Anda di halaman 1dari 1

Dye penetrant Check / Penetrant Test (PT)

Artikel ini dibuat berdasarkan ASME Sec. V article 6 edisi 2007 Jika kita seorang inspekstor maka kita akan sering berjumpa dengan penetrant test (PT). Penetrant test (PT) adalah salah satu teknik Non-Destructive Testing (NDT) untuk mengetahui adanya crack dipermukaan benda. Metode ini ada dua cara yaitu menggunakan perbedaan warna atau fluoresensi (berpendar), pada bahasan kali ini saya akan membahas mengenai metode perbedaan warna. Penetrant yang digunakan adalah jenis solvent removable. Dalam persiapan untuk melakukan penetrant kita memerlukan:

1. Removal/Cleaner. Cleaner digunakan untuk membersihkan benda kerja sekaligus menghilangkan sisa penetrant ketika akan diaplikasikan developer. 2. Penetrant. Penetrant adalah zat yang mempenetrasi crack.

3. Developer. Developer adalah zat yang mengangkat penetrant dari dalam crack menuju ke permukaan.

Tata cara pelaksanaan:

Berishkan benda kerja sebelum dilakukan penetrant.

Tingkat kebersihan dari permukaan benda kerja berpengaruh terhadap daya desak penetrant. Untuk permukaan yang kasar seperti pada casting bisa terlebih dahulu digerinda agar rata. Area permukaan benda kerja kurang lebih sejauh 25.4 mm dari tempat pengetesan harus bebas dari semua kotoran, grease, sisa benang kain, scale, welding flux, spatter las, cat, oli, dan bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi indikasi adanya crack. Pembersihan permukaan benda kerja bisa menggunakan cleaner (solvent) yang disemprotkan ke benda kerja kemduian dilap dengan majun sampai bersih, tetapi harus mengacu pada tabel dibawah ini. Tunggu sampai kering untuk kemudian dilakukan penetrant. Pengeringan bisa dengan pengeringan normal (evaporasi normal) atau dihembus udara hangat. Pembersih lain yang diijinkan untuk pembersihan sebelum dilakukan penetrant adalah deterjen, organic solvent, descaling solution, penghilang minyak, dan pembersihan dengan metode ultrasonic + degreasing juga diijinkan.