Anda di halaman 1dari 2

Cara Membaca Kode Pada Bearing

Coba pelototi angka-angka di bearing. Ada yang dicetak di punggung atau di lingkar luar. Yang jelas, itu bukan kode buntut, tetapi punya makna alias mengandung arti. Bahkan ditentukan berdasarkan standar ISO (International Standard Organisation). Misalkan di laher SKF tertera kode 6301 RSl/C3 MT47. Secara internasional, angka 6 menyatakan laher itu pakai tipe ball bearing (laher model bola), Lalu, angka 3 menerangkan seri dimensinya. Angka ini menunjukkan 3 hal: diameter, tebal dan tinggi. Untuk kode contoh di atas, berarti, laher itu berdiameter luar 37 mm dan tebal punggung 12 mm. Kemudian angka 01, menunjukkan ukuran lingkar dalam laher 12 mm. Jika ada laher lain angka ini 00, artinya diameter lingkar dalamnya 10 mm, 01 (12 mm), 02 (15 mm), 03 (17 mm), 04 (20), dan 05 (25 mm). Rangkaian huruf RS, singkatan dari rubber seal. Artinya, penutup laher yang digunakan pabriknya, terbuat dari karet. Andai hurufnya Z, berarti penutup dari bahan metal. Diambil dari simbol Zn. Artinya Zinc alias seng, Nah, jika laher dilindungi penutup kiri-kanan, di depan huruf tersebut dicantumkan angka 2. Misalnya 2RS atau 2Z. Beberapa laher bikinan Jepang, jenis penutupnya ditandai dengan huruf LLU. Cuma pihak pabrikannya yang tahu, Berikutnya kode C3. Simbol ini menandai kerenggangan antara pelor dan dinding punggung bagian dalam. C3 cocok untuk motor harian,. Makin besar angkanya, berarti toleransi kerenggangan antarkomponen bearing makin besar pula. Misalkan C3, jika digoyang lebih ngoklok dibanding C2.

Angka kerenggangan tercantum dari C2, tanpa tanda (kosong), dan sampai C5. Motor dengan putaran mesin tinggi sebaiknya menggunakan laher dengan kerenggangan C5. Kan temperatur motor balap jauh lebih tinggi dibanding motor harian. Ketika suhu memuncak, bola-bola memuai. Posisi menggelinding jadi pas. Tidak sampai macet. Satuan kerenggangan atau clearance adalah mikron. Satu mikron sama dengan 1/1.000 mm.Pembanding paling gampang, seperti sehelai rambut dibelah 4, Terakhir, huruf dan angka menunjukkan jenis pelumas yang pantas dipakai. Misalnya, kode MT47 seperti pada laher roda. MT singkatan Medium Temperatur. Kemampuan pelumas bisa bertahan pada suhu 300 sampai 1100 C. Pelumas Shell khusus bearing, unjuk kerjanya sama dengan kode MT47,. Kalau tidak ada pelumasnya berarti tidak wajib dilumasi.

WINNI FEBRIANI 2A 209048 MECHANICAL DRAFTING (MD)