Anda di halaman 1dari 16

POLITIK DALAM ISLAM

I. NILAI NILAI DASAR POLITIK DALAM ISLAM Setiap tindakan politik dalam Islam lebih menekankan moralitas dan etika demi kebaikan bersama dan tegaknya nilai- nilai keadilan sosial dalam Islam.Karena itu Islam tidak pernah menyisihkan peranan politik. Melainkan sebaliknya,menganjurkan setiap pemeluknya untuk terlibat secara aktif dalam membangun perubahan sosial. Sehingga nilainilai ideal dalam Islam dapat membumi ke tengahmasyarakat. Sebagaimana dicita-citakan Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai Islam dan peranan sosial politik Nabi Muhammad SAW dapat menjadi tauladan bagi prinsip keislaman dan kenegaraan, tanpa harus menyingkirkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Bahkan ajaran Islam dapat menyokong tumbuhnya moralitas dan etika kepemimpinan yang baik. Oleh sebabitu Islam sangat menekankan moralitas dan etika dalam kepemimpinan politiknyasekaligus sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT. Dasar dasar nilai politik dalam islam dapat kita temui Al Qur‟an dan al-Hadits . Al Qur‟an sebagai sumber ajaran utama dan pertama agama Islam mengandung ajaran tentang nilai-nilai dasar yang harus diaplikasikan dan diimplentasikan dalam pengembangan sistem politik Islam. Nilai-nilai dasar tersebut adalah, sebagai berikut:

Berdasarkan Al Quran 1. Keharusan mewujudkan persatuan dan kesatuan umat, sebagaimana tercantum dalam QS. 23 (al- Mukminun): 52. Dengan demikian, tidak dapat disangkal bahwa Al Qur‟an memerintahkan persatuan dan kesatuan. Hal ini dipertegas lagi dalam QS. 21 (al- Anbiya‟): 92. Perlu digaris bawahi, bahwa makna umat dalam konteks tersebut adalah pemeluk agama Islam. Sehingga ayat tersebut pada hakekatnya menyatakan bahwa agama umat Islam adalah agama yang satu dalam prinsip-prinsip (ushul)-nya, tiada perbedaan dalam aqidahnya, walaupun dapat berbeda-beda dalam rincian (furu’) ajarannya. Dengan kata lain, Al Qur‟an sebagai kitab suci pedoman bagi manusia mengakui kebinekaan dalam ketungalan.

2.

Kemestian bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah-masalah ijtihadiyah. Dalam QS. 42 (al-Syura) : 38 dijelaskan, dan dalam QS. 3 (Ali Imran) : 159.Ayat ini dari segi redaksional ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW agar memusyawarahkana persoalan-persoalan tertentu dengan sahabat atau anggota masyarakatnya. Ayat ini juga sekaligus sebagai petunjuk kepada setiap muslim, khususnya kepada setiap pemimpin, agar bermusyawarah

budaya. 49 (al-Hujarat): 9. lewat musyawarah dan lainnya. 5. Keniscayaan mendamaikan konflik antar kelompok dalam masyarakat Islam.Nisa‟): 59. Tetapi di sisi lain. Al Qur‟an terutama adalah landasan agama. (HR.dan lain sebagainya.Nisa‟) : 58. dan rakyat iru sendirilah. sebagaimana difirmankan dalam QS. dan lain-lain melalui Ibnu Umar). pendidikan. Kemestian mentaati Allah dan Rasulullah serta Ulil Amri (pemegang kekuasaan) sebagaimana difirmankan dalam QS. 3. . Dalam hal ini dikenal Hadits Rasulullah SAW yang sangat populer yaitu : Tidak dibenarkan adanya ketaatan kepada seseorang makhluk dalam kemaksiatan kepada Khalik (Allah) . Dalam sebuah hadits disebutkan “Seorang muslim wajib memperkenankan dan taat menyangkut apa saja (yang direintahkan ulil amri). maka tidak dibenarkan untuk taat kepada mereka. prinsip-prinsip bagi pencapaian keadilan dan kesejahteraan serta penetapan hukum. maka ketika itu tidak boleh memperkenankan. Perlu dicermati bahwa redaksi ayat di atas menggandengkan kata “taat” kepada Allah dan Rasul. bagi kita umat muslim adalah suri teladan dalam hidup dan kehidupan. social. Bukhari Muslim. bukan sebuah kitab hukum. apabila perintah ulil amri tidak mengakibatkan kemaksiatan. Tidak disebutkannya kata taat pada ulil amri untuk memberi isyarat bahwa ketaatan kepada mereka tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul. suka atau tidak suka. Dijelaskan dalam QS. hukum. tetapi meniadakan kata itu pada Ulil Amri. Keharusan menunaikan amanat dan menetapkan hukum secara adil. walaupun perintah tersebut tidak disetujui oleh yang diperintah. Berbagai kebutuhan hukum dewasa ini tidak mendapatkan aturannya dalam Al Qur‟an. Dengan kata lain kata al-amr (urusan) tercakup urusan ekonomi. Tetapi landasan itu hanyalah cita-cita pemberi arah. dalam arti bila perintahnya bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Allah dan Rasul-Nya. 4 (al.dengan anggota-anggotanya karena Rasulullah Muhammad SAW. 4 (al. Tentu saja Al Qur‟an menyediakan landasan. politik. yang harus diikuti oleh umat Islam. maka wajib ditaati. kecuali bila ia diperintahkan berbuat maksiat. yang menyusun hukum-hukum Negara itu termasuk prinsip-prinsip dalam menunaikan amanat dan menetapkan hukum sehingga tetap berpedoman pada Al Qur‟an sebagai sumber utama dan pertama bagi umat Islam 4. tidak juga taat”.

sebagaimana firman-Nya dalam QS. selama mereka tidak memerangi dengan motif keagamaan atau mengusir kaum muslimin dari kampong halaman mereka. 16 (al-Nahl): 91. kecuali salah seorang diantara mereka menjadi pemimpinnya” . sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Dari Abu Hurairah r. telah bersabda Rasulullah saw.prinsip pelaksanaan hukum.R.R. 59 (al-Hasyr): 7. Ahmad). 60 (al-Mumtahanah): 8. Keharusan mengikuti prinsip. Dalam Al Qur‟an secara tegas dinyatakan.6. 49 (al-Hujarat): 13. Keharusan mengangkat pemimpin .: “Apabila tiga orang keluar untuk bepergian. Abu Dawud) Dari Abdullah bin Umar.. Dalam QS. Dalam QS. Kemestian pemimpin untuk bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dijelaskan dalam QS. 8 (al-Anfal): 61.a. Keharusan menepati janji. (b) berangsur-angsur (al-Tadarruf ). 2 (al-Baqarah) : 90. sesungguhnya Rasulullah saw.a. : “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Setiap muslim dalam pelaksanaan hukum Islam mesti mengikuti prinsip-prinsip : (a) menyedikitkan beban (taqlil al-takalif ). 11. Kemestian mementingkan perdamaian dari pada pernusuhan. 9. 10. sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Berdasarkan Al-Hadits 1. Seorang imam yang menjadi . Kemestian peredaran harta pada seluruh lapisan masyarakat. 8. Keharusan mempertahankan kedaulatan Negara dan larangan melakukan agresi dan invasi. 12. dan (c) tidak menyulitkan (‘adam al-haraj ). 7. Dalam Al Qur‟an ditemukan banyak ayat yang berkaitan atau berbicara tentang hokum. bersabda: “Tidak boleh bagi orang yang berada di ttempat terbuka di muka bumi ini.am): 57. (H. sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. 8 (al-Anfal): 60. bahwa hak pembuat hokum itu hanyalah milik Allah SWT semata. sebagaimana firman Allah dalam QS. telah bersabda Rasulullah saw. Keharusan mengutamakan perdamaian bangsa-bangsa. Dari Ibnu Umar r. maka hendaknya salah seorang diantara mereka menjadi pemimpin mereka”. 6 (al-An. (H. Kemestian meningkatkan kewaspadaan dalam bidang pertahanan dan keamanan. 2. Bahkan Al Qur‟an sama sekali tidak melarang kaum muslim untuk berbuat baik dan memberi sebagian harta mereka kepada siapapun.

R. telah bersabda Rasulullah saw. (H. Dari Abu Hurairah. telah memberikan sejumlah . Pembuka Perbincangan mengenai hubungan agama dan negara dalam tradisi pemikiran Islam sudah mengemuka sejak zaman klasik dan pertengahan. Dari Auf bin Malik. menjadikan salah satu masalah yang dihadapi oleh negaranegara Islam pada masa-masa awal pembentukannya termasuk Indonesia. telah memberikan warna dinamika dalam wacana tentang bagaimana memposisikan Islam dalam konteks sosial-politik atau dalam kehidupan bernegara. telah bersabda Rasulullah saw.: “Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah swt.1. Apabila pemimpin memerintah berdasarkan ketakwaan terhadap Allah „Azza wa Jalla dan berlaku adil.” (H. maka baginya ada pahala.pemimpin rakyat bertanggung jawab terhadap rakyatnya dan setiap suami bertanggung jawab atas rumah tangganya”. apabila memerintah dengan dasar selain itu. sedangkan pemimpin yang jelek adalah pemimpin yang kamu benci dan mereka membenci kamu. Dari Abu Hurairah. bahkan persoalan yang pertama kali muncul dan memicu konflik intlektual dalam kehidupan umat Islam adalah berkaitan dengan politik. maka dosanya akan dibalas” . (H. Realitas historis tersebut. yang pertama adalah imam yang adil … “. Muslim ). 5.R. Bukhari dan Muslim ). II. Kemestian menjadikan kecintaan dalam persaudaraan sebagai dasar hubungan timbal balik antara pemimpin dengan pengikut. 3. WACANA TENTANG POLITIK ISLAM II. : “pe mimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai kamu dan kamu mencintainya. Hak prerogatif intlektual setiap individu dalam memahami konsep khazanah pengertian. Dengan Islam tentang politik tersebut. Hal ini karena Islam setidaknya meliputi dua aspek pokok yaitu agama dan masyarakat atau politik. mendo‟akan kamu dan kamu mendo‟akan mereka.R. Spektrum Islam dalam persentuhannya dengan politik (negara). telah bersabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya pemimpin itu ibarat perisai yang dibaliknya digunakan untuk berperang dan berlindung. dibawah naungan-Nya pada hari kiamat dan tidak ada naungan kecuali naunganNya. Kemestian pemimpin untuk berlaku adil.R. Muslim ). 4. Bukhari Muslim ). Kemestian pemimpin berfungsi sebagai perisai. kamu melaknat mereka dan mereka melaknat kamu. (H.

Hal ini berbeda dengan pengalaman Barat yang mengawali proses itu lewat revolusi industri pada abad ke-17 dan 18 di Eropa. Perbedaan tersebut. II. Aljazair.2.kata lain. Sementara konstruk kenegaraan yang kedua. Revolusi ini merambah kehidupan manusia dan mengakibatkan terjadinya revolusi sistem nilai. Salah satu butir terpenting dalam perbedaan pendapat di atas adalah apakah negara bercorak islami atau nasionalis. Lahirlah renaissance dan reformasi yang memarjinalkan peranan agama (gereja) dalam masyarakat. Mesir. Gagasan-gagasan yang dipolemikkan di sekitar masalah apakah agama harus disatukan atau dipisahkan dari politik. dalam mengartikulasikan kedua aspek pokok tersebut. dan Irak.Beragamnya konsepsi kenegaraan dalam Islam tersebut. terutama dalam bidang sosial-politik seperti tampak di Turki. masalah prinsip kenegaraan yang bagaimana yang harus dijadikan dasar negara dan sekularisasi politik dalam masyarakat berpenduduk mayoritas muslim. baik menjelang Indonesia merdeka (perumusan piagam Jakarta 1945). Namun. Konstruk kenegaraan pertama mengharuskan agar Islam diakui dan diterima sebagai dasar ideologi negara. demokrasi parlementer (perdebatan di bawah konstituante 1957-1559) masa Orde Baru. dilatari pemahaman bahwa karakteristik agama Islam memberikan seperangkat pedoman umum dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Hubungan politik Islam di Indonesia dengan negara Islam lainnya Hubungan politik antara Islam dan negara di Indonesia. Islam tidak memisahkan persoalan-persoalan rohani dan persoalan-persoalan dunia. maupun di era reformasi. . yang kemudian menjadi polemik yang aktual di tahun 1940. yaitu golongan nasionalis sekuler dan nasionalis Islami yang tak terwujudkan sekitar tahun 1920 sampai akhir penghujung tahun 1930. menghendaki agar Indonesia didasarkan atas pancasila. Hubungan yang tidak harmonis ini terutama disebabkan oleh perbedaan pandangan para pendiri republik ini yang sebagian besar muslim –mengenai Indonesia yang dicita-citakan. dalam kehidupan bermasyarakat terjadi perdebatan konsep yang alot. Masalah-masalah ini menjadi polemik dan perdebatan sengit antara golongan nasionalis sekuler dan nasionalis Islami. dan merefleksikan pertarungan ideologis antara dua golongan terkemuka di Indonesia. sebuah ideologi yang sudah di dekonfessionalisasi. pada sebagian babakan sejarahnya merupakan cerita antagonistis dan mengandung kecurigaan satu sama lain. timbul pergumulan antara nilai-nilai sekuler dan nilai-nilai Islam. Di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim. tetapi mencakup kedua aspek tersebut.

pada bagian lain baik pada tingkat konseptual maupun praktis terdapat hubungan yang canggung antara agama dan politik. Kedua. Akan tetapi. untuk menemukan idealisasi dari perspektif Islam terhadap proses penyelenggaraan negara secara praktis dan subtansial. dan tarik ulur dalam suatu dialektika yang cukup kontinyu. termasuk sistem sosial dan tradisi politik.II. . Dengan berbagai alasan yang dikemukakan ditambah alasan politik tertentu. tetapi hanya menawarkan prinsip-prinsip dasar berupa etika dan moral. Bahkan tidak sedikit pula menentang percampuran agama dengan politik. lebih mewarnai corak politiknya. memiliki dua maksud. bahkan karena jaring-jaring politik yang sulit mereka hindari. pencarian konsep tentang negara merdeka yang dicita-citakan merupakan salah satu wacana yang hangat. atau kepentingan berdakwah melalui politik. juga untuk mencari landasan normatif tentang negara yang bersumber dari nilai-nilai universal keislaman. sesungguhnya merefleksikan upaya mencari landasan intlektual bagi fungsi dan peranan negara sebagai instrumen untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu. umat Islam tercebur atau menceburkan diri ke dalam politik. bentuk negara yang ada pada masyarakat muslim dapat diterima sejauh tidak menyimpang dari nilai-nilai dasar tersebut. Pertama. Pemikiran politik ini. Asumsi ini. Dalam pemahaman ulama Sunni. didasarkan pada anggapan bahwa Islam tidak membawa konsep khusus tentang negara. sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. untuk menemukan idealitas Islam tentang negara sehingga mampu diwujudkan dalam legalitas-formal. (agama) Islam sebagai bagian integral yang tidak terpisah dari bahkan politik itu sendiri. Dalam tradisi Sunni. dan bahkan cenderung permanen. yang pada umumnya dianut oleh umat Islam Indonesia – hubungan antara agama dan politik – pada dasarnya bersifat ambigous atau ambivalen. Oleh karena itu. Keadaan lokal. Di samping itu. Bahkan di antara negara-negara Islam sendiri menganut sistem pemerintahan yang berbeda-beda. Sistem politik Islam di Indonesia Di Indonesia dalam babakan sejarahnya. dalam hubungan antara agama dan politik tidak jarang terjadi ketengangan. Aktualisasi wacana tentang konstruk kenegaraan di atas. tidak dapat dipisahkan hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakatnya.3. paling tidak. Upaya pencarian di atas dalam diskursus pemikiran politik Islam. Tidak semua negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam merealisasikan Islam secara seragam dalam berpolitik.

Dengan kata lain.. Hakim Mutlak. Sistem politik Islam Islam: Away Hidup Total Islam adalah "cara hidup yang total. harus dalam penyerahan total kepada Allah dan Will-Nya. mereka tahu bahwa konsep aturan-Nya harus ditegakkan di bumi dalam rangka menciptakan masyarakat yang adil. politik. Allah sendiri memiliki kewenangan untuk membuat hukum. Yang set yang benar terpisah dari yang salah bagi mereka. dengan struktur dan politik masyarakat. Allah adalah Penguasa urusan manusia dalam ajaran Islam. dan karena itu Tuhan hanya langit dan bumi. Allah adalah Penguasa Hanya Allah adalah berdaulat mutlak dalam Islam. kaum Muslim telah dipanggil ke dalam suatu hubungan perjanjian dengan Allah. memutuskan moral. Tuhan mengatakan bangsa Muslim global: College Humor "Anda adalah masyarakat terbaik dibangkitkan untuk umat manusia. Allah adalah Pemberi Hukum untuk setiap bidang kehidupan manusia." Ini telah memberikan bimbingan dalam setiap bidang kehidupan." (Quran 3:110).4. aturan perdagangan. Jadi Allah adalah Pemberi Hukum tertinggi [1].II. Sama seperti dunia fisik pasti tunduk kepada Tuhan dengan mengikuti alami hukum alam semesta. menjadi seorang Muslim berarti tidak hanya milik sebuah komunitas religius sesama orang percaya tetapi juga hidup di bawah Hukum Islam. dan legislator yang membedakan benar dari yang salah. manusia harus tunduk kepada ajaran moral dan agama Tuhan mereka. dan menetapkan standar interaksi dan perilaku manusia. Islam tidak pernah dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. memerintahkan kanan dan melarang yang salah . karena agama memberikan bimbingan moral untuk setiap tindakan yang seseorang mengambil. Hukum Islam diyakini menjadi perpanjangan dari kedaulatan mutlak Allah. Tindakan utama iman adalah berusaha untuk menerapkan kehendak Tuhan baik dalam kehidupan pribadi dan publik. Seperti Yahudi dan Kristen sebelum mereka. dari kebersihan individu. atau ekonomi.. membuat mereka sebuah komunitas orang percaya yang harus menjadi contoh bagi negara-negara lain dengan menciptakan tatanan moral sosial. Sama seperti Dia adalah Tuhan alam semesta fisik. serta dunia di sekitar mereka." (Quran 07:54) . Sepanjang sejarah. Muslim melihat bahwa mereka. Hal ini karena. diri mereka sendiri. Sama seperti Dia adalah Master dari dunia fisik. menentukan ibadah. orang yang beriman Muslim sejati. Selain itu. "Nya adalah Penciptaan dan Komando.

Perannya tidak begitu banyak diperiksa oleh para ulama (ulama). meminta pengikutnya untuk membuat Kaisar apa dan kepada Allah apa yang Nya. Khalifah [2] adalah penjaga iman dan masyarakat. dalam Islam Allah adalah mengakui kedaulatan tunggal urusan manusia. selalu ada dua otoritas: "Tuhan dan Kaisar . namun disempurnakan oleh mereka karena mereka memberikan kepadanya agama dan penasihat hukum. yang berusaha memperoleh kemerdekaan dari para penguasa kolonial Eropa. Dalam Kristen. Dengan demikian. agama harus dilaksanakan sepenuhnya ke negara dan masyarakat. Ini tidak berarti bahwa keadaan seperti ini tentu suatu teokrasi di bawah kekuasaan langsung dari orang terpelajar agama. Perbedaan begitu mendalam berakar dalam Kristen antara gereja dan negara tidak pernah ada dalam Islam." Masing-masing punya hukum sendiri dan yurisdiksi. perbedaan antara dua otoritas dikatakan berdasarkan catatan dalam Perjanjian Baru Yesus. negara Islam yang ideal adalah sebuah komunitas diatur oleh UU diwahyukan oleh Allah. juga bukan sebuah otokrasi yang rompi kekuasaan absolut dalam penguasa. III. bagaimanapun. yang memiliki tujuan sama dengan nasionalisme sekuler. sejarah mulai mencatat bangkitnya dua gerakan yang sangat berpengaruh di dunia Muslim kontemporer: (1) nasionalisme sekuler. Dia juga menunjuk hakim yang menyelesaikan sengketa sesuai dengan Hukum Islam. atau gereja dan negara. sehingga tidak pernah ada perbedaan antara otoritas agama dan negara. Meskipun ada dua . mengembangkan dan berusaha untuk lembaga-lembaga kemasyarakatan yang sesuai dengan tuntutan abad modern. dan (2) gerakan Islam. setiap struktur dan hirarki sendiri. tetapi berbeda dalam cara bagaimana masyarakat harus direformasikan. Visi Negara Islam Visi sebuah negara Islam dan tujuan dari otoritas politik adalah untuk menerapkan hukum ilahi.Pemisahan Agama Kelembagaan & Negara Seperti kita telah disebutkan. dan pertanyaan tidak pernah muncul pemisahan. Dalam dunia pra-Islam kebarat-baratan tidak pernah ada dua kekuatan. Fungsi negara Islam adalah untuk memberikan keamanan dan ketertiban sehingga umat Islam dapat melaksanakan tugas mereka baik agama dan duniawi. Oleh karena itu sepanjang sejarah Kristen sampai masa sekarang. ISLAM DAN NASIONALISME Memasuki abad 20. Ada tingkat tertentu fleksibilitas dalam hal sistem pemerintahan dan berdirinya dalam Islam.

2. Palestina. unsur-unsur dalam masyarakat Muslim berusaha mulai merespon ilmu pengetahuan dan teknologi mereka. Kelompok sekularis.gerakan yang secara serentak bergerak di dunia Islam seperti disebutkan di atas. 3. politik. Anak Benua India. bangsa-bangsa Eropa secara praktis telah menjajah sebagian besar dunia Muslim: Inggris menguasai Mesir. Kelompok tradisionalis. Terkejut dengan keberhasilan dan kemajuan ilmu pngetahuan. kelompok ini terdiri dari para ulama ortodok dan kalangan penduduk yang menolak segala sesuatu yang bercorak Barat. Usaha-usaha modernisasi ini telah dimulai pada awal abad 19 dalam bidang militer dan birokrasi oleh para penguasa Usmani. dan rencana-rencana pembangunan pun diterapkan untuk memodernisasikan masyarakatnya. kelompok ini menyatakan bahwa apabila umat Islam ingin maju. masyarakat Muslim. . Trans-Jordan. dan Asia Tenggara. Prancis menguasai Afrika Barat dan Utara.2 Dominasi asing ini telah membangunkan kesadaran umat Islam. Kehadiran para penguasa kolonial Eropa dengan keunggulan ilmu pengetahuan. mereka mengatakan. kemunduran Kerajaan Usmani. karena hal itu dirasakan sebagai ancaman bagi way of lifenya. Irak. hukum. lembaga-lembaga ekonomi. Islam merupakan solusi bagi penyakit-penyakit umat Islam.1 Sejak berakhirnya Perang Dunia I. pada akhir abad 19. begitu juga dengan tradisi masyarakatnya. yaitu mencoba menelusuri gerakan nasionalisme dan melihat pengaruhnya terhadap masyarakat Muslim. disebabkan oleh kegagalan umat Islam dalam menjalankan nilai-nilai Islam yang benar dan menekankan pada pemikiran-pemikiran hukum yang lama. ekonomi dan sosial teknologi dan militernya. tetapi tulisan ini lebih menitik beratkan kepada gerakan yang pertama. Libanon dan Syria. maka ia harus meniru Barat dalam segala hal: pendidikan. dan Belanda menjajah Indonesia. Sebagaimana diketahui. setelah melakukan interpretasi secara benar. dan banyak di antara mereka yang merasakan perlunya respon dari umat Islam untuk menghentikan stagnasi dan meneruskan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi untuk melakukan modernisasi seperti yang telah dilakukan negara-negara Eropa. yaitu: 1. Mayoritas umat Islam berada dalam kategori ini. Gejala ini telah menimbulkan tiga kelompok pemikir dalam masyarakat Muslim. kelompok ini merasakan bahwa. Kelompok reformis. mulai mendominasi kehidupan politik. Mereka juga menganjurkan pengambilan dengan cara selektif keberhasilan-keberhasilan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat dalam rangka memajukan umat Islam. Teluk Arab. Kelompok ini merupakan minoritas elit yang biasanya memiliki latar belakang pendidikan Barat. sebagai penguasa dunia yang telah berlangsung kurang lebih selama lima ratus tahun. Kemerosotan dunia Muslim. mulai digantikan. teknologi serta militer Eropa.

. Tetapi secara perlahan. kata nation digunakan sebagai suatu konsep dalam ilmu sosiologi dan politik. Dalam ilmu politik misalnya. nasionalisme berasal dari kata naita atau naitas yang berarti tempat kelahiran. kelompok reformis atau pembaharu Islam bertindak sebagai penengah di antara kelompok sekuler yang kebarat-baratan dan mayoritas kalangan tradisionalis dalam masyarakat Muslim. Setelah Perang Dunia I. Melalui pemikirannya. Perkembangan Nasionalisme di Dunia Islam Seperti telah disebutkan di atas. Gerakan nasionalistik ini mulai menekankan faktor-faktor nasional.Dari kelompok-kelompok Muslim di atas. III. Tulisan ini selanjutnya akan membatasi pembahasannya dengan melihat pemikiran beberapa tokoh Mesir yang merupakan murid Afghani dan Abduh. Nasionalisme yang mendasarkan unsur-unsur formatif di luar agama dengan demikian merupakan konsep yang baru dalam dunia Islam. kata ini dipakai untuk menunjuk pada penduduk dalam suatu wilayah geografis yang memiliki sejarah dan kebudayaan yang sama. Berbicara mengenai kebangsaan berarti berbicara tentang tanah kelahiran. Nasionalisme berbeda jauh dengan konsep Pan-Islam yang dipromosikan oleh Jamaluddin al-Afghani. Seperti terlihat dari asal katanya. Persatuan Islam yang dikehendaki oleh Afghani adalah adanya solidaritas dunia Islam dalam menghadapi dan sekaligus menggalang kekuatan untuk mengusir kolonialisme Barat yang melanda dunia Islam.9 Lebih jauh gerakan ini telah berbelok arah dari pembaharuan Islam yang telah dirintis dan dimulai oleh Afghani dan Abduh. sejarah dan kebahasaan yang berbeda dengan kesatuan keagamaan. Dengan demikian ada yang berpendapat bahwa nasionalisme adalah produk yang diimpor dan sengaja diekspor oleh para penguasa kolonial untuk mengacaukan persatuan di dunia Islam. Pada saat yang sama. telah merangsang bangsa-bangsa Muslim untuk memberontak terhadap dominasi Eropa. dengan pengertian yang lebih luas. yang biasanya juga menunjuk pada wilayah teritorial atau tanah di mana bangsa itu dihubungkan. Konsep yangdiasosiasikan dengan nation adalah negara (state). dan mulai mengarah pada pendekatanpendekatan yang lebih sekuler dalam memperbaharui masyarakat mereka.1. mereka telah berusaha untuk mendekatkan jarak antara dua kalangan yang bertentangan dengan akibat yang ditandai oleh sifat-sifat dari kedua kelompok tersebut. perlawanan terhadap kolonialisme Eropa mengambil bentuk nasionalisme. prestasi yang menonjol dari para pembaharu Islam seperti Afghani. kata ini dipakai juga untuk menunjuk pada adanya identitas yang sama. menggantikan gerakan solidaritas Pan-Islam. dengan runtuhnya Kerajaan Usmani dan munculnya negara bangsa Muslim modern.

Pemikiran utamanya yang ia kembangkan berasal dari pemikiran Barat. Nasionalis Mesir yang lain adalah Sa’d Zaghlul (1857-1927). Lutfi Al-Sayyid (1872-1963). Islam. Oleh karena itu. dan dijalaninya selama empat belas tahun. ia mendefinisikan Mesir dan nasionalisme Mesir tidak dalam pengertian bahasa dan agama --Arab dan Islam--melainkan dalam pengertian teritorial dan sejarah Mesir.Qur‟an. ketika Inggris menerapkan suatu rencana pemerintahan representatif. Ia lebih tertarik dengan kelangsungan hidup dan kemajuan masyarakat secara umum. Selama masa tersebut. Zaghlul diangkat menjadi Menteri . Setelah lulus. Selain itu. bagi Lutfi. ia tertarik untuk menjadi hakim. ia bertemu dengan Muhammad Abduh dan menjadi muridnya. ketika itulah ia mengenal pemikiran-pemikiran Eropa. selama beberapa tahun ia menjadi pegawai pemerintah. agama tidak memainkan peran yang besar dalam pemikiran Lutfi. kemudian ia membentuk People‟s Party (Partai Rakyat) dan menjadi editor majalah Al-Jaridah. Kemudian melanjutkan ke sekolah dasar modern di Mesir dan seterusnya masuk ke Fakultas Hukum. untuk membantu mendefinisikan siapa sebenarnya diri mereka. Ia memperoleh pendidikan awalnya di sebuah sekolah al. Afghani dan Abduh. Lutfi bekerja sebagai profesor filsafat di Universitas Mesir (sekarang Universitas Kairo) dan kemudian menjadi rektor. Ia meyakini bahwa kebebasan tidak hanya diperlukan dalam tindakan politik. untuk melumpuhkan perjuangan nasional orang-orang Mesir. Pada tahun 1892. tetapi kebebasan juga diperlukan dalam kehidupan secara umum.Kemudian akan dibahas bagaimana Gerakan Nasionalis Mesir sekuler memberikan jalan pada Nasionalisme Arab secara lebih luas. Ia menganjurkan agar orang-orang Mesir mempelajari sejarah Pharao dan Arab lama. Tidak seperti mentornya. Ia mendapat pendidikan di Universitas Al-Azhar. Selama berada di Fakultas Hukum. yang telah banyak mempengaruhi kaum terpelajar Mesir. kemudian bertemu dengan Afghani dan menjadi muridnya. yaitu kebebasan. Ketika penerbitan Al-Jaridah dihentikan pada tahun 1915. Lutfi meyakini bahwa ide umat Islam tidak relevan lagi dengan masa sekarang dan bahwa solidaritas Islam merupakan ide yang dimunculkan oleh kolonialis Eropa. semata hanya merupakan unsur utama bagi masyarakat penganutnya. Setelah menjadi pegawai pemerintah. ia berusaha keras untuk melakukan pembaharuan di bidang hukum dan kelembagaan masyarakat Mesir agar sesuai dengan zaman modern. Bangsa Mesir merupakan fokus dari pemikiran Lutfi. Pada tahun 1906. pemerintah sewajarnya memikili dan menjadi satu kekuatan dengan kontrol yang kuat untuk mempertahankan keamanan dan keadilan serta mempertahankan rakyat dari serangan musuh. sesuatu yang sangat tidak disukai oleh kalangan monarki Mesir.

akan dilihat murid Abduh yang lain. tetapi setelah peperangan. sebagai seorang pemimpin politik. Zaghlul kurang memperhatikan pembaharuan internal. perjalanan hidup Zaghlul dapat dipisahkan menjadi dua bagian. ia dipromosikan untuk menjadi Menteri Kehakiman. Ketika kerusuhan terjadi di Mesir dan Komisi baru diangkat. yaitu keberadaan lembaga politik (pemerintahan atau negara Islam). Pada tahun 1923. Tema utama dari karyanya ini . ia berusaha memperbaharui bidang kehakiman dan pendidikan. Dengan demikian. Zaghlul kemudian ditahan dan dideportasi ke Malta. dan menganjurkan kemerdekaan politik dan persatuan Mesir yang didasarkan pada sentimen nasional dari pada didasarkan pada garis keagamaan. Setelah masa peperangan. Dewan ini kemudian dibekukan ketika pecah Perang Dunia I. Pada tahap kehidupannya ini. suatu kedudukan yang kemudian ia tinggalkan pada tahun 1913 untuk suatu kedudukan di Dewan Legislatif Baru. yang akan menghadiri Konperensi Perdamaian Prancis dan akan membicarakan tentang kemerdekaan Mesir. Untuk menyoroti perkembangan lebih lanjut di Mesir. dan mendirikan sekolah untuk hakim. apa yang ia bicarakan perlu untuk dikemukakan karena berkaitan dengan kelembagaan penting dalam Islam. sebagaimana perhatiannya dengan kemerdekaan Mesir dari Inggris dan pembatasan wewenang monarki. Pada tahun 1925. dan banyak membawa perubahan dalam bidang pendidikan. Ali Abd al-Raziq (1888-1966). Meskipun ia tidak berbicara mengenai nasionalisme. Partai Wafd memenangkan pemilihan parlemen dan Zaghlul pun diangkat sebagai Perdana Menteri. Akan tetapi tidak lama kemudian ia dipaksa berhenti karena adanya kerusuhan internal di Mesir dengan Inggris. tetapi akhirnya memberikan batas waktu kemerdekaan bagi Mesir hingga tahun 1922. Akan tetapi delegasi itu ditolak untuk menghadiri konperensi oleh Komisi Tinggi Inggris untuk Mesir.hakim syari‟ah serta memberinya pelatihan-pelatihan modern. ia dan teman-temannya diizinkan untuk pergi ke Paris dan melakukan pembelaan atas kasus mereka. yaitu Ali Abd al-Raziq. Pada tahun 1910. Pada periode sebelum perang. pada tahun 1918 Zaghlul dan para aktivis Mesir lainnya membentuk suatu delegasi (wafd). Pada awalnya pembicaraan itu mengalami kegagalan. dengan tetap melindungi kepentingan Inggris. ia mulai bergerak jauh dari misi pembaharuan yang dilakukan Abduh.Pendidikan. dan setelah Perang Dunia I sebagai aktivis dan pemimpin politik. Ia menempati jabatan selama empat tahun. Abd alRaziq menerbitkan karyanya tentang pemerintahan Islam. yaitu kehidupannya sebelum Perang Dunia I sebagai hakim yang pembaharu.

Namun. karena prasyarat untuk sebuah kerajaan atau pemerintahan adalah dominasi dan kekuatan yang menentukan otoritas tanpa batas. Karena kedudukan yang sensitif dari masyarakat Muslim pada waktu karya itu diterbitkan --Turki telah menghapuskan sistem kekhalifahan pada tahun 1924-. kepenganutan seluruh dunia pada satu pemerintahan dan dikelompokkan pada satu kesatuan politik dengan sendirinya bertentangan dengan sifat dasar manusia dan tidak berhubungan dengan kehendak Tuhan. Dalam bukunya ia menyatakan bahwa al. kegagalan murid-muridnya untuk mengikuti jalan pikiran mereka. Al-Raziq pun dipecat dari kedudukannya sebagai hakim dan dosen al-Azhar dan mendapat kritik yang tajam dari Rasyid Ridla.adalah menyerang tentang lembaga kekhalifahan dan lebih utama lagi adalah mengenai dasar-dasar otoritas politik Islam tersebut. Secara ideal tidak ada khalifah atau otoritas politik Islam apa pun dalam Islam. Ia hanyalah seorang rasul sebagaimana rasul-rasul lainya yang terdahulu. atau seorang penguasa.Qur‟an tidak pernah mengindikasikan atau menyatakan secara implisit lembaga kekhalifahan dan bahwa Nabi SAW tidak pernah bermaksud membangun pemerintahan Islam karena misinya semata merupakan petunjuk spiritual.Al-Raziq dengan dahsyat dicela oleh ulama-ulama Al-Azhar dan beberapa diantaranya menjulukinya sebagai usaha paling akhir yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk memecah belah dan menghancurkan komunitas Islam. Bukti dari keadaan ini adalah bahwa Nabi tidak pernah menunjuk pengganti sebelum wafatnya. atau pengawas mereka. Aktivitas Nabi tidak lebih daripada menyampaikan risalah yang bebas dari semua pengertian otoritas. Sesungguhnya sangat masuk akal apabila dunia dapat menganut satu agama dan bahwa semua umat manusia dapat diatur ke dalam satu kesatuan agama. berarti merupakan kegagalan mereka“untuk . murid Abduh yang lain. Kebijakan Tuhan dalam dalam tujuan yang bersifat duniawi adalah memelihara perbedaan-perbedaan di antara mereka. Abd al-Raziq menegaskan bahwa lembaga kekhalifahan secara keliru telah dilembagakan oleh para sahabatnya setelah wafatnya beliau. Nabi bukanlah seorang penguasa atau raja. atau sebagai seorang penakluk. Muhammad SAW tidaklah memiliki hak terhadap rakyatnya kecuali menyampaikan risalah. Lebih jauh. Al-Quran secara tegas melarang Nabi untuk bertindak sebagai seorang penjaga manusia. Sampai tingkat ini diketahui bahwa beberapa murid Afghani dan Abduh telah menyimpang dari kemurnian sikap reformis Islam kepada pemikiran nasionalis dansekuler. Dengan semua keberhasilan usaha-usaha Afghani dan Abduh.

menghasilkan organisasi yang secara sistematis mengembangkan dan menerapkan pemikiran mereka. .

com/2011/10/prinsip-prinsip-dasar-politik.html http://st287586.al-islam.com/article/10333/nilainilai-dasar-politik-dalam-islam. http://www. Nationalism”. “Nationalisme”. akses Internet.org/ nationalism. http://abdain..html .org/artikel/detail/politik-/8/sistem-politik.DAFTAR PUSTAKA http://syahruddinalga.islam-dan-negara/ http://www. htm.islam. akses Internet. Ali Mohammed.islamicmovement.html Naqvi.blogspot.kammitasikmalaya.htm#introduction.com/2010/04/29/wacana.wordpress. http://www.org/ islamand nationalism/9. El.Zakzaky.sitekno. Ibraheem “Islam and Yaqoub.

Lila Adityo Sasono 4. Chandra Adi 3109100029 3110100140 2209100126 2210100115 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013 . Rizky Dwi Anggoro 3.MAKALAH AGAMA ISLAM POLITIK DALAM ISLAM Oleh: 1. Ofianto Wahyudhi 2.