Anda di halaman 1dari 66

SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

03-0. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. 5.5 . Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat. 5.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas.5" kap 0. Bila pekerjaan sudah selesai. 10. 6. 1. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. 3. diubah. 9. 3. Tetapi kecuali yang disebut di atas. 4.80 t Listrik 3 . 1. . Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan.1/4/m3 2. 12. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO. Bak Ukur 6.0. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat. 13.1. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas. 7 8.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. 2. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan. Theodolith / Waterpass c. 11.5" & 1.3. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan. 4.5 HP 0. 2.

Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. detail konstruksi.5. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar.3.4. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. IV. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu.1. Petunjuk dan Instruksi. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak.4. IV. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. . Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. Contoh Barang. 1. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. Gambar-gambar Tambahan.2. III.2. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. IV. Selama pembangunan. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas. IV. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. 2. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan. 3. IV. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. 3. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas.

waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. V. 2. VI. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut.1. Untuk bagian-bagian pekerjaan. 2.4. V. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek.5. maka RKS atau RAB yang diikuti. 1.6. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah.3. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis.2. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing).2. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb.3. 4. V. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor.V. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK. Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Rencana Pelaksanaan 1. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. 3.1. Gambar Kerja. V. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. V. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. . VI. VI. Bila terdapat perbedaan ukuran. PELAKSANAAN VI. Bila terdapat/terlihat ada hambatan. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. 3. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya.

Setelah dinding dan kusen terpasang. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya.Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama.5. penuh tanggung jawab. Pegawai pemborong yang melaksanakan. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam. VII. atau pada hari-hari libur nasional.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi. cakap diberi kuasa. VII. atau sebelum matahari terbit. balok dan plat) . 1. . VI.Pada saat pengurugan lahan .Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. sloof.2. .Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. . berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. 4. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan. . Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album. VI. cara-cara teknik. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak.Sebelum pekerjaan dimulai. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. . 2. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. . dan selalu berada di tempat pekerjaan.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya. Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2.4. Dokumentasi 1. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. atau setelah matahari terbenam. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan.1. Ketentuan jam kerja. diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada. 3. kolom. Jika Kontraktor menghendaki. 1.Pelaksanaan pekerjaan pondasi.2. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai .Pada saat pengerjaan poer .

leveransir. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan.4. 3. IX.2. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. jalan. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. IX. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan.1. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. air minum.2. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. tata tertib. memompa. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. Terhadap Wilayah Orang Lain. pengalaman. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. IX. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. VIII. IX. . jalan kecil. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. kehilangan. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX. Selama masa pelaksanaan kontrak. Keamanan terhadap Pekerjaan.3. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. Terhadap Milik Umum. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. IX. Terhadap Bangunan yang Ada. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. tingkah laku. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. Keamanan dan Kesejahteraan. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan. 4. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas. sanitasi. Selama pelaksanaan pekerjaan. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. listrik. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. dan kecakapan. sub kontraktor. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan.5. termasuk bahan-bahan bangunan.

Kejadian khusus. Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya.2. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. kantor. Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. .1. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. XIII. pompa air. Air Minum dan Air untuk Pekerjaan. XI. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan. . IX. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. . . ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan. Kecelakaan.Pengesahan Pimpinan Proyek. XII. siku-siku bangunan. XI.Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek.1. Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. . maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan.IX. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya.4. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar.7. dan sebagainya. baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek. . Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. pengaduk beton. XI. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. X. . LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian.3. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan. harus diperiksakan pada laboratorium. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium.Keadaan cuaca.6.8.Kunjungan tamu-tamu lain.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya. Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. .Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi. Dalam pelaksanaan proyek. Penentuan semua titik duga letak bangunan. XI.Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. IX. .

Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas. XIV. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor. 4. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya. Dalam pengajuan penawaran. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan.1.4. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan.2. 4.1. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan. .2. 1. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. Pengujian Hasil Pekerjaan 1.XIII. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. 3. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. 2. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. Kecuali dipersyaratkan lain. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut.3. XIV. 2. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. XIII. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan. XIII. Kecuali dipersyaratkan lain.

Finishing Arsitektur. 3. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. Dokumen Terlaksana. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI.3. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan.2. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Persiapan.2. Gambar Perubahan Pelaksanaan. Untuk peralatan / perlengkapan :  . 4. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya.XV. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Pertamanan. XV. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.  Supply bahan.1. XVI. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Penyerahan. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan. Perlengkapan dan Peralatan kerja. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana. Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. 2. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Perubahan Spesifikasi Teknis. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek. 1. XVI. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental.

6. Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai. Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan. . Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). 5.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan.  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan. Minimum 1 (satu) kunci duplikat. 3.

dengan ukuran tebal 3 cm. 2. 3. 7. 5. 2. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. 3. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3.1. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Tugu patokan dasar dibuat permanen. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). 4. 4. 5. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. 2. . Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. 4. I.B.3. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. letak pohon.50 meter satu sama lain. berjarak maksimum 1. tidak bisa diubah. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. 6. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. lebar 20 cm. I. Pengukuran tanah kembali 1. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek.

3. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. 4.7. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. Peralatan obat-obatan I. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang. ruang penjaga. buku harian. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. I. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi.6. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. I. ruang gambar. Keamanan Proyek 1. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. I. Untuk perlengkapan Direksi. meja dan kursi. ruang tamu. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. ruang rapat.4. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung.5. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. . 2. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). dapur kecil dan KM/WC. 2. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1. 6. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. Semua biaya menjadi beban Pemborong. kantor pelaksana. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. Air yang dimaksud adalah air bersih. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. ruang pelaksana. 3.

2.2. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. wastafel. I. dll. 9. I. dll. diberi pintu untuk kepentingan proyek. 8. lampu-lampu. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. 2. dapur kecil. 3. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan.8. Peralatan tulis dan papan tulis. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. . 4. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. dll. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. bawah dan tengah. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. 4. Pagar Pengaman Proyek. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. 5. 10. 3. jaket.10.9. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. I. Sarana penerangan listrik. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. Peralatan keselamatan kerja : topi.11.40 m dari muka tanah. 7. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. 6. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. sepatu. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung. Perabot meja dan kursi gambar. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. I. 14. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. Pemadam Kebakaran 1. 5.

I.13. Sambungan listrik. I. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya. 2.12. . Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1.I. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan.14.

alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10.9 . 2.Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai . bermutu baik. untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. asam.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. .Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. peralatan dan alat. NI-8 . Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8. U-39 untuk Ø > 12 mm. I.2. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. lumpur dan sebagainya. Lingkup Pekerjaan 1. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. 4. 5.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . 3. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . NI-2 . Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. Menyediakan tenaga kerja. NI-5. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban. Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur. bahan-bahan.C. rabat beton. Persyaratan Bahan 1. A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. 2. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). . seperti yang ditunjukkan pada gambar.1.

2. .Takaran perbandingan untuk Semen Portland. pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan.Bekisting harus rapat (tidak bocor). Cara Pengadukan . . . permukaannya licin. .Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan.3. Pekerjaan Bekisting . pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. .American Society for Testing and Material (ASTM) 9. hingga tidak terjadi penguapan cepat. bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). Pengecoran Beton .Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan.40 mm. Pembesian . .Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. .Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. . I. 4.Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng.Beton harus dilindungi dari pengaruh panas.Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. 3. tanah/lumpur dan sebagainya. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI. persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. Syarat – syarat Pelaksanaan 1.Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988). harus diperhatikan dan dipersiapkan. American Concrete Institute (ACI) 6. . . 1457 .Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran. . 5.tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. potongan kayu. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring). pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian.Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI.Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .

. . Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas.Bila tidak ada "Test Certificate".Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan .Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut. Bila ada kerusakan.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. 10. Pengujian Mutu Pekerjaan .6.Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke. PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan. . maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. .Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. pasir.mudian dengan pemilik. . . akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke. Setelah bekisting dibuka. .Sebelum dilaksanakan pemasangan.tempat pekerjaan. Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui. baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan. . Contoh Bahan . .Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut. 7.Setiap pengiriman bahan. 8. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.Sebelum pelaksanaan pekerjaan.Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup. . . . Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor .Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya..Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya. . kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. koral. kering. baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya. .Kontraktor harus mengikuti semua peraturan. tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk.Pelaksanaan a. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar . Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988).Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja.Bahan-bahan a. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. asam dan unsur organik lainnya. . Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. c. Pasir harus bersih. 12.Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. . Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. sebelum memulai pekerjaan beton.Bila terjadi kerusakan. . 11.Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan . . Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak. . bebas dari kotoran. Semen Tiga Roda. Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu. . . b. b. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. .

Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. Dengan mutu besi U .1. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah.1. II. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus . siku dan sama ukuran.1. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps. Air untuk adukan pasangan.1. 6.3. Untuk daerah KM/WC. II. 2. 3. Sebelum digunakan. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. 3. 2. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. sama warna serta disetujui Direksi . serta diikuti dengan cor kolom praktis. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. 5. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar.24 7. 5. Persyaratan Bahan 1. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 8. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. bahan-bahan. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan.2.50 cm di atas permukaan lantai setempat.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. produk lokal dan yang disetujui Direksi .1. 4. Semen Tiga Roda. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. harus air yang bersih. Lingkup Pekerjaan 1. PEKERJAAN DINDING II. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Dinding Batu Bata II. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. 4. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.II.

2. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. 8-200 dengan mutu beton K175. 3. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. Pelaksanaan pasangan harus cermat. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih.1. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. 2. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan. II. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. 14. II. Pelaksanaan dinding. harus rata. 11. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan. 3.5.4. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih.1. 5. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS.9. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Syarat Penerimaan 1. Hasil pemasangan pasangan dinding. 12. 13. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps.5 cm (sebelum diaci/diplester). Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. 10.kurangnya 30 cm. . diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. 4. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. 4. permukaan rata tidak bergelombang. sambungan satu dengan lainnya rapih.

Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan.II. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. Semen Tiga Roda. 2. berventilasi baik. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. 2. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. WC. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. 5. 8. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. dan bersih. bahan-bahan. Pekerjaan Plesteran Dinding II. Bahan harus disimpan di tempat yang kering.2. 10. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.2. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. Lingkup Pekerjaan 1. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi). Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Persyaratan Bahan 1.3. 4. bertuliskan type dan tingkatannya.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.2. 2.2. 7.0 mm.6 . 9. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. II. spesifikasi dan lainnya. 6. Sebelum memulai pekerjaan.1. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 3. 3. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps.2. harus bersih dan melalui ayakan 1. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. . Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . II. terlindung.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas.III. 2.2.8).2. III. 5.1. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. 3.1. III.2. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. 2. harus baru. Jenis : 2. Semen Tiga Roda. bahan-bahan. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 5. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi. Persyaratan Bahan 1. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. 2. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. III.2. Persyaratan Bahan 1. 3. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan).1. 4.3. Untuk masing-masing warna harus seragam . 6. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. a. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi . Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.2.

Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. . 9. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. tidak cacat dan tidak bernoda. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. 3. Asia Tile. 5. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. 8. Merk : Roman Tile. 2. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. 4. 4. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. 10. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. tidak retak. NI-19. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. III. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya.3. 7. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 5.3. atau sesuai detail gambar serta Direksi. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. b. 6. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Sebelum pekerjaan dimulai. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar).

Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. tidak bergelombang. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Standar Penerimaan 1. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. III. Tepat diatas delatasi sub lantai.2. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan). Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. Sebelum keramik di pasang. 4.5. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. hingga betul-betul bersih. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 11. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat. 9. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar. III. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. 2. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. Pengamanan 1. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material.2.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong.7. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. 3. Untuk pemeliharaan. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. 2. 10. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8. . sebelum perkerjaan di mulai. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. 2.

Lingkup pekerjaan 1. siku. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. Persyaratan bahan 1. kaca tebal 5 mm. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. atau yang sejenis dan setara. 2. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. sebelum perkerjaan di mulai. Indalex. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. produksi dalam negeri produk Asahi Mas. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. 4. 4. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. IV. Seluruh pekerjaan pembuatan.1.IV. 2. 8. di-finish silver natural. rapi.5 mm 3. berdasarkan petunjuk pabrik. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. 2. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.1. 5. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. Pekerjaan Kusen Aluminium. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1.1. dan baik. IV. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela. PEKERJAAN KUSEN. 7. 3. Tebal profil : 1. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. bahan-bahan. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.5 mm produk YKK. finishing melamine.3. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. dengan sistem YF-100 / 70-E. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya pengadaan mock-up menjadi .2 .. Bahan : Profil aluminium Merk YKK. Indalex. PINTU & JENDELA IV.1.2. 6. Semua frame kusen.1.2 – 1.1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper.

2. 2.1.2. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya.2.1. dapat diperoleh dari proses-proses tarik. IV. mempunyai sifat tembus cahaya. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi. dan tidak cacat. IV. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pekerjaan Kaca IV. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Persyaratan Bahan 1. IV. 2. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. 2.2.4. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. gilas dan pengambangan (Float glass). Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Toleransi lebar dan panjang. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. 3.tanggungan pemborong. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. IV. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. Pengamanan 1. bahan . Lingkup Pekerjaan 1.5.bahan.2. terjamin kerapihannya. 2. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan. Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya.1.

. 8.Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982.yang rata dan lurus.Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. 4. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka.3 mm. 5. Cacat-cacat .Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0.Harus bebas dari bintik-bintik (spots). . Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan. toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. . .Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. 5.Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. dan diberi tanda untuk mudah diketahui. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. 4. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. . awan (cloud) dan goresan (scratch). . . uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini.2. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. . . . 6. 7. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. . Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk).Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.Bahan kaca untuk interior. IV. . minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Bahan : . Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.3. pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar.Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca).Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. 3.5 mm per meter. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. harus diisi dengan lem silikon warna transparant. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. Digunakan produksi dalam negeri.Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik.

2. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Apabila di anggap perlu. V.V. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. Semua hardware dalam pekerjaan ini. 7. 2. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. 2. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. Lingkup Pekerjaan 1. Setelah kunci terpasang. 9. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.4.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Meliputi pengadaan. 5. 6. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. 3. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. 4. pemasangan. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. 5. Persyaratan Bahan 1. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik. 8. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali.1. 3. 2. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. dari produk yang bermutu baik.3. 4. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. V. . noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. bahan-bahan. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

VI.3. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.2. 6. Bahan-bahan yang di pergunakan. Persyaratan Bahan 1.1. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. Pengencer : Air bersih 20 %. . tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. plesteran harus betul-betul kering. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2.1. 2. Catylac. 5.1. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. Decolith. maka harus segera dibersihkan. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. VI. VI. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Warna : Ditentukan.1.5. 3. Sebelum diplamir. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pengecatan di lakukan. 4. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. Merk : Dulux.1. Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. VI. bahan-bahan. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. 3. Vinylex. 4. 5.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat.4. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI. V. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik.

2. VI. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Bilamana diinginkan.2. 2. VI.2. 4. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. Sebelum melaksanakan pekerjaan. penirnbunan bahan rangka.3. Lingkup Pekerjaan 1. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Persyaratan Bahan 1. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Plafon harus rata. cara pemasangan. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. Sebelum pemasangan. 7. 5. 4. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. fiber semen dan material yang lain . 2. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 8. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. bahan-bahan. Rangka plafon dari metal furing. VI. 3. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.5.1. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. 6. pola lay-out/penempatan. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat. 5. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar. VI. 2.2. 9.1. Metal furing. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo. termasuk mempelajari bentuk.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. 3.

kerapihan dan kekuatannya. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. baut. 11.6. 9. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. VII. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. Merk : Dulux.1. Setelah pemasangan. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Persyaratan Bahan 1. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. 8. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. untuk interior dan Dulux. Warna : Ditentukan. 7. 3. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan.1. 5. Vinylex. 14. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. Lingkup Pekerjaan 1.1. 13. . 2. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. 10. VII. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. bahan-bahan. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan.1. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. 12. 4. 6. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. Catylac.2. Mowilex. Pengencer : Air bersih 20 %. Semua rangka harus terpasang siku. 7. Bahan lapisan/coating dasar 2.

8. Peralatan seperti kuas. Sebelum pengecatan di lakukan. VII. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna.1. Lingkup Pekerjaan 1. 3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. . peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.5.2. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding.1. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu.4. 6. VII. 4. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VII. 5. 7. 2. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). roller. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Bahan-bahan yang di pergunakan.3. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. sikat kawat dan sebagainya. Sebelum di plamir. Pekerjaan Pengecatan Besi VII. bahan-bahan. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Persyaratan Bahan 1. plesteran harus betul-betul kering.2. sebelum perkerjaan di mulai.1.2. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.VII.2. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. maka harus segera dibersihkan. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VII.1.

dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok.2. . Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan.2. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. VII. sampai jenuh.5. Warna akan ditentukan kemudian.2. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. 6. 3900 : 1970/1971. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya.4. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam. 5. 2. 4. AS. 3. 9. VII. maka harus segera dibersihkan. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. VII.3. K-41 dan NI. 4. 2. 3. untuk mendapatkan persetujuannya. 8. rata dan ber sih dari karat. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.4. 7. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering. BS No. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian.

Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. Railing Tangga dan Pagar Selasar. Lingkup Pekerjaan 1. . atas biaya Pemborong. Warna cat akan ditentukan kemudian. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat.1. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi.5. 2.1. bahan-bahan. 3. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan.1. Pekerjaan Railing Besi VIII.1. VIII. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. Bila terjadi kerusakan. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco.VIII. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. VIII. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya.1. 3. harus baik.1. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. kokoh dan sempurna.2. tanpa cacat. VIII. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. 2. 4.3. 2.1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. VIII. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Persyaratan Bahan 1. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. sebelum perkerjaan di mulai.

XI. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Ex Krakatau stell Atau setara 2.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. . Bahan-bahan 1. 15.000 Mpa . Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000.000 Mpa 4.5 mm). 6.Modulus of Elasticity 200. Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0.Shear Modulus 80. 7. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma.1. Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : .Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume. 5. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI. . Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14. Angkur Ø 18 12. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini.8 mm).Ultimate tensile Strength 550 Mpa .5 x 8. Bracingbesi beton Ø 16 8. 3. . Lingkup Pekerjaan. 2. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. Terkstangbesi beton Ø 12 7.2. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13.Minimum Yield Strength 550 Mpa . Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI. Ex Krakatau steel Atau setara 3. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6. Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4. Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan.

Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. 4.XI. Sebelum pemasangan. Pelaksanaan 1. 6. Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun. Penutup Nok dipasang lurus.3. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. 2. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . 5. 3.

Struktur utama : Pour. . . maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. I.3. 3. 5. Rujukan utama : a.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: . listplank beton dsb. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan.SNI 03-2834-1992. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. I. Kolom. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja. Ketentuan Umum 1. 4.Dan lainnya. PEKERJAAN STRUKTUR I.1. Methode pengujian kuat tekan beton. Standard Rujukan I. KETENTUAN UMUM I.2. sesuai kebutuhan. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002). Strouss.3. I. misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan. Pekerjaan atap. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b. Plat Lantai dan Plat Atap. Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan. d.SNI 03-2492-1991. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang. Ringbalk.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c. 2. . Struktur sekunder : kolom praktis.SNI 03-1974-1990. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- . 2. 3. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak.SNI 03-4810-1998.2.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . balok latai. Balok. 6.D.3. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar.SNI 03-2458-1991.1. ring praktis. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan. .

Untuk mendapat persetujuan.3. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam). Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.1.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu.5 Mpa (K 250). II. II. II. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek. pelat atap.  Semen harus disimpan sedemikian rupa.UBC 1977. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan.3. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai. jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan.misal seperti ACI318-99 . sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Ketentuan Bahan II.1.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik.1. atau agregat yang berasal dari batu pecah.1.1. campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc.4.AISC 1994 dsb .atas persetujuan Pengawas. . bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan. dsb. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan.2.1.

Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. Penulangan.1. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II. Pelindung beton.  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai .pipa tertanam. Perawatan. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1. Evaluasi dan penerimaan mutu beton . bahan organik .tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu.5. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton.6. 5. 9. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5.4 II. Cetakan.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan. 2 Untuk keseluruhan pekerjaan.dan siar pelaksanaan.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6.5. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. Pengecoran. 8. Toleransi 3. 2.1. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II. seperti oli. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. asam.2. Persiapan. 4. Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II. garam.1. Campuran beton 7.7. alkali.

pipa tertanam. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya.2. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.2. Cetakan. d. 2. Toleransi 1.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar.2. Cetakan a. II. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3.3. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan. garis. II.Beban selama konstruksi .1. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran. 3. Pekerjaan Persiapan 1. b. c.lingkungan terhadap bahan.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. Cetakan harus mantap.Kecepatan dan methode pengecoran . Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: . pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan. e. . Perlindungan cuaca. daftar personel.II. 4. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2.dan siar pelaksanaan 1. yang dapat mengganggu mutu beton. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. pemakaian sabuk pengaman dsb . Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur.

Siar pelaksanaan. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan.4. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya. b. a. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. minyak. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. . kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. bebas dari lumpur. c. Penempatan tulangan. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran.2. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan. a. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. pembongkaran cetakan. keadaan permukaan tulangan harus bersih. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. 4. d. c.f. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. 2. 3. 5. Sebelum pengecoran. Penulangan 1.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. 2. balok ataupun kolom. Pembengkokan tulangan. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. Pada saat beton di cor. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. b. dinding. 3. Permukaan tulangan.

5.6. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. .7. dengan spasi bersih minimal 25 mm.5 menit. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. setelah seluruh bahan dimasukan. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. Pelindung beton 1. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. Sambungan /pengangkuran tulangan. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. Pengecoran 1. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri.2.2. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut.6. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. 4 Penambahan air. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi. Batasan spasi tulangan.2. 2. 7. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih.

b. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. - - 5.2. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi). Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. secara perlahan-lahan. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor. Dalam hal menggunakan ready mix. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sebelum pengecoran dimulai. butir a. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. Seluruh persiapan di atas. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. demikian juga penarikan vibrator. - 4. Selama pengecoran. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. Pembuatan benda-benda uji. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. . Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. Setelah mencapai umur yang cukup.c. 3. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator.

beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini.cara produksi. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses .untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan.II. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. jangka panjang.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas.6. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya. temperature terlalu panas. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound).2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1. 2. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487. Frekwensi pengambilan benda uji. kecuali menggunakan perawatan dipercepat.dan gangguan mekanis. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas. Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya. Segera setelah pengecoran .9. Laboratorium.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. serta penangan pengecoran. Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji.2. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan.    II. maupun yang menyangkut tingkat keawetannya. 2 Perawatan dipercepat/khusus.2002 (butir 7. atas persetujuan tertulis Pengawas.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3. kecuali pasal 7. baik kekuatan dalam jangka pendek.8.2.seperti perlindungan terhadap bahan dasar .6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton). harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa.  . harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi.

dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian.3. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya.3. Pengujian tambahan. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm. Pondasi Mini Pile 3. Pelat 7. II. II. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan. panjang. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. II. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. Pekerjaan Pour Pembesian. . Tangga 8. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl.2. dari dua arah . Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50).1.3. Balok 6. lebar.dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. jenis/type : diameter. IV. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III. Sloof 4. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. Kolom 5. Pondasi Mini Pile I. Pour Pondasi 2. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya. Sebelum penempatan rangkaian besi plat.tegak lurus satu terhadap yang lain. Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang.

2.1. Sambungan tulangan. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. pemberhentian pengecorannya.2. JSCE. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako. Pelindung beton. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. Kolom 1. IX. 2.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. VI. . sifat permukaan beton. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1.1. IX. V. IX. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai.pemancangan yang akan dilakukan. VIII. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi).1. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas. Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. Mengingat ukuran kolom yang ada. Urutan pengecoran. kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Masuknya tiang kedalam poer. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). Pengecoran. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. permukaan beton tidak dapat dikontrol.5 meter. Sloof 1. VII. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan.

Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja.1.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya.4. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat.1.5. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. 3.3. 4.1. balok – balok.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. semua siar pelaksanaan harus dibasahi. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. IX. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis. Seperti pada balok. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut.misalnya tidak dalam satu potongan. Kontrol lendutan.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Pelat 1. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. Sesaat sebelum beton baru di cor. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. 2. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. IX.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. balok induk. 4. IX. Balok. Permukaan beton pada siar pelaksanaan. . Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat.6. Posisi tulangan. balok induk.1.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. karena kurang perawatan. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. diantisipasi sebelum 2.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan. IX. Sarang tawon. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. 3.

5.1. 2. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. X. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Bahan X. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB.7.6. IX. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ).1. Terjadi keropos (sarang tawon). Baja profil WF mutu BJ–37 b. bebas dari tekukan-tekukan. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a.1. Balok. X. Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e. Angker-angker baut dari baja lunak d. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). Materfloow Grout. Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm. kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan.1. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan.1. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. . Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Baut-baut digunakan jenis HTB c.2. Apabila hal semacam ini terjadi. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1.

. 3. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. cat dll. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. 2.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. 8. .Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan.4. minyak. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan. 6. 2. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah.3. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. 4.X. 5. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras.1. Syarat Pelaksanaan 1.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. 10.1. Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. X. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar. Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . . Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Metode Pemasangan (erection): 1. . . Pelubangan harus menggunakan bor. 3.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam. 9.

9. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 13. 6. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. 8. 5. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. 11. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 16. 7. 17. 18. 12. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. seperti lantai beton. 10.4. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. 14. 15. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. . Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain.

Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. 2. c. 4.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat.1. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM. 2. Bila baut. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. 3. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. Sambungan Baut 1. 3. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas. maka harus diganti yang baru. . cat dan meni.X. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. b. a. Pengerasan Baut-baut 1. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. 2.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran.5.

Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. Penyambungan Las. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). Jenis barang elektroda.1. Bentuk alur. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Urutan pengelasan. Metode Pemutaran Mur 1. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. 7. 3. Personil-personil yang mengerjakan. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. d. Jenis arus.d. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. kutub elektroda dan voltage. Metode pengelasan 5. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. Posisi pengelasan 4. ada setiap pekerjaan sambungan las. c.6. Sifat-sifat kimia. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. Pekerjaan Las a. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. . Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. AWS atau DIN. X. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. metalurgi dan fisik material. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI. f. 2. 2. 6. b. g. 9. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. 3. 3. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. 2.

Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. Tebal minimum : .2. Mesin-mesin dan alat kerja. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. karat. Setelah HTB dipasang. Instalasi untuk hasil uji las. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. 4. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. X. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. X. dan BK untuk las sudut. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya. 2. 4. air. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. Pada las tumpul. Blasting 1. dipilih yang terbesar. 3mm. Sesudah blasting dan pembersihan. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. .7. 3. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. 2. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat.8. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. retak. Alat-alat perangkai dan transport. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1. h. j. 3. Preparat untuk mengelas dan memotong. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. 3. Pengecatan 1. bukan ukuran kaki las.7 tebal material yang dilas. tumpuan pylon. 5. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. i. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3.  t max Tebal maksimum  0. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. 3. 2. Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit).1. Pada sambungan balok ke pylon.1.

5. 7. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. dan memenuhi syarat keamanan kerja. 8. 6. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. Pekerjaan Pemasangan Pipa. Bila Pemborong tidak mengindahkan. 2. harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. 4. 1. I. Dengan min. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. 1976). Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. berkualitas baik.2.3. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. 20 mm merk Clipsal atau Ega. 2. 9. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. I. 4. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. 2. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. Tapak dari kayu harus dicat meni. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan.15.E. .1. Barang-barang yang sudah diafkir. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. 3. R. I. 3.

Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. I.I. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0.8. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. dilengkapi frame yang kuat.7. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. semua pasangan dalam (inbouwmounting). 6.6. dipasang sampai menyala. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. . I. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 1. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. 2. 3.4. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. 3. 2. ‘Sekringkast’. dan lain-lain. Pemasangan Kabel 1. Ukuran Isolasi. Jenis Lampu yang Digunakan. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. 2. Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Papan-papan Sekring (Panel) 1. 5. 1. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. 4. Stop Kontak. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. 4. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. Papan sekring tersebut dari metal clad.5. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). I. 3. I. Pemasangan Saklar. 4. 2. 3.3 ohm.

5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. Pengujian. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. 2. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah.11. Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay.3 Pengujian. Sambungan Pengaman ke Tanah. II.10. Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. 3. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. Penangkal Petir 1. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut. merk Arester. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm.1.9. 8. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak.2. Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. 7. I. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. 5. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. 2 atau lebih). II. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). dengan Q 300 lt/menit. INSTALASI MEKANIKAL II. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. II. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. 6. I. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar. dan tidak diperkenankan memakai ikatan. 4. I.2 KW. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna.5. head 22 pipa 2”.

Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. Konstruksi Box Panel 1. 3. Kelembaban nisbi : 95% maks d. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. 3. VI. 7. IV. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan.2. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. Rangka metal. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. 2. 2.1. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. Busbar dan Terminal Penyambungan 1. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. 9. 10. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. Kecerahan matahari : 95% III. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel.3. 5. Komponen selain metal yang harus digunakan. 2. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. heatstone dan synchromate. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. tahan gores dan cat warna krem.2. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. anti korosi. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). VI. 8. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan. 4.1. Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. Busbar terbuat dari bahan tembaga. harus tahan api. Circuit Breaker 1. 6.III. 4. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. . fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan).

5. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya.3. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. F. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. 5. 2. 1. Warna kuning untuk phasa S 3. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. wastafel. 3. Untuk tipe indoor dengan IP 20. Pekerjaan Air Kotor.4. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. floor drain dan lain-lain. F. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan.1. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet.6. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. urinal. VI. 4.2. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut.1. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. 2. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet. 4. URAIAN TEKNIS PLUMBING F. 1. 3. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman.1. F. 2.1. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. wastafel. VI. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. VI. Warna hijau untuk phasa R 2. urinal. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. . Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. dan lain-lain. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. Tipe Panel 1.

Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan. Contoh-contoh Bahan. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.2. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan.2. F. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong.2. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. Gambar-gambar Kerja. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. Pengamanan. Gambar Pelaksanaan. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang.2. Material. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang.2. F. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. dalam waktu 3 hari. .6.2. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas. F.2. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia. Untuk pelaksanaan khusus. F. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut. Gambar dibuat dari kertas kalkir. katup-katup. Gambar-gambar dan Spesifikasi. atau penambahan pada instalasi tersebut.1. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. fitting. F. selama pekerjaan instalasi ini.2.7.3. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong. F.5. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan.2. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi.8. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan. Tenaga Pelaksana. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. serta fixtures secara terperinci. F. detail pemasangan seluruh instalasi di atas. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai.F. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong. pemasangan.9. F.2. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979.4. Gambar-gambar Perancangan.2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. penghapusan.

30 mm 10. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk. Koordinasi. interior. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. b. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. Direktorat Jenderal Cipta Karya.40 mm 8. 1. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. Pengujian a.50 – 5. bulanan. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary.11. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas.40 mm 6. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya.30 mm 3. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. mingguan. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong. dan borongan. air bangunan. 2. NI-3 1963. Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian. Pembuangan Air Kotor. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor.15 – 4.05 mm 4. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. c. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742. dan PUBB 1969. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. elektrikal. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. d. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini.2. b. dan 12 kg/cm². Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. maspion. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati. Sistem Air Bersih. e.F. b.2. F. Dalam pelaksanaan pekerjaannya.10. a. Untuk pipa air kotor. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. . Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956.

fitting dan sebagainya juga harus kuat. closet jongkok menggunakan produk Toto. e. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. a. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Wasser atau American Standard. Kran di bak mandi. Pipa-pipa dalam Tanah.4. kedudukan komponen seperti fixtures. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. warna ditentukan kemudian. Sistem Penyambungan Pipa. aer. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. b. wastafel. urinoir. Sistem Pemipaan. d. Onda. Wastafel. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik.  Setelah pipa pada lubang galian. c. . urinoir. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. menggunakan produk San-ei. Wasser. dengan tanah bekas galian. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas.