Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN Latar Belakang Pengidentifikasian suatu zat kimia dapat diketahui berdasarkan sifat -sifat yang khas dari

zat tersebut. Sifat -sifat tersebut dapat dibagi dalam b e b e r a p a b a g i a n ya n g l u a s . S a l a h s a t u n ya i a l a h s i f a t i n t e n s i f d a n s i f a t e k s t e n s i f . S i f a t ekstensif adalah sifat yang tergantung dari ukuran sampel yang sedang diselidiki.Sedangkan sifat intensif adalah sifat yang tidak tergantung dari ukuran sampel. Kerapatan atau densitas merupakan salah satu dari sifat intensif. Dengan kata lain, kerapatan suatu zat tidak tergantung dari ukuran sampel. Kerapatan merupakan perbandingan antara massa dan volume dari suatu senyawa.

Makin besar volume dan massa dari suatu senyawa, makin kecil kerapatannya. Begitu juga sebaliknya, makin kecil volume dan massa suatu senyawa,

kerapatannyamakin besar. Kebanyakan zat padat dan cairan mengembang sedikit bila dipanaskan dan m e n y u s u t s e d i k i t b i l a d i p e n g a r u h i p e n a m b a h a n t e k a n a n e k s t e r n a l . K e r a p a t a n kebanyakan zat padat dan cairan hampir tidak bergantung pada temperatur dan t e k a n a n . S e b a l i k n ya k e r a p a t a n g a s s a n g a t b e r g a n t u n g p a d a t e m p e r a t u r d a n tekanan. Kerapatan gas diberikan pada kondisi standar (tekanan atmosfer padaketinggian dan temperature 0 C. Kerapatan gas sangat

kecil bila dibandingkan dengan kerapatan zat padat. Kerapatan dan bobot jenis dari tiap senyawa berbeda- b e d a . B e r d a s a r k a n p a d a t e o r i i n i , m a k a d i l a k u k a n l a h p e r c o b a a n p e n e n t u a n kerapatan dan bobot jenis beberapa larutan.

Tujuan Percobaan Untuk mengetahui dan mempelajari cara pengukuran kerapatan dan bobot jenis dari aquadest dan alcohol dengan menggunakan piknometer.

I.

JUDUL PENGUKURAN KERAPATAN DAN BOBOT JENIS

II.

TUJUAN PERCOBAAN 1. Mengenal alat untuk mengukur kerapatan dan bobot jenis.

Untuk bidang farmasi. neraca hidrostatis (neraca air). neraca Reimann. Angka bobot jenis menggambarkan suatu angka hubngan tanpa dimensi. 4o/4o). Kerapatan adalah turunan besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. Bobot jenis relative dari farmakope-farmakope adalah sebaliknya suatu besaran ditarik dari bobot dan menggambarkan hubungan berat dengan bagian volume yang sama dari zat yang diteliti dengan air. Bila kerapatannya lebih kecil. III. Bobot jenis (bilangan murni tanpa dimensi ) adalah perbandingan bobot zat terhadap air volume yang sama ditimbang di udara pada suhu yang sama. timbangan hidrostatik (timbangan Mohr-Westphal) dan cara manometris. Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan ini. beraca Mohr Westphal . keduanya diukur dalam udara dan pada 200C (4). Areometer. Bobot jenis zat cair Metode Piknometer . Untuk mengetahui dan mempelajari cara pengukuran kerapatan dan bobot jenis dari aquadest dan alcohol dengan menggunakan piknometer. maka benda akan mengapung.000 graml-1 ) (4). Batasannya adalah massa per satuan Volume pada temperature dan tekanan tertentu dinyatakan dalam system cgs (g/cm3) dan dilambangkan dengan ρ. Penentuan Bobot Jenis dan Rapat jenis Penentuan bobot jenis berlangsung dengan piknometer. maka benda tersebut akan tenggelam dalam air. Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (Biasanya 25oC). bagian volume sebuah benda yang tercelup dalam cairan manapun sama dengan rasio kerapatan benda-benda terhadap kerapatan cairan. Ada beberapa alat untuk mengukur bobot jenis dan rapat jenis. Kerapatan adalah turunan besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. Sedangkan rapat jenis adalah perbandingan antara bobot jenis suatu zat dengan bobot jenis air pada suhu tertentu (biasanya dinyatakan sebagai 25o/25o. Ruang piknometer dilakukan dengan menimbang . TEORI Pengukuran kerapatan dan bobot jenis digunakan apabila mengadakan perubahan massa dan volume. yaitu menggunakan piknometer. Bila kerapatan benda lebih besar dari kerapatan air. Benda yang mengapung. Batasanya adalah massa per satuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu yang dinyatakan dalam system cgs dalam gram per sentimeter kubik (g/cm3). biasanya 25o/25 . yang ditarik dari bobot jenis air pada 4oC ( = 1. Rasio kerapatan air dinamakan berat jenis zat itu. 25o/4o.2.

Piknometer diisi aquadest dan diukur suhunya menggunakan termometer. Alkohol 1.air. yaitu tipe botol dengan tipe pipet . Optimum ini terletak sekitar isi ruang 30 ml. harus digunakan piknometer yang sudah ditera. VI. Timbangan digital V. Ada dua tipe piknometer. PERALATAN 1. IV. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera. 3. pada ujung lekuk yang ke 10 tergantung sebuah benda celup C terbuat dari gelas (kaca) pejal (tidak berongga). Piknometer 2. Kemudian timbang kembali. Bersihkan sekeliling piknometer dan impitkan tutupnya. B. Densimeter merupakan alat untuk mengukur massa jenis (densitas) zat cair secara langsung. Aquadest 1. CARA KERJA A. neraca seimbang jika ujum jarum D tepat pada jarum T . Menurut peraturan apotek. Aquadest 5. 60%. Gelas ukur 3. Terdiri atas tua dengan 10 buah lekuk untuk menggantungkan anting. Bersihkan sekeliling piknometer dan impitkan tutupnya. Timbang piknometer yang telah bersih dan kering. Kemudian timbang kembali. dan 70% 6. 3. 2. Thermometer 4. Piknometer diisi alkohol dan diukur suhunya menggunakan thermometer. TABEL DATA DAN PENGOLAHAN DATA . ada yang dalam benda celup dilengkapi dengan sebuah thermometer kecil untuk mengetahui susu cairan yang diukur massa jenisnya. Timbang piknometer yang telah bersih dan kering. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Neraca Mohr Westphal dipakai untuk mengukur bobot jenis zat cair. Alcohol 50%. dengan isi ruang dalam ml dan suhu tetentu (20oC). 2.

8 gram 28.8495 ml = 0. 4.7 g / 0.9 = 45.8495 ml = 0.8495 g/ml PERCOBAAN 2 1. Bobot alcohol 50% 74. 3. 2.9 gram 74.9087 / 0.9 gram 74. Bobot piknometer kosong Bobot piknometer + aquadest Bobot aquadest Suhu (t) = bobot air / ρ air = 49.99654 PERCOBAAN 3 1.6 gram 78.9 g = 45.2 g – 28. Bobot piknometer kosong Bobot piknometer + alcohol 60% 3.3 g / 49.9 gram 28. 2. 2.9 g / 49.9239 g/cm3 Kerapatan = 0.9207 g/ml = Bj / ρ air = 0.PERCOBAAN 1 1.99654 Kerapatan . Bobot alcohol 60% 74.9 gram 78.8 g – 28.7 gram 27 oC Volume air BJ alcohol 50% = bobot alcohol / volume air = 45.2 gram BJ alcohol 60% = bobot alcohol / volume air = 45.6 g – 28.9207 / 0.9 g = 49.9087 g/ml = Bj / ρ air = 0.3 gram 28. Bobot piknometer kosong Bobot piknometer + alcohol 50% 3.997 = 49.

8495 ml = 0. Pada pengisiannya dengan sampel. akan menghasilkan berat yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bobot kosong dari alat. Pada percobaan alkohol. alcohol 60% mempunyai kerapatan 0. oleh sebab itu jika masing-masing cairan tersebut ditimbang.9 gram 68.91 g/cm3 dan alcohol 70% mempunyai kerapatan 0. VIII. bobot air dan alcohol mempunyai kerapatan yang berbeda. walaupun dalam bentuk mililiter sama jumlahnya. sebelum digunakan harus dibersihkan dan dikeringkan hingga tidak ada sedikitpun titik air di dalamnya. Pengukuran dengan menggunakan piknometer. Bobot piknometer kosong Bobot piknometer + alcohol 70% 3. Bobot alcohol 70% 68.8051 g/cm3 Kerapatan VII. Pada intinya.8024 g/ml = Bj / ρ air = 0.9 g – 28. sebab sampel akan terus berkurang bobotnya. bobot cairan itu berbeda. pengukuran harus segera dilakukan ketika piknometer telah diisi sampel.99654 = 0. penentuan kerapatan dan bobot jenis dilakukan dengan menggunakan piknometer. Jika masih terdapat titik air di dalamnya. 2.= 0. Sampel yang digunakan adalah aquadest dan alkohol. sehingga langsung dapat diketahui suhu sampel tersebut.9 gram BJ alcohol 70% = bobot alcohol / volume air = 40 g / 49. Dalam percobaan dengan menggunakan piknometer.92 g/cm3. dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Alat piknometer yang digunakan telah dilengkapi dengan termometer. PEMBAHASAN Pada percobaan ini.81 g/cm3 .9 g = 40 gram 28. harus diperhatikan baik-baik agar di dalam alat tidak terdapat gelembung udara. alcohol 50% mempunyai kerapatan 0.9119 g/cm3 PERCOBAAN 4 1. KESIMPULAN Kerapatan adalah masa perunit volume suatu zat pada temperatur tertentu. sebab akan mengurangi bobot sampel yang akan diperoleh.8024 / 0. .

html http://nurulpharmacy08-j1e108206.com/2011/03/laporan-praktikum-farmasi-fisik.wordpress.blogspot.html http://rgmaisyah.html .com/2010/04/penentuan-kerapatan-dan-bobotjenis.blogspot.com/2009/09/praktikum-farmasi-semester-3.DAFTAR PUSTAKA http://anisnuryasmine.com/2009/04/25/bobot-jenis-dan-rapat-jenis/ http://yoggazta.blogspot.

dengan isi ruang dalam ml dan suhu tetentu (20oC). Air digunakan untuk standar untuk zat cair dan padat. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer.C. Ada beberapa alat untuk mengukur bobot jenis dan rapat jenis. Uraian Bahan: a. Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan ini. 25o/4o. zat padat dan air merupakan pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai standar karena mudah didapat dan mudah dimurnikan (Ansel H. Metode Piknometer . yaitu menggunakan piknometer. perhitungan bobot jenis terutama menyangkut cairan. Untuk bidang farmasi. rapat jenis adalah perbandingan yang dinyatakan dalam desimal. air suling . Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml.1979). 96) Nama resmi Nama lain : Aqua Destilata : Aquadest. Landasan Teori Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tetentu (Biasanya 25oC).2006). biasanya 25o/25o (Anonim. 1989). neraca Mohr Westphal (Sutoyo. Menurut peraturan apotek. yaitu tipe botol dengan tipe pipet (Roth. Aqudes ( Farmakope Indonesia edisi III. Tujuan Percobaan Untuk mengatahui bobot jenis dari suatu zat cair dengan menggunakan alat piknometer B. Ada dua tipe piknometer. harus digunakan piknometer yang sudah ditera. 1994). Herman J. Sedangkan rapat jenis adalah perbandingan antara bobot jenis suatu zat dengan bobot jenis air pada suhu tertentu (biasanya dinyatakan sebagai 25o/25o. neraca hidrostatis (neraca air).1993).PENENTUAN BOBOT JENIS A. Dalam farmasi. Bobot jenis adalah perbandingan bobot zat terhadap air dengan volume yang sama ditimbang di udara pada suhu yang sama (Anonim. hydrogen atau udara untuk gas. Ruang piknometer dilakukan dengan menimbang air. dari berat suatu zat terhadap berat dari standar dalam volume yang sama kedua zat mempunyai temperature yang sama atau temperature yang telah diketahui. Menurut defenisi. 4o/4o). neraca Reimann.

RM Bobot jenis Pemerian : H2O : 0. tetapi larut dalam alkohol atau eter Penyimpanan : disimpan dalam stor bahan kimia karena beracun Kegunaan : sebagai obat bius c. tidak berbau.2011) Nama resmi Nama lain RM Bobot jenis Pemerian : methanol : Methyl Alcohol : CH3OH : 0.Piknometer 10 ml .2011) Nama resmi Nama lain RM Bobot jenis Pemerian : Chloroform : Formyl trichloride : CHCl3 : 1.79 (200C) : tidak berwarna. Alat dan Bahan Alat: .Termometer Bahan: .Bekerglass 200 ml .Pipet tetes . tidak larut dalam air. tidak mempunyai rasa Penyimpanan : Dalam wadah terutup baik Kegunaan : Sebagai larutan uji. mudah menguap dan mudah terbakar Penyimpanan : Disimpan dalam bentuk bahan api cecair (LNG) Kegunaan C.Aquades : sebagai bahan bakar . tidak berwarna. Klorofom (Roger Walker.48 (200C) : mudah menguap pada suhu kamar dan berbau khas. Metanol (Roger Walker.997 g/ml (250C) : Cairan jernih. sebagai pelarut b.Cawan petri .Neraca analitik .

.88 gram  Berat piknometer + Air = 20.Timbang dalam keadaaan kosong Piknometer yang sudah diketahui beratnya .Isi dengan aquades hingga penuh . Hasil Pengamatan  Suhu ruangan = 30 0C  Berat piknometer kosong = 10.91 gram = (Berat piknometer + air) – Berat piknometer kosong Berat Air = 20.Tutup dan lap dengan kain bersih .Letakkan di atas cawan petri .Bersihkan piknometer .91 gram -10.? D.Metanol .Keluarkan aquades .Ulangi langkah-langkah di atas untuk menimbang klorofom dan metanol Hasil Pengamatan = . . Prosedur Kerja Piknometer 10 ml .Ukur suhu ruangan dengan termometer . . .03 gram Kerapatan air = 10. 03 gram 10 ml = 1.88 gram = 10.003 gram/ml = Kerapatan air Volume .Timbang menggunakan neraca analitik .Klorofom D. .

91 gram Berat klorofom = (Berat piknometer + klorofom) – Berat piknometer kosong = 20.03 gram = 0. istilah berat jenis sangat lemah.99 Kerapatan metanol = Bobot jenis metanol x Kerapatan air = 0.90 gram Berat metanol = (Berat piknometer + metanol) – Berat piknometer kosong = 20.03 gram 10.003 gram/cm3 = 1.003 gram/cm3  Berat piknometer + metanol = 20.002 gram/cm3 E.003 gram/cm3  Berat piknometer + Klorofom = 20. dilihat dari defenisinya. Oleh karena itu.02 gram Bobot jenis metanol = Berat metanol Berat air = 10.99 x 1. jika dengan tidak cara lain yang khusus. Pembahasan Berat jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (biasanya pada suhu 25ºC). Harga kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama.003 gram/cm3 = 1.88 gram = 10. Akan lebih cocok apabila dikatakan sebagai kerapatan relatif.88 gram = 10.= 1.90 gram – 10.02 gram 10.03 gram =1 Kerapatan klorofom = Bobot jenis klorofom x Kerapatan air = 1 x 1.03 gram Bobot jenis klorofom = Berat klorofom Berat air = 10. Berat jenis didefenisikan sebagai perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air. sedangkan rapat jenis (specific gravity) adalah perbandingan antara bobot zat pada suhu tertentu ( dalam bidang farmasi biasanya digunakan 25º/25º). Berat jenis .91 gram – 10.

Jika masih terdapat titik air di dalamnya. bobot molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi bobot jenisnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi bobot jenis suatu zat adalah : 1. demikian pula halnya pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung bobot jenisnya.48 dan bobot jenis untuk metanol adalah 0. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. yaitu untuk aquades adalah 1. Berat jenis merupakan bilangan murni tanpa dimensi (Berat jenis tidak memiliki satuan).003 gram/cm3. 4. Pengukuran dengan menggunakan piknometer.003 gram/cm3. Sampel yang digunakan adalah aquades.002 gram/cm3. Untuk penentuan kerapatan diperoleh hasil. klorofom. Dalam bidang farmasi bobot jenis dan rapat jenis suatu zat atau cairan digunakan sebagai salah satu metode analisis yang berperan dalam menentukan senyawa cair. Volume zat. Kekentalan/viskositas sutau zat dapat juga mempengaruhi berat jenisnya. harus diperhatikan baik-baik agar di dalam alat tidak terdapat gelembung udara. Temperatur. digunakan pula untuk uji identitas dan kemurnian dari senyawa obat terutama dalam bentuk cairan. sebab akan mengurangi bobot sampel yang akan diperoleh. Setelah melakukan percobaan ini didapati bahwa bobot jenis untuk klorofom adalah 1. 2. serta dapat pula diketahui tingkat kelarutan/daya larut suatu zat. dan untuk metanol adalah 1. dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap sehingga dapat mempengaruhi bobot jenisnya. dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok. 3. dimana ukuran partikel dari zat. jika volume zat besar maka bobot jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri.adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Massa zat. Pengaruh suhu dari pemegang alat. dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Secara literatur. bobot jenis untuk klorofom adalah 1. Adapun perbedaan hasil ini kemungkinan disebabkan oleh : 1. Pada percobaan ini.79. dan bobot jenis untuk metanol adalah 0. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bobot kosong dari alat. dan metanol. Pada pengisiannya dengan sampel. juga berpengaruh pada alat . untuk klorofom adalah1.9. sebelum digunakan harus dibersihkan dan dikeringkan hingga tidak ada sedikitpun titik air di dalamnya. penentuan kerapatan dan bobot jenis dilakukan dengan menggunakan piknometer. jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan bobot jenisnya juga menjadi lebih besar.

. Cairan yang digunakan sudah tidak murni lagi sehingga mempengaruhi bobot jenisnya 3.0 dan bobot jenis untuk metanol adalah 0.uk/si_ liquids.. yaitu untuk aquades adalah 1.html.003 gram/cm3.2. co.http:// rgmaisyah.9.com/2009/ 04/25/bobot-jenis-dan-rapatjenis/.Bobot Jenis dan Rapat Jenis.003 gram/cm3.blogspot.htm. 2011.25September2011. Kesalahan-kesalahan praktikan seperti tidak sengaja memegang piknometer G.wordpress.http://www.. dan untuk metanol adalah 1. specificgravityofliquids.simetric. rogerwalker. Untuk kerapatan diperoleh hasilnya.2009.002 gram/cm3.com/2011/03/laporan. http://oyhienvg. rgmaisyah. untuk klorofom adalah1. Laporan Praktikum Bobot Jenis.2007. DAFTAR PUSTAKA anonim.27September2011. 28September 2011. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bobot jenis klorofom adalah 1.praktikum-bobotjenis.

............. 1 A......... ..... Waktu dan Tempat ................................................. Latar Belakang ............. Cara Kerja . 5 6 6 8 8 8 9 ......................................... Saran ... 1 1 2 3 3 3 3 B............. Alat dan Bahan ............ METODE PERCOBAAN ...................................….............................................................................................................................................................................. PENDAHULUAN ........................... II.................... DAFTAR ISI ……………………………………………………...................................... ....................................................................... B................ Kesimpulan B.. IV................ Tujuan Percobaan ................................................................... Data Hasil Pengamatan B............... ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN ........................................... V................................. PENDAHULUAN............ Analisa Data C.... TINJAUAN PUSTAKA .................................... 5 A............................... C........ A.......................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN i I...................................................................................................... Pembahasan ....................................... i I................. III............... A...Daftar Isi Hal...... PENUTUP ................................ ......................

Proses ini dapat dilakukan secara tidak kontinue atau kontinue. berdasarkan perbedaan titik didihnya. Pada destilasi sederhana. dimana pengertian destilasi dan retrifikasi adalah proses pemisahan ternal yang digunakan secara luas dibidang teknik untuk memisahkan campuran ( larutan ) dalam jumlah yang besar. 1 II. artinya dengan cara mengubah bagian – bagian yang sama dari keadaan cair menjadi berbentuk uap. serta pada rektrifikasi pelarut organikyang telah tercemar agar diperoleh cairan murni yang dapat dipakai kembali. Destilasi kering Destilasi dan retrifikasi sangat berhubungan. Peralatan destilasi terbagi dua yaitu : 1. Tujuan Praktikum Adapun tujuan percobaan dari pratikum destilasi adalah: 1) Untuk melakukan proses pemisahan antara dua komponen atau lebih dari campuran berdasarkan perbedaan titik didih sehingga terjadi proses penguapan yang menghasilkan minyak atsiri. Latar Belakang Destilasi adalah pemisahan zat cair atau padat yang terdapat dalam dua atau lebih campuran. pada deatilasi produk antara produk ahkir yang di peroleh pada reaksi kimia.A. Dertilasi basah 2. TINJAUAN PUSTAKA Penguapan dan destilasi umumnya merupakan proses pemisahan satu tahap. pada tekanan normal atau vakum. yang paling sering dilakukan adlah operasi tidak kontinue. Dalam hal ini campuran yang akan dipisahkan dimasukan dalam penguap ( Ummnya alat penguap . B. Kedua proses tersebut adalah serupa yaitu pemisahan yang terjadi oleh penguapan salah satu komponen dari campuran. Destilasi banyak didapati pada proses destilasi dan penyulingan larutan untuk mengurangi volume dan konsentrasi zat terlarut.

yang diikuti dengan kondensasi uap yang terbentuk dan menampung kondensat yang dihasilkan. destilasi molekuler dan destilasi refluks ( Dr. Hal khusus dari destilasi sderhana adalah destilasi kukus. Tekanan uap total dari campuran dapat menyamai tekanan udara pada suhu yang lebih rendah dari pada suhu yang dicapai sehinggga titik didih campuran selalu lebih rendah dari pada titik didih terendah dari komponen yang membentuknya ( Warren L.L. W J. Penguapan yang berlangsung juga tidak dapat dipisahkan oleh Air. Apabla yang di inginkan bagian campuran yang tidak teruapkan dan bukan destilasi maka proses tersebut dapat dikataka sebagai pengentalan dengan evaporasi. 1979). Minyak Atsiri adalah minyak yang bersifat mudah menguap dengan komposisi dan titik didih yang berbeda beda setiap substitusi yang dapat menguap tentunya dapat menghasilkan Bau dan memiliki titik didih tertentu hal ini dipengaruhi oleh suhu (Merson. 1986). Ir. R. dan jika air tersebut dicampur dengan senyawa hidro lainnya maka 80% kemungkinan uap yang ada akan menimbulkan bau dari senyawa hidro tersebut (Harper. jika material air tidak dimasukkan kedalam ketel maka suatu kesalahan besar jika menganggap proses hidrodestilasi dapat berlangsung karena air jika dimasukkan kedalam tabung yang dipanaskan pada temperature tinggi akan menghasilkan Uap panas. dkk. 2 B. Tekanan uap tersebut tidak tergantung pada perbandinan antar komponen.labu ) dan dididihkan. Dengan penguapan atau yang komponen – kmponennya memiliki tekanan uap yang berbeda. dimana kondesat yang jatuh sebagai destilasi dan bagian yang tidak menguap sebagai residu. Lienda Handojo. tekanan uaptotal adalah penjumlahan tekanan uap dari masing – masing komponen dalam keadaan murni. Pada campuran dua cairan yang tidak larut. Mc Cabe. Uap yang aka dikeluarkan dari campuran dapt dikatakan sebagai uap bebas. 1995 ). Eng. dalam campiran bahan padatdalam cairan maka prasyarat tadi praktis selalu terpenuhi yaitu selalu pemisahan dapat dicapai dengan sempurna sedangkan dalam larutan cairan dalam cairan biasanya pemisahan tidak terjadi dengan . M. Pembahasan Destilasi adalah memisahkan komponen – komponen yang mudah menguap dari campuran cair dengan cara menguapkannya. 1999 ).

dimana proses ini dilakukan secara kontinue atau tak kontinue.maka menjadi uap adalah molekul – molekul yang berada pada permukaan. Sedangkan destilasi murni hanya dapat diperoleh jika ciran yang sukar menguap mempunyai tekanan uap yang kecil sehingga dapat diabaikan. 7 V.sempuran. karena pada komponen titik didih campuran memiliki tekanan uap yang besar. Dalam hal ini campuran dipisahkan menjadi dua. jumlah molekul dalam ruang yang kembali kedalam cairan persatuan waktu sama dengan jumlah molekul yang meninggalkan cairan persatunan waktu. dapat mengakibatkan kondesat mengalir kembali ke alat penguap. yaitu bagian yang mudah menguap dan bagian yang sukar menguap. B. selama tekanan uap ciran lebih kecil dari pada cairan sekelilingnya. Dari hasil analisa data dan pembahasan. Molekul tersebut akan menimbulkan tekanan yang disebut sebagai tekanan uap. Tekanan cairan tergantung pada suhu yaitu semakin tinggi suhu cairan semakin banyak energi molekulnya sehingga dapat meningalkan permukaan cair persatuan waktu sehingga dapat titik nol tekanan uapnya sama denga nol. sehingga sering disebut sebagai penguapan. tanpa perpindahan panas dan perpindahan massa yang dipaksakan. Sering kali destilasi digunakan semata – mata sebagai tahap awal dari suatu proses rektifikasi. pada tekanan normal atau vakum. maka dalam praktikum ini dapat disimpulkan sebagai berikut:  Pada proses destilasi terdapat kondesor yang berfungsi untuk mengubah fase gas menjadi fase cair. PENUTUP A. Dalam hal ini.  Destilasi pada umumnya merupakan suatu proses pemisahan satu tahap. Setiap cairan mempunyai uap yang terbentuk karena terlepasnya sejumlah molekul yang berenergi tinggi dari permukaan cairan ke sekelilingnya. Saran . Kesimpulan. Dalam proses penguapan atau destilasi pemisahan dua komponen campuran tergantung pada tekanan uap atau titik didih komponen tersebut.  Pengeluaran uap yang terbentuk meleliu sebuah pipa uap yang kosong dan lebar.

Academic Press. L Warren. AVI. 1979. Food Enggineering. 1993. Connectitut. Jakarta Harper. Merson. Erlangga. Pradnya Paramita. CoLtd. Handoyo Lienda. Westport. DAYRI TECHNOLOGY and ENGGINEERING. C.Sebaiknya kita punya alat sendiri jadi tidak perlu meminjam laboratorium orang lain. R L. OPERASI TEKNIKKIMIA jilid 2. 1995. Smith Julian dan Harriot Peter. 8 DAFTAR PUSTAKA Cabe MC. Jakarta. . TEKNIK KIMIA 2. New York.1986.