call the sub program from main program Sub program stops & return to main program

CNC Lathe 2

2. 3. 3. S-function

G97

S1500 Aktual putaran spindle adalah 1500 rpm.

G50

S1400 Maksimum putaran spindle adalah 1400 rpm.

G96

S150 Constant surface speed (Vc) adalah 150m/min.

2. 3. 4. T-function

T01

01 Tool offset number Tool number (turret number)

1. 7.

Pembacaan Titik Koordinat Seperti yang dijelaskan pada bab-bab sebelumnya bahwa mesin bubut

CNC mempunyai standar 2 titik koordinat, yaitu titik koordinat sumbu X dan sumbu Z.

CNC Lathe 2

Ada 2 cara pembacaan titik koordinat yaitu : 1. Pembacaan secara absolut 2. Pembacaan secara incremental Koordinat X dan Z digunakan pada program absolut sedangkan koordinat U dan W digunakan pada program incremental.

Sumbu X 5 4 3 2 1 A 1 B 2 3 4 5 Sumbu Z F C D E

Gb.2.4. Metode pembacaan titik koordinat

Cara membaca titik koordinat di atas adalah : Pembacaan secara absolut A. B. C. D. E. F. X0. Z0. Pembacan secara incremental A. B. C. D. E. F. U0. W0.

X1.0 Z1.0 X4.0 Z1.0 X4.0 Z3.0 X5.0 Z4.0 X2.0 Z5.0

U1.0 W1.0 U3.0 W0.0 U0. W2.0

U1.0 W1.0 U-3.0 W1.0

CNC Lathe 2

1. 8.

Program Example

Berdasarkan gambar diatas, maka program untuk proses machiningnya dibagi menjadi 4, yaitu : 1. Proses outer diameter rough cutting G00 X100.0 Z50.0 ; G96 S140 M03 T100 ; X35.0 Z2.0 T01 M08 ; G01 Z-66.9 F0.4 ; X44.0 ; G00 Z2.0 ;

CNC Lathe 2

X23.5 ; G01 X30.5 Z-1.5 ; Z-18.0 ; X34.5 Z-43.0 ; G02 X33.851 Z-66.9 R20.0 ; G01 X44.0 ; G00 X100.0 Z50.0 T00 ; M01 ;

2.

Proses outer diameter finish cutting G00 X100.0 Z50.0 ; G96 S200 M03 T200 ; X23.0 Z2.0 T02 ; G01 X30.0 Z-1.5 F0.15 ; Z-18.0 ; X34.0 Z-43.0 F0.1 ; G02 X34.0 Z-67.0 R20.0 ; G01 X39.0 ; X41.0 Z-68.0 ; X44.0 ; G00 X100.0 Z50.0 T00 ; M01 ;

CNC Lathe 2

3.

Proses outer diameter proving G00 X100.0 Z50.0 ; G96 S130 M03 T300 ; X34.0 Z-18.0 T03 ; G01 X26.0 F0.08 ; G04 U0.1 ; G01 X34.0 F0.5 ; G00 X100.0 Z50.0 T00 ; M01 ;

4.

Proses outer diameter threading G00 X100.0 Z50.0 ; G97 S1300 M03 T400 ; X40.0 Z2.0 T04 ; G92 X29.6 Z-16.0 F-1.0 ; X29.2 ; X28.8 ; X28.4 ; X28.0 ; G00 X100.0 Z50.0 T00 M09 ; M05 ; M30 ;

CNC Lathe 2

1. 9.

Input Data ( Program ) Sebuah program dapat dibuat langsung pada mesin artinya seorang

programmer langsung mengetik program di depan mesin, bisa juga dengan cara transfer program artinya programmer membuat program di komputer lain baru program dipindah ke mesin. Media untuk transfer data berupa compact flash disc, floopy disc A, ataupun interface komunikasi RS232C. Alat-alat ini disesuikan dengan kebutuhan dan model mesin yang digunakannya.

PUNCH

MESIN

READ

COMPACT FLASH DISC FLOOPY DISC A INTERFACE RS232C

Gb.2.6. Ilustrasi transfer data

CNC Lathe 2

BAB III SETTING TOOLS

1. 10.

Pengertian Setting tools adalah pekerjaan tindak lanjut setelah cutting tool unit

terpasang pada mesin bubut CNC. Di awal kita sedikit mengetahui istilah tool offset data. Pada bab ini akan dijelaskan lebih jauh mengenai cara setting tools sampai input tool offset data.

1. 11.

Komponen Cutting Tool Unit Sebuah cutting tool terdiri atas beberapa komponen yaitu : 1. Tool pos 2. Holder 3. Cutting tool

Tool pos Cutting tool

Holder

Gb.3.2. Cutting tool unit

CNC Lathe 2

2. 3. 5. Tool Pos Tool pos merupakan pemegang holder. Tool pos ini dibutuhkan ketika kita memasang holder dalam posisi horizontal, karena dalam beberapa kasus pemasangan holder tidak menggunakan tool pos.

Holder menggunakan tool pos Holder tidak menggunakan tool pos

Gb.3.2.1. Pemasangan tool pos

Bentuk tool pos ada 2 macam yaitu facing holder dan boring holder.

Facing holder

Boring holder

Gb.3.2.1. Macam-macam tool pos

CNC Lathe 2

2. 3. 6. Holder Holder merupakan bagian dari cutting tools unit yang berfungsi sebagai pemegang cutting tool (insert). Berdasarkan model yang ada bentuk holder dibagi menjadi 2 yaitu model shank (kotak) dan model boring (silinder).

Model shank

Model boring

Gb.3.2.2. Bentuk holder

1. 12.

Metode Pemasangan Holder Holder terpasang pada tool pos dengan bantuan clamping system (baut),

dimana kedua unit ini ditempatkan pada turret atau rotary tool change system. Prosedur pemasangan holder adalah : 1. Posisi holder base menempel pada tool pos base.

Gb.3.3.1. Metode pemasangan holder

CNC Lathe 2

2. Mimimalkan overhang pada holder.

Gb. 3.3.2. Overhang

Untuk mengurangi terjadinya overhang yang terlalu besar, maka saat pemasangan holder ada hal yang harus diperhatikan, yaitu :

Keterangan : L = maximum free holder length l = width of shank/ bore diameter L l

dimana, L max = 3 x l

1. 13.

Setting Tools Setting tools adalah tindak lanjut setelah tools terpasang di turret.

Pengerjaan berikutnya adalah mensejajarkan panjang pendeknya tools terhadap posisi mesin (datum). Prosedur melakukan setting tools adalah :

CNC Lathe 2

1. Sejajarkan tools dalam sumbu X

T1

X1

T3

X3

Ketika melakukan setting tools dalam sumbu X, seringkali kita mengalami kesulitan untuk menggerakan tools ke centre datum, oleh karena itu perlu alat bantu untuk mempermudahnya.

material

Sehingga posisi mesin sesungguhnya adalah actual [ posisi mesin] dikurangi diamater material.

CNC Lathe 2

2. Sejajarkan tools dalam sumbu Z

T1 Z1 T2 Z2 T3 Z3

Posisi sebelum disetting (actual position)

T1 Z1 T2 Z2 T3 Z3

Posisi sesudah disetting (machine offset calculation)

Sehingga secara keseluruhan setelah tools di-setting dalam sumbu X dan Z (untuk mesin bubut CNC) , maka seolah-olah posisi tools oleh mesin akan dibaca dalam jarak yang sama.

CNC Lathe 2

3. Setting Z-offset untuk proses pengerjaan produk. Saat melakukan setting Z-offset ini pastikan bahwa antara program dan produknya sesuai (merupakan pasangan produk dan program).

T1

Titik referensi (0,0)

Untuk mempermudah saat melakukan setting Z-offset, gunakan titik terluar finish product menjadi titik referensi pengerjaan (0,0) serta gunakan salah satu tools untuk mengesetnya untuk kemudian dikalkulasikan ke tool-tool yang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan setting cutting tools : 1. Pastikan paham akan pembacaan program T-function.

T1 01 01
TYPE tools (optional)

T1 01

T1

00

No. tool OFFSET

tools OFFSET tidak pakai

No. TURRET

CNC Lathe 2

2. Sesuaikan nomor cutting tools (yang akan di-setting) pada turret dengan tools data pada program.

3. Setting cutting tools dilakukan pada sumbu X dan sumbu Z. Cutting tools sebelum disejajarkan

Cutting tools setelah disejajarkan

CNC Lathe 2

Contoh pembuatan produk dengan titik referensi yang berbeda :

Tool path program

Titik referensi A

Titik referensi B

Proses dengan titik referensi A

Proses dengan titik referensi B

Hasil produk dengan titik referensi A

Hasil produk dengan titik referensi B

CNC Lathe 2

BAB IV JAWS

1. 14.

Pengertian Jaws adalah komponen yang berfungsi untuk memegang material dalam

mesin bubut. Komponen ini ditempatkan pada hydrolic chuck unit dan dikunci menggunakan clamping nut ( T-nut ).

Cutting tool T-nut Baut

Hydrolic chuck unit Jaws

Gb.4.1. Pemasangan jaws

1. 15.

Model Jaws Berdasarkan fungsi pemakaiannya jaws dibedakan menjadi 2 yaitu : a. Hard Jaws b. Soft Jaws

CNC Lathe 2

Hard jaws berupa material keras karena adanya proses hardening pada komponen tersebut. Hard jaws ini terbatas pemakaiannya karena tidak dapat dimodifikasi. Misalpun ada modifikasi itu karena merupakan special order (pesanan khusus). Soft jaws merupakan clamping yang biasa digunakan pada proses produksi karena kemudahannya untuk dimodifikasi.

Gb.4.2. Jaws

1. 16.

Metode Clamping Metode pencekaman jaws disesuaikan dengan bentuk produk serta

toolpath program.

Jaws mencekam kedalam

Jaws mencekam keluar

Gb. 4.3. Metode clamping jaws

CNC Lathe 2

1. 17.

Teknik Modifikasi Soft Jaws Secara garis besar kunci keberhasilan dalam memodifikasi soft jaws

adalah awal ketika kita menentukan datum material yang di-clamping serta area clamping pada soft jaws. Prosedur dalam memodifikasi soft jaws : 1. Samakan jarak grip pada tiap-tiap jaw.

MATERIAL

2. Buat soft jaws dimana diameter soft jaws yang mencekam sama dengan diameter material yang dicekam.

SOFT JAW

MATERIAL

CNC Lathe 2

3. Buat soft jaws dengan jarak baut pengikat dengan center spindle terpendek.

L2 L1

4. Maksimalkan penggunaan area clamping pada soft jaws.

AREA CLAMPING

5. Minimalkan penggunaan area datum pada soft jaws.

AREA DATUM

CNC Lathe 2

6. Buat area pembebas pada sudut-sudut yang bersentuhan antara material dan soft jaws.

AREA PEMBEBAS

7. Setiap me-repair soft jaws pada area datum ( datum pada sumbu Z ) setting kembali Z-offsetnya.

AREA DATUM

1. 18.

Problem Process Soft Jaws Beberapa masalah dapat muncul dikarenakan kesalahan saat pemakaian

soft jaws., diantaranya : 1. Oval Oval adalah kondisi dimana hasil turning produk setelah dua kali operasi kedua centre-nya bergeser (tidak pada satu sumbu).

CNC Lathe 2

Penyebab : - pemasangan soft jaws grip-nya tidak sama. Perbaikan : - samakan jarak antar grip-nya.

2. Tebal-tipis Tebal-tipis adalah kondisi dimana hasil turning produk hasil proses mempunyai tebal yang berbeda pada tiap sumbunya.

Penyebab : - clamping tidak sempurna karena soft jaws tidak rata. Perbaikan : - ratakan datum material (repair soft jaws).

CNC Lathe 2

3. Ngecap (Marking) Ngecap atau marking adalah kondisi dimana hasil turning produk hasil terjadi cacat akibat terjepit/ tertekan oleh soft jaws.

PRODUK

PRODUK

Penyebab : - diameter pencekam (soft jaws) tidak sesuai dengan diameter material yang dicekam. Perbaikan : - sesuaikan diameter pencekam (soft jaws) dengan diameter material yang dicekam.

Untuk pencekaman keluar : PRODUK pencekam <= yang dicekam

Untuk pencekaman keluar : PRODUK pencekam >= yang dicekam

CNC Lathe 2

Ilustrasi pembuatan soft jaws : NO. POSISI PENCEKAMAN KEDALAM PENCEKAMAN KELUAR

Pasang standard 1 soft jaws. Posisi chuck unclamp

Pasang stopper dimana terdapat 2 space 3 mm saat posisi soft jaws un-clamp
sspace space

Clamping chuck

NO.

POSISI

PENCEKAMAN KEDALAM

PENCEKAMAN KELUAR

CNC Lathe 2

Modifikasi soft jaws bagian -1

Langsung langkah ke-7

Pasang stopper dimana terdapat 5 space 3 mm saat posisi soft jaws un-clamp Langsung langkah ke-7

space

Clamping chuck

Langsung langkah ke-7

NO.

POSISI

PENCEKAMAN KEDALAM

PENCEKAMAN KELUAR

CNC Lathe 2

Modifikasi soft jaws finish clamp = 7 yang di-clamp (material) Ukur/ cek hasil modifikasi soft jaws

space

Lepas stopper. Pasang kembali 8 soft jaws, sisakan space 3 mm saat posisi chuck un-clamp

space

Clamping chuck 9 Cek produk setelah proses

CNC Lathe 2

BAB V RAKURAKU MONITOR

1. 19.

Pengertian Rakuraku monitor merupakan sebuah software yang dapat melakukan

pengaturan tool, load monitor, pengaturan kompensasi dan informasi pengoperasian mesin. Software ini tidak serta merta ada pada tiap mesin CNC lathe, hanya beberapa mesin yang mempunyai fasilitas tambahan ini. Pada bab ini akan diterangkan mengenai fungsi, pemrograman (programming), perubahan layar (screen change), serta operasi layar (screen operation) rakuraku monitor.

1. 20.

Operasi Dasar dan Spesifikasi Dasar Dengan menekan tombol [ CUSTOM GRAPH ] pada MDI panel keyboard

maka akan tampil layar rakuraku monitor 2. Beberapa operasi dasar pada rakuraku monitor 2 adalah screen display, input of wear compensation value, tool life management, cutting load monitor, part counter, tool kind symbol .

1. 21.

Fungsi Rakuraku Monitor 2

6. 3. 1. Tool Management a. Tool Life Management b. Tool Group Management

CNC Lathe 2

6. 3. 2. Load Monitor a. Cutting Load Monitor

6. 3. 3. Compensation Management a. Wear Compensation Input b. Wear Limit c. Cyclic Compensation Addition d. Wear Compensation Renewal History e. Wear Compensation Undofunction

6. 3. 4. Machine Run Information a. Parts Counter b. Free Counter c. Run Time d. Machined Result e. Run Program Counter

6. 3. 5. Others Function a. Stopwatch b. CP (Calculator of Porcess Capacity Index) c. Memory Card Input and Output d. Program Output e. Count of Cutting Time, Cutting Length f. Tool Nose Setting

CNC Lathe 2

1. 22.

Carbide Tool Cutting Standard Condition