Anda di halaman 1dari 7

NAMA : ROSTIN IBRAHIM NIM : S 21.11.

060 KELAS : KARYAWAN IV

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan desentralisasi terdapat dua elemen secara hukum dari pemerintah pusat kepada

penting, yakni pembentukan daerah otonom dan penyerahan kekuasaan pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus bagianbagian tertentu urusan pemerintahan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila penyelenggaraan desentralisasi menuntut persebaran urusan pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom sebagai badan hukum publik. Urusan pemerintahan yang didistribusikan hanyalah merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kompetensi pemerintah dan tidak mencakup urusan yang menjadi kompetensi lembaga negara tertinggi dan/atau lembaga tinggi negara. Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemda merupakan subsistem Keuangan Negara sebagai konsekuensi pembagian tugas antara Pemerintah dan Pemda dengan sistem pembagian yang adil, proposional, demokratis, transparan dan bertanggung jawab. Penyelenggaraan urusan Pemerintah yang dilaksanakan oleh Gubernur dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi didanai oleh APBN. B. Rumusan Masalah • • Bagaimanakah pengertian hubungan pusat dan daerah ...??? Bagaimanakah Perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah tersebut ...???

melakukan supervisi. melaksanakan . kontrol dan pemberdayaan sehingga daerah dapat menjalankan daerah otonomi otonominya akan lebih Dalam secara banyak optimal. monitoring. bersifat Sedangkan pelaksanaan peran tersebut. haruslah Namun dalam pengaturan hubungan tersebut memperhatikan aspirasi daerah sehingga tercipta sinerji antara kepentingan pusat dan daerah  Tanggung jawab akhir dari penyelenggaraan urusan-urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah adalah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena dampak akhir dari penyelenggaraan urusan tersebut akan menjadi tanggung jawab negara  Peran pusat dalam kerangka otonomi daerah akan banyak bersifat menentukan kebijakan makro.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Hubungan Pusat-Daerah Hubungan Pusat-Daerah dapat diartikan sebagai hubungan kekuasaan pemerintah pusat dan daerah sebagai konsekuensi dianutnya asas desentralisasi dalam pemerintahan negara. evaluasi. Secara umum hubungan antara pusat dan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah sebagai berikut:  Pemerintah Pusat yang mengatur hubungan antara Pusat dan Daerah yang dituangkan dalam peraturan perundangan yang bersifat mengikat kedua belah pihak.

Pendapatan Daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah.  Dana Perimbangan Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk . Retribusi Daerah. potongan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari Pajak Daerah. B.otonominya. dan komisi. hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan.keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. dan Lain-lain Pendapatan. Hubungan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Dalam Undang-Undang Nomor ditegaskan bahwa penerimaan 33 Tahun 2004 dalam tentang yang diserahkan kepadanya dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintahan Daerah Daerah pelaksanaan Desentralisasi terdiri atas Pendapatan Daerah dan Pembiayaan.  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh Daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang. Kebijakan yang diambil daerah adalah dalam batas-batas otonomi tinggi.undangan.jasa giro. dan lainlain PAD yang sah (meliputi hasil penjualan kekayaan Daerah yang tidak dipisahkan. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh Daerah). Dana Perimbangan. daerah berwenang membuat kebijakan daerah.pendapatan bunga.

bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendanaan pemerintahan antara Pusat dan Daerah serta untuk mengurangi kesenjangan pendanaan pemerintahan antar daerah.mendanai membantu kebutuhan daerah Daerah dalam rangka pelaksanaan juga Desentralisasi. Pemerintah setelah solvabilitas ditetapkan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Keadaan yang dapat digolongkan bencana nasional peristiwa ditetapkan oleh Presiden. Dana Perimbangan terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH). dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Ketiga komponen Dana Perimbangan ini merupakan sistem transfer dana dari Pemerintah serta merupakan satu kesatuan yang utuh. . Jumlah Dana Perimbangan ditetapkan setiap tahun anggaran dalam APBN.  Lain-Lain Pendapatan Lain-lain Pendapatan terdiri atas pendapatan hibah dan pendapatan Dana Darurat. Pemerintah dapat mengalokasikan Dana Darurat pada Daerah yang dinyatakan mengalami krisis solvabilitas. anggaran Pemerintah Krisis Krisis tidak solvatbilitas dapat adalah krisis keuangan Daerah berkepanjangan yang dialami oleh daerah selama 2 (dua) tahun dan diatasi melalui APBD. Pemerintah mengalokasikan Dana Darurat yang berasal dari APBN untuk keperluan mendesak yang diakibatkan oleh bencana nasional dan/atau peristiwa luar biasa yang sebagai tidak dapat ditanggulangi dan/atau oleh Daerah luar dengan biasa menggunakan sumber APBD. Dana Perimbangan selain dimaksudkan untuk dalam mendanai kewenangannya. Dana Alokasi Umum (DAU). dinyatakan mengalami krisis solvabilitas berdasarkan evaluasi sesuai dengan peraturan oleh perundang-undangan.

Dana Alokasi Umum (DAU). Secara umum hubungan antara pusat dan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.  Dana Perimbangan terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH).BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari pembahasan materi diatas dapat disimpulakan bahwa  Hubungan Pusat-Daerah dapat diartikan sebagai hubungan kekuasaan pemerintah pusat dan daerah sebagai konsekuensi dianutnya asas desentralisasi dalam pemerintahan negara.  Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari Pajak Daerah. hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan.  Dalam Undang-Undang Nomor Daerah dan ditegaskan bahwa 33 Tahun 2004 Daerah bersumber tentang dalam dari Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintahan penerimaan Daerah pelaksanaan Desentralisasi terdiri atas Pendapatan Daerah Pembiayaan. dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pendapatan Pendapatan Asli Daerah. Dana Perimbangan. . dan lain-lain PAD yang sah. dan Lain-lain Pendapatan. Retribusi Daerah.

. Lain-lain Pendapatan terdiri atas pendapatan hibah dan pendapatan Dana Darurat.

. 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintah Daerah Pasal 10 tentang Dana Perimbangan: 273). dana alokasi umum. 33 Th. dan dana alokasi khusus.Dana perimbangan ini terdiri dari dana bagi hasil. Jumlah dana perimbangan ditetapkan setiap tahun anggaran dalam APBN (UU No.